Up

Up
Las



"Elit banget apartemennya" gumam Yunna melihat gedung apartemen yg terlihat seperti hotel menurutnya


Yunna berjalan menghampiri penjaga keamanan


"Permisi pak"


"Iya mba, ada apa?"


"Saya mau nanya, bapak kenal Leon gak? Dia tinggal di sini"


"Oh, kenal mba. Emang ada apa ya?"


"Dia tinggal di lantai berapa?"


"Di lantai 9 nomor 9. Mba siapanya mas Leon?"


"Saya temennya. Mau ngambil leptop saya"


"Oh iya, silahkan mba. Tadi saya liat mas Leonnya ada"


"Iya pak, makasih"


"Sama-sama"


'


Sampai di depan pintu rumah Leon, Yunna menekan bel beberapa kali tidak sabaran


Pintu terbuka


"Lo mau nagih utang apa hah? Santai dong" kesal Leon


"Gak ada waktu. Leptop sama tas gue mana?"


Leon membuka pintu lebar mempersilahkan Yunna untuk masuk


"Masuk atau leptop lo gak balik?"


"Awas ya kalo macem-macem!" ancam Yunna


Leon menganggukkan kepalanya


Yunna masuk, melihat sekilas isi rumah Leon yang terlihat rapih


Leon menutup kembali pintunya. Berjalan menuju sofa dan duduk di sana


"Mana leptop sama tas gue?"


"Gue jual"


"What?!" Kaget Yunna "Lo beneran gak jual leptop gue kan?" Tanya Yunna takut "Leptop lo masih ada di rumah, gue cuma bercanda. Lo serius gak jual leptop gue kan?" Tanyanya lagi


"Gue gak pernah bercanda sama ucapan gue"


Yunna membulatkan matanya


"YA!" Teriak Yunna kesal membuat Leon kaget


"Lo kira hutan apa teriak-teriak. Kaget gue" balas Leon "Canda elah, leptop lo masih ada" tambahnya


Yunna menghela nafas lega


"Sekarang mana?" pinta Yunna


"Temenin gue makan dulu, baru gue balikin"


"Sebentar lagi gue ada kelas Bu Sarah. Gue gak mau kena hukum"


Leon mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


"Yunna gak masuk kelas, izinin dia"


Sambungan langsung dimatikan


Yunna menatap Leon kesal dan tidak percaya dengan kelakuannya


"Terserah deh, terserah lo. Mau di jual, di gadein atau di lowakin terserah. Mending gue kena hukum sama Bu Sarah" katanya


Ia berjalan hendak keluar namun pintunya tidak bisa di buka


"Gak bisa di buka kecuali pake sidik jari gue"


"Lo tuh kenapa sih Maung?!" Kesal Yunna


"Lo bisa masak gak?" Tanya Leon santai


"Gak!" bohong Yunna


Yunna sangat pandai memasak. Semenjak Mamanya pergi ke Jepang, Yunna berusaha mati-matian belajar memasak


"Lo kan cewek, masa gak bisa masak"


"Engga semua cewe bisa masak"


"Yaudah, lo nemenin gue masak sama makan aja"


"Emang lo bisa masak?" Tanya Yunna tidak yakin


Leon bangun dari duduknya


"Jangan sampe lo terpesona liat gue masak" jawab Leon percaya diri lalu pergi ke dapur


Yunna mengambil ponsel Leon yang tergeletak di sofa. Mencoba menelpon Hanif, namun tidak diangkat


"Kok gak diangkat? Apa udah masuk? Hanif lagi presentasi?"


"Woi! Bantuin gue kek. Atau gue gak bukain pintu" teriak Leon dari dapur


Yunna melempar ponsel Leon ke sofa kesal. Lalu menghampiri Leon ke dapur


"Sekarang apa? Gue gak bisa masak"


"Lo mau makan apa? Gue tau lo belom makan kan" tanya balik Leon


"Lo yang mau makan"


"Gue mah baik orangnya"


"Baik ginjal lo loncat" Yunna menatap Leon jengkel "Emang lo mau masak apa?" Tambahnya bertanya


"Lo mau dimasakin apaan? Gue bisa masak semua masakan" jawab Leon percaya diri


Tapi jatuhnya ke sombong sih


"Gue makan apa aja. Yang penting enak, yg penting bikin kenyang dan gak ada kacang-kacangan"


"Kenapa? Lo takut jerawatan?"


"Gue alergi kacang-kacangan bodoh!"


