Up

Up
Ga Luh Ga



Yunna tertawa melihat Leon yang sibuk  memisahkan singkong dari pohonnya. Keringat yang bercucuran, dengan handuk kecil di lehernya


Tukang singkong ganteng, pikir Yunna


"Singkongnya sekilo berapa bang?"


Leon menoleh kaget


"Kaget gue"


"Fokus banget yang manen singkong"


Lagi, Yunna tertawa


Leon menghelakan nafasnya sambil tersenyum dengan paksaan


"Kenapa gue suka makan singkong, kalo tau gimana capeknya panen singkong"


"Good job" Yunna menempelkan tisu pada kening Leon "Tinggalin aja dulu, kita makan. Nasinya masih anget" tambahnya


Leon meletakan singkong dan golok di bawah. Menggenggam tangan Yunna pergi ke saung


"Duduk sini Na" suruh Leon sampai di saung


"Makan, rebahanya pending dulu"


"Gue ngantuk, engga laper"


Leon menarik Yunna supaya duduk, lalu ia membaringkan tubuhnya dengan paha Yunna menjadi bantalan


"Makan dulu, Leon. Kalo udah dingin gak enak sayurnya"


"Nanti" jawab Leon memejamkan matanya


"Capek banget apa?"


"Hmmm" Leon menganggukan kepalanya


"Yaudah, makan dulu. Biar gak capek"


"Diem dulu, gue lagi ngisi tenaga" Leon mengambil tangan Yunna dan digenggamnya


Yunna tersenyum, membiarkan Leon


"Tadi El telpon" kata Yunna ingin cerita


"Kenapa?" Tanya Leon tanpa merubah posisinya


"Awa dilabrak sama temennya temen lo"


Leon membuka matanya, menatap Yunna


"Temennya temen gue?" Bingung Leon


"Temennya Bella. Siapa sih namanya? Lupa gue"


"Tu cewe gak suka liat Awa sama Agam deket, dia dorong Awa sampe ngejengkang. Kayaknya dia suka sama Agam" lanjutnya


"Bocah banget maen labrak-labrakan" Leon tertawa "Si Angel yang kegilaan sama si Agam" lanjutnya


"Nah iya! Namanya Angel. Kata El, namanya dong Angel, tapi kelakuan kek jurig" Yunna tertawa


"Terus Awa gimana?"


"Ya gak papa sih. Tapi kan kesel aja gue"


"Yaudah lah, gak usah ikut campur urusan mereka. Mereka bisa nyelesain sendiri"


"Emang Agam punya pacar gak sih? Yang gue liat sih, diantara kalian ber-6, Agam doang yang paling kalem. Gak banyak tingkah. Gak banyak gaya" kata Yunna agak menyindir


"Tu mulut gue comot ya!"


Yunna tertawa


"Dibilang pacar sih bukan, tapi ada seseorang yang lebih dari pacar"


"Hmmm?" Bingung Yunna


"Namanya Afra, seumuran sama lo. Mungkin kalo dia sehat, dia sekelas sama lo. Kayak Aga sama Ran, mereka udah kenal dari kecil"


"Dia sakit? Sakit apa?"


"Kanker pankreas stadium akhir"


"What?!" Kaget Yunna


"Budek amat kupingnya"


"Gue kaget" balas Yunna "Sekarang di mana? Dirawat di rumah sakit?"


"Rumah sakit bang Je kerja"


"Kasian" sedih Yunna


"Dia paling gak suka sama orang yang natap dia kasian"


"Sama kayak Awa"


"Hari minggu mau maen ke Afra, lo mau ikut? Dia ulang tahun. Anak-anak yang lain mau pada kesana juga"


"Mau banget, mau kenal juga"


"Cuma lo sama anak Bangtan yang tau tentang Afra"


"Kalo Awa tau, boleh?"


"Ya boleh aja sih. Tapi kalo dia gak nanya, gak usah dikasih tau"


Yunna menatap Leon lama


"Ternyata kehidupan kalian gak seperfect yang gue kira. Awalnya gue kira, kalian cuma sekumpulan anak-anak cowo yang hidupnya tau enak doang. Ngandelin orang tua kalian yang kaya. Makin kenal kalian, gue jadi makin tau kehidupan kalian yang gak seprfect gue kira"


Yunna sudah mendengar cerita tentang anak Bangtan dari Leon. Tidak banyak, tapi Yunna tau sedikit cerita masa lalu anak Bangtan


Seperti, tau kenapa Alif tidak akur dengan ayahnya. Adik Leon meninggal karena kecelakaan. Penyebab Nico menjadi anak yang badung. Yoga yang tidak akur dengan abangnya, dan sekarang tentang Afra dan Agam


"Don't just look the cover"


Yunna tau, Yaudah tau aja. Gak ngasih tau siapapun. Lagian gak ada yang nanya juga


Leon banyak cerita ke Yunna karena percaya kalo pacarnya itu gak bakal banyak omong ke siapapun lagi


...🖤🖤🖤...


