
26
"Inget! Jangan nakal ya. Kalo nakal kakak lempar Sian ke rawa-rawa, biar di gigit kepiting"
"Iya, Sian gak nakal"
"Janji?" Ellen menyodorkan jari kelingking di depan adiknya
"Janji!" Jawab Sian mengaitkan jari kelingking mungilnya
Ellen tersenyum, ia menggenggam tangan mungil Sian masuk ke dalam Kafe
"Siannnn" panggil Yunna
Sian hanya tersenyum
"Hi-five!" Seru Ziko
Sian menepuk tangan Ziko
"Sini, kak Una punya milkshake"
Sian menghampiri Yunna dan duduk di sebel Yunna
"Sorry gue telat. Jemput anak kecebong dulu" Ellen duduk di sebelah Ziko
"Ibu kemana? Kok elo yang jemput" tanya Ziko
"Ke rumah sakit, Ridho masuk rumah sakit"
"Ngasuh dong lo"
"Iya, kayanya besok gue izin. Ada acara gitu di sekolahanya"
"Itung-itung latihan menjadi Ibu yang balik" Ziko tertawa
Leon dan Agam datang
"Anak siapa?" Tanya Leon duduk di sebelah Sian
Jadi tuh posisinya Sian di tengah antara Yunna sama Leon
"Anak gue" balas Yunna
"Anak gue juga dong"
"Bukan lah. Anak gue sama Suga oppa"
"Eleh!" Leon menarik telinga Yunna
"Gimana di sekolah? Pasti Sian udah punya temen banyak dong" tanya Yunna
"Udah. Ada Deyi, Akbal, Yusup, Ulan, Siti, Putli- siapa lagi ya? Sian lupa. Pokonya banyak temen Sian" cerita Sian dengan aksen anak kecil yang masih cadel huruf R
"Sian gak nakal kan sama temennya?"
"Engga, Sian baik kok"
Leon tersenyum
Tersenyum melihat Yunna yang berinteraksi dengan Sian. Gemas sekali rasanya
"Ibu gurunya baik gak?"
"Baik, ibu gulu suka nolongin Sian kalo Sian kesusahan. Baik banget"
Yunna memeluk Sian karena gemas akan tingkah adik sahabatnya ini
"Gemes banget"
"Ada cewe yang Sian suka gak?" Tanya Ziko
Sian melepas pelukannya dan menatap Ziko sambil meminum milkshake Yunna
"Ada" jawab Sian yang membuat Yunna dan Ellen kaget
Sedangkan Agam dan Leon tertawa
"Jangan ngajarin yang macem-macem lo" Ellen memperingati
"Siapa namanya?" Tanya Ziko lagi tidak peduli ucapan Ellen
"Namanya Hana"
"Cantik gak?" Leon ikut-ikutan nanya
"Cantik banget, makanya Sian suka"
"Sian masih kecil, jangan suka-sukaan dulu. Belajar aja dulu yang bener" nasihat Yunna
"Tapi, kayanya Hana gak suka Sian. Hana sukanya sama Lapi"
"Kok sukanya sama Rapi bukan sama Sian? Emang kenapa?" Tanya Yunna mulai tertarik cerita Sian
"Katanya Lapi lebih tinggi, makanya Hana sukanya sama Lapi" curhat Sian membuat yang lain tertawa "Kesel banget Sian sama Lapi. Dia juga pernah nakal sama Sian" tambahnya
"Sian jangan kalah dong sama Rapi" balas Ziko "Nih ya, kalo Rapi nakal, ambil piso terus tusuk aja"
Ellen menggeplak kepala Ziko dengan tas selempangnya
"Sakit kamvret!"
"Jangan ngajarin ade gue yang enggak-enggak!"
"Jangan dengerin apa yang bang Ziko bilang. Gak bener" nasehat Yunna
"Sian gak mau masuk penjala. Kata Ibu gulu, kalo olang yang suka bikin sakit olang lain, nanti di tangkep polisi. Nanti masuk penjala" balas Sian
"Noh Ko! Bocah aja ngarti. Jangan suka nyakitin cewe, nanti di tangkep polisi. Masuk penjara gue sukuran deh di rumah lo" Ellen tertawa
"Gue tanya, emang ada bocah 5 taun di penjara?"
