
Happy Reading~~~
Dengan basah kuyup, Ellen dan Yunna masuk ke rumahnya
"Dingin banget, anjir"
"Lah elo nerobos aja" balas Yunna "Pasti Ziko sama Letha neduh dulu" tambahnya
"Sekalian pacaran" saut Ellen "Gue mandi di kamar mandi kamar lo"
"Iya"
Ellen pergi ke kamar Yunna. Sedangkan Yunna mengambil handuk, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Jeo
"Kak Galuh" panggil Yunna setelah 2 kali mengetuk pintu kamar abangnya yang sementara menjadi kamar Galuh
Jeo masih di Singapura. Sudah 2 bulan dia dipindah tugaskan ke Singapura
Karena tidak ada sautan, Yunna membuka pintu. Tidak ada orang, tapi Yunna mendengar tangisan- Galuh?
Yunna ke kamar mandi karena tangisannya dari sana
"Kak Galuh?"
Galuh duduk memeluk lututnya. Menenggelamkan wajahnya, menangis disana
Yunna berjongkok dihadapan Galuh. Memegang bahu Galuh yang bergerak karena menangis
"Kak Galuh kenapa?"
Galuh mengangkat kepalanya. Menatap Yunna
"Kenapa? Mereka gangguin kak Galuh lagi?"
Galuh memperlihatkan testpack dengan 2 garis merah disana. Yunna membulatkan matanya kaget, sangat kaget
"Sekarang aku harus gimana? Mau mati aja aku"
Yunna langsung menarik Galuh dalam pelukannya. Mencoba menenangkannya
Galuh menangis meraung disana. Mengeluarkan semuanya. Ketakutannya selama ini terjadi
π
π
π
Setelah acara api unggun dan pentas keterampilan, semua anggota kemping di beri kebebasan sampai jam 11 malam untuk tidur
Ada yang sudah masuk tenda untuk tidur atau sekedar mengobrol sambil ngemil makanan yang mereka bawa. Ada juga yang masih di luar, berkumpul dan bercanda sambil mengobrol. Pasti ada juga yang pacaran, memanfaatkan waktu untuk mengobrol berduaan
"Siti" panggil Hani
Siti menoleh
"Anter aku balikin jaket kak Argha yuuu"
"Sekarang?"
"Iya, kak Argha cuma bawa jaket 1. Takutnya kak Argha kedinginan kan diluar"
Tadi saat acara pentas keterampilan, Argha memberikan jaket bombernya kepada Hani karena Hani tidak memakai jaket
Keduanya keluar dari tenda
"Lu tau kak Arghanya di mana?"
"Di jembatan" balas Hani
Keduanya berjalan sambil mengobrol membicarakan lucunya tadi Ojan Stan Up komedi
"Hani" sapa Ran yang berpapasan
Hani dan Siti tersenyum
"Oh? Itu jaketnya Aga kan?"
"Iya"
"Sini-"
Hani memundurkan dirinya karena Ran akan mengambil jaket Argha di tangannya, membuat Ran sedikit kaget
"Engga" balas Hani "Aku aja yang balikin ke kak Argha" tambahnya
'Anjir! Hani berani beda kayak biasanya' -Siti
"Oh" balas Ran seadanya, ia tersenyum "Noh, anaknya lagi di jembatan. Gue duluan" tambahnya lalu pergi
Siti memukul-mukul lengan Hani pelan karena merasa temanya itu sangat keren
"Gila gila gila. Lu kenapa dah? Berani banget gak kayak biasanya"
Hani memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat
"Takut banget ih. Deg-degan"
Siti merangkul Hani
"Bagus. Mulai sekarang lu harus berani. Perjuangin kak Argha kalo lu beneran suka sama kak Argha"
Hani menganggukkan kepalanya sambil menenangkan jantungnya
β€οΈ
β€οΈ
β€οΈ
Yunna keluar dari kamar Galuh setelah merasa Galuh sudah tertidur pulas dan tenang. Menghampiri Ellen, Letha dan Ziko di ruang tengah
"Kak Galuh udah tidur?" Tanya Ellen
Yunna menganggukkan kepalanya "Kecapean nangis, sampe ketiduran tanpa minum obat" katanya
"Mulai sekarang kak Galuh jangan minum obat sembarangan"
Letha kembali menangis karena kasihan pada Galuh. Tidak menangis meraung, hanya mengeluarkan air matanya sambil sesenggukan
Ziko kembali merangkul Letha, menenangkan pacarnya yang cengeng itu
"Kalo aku jadi kak Galuh, aku gak akan kuat. Kasian banget kak Galuh, terus kita harus gimana?" Kata Letha
"Gue juga gak tau" balas Yunna "Persentasi besok gimana? Gue gak mungkin ninggalin kak Galuh sendiri. Leon juga masih sakit. Pusing kepala gue" tambahnya bingung
"Oh iyaya. Tinggal besok doang"
"Kasih tau bang Jeo" kata Ziko
"Nah iya, kasih tau bang Je aja. Telpon sekarang" setuju Ellen
"Emang kamu udah presentasi by?" Tanya Ziko pada Letha
"Udah" balas Letha menganggukkan kepalanya
"Gimana?"
