
H
a
p
p
y
R
e
a
d
i
n
g
Leon menghampiri Yunna yang berdiri di depan Kafe. Ia yakin, pasti Yunna ingin pergi, tapi tidak berani sendiri. Di tambah lagi ini pertama kali Yunna ke sini dan sudah malam
"Ada kedai es krim, mau kesana?"
Yunna sedikit kaget
"Mau" jawabnya jutek
"Mau martabak?"
"Mau"
"Mau seblak?"
"Mau"
"Mau jadi istri gue?"
"Mau- eh?" Yunna kaget "Gak" ulangnya
Leon tertawa
"Lo mau apa?"
"Mau pulang"
"Terus yang lain gimana? Mereka sengaja ngumpul buat lo"
"Males, nyebelin. Lo juga"
"Maaf deh, itu ide Ziko. Gue sama yang lain ikut aja"
"Ishhhhhh! nyebelin banget"
"Ke Kedai es krim aja, mau gak?"
"Yaudah, ayo" jawab Yunna masih kesal
"Bentar" Leon kembali masuk ke dalam untuk mengambil jaket dan dompetnya. Sekalian pamit kepada teman-temannya
Karena Kedai es krim tidak terlalu jauh dari Kafe, Leon memilih untuk berjalan kaki. Ia menggenggam tangan Yunna berjalan beriringan
"Tadi kenapa lo nangis?" Tanya Leon
"Siapa? Gue nangis?"
"Ini baju gue basah sama ingus siapa hah?"
"Bukan ingus, itu air mata. Ingusnya dikit doang"
Tiba-tiba Leon menarik Yunna belok menuju taman. Tidak terlalu luas, tapi cukup bagus untuk bermain. Ada ayunan dan perosotan juga untuk bermain anak-anak
"Kok kesini?" Tanya Yunna
"Pengen aja"
"Gak jelas lo"
Leon melepas genggaman tangannya dan duduk di sebuah ayunan
"Bocah banget sih lo" Yunna tertawa
"Gak mau join?"
Yunna ikut duduk di ayunan yang bersebelahan dengan Leon. Entah kenapa keduanya memilih diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing
"Yunna" panggil Leon
"Hmmm?"
"Gue suka"
"Tau" jawab Yunna
"Gue sayang"
"Tau"
"Gue cinta"
"Tau"
"Lo juga gak?"
Yunna diam
Ia berpikir, bingung ingin jawab apa
"Hari ini langit sepi" jawab Yunna menatap langit
Leon menoleh menatap Yunna yang menatap langit
"Gue nanya, Yunna"
"Kan kita udah pacaran" Yunna menatap Leon
"Maaf" sekarang Yunna menundukkan kepalanya
Maaf? Maaf untuk apa? Kenapa Yunna meminta maaf?
"Maaf untuk?" Bingung Leon
"Pasti lo kesel kan sama gue?"
"Iya lah. Gue kesel banget sama lo, Yunna. Elo suka lama bales chat gue. Elo juga, kenapa banyak banget temen cowoknya sih? Bisa gak kurangin deket sama temen-temen cowok lo? Apalagi sampe ada rangkul-rangkulan atau kontak fisik" jawab Leon tidak santai membuat Yunna tertawa
"Ya maaf"
Sekarang Leon mulai kesal. Ia menghelakan nafasnya, mencoba untuk sabar
"Gue serius nanya" kali ini Leon menatap Yunna serius "Kenapa lo gak suka sama gue? Apa yang lo gak suka dari gue? Gue akan berusaha buat-"
"Emang gue pernah bilang engga suka sama lo?" Potong Yunna
"Hah?" Bingung Leon "Engga pernah sih" lanjutnya
Leon membulatkan matanya kaget
"Jadi lo-"
Yunna kembali tertawa
'Ah! Kenapa jadi gemes gini sama Leon' -Yunna
"Maaf karena sikap gue terlalu dingin sama lo. Bukan karena gue gak suka sama lo, gue cuma takut"
"Terus sekarang lo maunya gimana? Lo takut kenapa?" Tanya Leon bingung dengan ucapan Yunna
"Ya lo maunya gimana?"