"Lah? Iya juga ya" saut Leon yang sedari tadi diam
"Iya juga sih" Yunna ikut-ikutan
"Kaya gue dong. Ada yang isengin, gue ambil batu terus gue timpuk, terus lari" cerita Ziko bangga banget
"Iya, abis itu lo kena timpuk panci sana ema lo"
"Bang-"
"Jangan ngomong kasar di depan anak kecil!" Yunna memotong ucapan Ziko
"Bang Tut!" Lanjut Ziko membuat Yunna dan Agam tertawa
~
"Kak Una!" Teriak Argha di depan pintu kamar Yunna
"Oyyy!?"
"Bang Leon di depan!"
Pintu terbuka
"Ngapain?"
"Bawa makanan gak?"
"Mana gue tau" balas Argha lalu pergi ke kamarnya
Yunna melihat jam yang menunjukan jam 8 malam, lalu pergi keluar menemui Leon
Leon duduk di bangku kayu teras depan
"Ngapain?" Tanya Yunna
"Nih, mau gak?" Leon mengayunkan plastik di hadapan Yunna
"Apa?"
"Sempol sama sosis bakar"
Yunna tersenyum senang, duduk di samping Leon membongkar plastik
"Baik banget ih, kayak pacar"
"Ishhhh" Leon mengacak pelan rambut Yunna pelan
"Mau?" Tawar Yunna
"Emang mau ngasi?"
"Engga" balas Yunna tertawa
Yunna memakan sempolnya setelah ia celupkannya ke saos
"Lagi ngapain? Lama banget bales chat gue"
"Lagi nonton di leptop"
"Kebiasaan" Leon mengusap wajah Yunna dari atas ke bawah cepat
"Ih! Diem napa" Yunna memukul paha Leon, lalu kembali memakan makanannya "Oh iya, hari minggu temen gue yang di Bandung, nikahan"
"Terus?"
"Gue di ondang"
"Terus"
"Kok terus terus sih?"
"Ya terus?"
Yunna diam, mengunyah sambil berpikir
"Lo mau ikut?" Tanya Yunna sedikit ragu "Kalo lo gak mau, gak papa. Nanti gue mau ngajak Hanif aja"
"Hari minggu ini?"
"Iya"
"Mau lah, enak aja lo ngajak Hanif. Gue kan pacar lo, kenapa jadi ngajak Hanif"
"Ya kan takutnya lo gak mau. Takutnya lo sibuk"
"Sesibuk apapun, gue selalu siap kalo lo butuh gue. Ya kalo gak penting-penting banget"
Yunna tersenyum, ia menyuapi sosis bakarnya pada Leon
"Enak?"
"Pedes" jawab Leon sambil mengunyah
Yunna kembali tersenyum, lalu memakan sosisnya
"Lagi" Leon membuka mulutnya
"Engga ah, nanti abis"
"Koret sia"
"Mau kemana?" Tanya Yunna, karena seperti Argha akan keluar
"Mau beli tip-x" jawab Argha "Tip-x kalo di bawa lo suka gak balik, lo minum apa kak?"
"Iya, gue campurin sama jus"
Argha berdecak sebal, sedangkan Leon tertawa
"Udah makan?" Tanya Leon kepada Argha
"Ini mau sekalian beli nasi goreng. Mau nitip bang?"
"Ada uangnya?"
"Ada lah. Emang kayak ononoh, kaga modal. Minta di beliin terus"
Yunna melempar sebelah sendalnya tapi meleset
"Gue gak minta ya! Leon yang beliin"
"Sama aja kali!" Balas Argha langsung lari takut di lempari sendal lagi
Leon tertawa
"Sialan lo!"
"Berangkat hari minggunya?" tanya Leon
Yunna kembali melanjutkan makannya
"Rencananya mau berangkat hari sabtu. Nanti kita ke rumah bibi gue, nginep di sana semalem. Lo mau gak?"
"Berangkat sore dari sini?"
"Iya" Yunna menganggukkan kepalanya "Pulangnya minggu sore, abis ondangan. Lo mau gak?"
"Yaudah" balas Leon menganggukkan kepalanya setuju
"Beneran gak papa?"
"Yaudah"
"Jangan yaudah yaudah doang dong. Jawab iya kalo lo mau. Jawab engga kalo lo keberatan"
"Iya, Yunna" Leon mengelus atas kepala Yunna
Yunna tersenyum senang
"Besok pulang ngampus kita cari kado dulu"
"Iya" balas Yunna menganggukkan kepalanya
Tbc