Up

Up
Wa



Part 2 gimana? Coba kasih saran di komen


Bantu promosiin juga dong ke temen kalian yg suka baca:)


Semoga menghibur kegabutan kalian


Happy Reading~


Argha menghela nafas melihat kakaknya yg masih terbungkus oleh selimut


"Gue punya kakak manusia atau larva sih?" Gumamnya


"Kak bangun oy! Ada bang Ziko di depan" Argha membangunkan Yunna dengan menarik selimutnya


"Apaan sih Ga? Masih pagi elah, gue ada kelas nanti jam 9" jawab Yunna menarik kembali selimut menutupi seluruh badannya


"Kata bang Ziko buruan bangun, ada kelas dadakan prof. Sanjaya jam setengah 8"


"Mampus!" Yunna langsung lompat, berlari ke kamar mandi


Argha menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya itu


"Gak usah mandi kak, sikat gigi aja" teriaknya


"Sekarang jam berapa?!" Teriak Yunna


"Jam 7 lewat 14- eh lewat 15!" Balas Argha lalu keluar dari kamar Yunna


Ia memakai sepatunya siap berangkat ke sekolah


"Gue berangkat duluan bang" pamit Argha


"Mau dianter kaga?" Tawar Ziko


"Sendirinya juga lagi telat"


"Basa-basi elah, gak peka amad"


Argha tertawa


"Udah ah, gue duluan"


"Jalan?" Tanya Ziko


"Naek bus lah"


"Emang motor kenapa?"


"Abis bensin"


"Oh, hati-hati"


"Hmmm" balas Argha lalu pergi berjalan kaki ke depan komplek


Dengan buru-buru Yunna memakai sepatunya. Tidak peduli baju yg masih terlihat berantakan dan rambut masih acak-acakan


"Pagi beb" sapa Ziko santai tidak tahu kondisi dan situasi


"Udah tau telat, pake nyapa. Lo ngapain ke sini bukannya langsung ke kampus"


"Biar ada temennya gue telat. Gue tau lo masih molor, makanya ke sini"


"Bego banget punya temen, heran" Yunna naik ke motor Ziko "Udah ayo buruan" tambahnya


Ziko langsung menyalakan motornya setelah memakai helm dan menjalankannya di atas rata-rata


Skip


Dengan terburu-buru Yunna berlari ke kelasnya sambil memeriksa isi tasnya. Ziko sudah melesat jauh. Namanya juga cowo, larinya cepet kek lagi di kejar-kejar banci


"Mampus! Makalah gue ketinggalan tol- Ah!"


Bugh


Yunna mengedipkan matanya beberapa kali


Saking buru-buru dan tidak memperhatikan larinya, Yunna menabrak seseorang dan jatuh di atasnya


Lebih parahnya lagi, beberapa saat dengan loadingnya tanpa sadar bibir mereka saling menempel


Yap! Mereka berciuman


Laki-laki di bawah Yunna mendorong Yunna kuat


"Adaw!" Sakit Yunna karena kepalanya terbentur kaki kursi


"Lu gila hah!?" Marah laki-laki itu


Ditambah bajunya basah ketumpahan jus mangga


Yunna bangun, masih memegangi kepalanya yg sakit


"Sorry sorry, gue buru-buru. Bisa mati gue kalo telat" baru saja akan lari, tangan Yunna di tahan


"Maen pergi aja lo, ini baju gue gimana?"


"Yaelah gampang tinggal di cuci. Udah ya gue duluan" Yunna melepaskannya tangan laki-laki itu lalu pergi berlari menuju kelasnya


"Leon" Leon menoleh


"Eh? Baju kamu kenapa?"


Leon kembali menoleh menatap Yunna yg sudah jauh berlari


'Tu cewe siapa sih? Udah nyium tanpa permisi, gak tanggung jawab soal baju gue pula. Songong amat' -Leon


"Hey, baju kamu kenapa kotor gitu?"


