
35
"Lo dimana?"
"Di WC"
"Ngapain?"
"Mau gue jelasin?"
"Gak perlu, makasih" jawab Yunna cepat "Gue nunggunya di halte depan taman kampus" tambahnya
"Kenapa nunggu disitu sih? Di kelas aja, nanti gue ke kelas"
"Takut bego, sendirian. Merinding gue, berasa lagi uji nyali"
"Induk setan kok takut setan"
"Bacot ih, udah buruan ya"
Sambungan di matikan oleh Yunna
Daripada nunggu di kelas sendirian, mending nunggu di sini. Kalo ada apa-apa gampang larinya
Alasan!
Sama seperti abangnya, Yunna penakut. Ia paling takut jika sudah menyangkut soal mistis atau horor. Tapi yang bikin heran, ia suka nonton film horor bareng Ziko sama Ellen
Untuk menghilangkan gabut, Yunna memainkan ponselnya sambil menunggu Leon
Tanpa Yunna sadari,
Dari kejauhan, seorang wanita berlari kearah Yunna. Wanita ini terjatuh di depan Yunna, membuatnya kaget. Takutnya ada mbak khunti jatoh dari pohon, kan gak lucu
Yunna bangun, membantu wanita yang terlihat ketakutan dan penampilannya sangat berantakan
2 kancing baju yang terlepas, banyak sobekan. Roknya juga sobek dan kotor, ada bekas darah juga disana. Rambut yang berantakan dan tidak memakai alas kaki. Tidak lupa ada lebam di pelipis dan ujung bibir
"Kamu gak papa?"
"Tolong. Aku mohon, tolong aku" wanita itu memegangi tangan Yunna kencang
"Iya-iya, ayo bangun dulu" Yunna membantu wanita itu bangun
Yunna membuka jaketnya dan memakainya pada wanita itu
"Lo gak bisa lari dari gue!"
Yunna kaget, berbalik menatap laki-laki dihadapannya
Wanita itu bersembunyi ketakutan di belakang Yunna
"Jauh-jauh lo! Atau gue teriak"
"Lo siapa? Gak usah ikut campur! Atau lo mau joinan sama kita?"
"Brengsek ya lo!"
"Lari" wanita itu terus menarik Yunna untuk lari
Laki-laki itu mendekat, tapi dengan cepat Yunna menendang sang adik dari laki-laki itu
'Kalo ada cowok yang macem-macem sama lo, tendang aja anuanya. Langsung ko dah tu cowok' -Argha
Dengan cepat, Yunna menarik wanita itu berlarian
"Jangan lari lo!" Teriak laki-laki itu memegangi masa depannya yang sangat sakit
Yunna berlari ke arah taman kampus
Laki-laki itu tidak diam, ia mengejar Yunna walaupun kesakitan
Yunna menarik wanita itu untuk bersembunyi dibalik pohon yang terhalang tanaman berbentuk seperti pagar. Buru-buru Ia mengambil ponsel dan menelpon Leon
"Lo dimana? Gue di halte, lo-"
"Ke taman kampus Sekaran. Cepetan, gue takut" potong Yunna
"Hah? Lo kenapa? Jangan buat gue takut Na"
"Lo buruan ke sini, Leon"
"Gue kesana, jangan di matiin telponnya"
Yunna diam menggenggam ponselnya erat karena laki-laki itu ada di dekatnya. Tidak peduli Leon memanggil-manggil namanya di telpon
Sungguh, sekarang Yunna sangat takut. Kepalanya juga sedikit pusing
"Kemana sih tu cewek? Cepet banget larinya"
"Siapa di sana?!"
'Makasih ya Allah. Makasih mang Adul, i love you full pokonya' -Yunna
Ingatkan Yunna untuk mencium tangan mang Adul nanti
"Anjing!" umpat laki-laki itu lalu lari
Mang Adul mengejar laki-laki itu
Salah satu peraturan kampus, jika sudah tidak ada kegiatan di kampus, untuk mahasiswa atau mahasiswi dilarang masuk ke kawasan kampus untuk menghindari hal-hal yang membahayakan nama baik universitas
Yunna menghela napas lega. Ia menoleh ke arah wanita itu
"Sekarang aman"
Wanita itu ikut tersenyum lega, tapi setelahnya ia pingsan membuat Yunna kembali panik dan khawatir
"Hey?" Yunna menepuk pelan pipi wanita itu
"Yunna!"
"Leon" panggil Yunna
Leon menoleh, langsung menghampiri Yunna
"Lo gak papa? Gila! Gue takut banget. Lo kenapa?"
"Nanti ceritanya. Sekarang tolongin dia dulu"
"Hah? Dia siapa?"
"Gak tau, gue belom kenalan. Sekarang kita tolong dia dulu"
Leon menggendong wanita itu, membawanya ke mobil yang terparkir di depan halte
Yunna masuk duluan kedalam mobil, duduk di kursi belakang, lalu Leon menidurkan wanita itu dengan paha Yunna yang menjadi bantalan
"Kita ke rumah sakit?" Tanya Leon yang sudah duduk di kemudinya
"Jangan, ke rumah gue aja"
Tanpa membalas, Leon menjalankan mobilnya
S
K
I
P
Sampai di rumah, Leon langsung menggendong wanita itu masuk ke dalam rumah, diikuti Yunna
Argha yang sedang menonton TV, kaget
"Lo apain anak orang kak?"