Yunna kembali menghelakan nafasnya panjang. Mau tidak mau ia melakukan apa yg Leon suruh


"Dosa apa sih gue ketemu manusia yang modelanya kaya lo Maung" gumam Yunna sedih


S


K


I


P


"Cuci dulu. Kalo dikupas dulu terus di cuci, nanti vitaminnya ilang"


"Kupas yg bersih dong. Katanya jago masak, tapi ngupas kayak gini doang gak bisa"


"Motongnya bukan gitu Maung, kotak-kotak"


"Awas itu jangan sampe gosong"


"Adukinnya yang bener dong, gitu aja gak bisa"


"Awas keasinan, jangan banyak-banyak"


"Gulanya kurang"


"YA!" Kesal Leon


"Kaget gue. Jangan teriak-teriak dong, emang ini hutan?" Balas Yunna meniru ucapan Leon tadi


"Bisa gak mulut lo diem? Gue jadi gak fokus masaknya. Kalo gak, lo aja nih yg masak"


Yunna mengatupkan bibirnya


Leon kembali melanjutkan aksi memasaknya


20 menit Leon sibuk dengan kegiatannya, akhirnya jadi 2 piring spaghetti bolognese


Leon meletakan 1 piring di hadapan Yunna. Ia menarik bangku duduk di hadapan Yunna


Mereka masih di dapur, duduk di pantry saling berhadapan


"Lo gak kasih apa-apa kan di makanan gue?" Tanya Yunna curiga


"Gue kasih cinta biar lo jinak"


"Lo kira gue serigala!"


"Udah makan, kalo dingin gak enak" suruh Leon, lalu memakan makanannya


Yunna ikut memakan makanannya. menganggukkan kepalanya sambil mengunyah


"Not bad" katanya


"Gak kalah kan sama yg di restoran-restoran" bangga Leon


Yunna tidak membalas ucapan Leon karena malas


"Yunna" panggil Leon


Yunna menatap Leon


"Nikah yuk"


Uhuk       uhuk      uhuk


Yunna tersedak karena ucapan Leon. Buru-buru Leon mengambil air dan memberikannya pada Yunna


"Makanya pelan-pelan. Buru-buru amat kayak lagi di kejar rentenir"


"Lo ngajak nikah kayak ngajak maen. Kaget gue" balas Yunna setelah minum


"Lo termasuk tipe buat jadi istri gue"


"Hah?" Yunna tidak mengerti


"Lo galak tapi punya hati yang tulus, cocok jadi Mami anak-anak gue. Gak papa lah gak bisa masak, gue kan bisa. Dan yang paling penting, lo cantik dan gue ganteng, pasti nanti anak kita jadi bibit unggul"


Yunna menatap Leon tidak percaya. Ia menggelengkan kepalanya menghilangkan bayangan yang ia bayangkan


"Gue jadi istri lo? Ngebayangin aja gak mau"


"Nanti mereka manggil gue Papi, dan manggil lo Mami. Gemes banget gak sih?"


"Merinding gue, sumpah noh. Bulu gue pada berdiri" Yunna menunjukan tangannya


"Nanti lo mau punya anak berapa?" tanya Leon antusias "Gue sih berapa aja. tapi banyak anak banyak rezeki. 11 anak gak papa lah"


"Astagfirullahaladzim... lo mau bikin tim kesebelasan hah?!" kesal Yunna "Udah ih jangan ngomong kayak gitu. Rasanya gue mau muntah. Mending kita abisin ini aja oke" lanjutnya, lalu memakan makanannya


Leon hanya tertawa


"Soal kemaren, gue bener-bener minta maaf. Maaf udah ninggalin lo dan buat lo susah"


Yunna pun menatap Leon. Ia melihat keseriusan akan ucapannya, terlebih dari matanya


"Iyaaa" balas Yunna seadanya


"Tapi kok lo masih marah-marah sama gue?"


"Ya soalnya lo kan ngeselin"


"Gak jelas lo mah orangnya"


"Lo yg lebih gak jelas" balas Yunna


"Apalagi yg kurang jelas? Ganteng iya, pinter juga iya. Gue banyak duit, lo gak bakalan kelaperan dan malu jadi cewek gue. Banyak di luar sana yang pengen jadi cewek gue"


"Ya itu mereka, gue sih engga. Lo pacarin aja mereka kenapa ngejar-ngejar gue hah?"


"Lo kan limited edition. Gue mah anti menstrim"


"Lo pacarin aja king kong. anti menstrim kan"


"Beli buku isinya tebal, jangan lupa beli paku" kata Leon tiba-tiba


"Cakep" balas Yunna


"Ini serius bukan gombal, mau gak jadi istri ku"


Tawa Yunna pecah. Leon ikut tertawa karena melihat Yunna yang tertawa lepas karena pantun gombalan milik Nico tadi siang yang menggombali senior di kampus


'Harus sering-sering belajar gombalan sama Nico nih gue. Gemes banget ketawanya' -Leon


Tbc~