"Ya gak gimana-gimana. Gue maunya elo jadi pacar gue. Elo jadi jodoh gue. Elo jadi istri gue dan jadi Mami buat anak-anak gue. Gue sayang sama lo dan gue serius"
"Why do you like me?" Tanya Yunna lagi
"Banyak alesan kenapa gue suka sama lo. Lo cantik? Iya, gue akuin lo emang cantik. Gue tau lo cewek baik-baik, Na. Tapi menurut gue itu bukan alesan gue kenapa suka sama lo"
Yunna menatap Leon
"Gak ada alesan kenapa gue suka sama lo. Gue suka sama lo, ya cuma suka sama lo apa adanya. Gue sayang sama lo" tambahnya
Yunna kembali tersenyum
"Papa gue pernah bilang, 'Jujur sama apa yang kamu suka dan apa yang kamu gak suka. Kalo ada seseorang yang suka kamu, terima dengan hati terbuka. Dan kalo ada seseorang yang gak suka sama kamu, urus aja urusan kamu sendiri. Jangan pedulikan mereka' Ah! Jadi kangen sama Papa kan" Yunna kembali menatap langit. Mencoba menahan air matanya agar tidak keluar
Leon bangun, berdiri di hadapan Yunna. Menarik Yunna dalam pelukannya
Yunna tidak bisa menahan air matanya. Ia menangis, tapi tidak menangis seperti di Kafe tadi. Hanya air matanya yang keluar, menangis dalam diam
"Gue juga sayang sama lo, Leon" Yunna membalas pelukan Leon
Mulai sekarang Yunna akan mencoba membuka hatinya untuk Leon
Jujur, sudah sejak lama Yunna mulai menerima Leon sebagai pacarnya
Tapi ya gitu, gengsi Yunna tinggi. Malu katanya. Hati dan pikirannya selalu bertentangan dan yang selalu menang pikirannya, ketimbang hatinya
"Saranghae" celetuk Leon
Oke,
Sekarang Yunna tertawa. Ia melepas pelukannya tertawa terbahak-bahak
"Apaan? Lo bilang apa tadi?"
"Saranghae" ulang Leon
Lagi, Yunna tertawa
"Kalo Lee Jong Suk yang bilang kayak gitu gue baper, tapi kalo lo yang bilang kenapa geli ya"
"Bales kek, lo kan tau balesnya kayak gimana" jengkel Leon
"Emang lo tau?"
"Tau lah!" Jawab Leon jengkel
"Tau dari mana? Biasanya kalo gue udah ngomongin Korean, elo engga suka dan ujung-ujungnya malah ngehujat gue"
"Gue tau dari Nico"
Yunna kembali tertawa
"Nado saranghae" balasnya
Leon tersenyum, kembali memeluk Yunna. Sedangkan Yunna masih tertawa membalas pelukan Leon. Jijik juga dengan ucapannya tadi
Btw, Nico ternyata orang Korea. Asli oppa, bukan oppa pake h Indonesia punya. Jika di rumah, Nico berkomunikasi dengan kedua orang tuanya menggunakan bahasa Korea
"Jangan jahatin gue"
"Mana bisa gue jahat sama orang yang gue sayang" balas Leon
TBC~
......................
...****************...
...----------------...
YEYYYYYYYYYYYYY🎉
Yunna-Leon udah official niehhh, kalian kapan officialnya sama doi🔥🤭
By the way, makasih banyak banyak banyak yang udah mampir di store aku. Seneng banget aku tuh, apa lagi kalian yang selalu meninggalkan jejak. Semoga bisa menghibur atau mengisi waktu senggang kalian-kalian
Oh iya,
Kalo ada masukan atau koreksian, tulis aja dong di komen. Mungkin ada yang salah atau penempatan kata yang kurang sesuai. Aku juga kan bisa belajar untuk memperbaiki dari kalian yang udah pro
SEKALI LAGI, MAKASIH♡
SEE YOU NEXT CHAPTER GUYSSSSS😗👋🏻