
Leon langsung menghampiri Yunna yang berjalan bersama Ellen setelah memarkirkan motornya. Ketiganya baru saja sampai kampus
"Kelas terakhir jam berapa?" Tanya Leon berjalan di sebelah kanan Yunna, membuat Ellen yg di sebelah kirinya kaget
"Kaget gue" gumam Ellen pelan
"Siang, jam satuan, mungkin"
"Selesai kelas, jangan langsung pulang. Ke ruang latihan band dulu"
"Mau ngapain?"
"Ke sana aja. Awas kalo pulang duluan" ancam Leon, lalu berlari pergi duluan
"Makin deket aja lo sama Leon" kata Ellen
"Gue juga gak tau. Ngalir aja gitu kaya ingus lo"
"Pdkt atau gimana? Lo gak pernah cerita soal lo sama Leon" Ellen mengelap hidungnya dengan tisu "Sebenernya kita penasaran. Tapi ya udah lah, nanti juga lo bakal cerita. Eh, elo malah gak cerita-cerita" tambahnya
"Apa yg harus di ceritain? Lagian gue sama Leon ya biasa aja. Kayak temenan biasa"
Keduanya berhenti, duduk di bangku taman halaman luar kampus
"Lo gak naksir gitu sama Leon? Dia kan ganteng, pinter, banyak duit, perhatian banget sama lo. Lo gak baper?"
Yunna berpikir
Kalo di pikir-pikir, Iya juga ya
Leon care banget sama Yunna. Baik banget, ya walaupun kadang nyebelin juga. Kadang, gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba Yunna kepikiran sama Leon, khawatir juga
Leon lagi ngapain?
Dia udah makan belom?
Dia udah mandi belom?
Leon sekarang lagi dimana ya?
Kadang Yunna juga jengkel jika lihat Leon genit sama cewe. Apalagi kalo Leon dan Bella sudah bersama. Moodnya langsung down. Salting dengan perhatian yang diberikan Leon
Jika terus dipikirkan, membuat kepala Yunna pening
"Una! Malah bengong sih?"
"Eh? Hah? Kenapa?" Kaget Yunna
"Lo mikirin apa hayo? Sampe bengong gitu"
"Gak tau ah, pusing pala gue"
"Pasti lo begadang lagi?"
"Lagian semalem gak bisa tidur. Daripada bengong gak jelas, mending gue kerjain tugas pak Yudha"
"Ih Lo mah kok di kerjain sendiri sih. Kan gue jadi enak" Ellen tertawa
"Nanti tinggal lo periksa. Kayanya ada yg kurang. Gue juga belom nambahin foto sama kesimpulan gitu"
"Oke, kirimin filenya ya"
"Hmmm" jawab Yunna menganggukkan kepalanya
S
K
I
P
"Jey" panggil Yunna
Jey menoleh
Yunna menghampiri Jey
"What happen?"
"Leon mana?"
"Pergi sama Bella. Katanya mau ke kantin bentaran" jawab Jey
Yunna duduk disebelah Jey
Mereka berada di ruang band sekarang. Duduk di sofa yang sengaja disediakan
"Nyebelin banget" gumam Yunna
"Kenapa sih? Bentar doang elah, nanti balik lagi" kata Jey "Udah nungguin lo dari jam 10 dia" tambahnya
Yunna mengambil ponselnya. Tidak memperdulikan ucapan Jey
"Lo ikut lokakarya yg diadain sama pak Yudha?" Tanya Jey lagi
"Gak tertarik ah, males juga. Tugas gue aja masih numpuk"
"Itung-itung refreshing. Tugas mulu kaga mumet apa tu otak?"
"Pasti rame banget, dari semua jurusan ikut kan?"
"Iya juga sih, tapi ada yang gak ikut juga. Ya tebar pesona elah. Barangkali ketemu jodoh kan" balas Jey sambil tertawa "Gue denger anak Bangtan ikut, ngisi acara, jadi bintang tamu" tambahnya
"Lo ikut?"