"Lancar"
"Iya lah. Kalo bang Je tau, pasti ada jalan keluarnya. Bang Je kan jago memecahkan masalah" balas Ellen
"Memecahkan hati cewek juga jago" saut Ziko
"Itu beda lagi masalahnya" kata Letha
Yunna mengeluarkan ponselnya
"Beneran nieh telpon?" Tanya Yunna lagi memastikan
"Iya" balas Ellen dan Letha bersama
"Sini gue aja yang ngomong" pinta Ziko
"Jangan! Kalo lo yang ngomong, yang ada masalah makin ribet" larangan Ellen
Akhirnya Yunna menelpon Jeo. Lama tidak diangkat, dan akhirnya diangkat juga
"Halo? Kenapa, Una?" Tanya Jeo di sebrang sana
"Abang lagi sibuk gak?"
"Engga, ini baru sampe apartemen. Kenapa?"
"Kak Galuh-"
"Galuh kenapa?"
Yunna menghembuskan nafasnya sebelum menceritakan semuanya
"Kak Galuh-"
π
π
π
Setelah menutup Kafe, Nazwa tidak langsung pulang. Ia malas pulang karena jika sudah libur semester, tidak ada siapapun di kostan. Echa dan Elsa pulang ke rumah orangtuanya. Bunga pergi ke Bandung untuk liburan. Sedangkan Letha masih di rumah Yunna
Tidak tau kenapa, Nazwa ingin jalan-jalan ke jembatan yang ada di taman dekat Kafe. Mencari udara segar setelah 2 bulan ini sibuk dengan tugas akhir semester ditambah sibuk bekerja
Taman sudah tidak ada orang. Nazwa berjalan kearah jembatan. Berdiri di pinggir jembatan menatap sungai buatan yang terlihat cantik dengan lampu dan terlihat asri karena hijau. Dia menghembuskan nafas, seperti membuang semua lelahnya
"Akhhh!"
Nazwa menoleh, melihat laki-laki yang tidak jauh darinya sedang melihat kearah air dibawah jembatan
'Jangan bilang-' -Nazwa
Laki-laki itu menaikan kakinya, seperti- ingin bunuh diri?
Buru-buru Nazwa berlari menghampiri laki-laki itu, dan menarik lengannya
Laki-laki itu kaget setengah mati. Karena hilang keseimbangan, laki-laki itu jatuh menimpa Nazwa
Untuk beberapa saat mereka masih diam saling menatap. Setelah sadar, buru-buru kaki-kaki itu bangun. Begitupun Nazwa
"Lo gila atau gimana? Kalo gue-"
"Lo yang gila" potong Nazwa "Kalo punya masalah harus diselesaikan. Jangan milih jalan kayak gini. Dengan lo bunuh diri, emang masalah lo selesai gitu aja?"
Laki-laki itu diam menatap Nazwa
Nazwa menduduki dirinya karen lututnya lemas
"Lemes banget kaki gue" ucapan sambil memukul-mukul pelan kakinya
Laki-laki itu ikut duduk disebelah Nazwa
"Mau gue urutin?"
Sekarang Nazwa kembali menatap laki-laki itu
"Jangan bunuh diri. Pasti banyak orang yang khawatir sama lo dan sedih kalo liat lo mati konyol. Jangan pernah lo berpikir buat ngelakuin itu. Dosa itu tuh. Masalah di dunia selesai, tapi beda lagi di akhirat. Lo pasti masuk neraka"
Laki-laki itu masih menatap Nazwa, mendengarkan ucapannya
"Perbanyak ibadah dan lo harus kuat. Inget orang tua lo, sodara-sodara lo, atau sahabat lo. Mereka pasti sedih kalo liat lo gini"
"Gak ada yang peduli sama gue" balas Laki-laki itu
Nazwa menghembuskan nafas
"Mulai sekarang gue peduli sama lo" balas Nazwa tersenyum "Jadi, Jangan bunuh diri"
Ponsel Nazwa berdering karena ada telpon masuk. Ia bangun ingin mengangkat telpon dari Ziko
"Bentar" kata Nazwa lalu menjawab telpon Ziko
"Lo masih dimana sih? Kenapa belom sampe?" Tanya Ziko khawatir
"Gue di taman dekat Kafe. Bentar lagi balik"
"Ngapain lo disana malem-malem gini?"
"Cari angin elah"
"Gue otw sekarang. Lo diem situ"
"Gak usah, gue naik bis aja. Masih keburu naek bis terakhir"
"Engga. Lo tunggu di Kafe, gue otw sekarang. Awas kalo gue kesana lo gak ada" Sambungan langsung dimatikan oleh Ziko
Tentu saja laki-laki itu masih menatap Nazwa
"Lo harus pulang sekarang" suruh Nazwa
"Kenapa?"
"Nanti kalo gue pergi, lo mau bunuh diri lagi" balas Nazwa "Gini deh, rumah lo dimana? Biar gue anter lo pulang" tambahnya masih mengkhawatirkan laki-laki itu
"Gak usah, gue bisa pulang sendiri"
"Yakin? Gak bohong kan lo?" Tanya Nazwa tidak yakin
"Iya"
Nazwa masih menatap laki-laki itu tidak yakin
"Inget ya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya" katanya "Jangan ngelakuin hal yang engga-engga" tambahnya
Laki-laki itu menganggukan kepalanya
"Gue pulang" pamit Nazwa lalu pergi setelah mendapatkan anggukan dari laki-laki itu
Laki-laki itu, Kim Dejun masih menatap punggung Nazwa yang menjauh
"Siapa juga yang mau bunuh diri? Orang hp gue jatoh ke danau" gumam Dejun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
"Oh?! Hp gue?"
Dejun kembali melihat ke bawah jabatan. Mencari ponsel yang jatuh
"Segala jatoh lagi" gumamnya sedih karena ponsel tidak bisa kembali
TBC~