Ran tersenyum melihat Argha duduk di teras yang sedang memakai sepatu


"Cowo! Kiw kiw kiw!  Udah rapih mau kemana niehhh?"


Argha menoleh


"Lah? Gak kasih tau kalo mau ke sini"


Ran masuk, ikut duduk di sebelah Argha yang memakai sebelah sepatunya


"Tumben? Kenapa dah?"


"Lo mau kemana?"


"Mau nganter Hana beli hadiah ke Mall" jawab Argha memakai sepatu yang satunya lagi "Kenapa lagi? Kabur lagi kan lo" tambahnya


"So tau"


"Emang tau. Mau ikut?"


"Mau ditilang kita botian di motor"


"Ya gak naek motor, naek angkot aja. Kita samper Hana dulu ke rumahnya"


"Engga ah, gue gak mau ganggu kalian"


"Apanya yang ganggu sih? Lebih seru kalo rame. Lagian gue juga bingung bantuin Hana milih kado, kan kalo ada lo bisa bantuin"


"Gak mau, males. Pengen rebahan aja"


"Pan lo lagi kabur"


"Engga ya"


"Gak usah boong. Indung lo mekar-mekar kalo boong"


"Ih nyebelin" Ran memukul bahu Argha. Yang dipukul malah ketawa


"Udah ayo lah" Argha menarik tangan Ran


"Gak mau ih" Ran menahan tarikan Argha


"Terus lo mau kemana? Awas ya lo, kalo nelpon lo nyasar gak tau dimana"


"Engga lah, gue mau ke rumah Nadine aja"


"Ayo gue anterin"


"Gak usah, nanti Hana nunggu lo lama. Udah sana pergi"


"Beneran?"


"Iya elah"


Argha masih menatap Ran tidak yakin


"Udah sana ih. Lo kira gue bocah apa hah? Gue udah gede, temen gue bukan cuma lo" Ran mendorong Argha


"Nanti gue telpon"


"Hmmm" jawab Ran menganggukkan kepalanya


Argha menaiki motornya, masih menatap Ran


"Udah sana, husss!" Usir Ran sambil tertawa


~


"Nadine!" Panggil Ran keras melihat Nadine yang baru saja keluar dari Indomaret. Ia berlari menghampiri Nadine


Nadine dan Argha satu komplek, cuma beda blok aja


"Gue baru mau ke rumah lo"


"Ngapain? Tumben sekali kau"


"Gabuts" jawab Ran sambil nyengir


"Biasanya kalo gabut lari-larian sama Aga" Nadine memberikan 1 es krim pada Ran


"Pergi sama Hana" Ran memakan es krim tanpa berterima kasih


"Hah?"


"Lagi ke Mall sama Hana. Katanya sih nganter beli kado"


"Pantesan, seharusnya gue jangan seneng dulu"


"Emang kenapa?" Bingung Ran


"Gue selalu jadi pelarian buat lo"


"Cupcupcup~ kasian amat" Ran tertawa sambil menepuk pantat Nadine


"Emang lo gak cemburu atau kesel apa?"


"Kesel kenapa?" Ran memakan es krimnya


"Liat Aga sama Hana jalan berdua. Gue liat, mereka juga makin deket"


"Udah lah, gak usah bahas Aga sama Hana elah. Nanti pantatnya gatel kita omongin"


"Bilang aja lo cemburu anjing"


"Guk guk guk" balas Ran


"Sebagai teman yang baik, gue kasih saran nih ya. Gak usah banyak mikir, awas nanti lo nyesel sendiri"


"Guk guk guk" balas Ran lagi membuat Nadine jengkel


"Emang anjing ya lu!"


...****************...


...********...


...***...


YOUna127



❤️1.738 Like


YOUna127 kang singkong ganteng🤭 @b.leon_char01


Lihat semua 234 komentar


-


-


-


-


-


TBC~