"Pasti lah. Gumoh otak gue nugas mulu, pengen refreshing"
"Alah! ada udang di balik batu kan lo. Emang gue gak tau, lo lagi deketin si Elsa frozen dari jurusan Jurnalistik kan? Ngaku lo" Yunna memukul lengan Jey
"Lo cemburu kan?" Tanya Jey tengil
"Dih! Gak ada kerjaan banget cemburu sama lo. Maaf siapa lo?" Balas Yunna malas
"Laki-laki yg pernah menyukai mu" sedih Jay "Oh iya ya, lo kan udah ada Leon. Gak papa Na, gue bahagia liat lo bahagia walaupun kebahagiaan lo bukan sama gue" tambahnya drama
"Jijik banget ih, najis. Kebanyakan nonton sinetron azab apa lo jadi alay gini" Yunna menatap Jey jijik
"Kit ati gue tau lo pacaran sama bang Leon. Lo pake pelet apaan sih? Ampuh banget"
"Nih ya, kalo gue pake pelet mending gue melet Lee Min Ho. Lebih ganteng, lebih kaya, artis terkenal pula. Pasti hidup gue terjamin. Gue juga milih-milih kalo pake gituan"
"Jangan liat kemana-mana, apalagi sampe halu pacaran sama artis Korea. Cukup liat ke depan, di hadapan lo. Liat gue. Cuma gue, gak cowo lain"
Yunna menatap Leon yg menatapnya juga
Leon menggenggam tangan Yunna, menariknya pergi meninggalkan Jey tanpa berpamitan
"Sial lo berdua. Jiwa jomblo gue berontak anjim!" saut Jey
πΌ
πΌ
πΌ
"Mampus! Telat gue. Mudah-mudahan tu cewe belom dateng" gumam Ziko berlari menuju kafe kampus
Ia sudah membuat janji bersama Lethania Cherlyn. Mahasiswi pindahan dari New York itu
"Mati gue" gumam Ziko melihat Letha sudah duduk cantik di dalam kafe
Ziko menarik napasnya lalu dikeluarkannya perlahan. Merapihkan bajunya yg sedikit berantakan karena habis berlari lalu masuk menghampiri Letha
"Sorry i'm late. Suddenly there is a problem to be solved" ucap Ziko merasa tidak enak
Letha menghelakan napasnya
"No problem" jawabnya
Ziko duduk berhadapan dengan Letha
Letha kembali memainkan leptopnya
'Canggu banget, kek lagi nahan boker' -Ziko
Ziko membuka leptopnya juga
"Sorry, we have to do that from?" Tanya Ziko
Letha menatap Ziko
"I've made the video you ordered. How about you?"
"Ah! Yeah, good job" jawab Ziko dengan tawa paksanya
"How about you? What have you done?"
Ziko menggaruk belakang lehernya bingung ingin menjawab apa
Masalahnya Ziko tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Ia tau, tapi tidak selancar Yunna dan Hanif
"Gimana gue jelasinnya ya? Apa gue panggil Una?" Gumam Ziko
Letha tertawa mendengar gumaman Ziko
"Seharusnya kamu bilang kalo gak lancar bahasa Inggris"
Ziko menatap Letha kaget
"Lo bilang kek kalo bisa ngomong pake bahasa Indonesia. Gue udah ketar-ketir kek ayam ngebet kawin"
Letha tersenyum
"Kamu gak nanya"
"Iya juga sih, salah gue. Bego banget ya gue? Sorry" balas Ziko menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa bodoh
Letha ikut tertawa karena tingkat Ziko yang konyol
Tbc~
...****************...
...----------------...
.............
...WhatsApp...
...Kokopandan...
Bestieee
What are you doing?
... Apaan sih Ko? To the other aja deh...
Pusing Na
Orang" malem minggu meluk ayang
Lah gue meluk guling
... Sedikit sedih...
:"
... Gak papa bestie malem minggu gak bisa meluk ayang...
... Masih bisa meluk agama:)...
Kena mental
...π...
π§ π§ π§
π§ π§
π§
Lethania Cherlyn
Mahasiswi pindahkan atau transferan dari universitas di New York. Blaster New York-Korea. Baik, cantik, pinter pastinya. Polos banget anaknya. Suka sama Ziko dari pertama ketemu tapi di pendem. Seneng banget bisa temenan sama Yunna, Ellen, Hanif, Nazwa dan Ziko