"Hmm?" Leon menatap Bella "Tadi ada orang nabrak, jadi tumpah gini" tambahnya


"Tunggu sebentar aku beli tisu dulu" Bella langsung pergi beli tisu


Leon mengambil sebuah IDcard yg tidak sengaja diinjaknya


"Callista Yunna Arghantara? Cewe tadi?" Gumamnya melihat foto disana


Ia tersenyum


"Kena lo"


~


"Oke, sekian penjelasan dari saya. Saya tunggu tugasnya sampai minggu depan" ucap prof. Sanjaya merapihkan bukunya "Yg tadi namanya saya sebut, langsung ke ruangan saya sekarang" tambahnya lalu keluar kelas tanpa mengucapkan salam perpisahan


"Untung banget gue dateng tepat waktu" lega Yunna menidurkannya kepalanya ke meja


Sebagian orang sudah mulai meninggalkan kelas


"Lagian lo lari lelet amad kaya bebek" Ziko


"Lah Lo lari gak narik-narik gue. Udah tau gue gak bisa lari"


"Buru-buru gue, lupa kalo sama lo"


"Ishhhh! Nyebelin banget. Lagian kelas dadakan banget kek tahu bulat. Capek gue pagi-pagi udah keringetan"


"Itung-itung olahraga elah. Kapan lagi lo joging pagi" Ellen tertawa


"Betul!"


"Joging udel lo loncat!"


"Udah lah, mending kita cari sarapan kantin" rerai Nazwa


"Ayo, laper banget gue" ajak Hanif sudah menggendong tas di bahu kanannya


Akhirnya mereka pergi ke kantin


Seperti biasa, kantin selalu ramai. Ditambah saat pagi


Mereka langsung duduk di bangku yg cukup untuk mereka duduki


"IDcard gue mana ya? Perasaan udah masuk tas dah, kok gak ada?" Yunna mencari IDcard di dalam tasnya "Mampus aja kalo gak bawa"


"Ketinggalan kali. Beneran udah di masukin ke tas?" Tanya Nazwa


"Itukan nyawa gue di kampus, mana bisa gue lupa masukin tas"


"Jatoh pas lo lari kali" Hanif


"Terus gue makan gimana dong?" Sedih Yunna


Sistem Skype High University menggunakan IDcard. Semuanya akan gratis menggunakan IDcard SHU. Terutama makanan dan minuman. Jika tidak ada IDcard mau tidak mau harus bayar


Leon, Agam, Nico dan Alif masuk kantin. Mereka langsung duduk di tempat biasa mereka duduki


Tidak dengan Leon, ia berjalan menghampiri meja yg diduduki Yunna dan kawan-kawannya membawa paper bag sedang


Ia meletakan paper bag dihadapan Yunna. Memuanya menoleh menatap Leon


"Lo yg ngotorin, lo yg harus nyuci"


"Hah? Maksud lo?" Tanya Yunna tidak mengerti


"Lo lupa tadi pagi lo lari nabrak gue?"


Yunna berpikir


Ia berlari buru-buru, terus nabrak, terus jatoh nindih, terus-


Ia membulatkan matanya kaget


Yunna menutup mulutnya, menatap Leon


"Besok harus udah bersih" kata Leon


Ia memperlihatkan IDcard Yunna


"IDcard gue!"


"Ini gue pegang sampe baju gue balik" balas Leon lalu pergi meninggalkan kantin


Tentu saja semua anak kantin melihat  Yunna dan Leon penasaran


"Apa-apaan sih tu cowo gak jelas banget!" Kesal Yunna, ia bangun mengejar Leon


"Heh lo!" Yunna menarik ujung baju tangan Leon


"IDcard gue balikin" pinta Yunna


"Bersihin dulu baju gue"


"Iya gue bersihin, gue balikin besok tapi siniin IDcard gue"


"Baju balik, IDcard lo balik"


"Terus gue makan gimana tanpa IDcard gue bego" kesal Yunna


"Lo gak punya uang?"


"Punya lah!"


"Yaudah bayar lah!"


Yunna berdecak sebal


"Balikin IDcard gue!"


Leon tersenyum lalu berjalan meninggalkan Yunna


Yunna tidak mau kalah, ia kembali menarik baju Leon


"Balikin dulu IDcard gu-"


Leon menarik Yunna ke dinding. Memojokanya di sana


Yunna membulatkan matanya kaget, terlebih lagi jarak wajahnya sangat dekat. Ia bisa mencium bau tubuh Leon


"Gue balikin IDcard lo, tapi balikin dulu first kiss gue" kata Leon


"Hah?" Bingung Yunna


Leon tersenyum


Tanpa permisi Leon mencium bibir Yunna


Yunna kaget pake banget. Ia membulatkan matanya


Banyak orang yg kaget melihat Yunna dan Leon. Banyak juga yg memotret dan merekam mereka


Yunna mendorong Leon kuat


"Lo gila!?" Bentak Yunna


Leon tersenyum lalu pergi


Yunna memegangi bibirnya. Ia terduduk lemas karena kejadian tadi


"Bibir gue udah gak suci lagi Mama" tangis Yunna pecah


TBC~