"Kamar gue" suruh Yunna mengabaikan Argha
Leon membawa wanita itu ke kamar Yunna dan menidurkannya di ranjang
Yunna duduk, memeriksa nadi di tangan wanita itu sambil melihat jam
Leon dan Argha diam, memperhatikan Yunna
"Ga, ambilin air anget sama anduk kecil 2 sama kotak obat di dapur"
Argha langsung pergi
Yunna menoleh, menatap Leon
"Lo ngapain disini?"
"Gue mau gantiin baju, lo keluar lah!" Sewot Yunna
"Bilang kek, gak usah sewot gitu"
"Bentar" Yunna mengambil kertas dan pulpen. Menulis sesuatu di sana
"Tolong beliin ini aja di toko obat atau di apotek" Yunna memberikan kertas pada Leon
Argha datang, memberikan barang yang Yunna suruh
"Udah sana kalian keluar"
Keduanya keluar
"Tu cewek siapa bang? Lo gak nabrak orang kan?" Tanya Argha
"Engga lah, soal bawa mobil-motor gue selalu hati-hati" jawab Leon "Gue juga gak tau, Yunna belom cerita-cerita" tambahnya
"Bentar" Argha diam memikirkan sesuatu
Leon juga diam, menunggu Argha
"Kak Una naek mobil?"
"Eh? Iya juga ya" Leon baru sadar
"Lo seriusan bawa mobil kan bang?"
"Iya lah, ya kali gue bawa bus" jawab Leon gak santai "Saking khawatirnya, Yunna gak sadar kalo dia naek mobil" tambahnya
"Cepet beliin, Maung! Kenapa jadi pada ngobrol di situ sih?!"
Mampus!
Leon dan Argha kaget
Leon langsung pergi ke toko obat sedangkan Argha kembali ke ruang TV
* * *
* *
*
Setelah mengurus wanita itu, Yunna keluar, menghampiri Argha dan Leon di ruang TV
Duduk disebelah Leon, bersandar pada bahu Leon
"Gimana? Dia kenapa?" Tanya Leon
"Pelecehan. Gue yakin, dia korban pelecehan. Brengsek banget itu cowok"
"Gimana ceritanya kak?" Sekarang Argha yang bertanya
Yunna mengangkat kepalanya, duduk seperti biasa menceritakan semua yang terjadi tadi. Sesekali sambil mengumpati laki-laki brengsek itu
"Sumpah ya, gue takut banget tadi. Untung aja ada mang Adul. Alhamdulillah banget"
Leon merangkul Yunna, mengelus rambutnya
"Gue gak akan ninggalin lo sendiri lagi, Na"
"Terus cewek itu gimana?" Tanya Argha lagi
"Di pingsan karena shock berat. Pasti nantinya dia trauma banget"
Argha menatap Yunna
"Kok malah di bawa pulang, bukanya ke rumah sakit"
"Repot kalo di bawa ke rumah sakit. Belom biayanya, kita gak tau siapa dia. Belom lagi kalo bang Je tau"
"Ya kan, emang kalo di bawa pulang bang Je gak tau? Pasti tau lah"
"Iya juga sih" Yunna kembali bersandar pada bahu Leon "Capek" tambahnya
"Good job. Gue yakin, lo akan jadi dokter hebat" balas Leon
"Iya kak, lo keren" saut Argha "Tapi kak, tadi lo naik mobil" tambahnya
Yunna diam,
Kaget sendiri dia
"Udah, udah. Mending Sekarang kita makan aja. Mau makan apa? Pasti lo laper kan"
"Mie pake telor, bikinin ya"
"Hari ini lo udah makan mie 3 kali, Yunna. Yang lain, harus ada nasi. Pake chicken pake nasi ya"
"Yaudah lah"
"Mandi dulu sana, baju lo kotor banget. Gue beli chicken dulu"
Yunna bangun, pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri
"Beli chickenya aja bang, nasinya ada" kata Argha
"Lo juga mau?"
"Mau lah. Gue nunggu kalian berdua, mau minta makan"
Leon tertawa, mengacak rambut Argha lalu pergi membeli Chicken
TBC~
..........................................
...........................
..............
......................
...Instagram...
Zi_koko
❤️7.736 Suka
Zi_koko You're not the first, but I hope you are the last to me❣️@unknown_leth
Lihat semua 27.847 Komentar
-
-
-
-
YOUna127 AKHIRNYA KONFIRMASI JUGA🎉😊
el1000 Yeyyyyyyy, congratulation brother😏
ero_s3 Hah? Gimana? KOK GAK PAHAM YA🙃
yg.samuderA Gercep juga anak buaya Madagaskar ini
in.ah_28 Ini beneran? Kak Ziko beneran putus sama Chaca?
hdj_64 Aw! Aku kaget🔥
adrianalif_m Gak cuma daun muda, ternyata lu sukanya yang eksporan Ko😂
mba_ jamet Free tag @cha_2
rs.jw33 Es batu tolong es batu, ini gerah banget luar dalem😶
jey_guanteng Eh, kalo yg abis jadian gak bagi-bagi sedekah katanya jalanya macet-macetan🤭
m_hanifsaputra Akhirnya sibucin akud bisa move on. Congratulationnnn
yoyo_swag Udah gak kaget sih
aga_ptr721 Kanmakan gratis yuhuuuu🎉 pintu rumah selalu terbuka buat bang Koko, pokonya ditunggu kedatangannya😊
mey_Ong Diulang terus bacanya sampe gak jadi mandi:')