
"Kak Argha" panggil Hani dari pinggir lapangan
Argha yang sedang mendribble bola, menoleh. Tersenyum lalu menghampiri Hani, duduk karena sedikit lelah habis bermain basket, Hani ikut duduk di sebelah Argha
"Bunda masak banyak, dan sengaja buatin bekel buat kak Argha" Hani memberikan kotak bekal yang berisi nasi beserta lauk-pauknya
"Emang sengaja Bunda lo yang buatin atau lo yang nyuruh?"
"Aku yang nyuruh sih. Aku kira gak akan dibuatin, ternyata dibuatin beneran"
Argha tertawa, begitupun Hani
"Makasih ya, bilangin ke Bunda lo juga"
"Iya, sama-sama" jawab Hani sangat senang "Di makan dong kak, enak tau. Lauknya ada ayam goreng sangrai, tumis kangkung, kentang ati ampela balado sama goreng tempe" tambahnya
"Iya nih, gue makan" Argha membuka kotak bekalnya lalu memakan bekal buatan Bundanya Hani
Jika saja Hani sendirian, ia pasti akan melompat kesenangan. Karena ada Argha, Hani menahan kesenangannya dan menjaga image
"Enak kan?"
Argha tersenyum, menganggukkan kepalanya
"Enak lah. Udah lagi laper, gratis pula. Kurang enak apa coba?"
πππ
ππ
π
...WhatsApp...
...Maungπ π¨...
Na
Yunna
Woi
Tok tok
Ada orang gak?
... Apasih?Masih pagi udah berisikπ½...
Jalan yu
... Gak mau...
Maksud gue, maen ke Mall
Naek motor lah
... Gak mau, males...
Belanja yu
... Engga...
Jajan deh
... Engga...
Tumben?
... Two M...
Hah?
... Mager...
... Males...
Gue yg bayar, lu ga usah keluar duit
... Gak mau...
Ayooo
... Engga...
Ayo Yunna
... Males...
Kita maen belanja jajan elah
Sekali" morotin cowoknya kayak orang"
... Sini celana lo yang gue melorotin...
WOAH
SO SEKSI
Udah ga sabar keknya mau ke sana
Nanti sabar Na
Kalo udah sah, lo pasti puas dan ga kecewa
... MAUNG GILA MESUM GUE BLOK YA NOMOR LO...
Jangan dong bebs
Lah?
Di blok beneran
Na?
Yunna woi
Beneran di blok gue
π’
...π...
...π...
...π...
Pelajaran terakhir kelas XI-Ipa3 yaitu kelas Argha adalah olahraga. Sekarang mereka sedang praktek, bergantian melempar bola basket ke ring atau layup
"Ga? Lu kenapa?" Tanya Dimas melihat Argha duduk menunduk memegangi perutnya. Di tambah lagi banyak keringat bercucuran, kulit putih Argha terlihat merah dan mukanya pucat
"Perut gue sakit banget Mas" jawab Argha pelan menahan sakit
Dimas panik bukan maen
"Pak! Argha sakit pak!" Panggil Dimas
Pak Dwi langsung menghampiri Argha, Panji dan Ojan juga
"Kamu kenapa Argha?" Tanya pak Dwi
"Kayaknya salah makan Pak, Argha punya alergi" jawab Panji
"Sakit banget" kata Argha menahan sakit
Perutnya sangat sakit, dadanya juga. Kepalanya pusing belum lagi seluruh tubuhnya panas
"Bawa ke UKS!" Suruh pak Dwi
Dimas langsung menggendong Argha di punggungnya, lalu pergi ke UKS di ikuti Ojan yang ikut membantu menahan punggung Argha supaya tidak ngejengkang. Sedangkan Panji pergi ke kelas untuk mengambil obat alergi yang selalu di bawa Argha untuk jaga-jaga
S
K
I
P
"Ran!" Panggil Erina di depan kelas XI-Ipa2
"Kenapa sih? Berisik banget" omel Ran yang sedang memasukkan buku ke dalam tasnya
"Argha pingsan di jam olahraga tadi" adu Erina
"Hah?" Kaget Ran
"Sekarang masih di UKS"
"Kok bisa?"
"Kata Ojan kayaknya salah makan, alerginya kuman"
Ran langsung pergi ke UKS meninggalkan tasnya
Sampai di UKS, masih ada Panji dan Dimas. Sedangkan Argha masih tertidur. Terlihat wajahnya yang pucat dan kulit terlihat merah-putih
"Argha kenapa?" Tanya Ran
"Kayanya salah makan, alerginya kambuh. Tapi sekarang udah mendingan abis minum obat" jawab Dimas
"Ada-ada aja ih"
"Lo jagain Aga dulu, kita mau ngambil tas" Panji
"Iya" jawab Ran "Sekalian ambilin tas gue juga dong. Tadi gue panik, jadi tas gue tinggal" tambahnya
"Hmmm" balas Dimas, lalu keduanya pergi meninggalkan UKS
Ponsel Ran bergetar, ada telpon dari Yunna
'Kak Una tau?' pikir Ran
"Lo lagi sama Aga gak? Kakak telponin kok gak diangkat-angkat"
"Hah? Emang kenapa kak?"
"Ya gak papa sih. Cuma, tiba-tiba kepikiran sama Aga aja"
Ran kaget tiba-tiba ponselnya diambil
"Kenapa sih kak? Ganggu orang lagi pacaran aja" kata Argha
Ran menatap Argha jengkel
"Si songong ya lo"
Argha tertawa, sedangkan Ran masih menatap Argha tajam
"Tapi lo gak papa kan?" Tanya Yunna
"Gak papa elah. Emang gue kenapa?"
"Yaudah"
"Gue gak jemput, ada rapat OSIS"
"Iyaaa"
Argha mematikan sambungannya, mengembalikan ponsel pada Ran
"Kalo gak lagi sakit, udah abis gue pukul"
"Alhamdulillah lagi sakit"
"Argha ih!" Kesal Ran
"Iya napa, maaf"
"Bikin panik setengah mati tau gak"
Dimas, Ojan dan Panji datang
"Si babi bikin kita semua panik aje lo" kata Panji
"Gue kira gak bakal bangun. Baru mau gali kuburan buat lu" Dimas
"Gue baru mau nyiapin tahlilan" Ojan
"Sialan lo pada" balas Argha
"Udah bisa ngomel, berarti udah sehat ya" ucap Bu Sari, guru Bahasa Inggris sekaligus penjaga UKS
"Iya Bu, udah sehat wal'afiat. Liat aja mukanya merah-putih" jawab Ojan membuat yang lain tertawa
"Cinta Indonesia banget gak tuh?" Balas Argha
"Lagian lo makan apa sih bisa kambuh alergi lo?" Tanya Dimas
"Jangan-jangan siput di lep tadi lo makan?" Ojan
"Itu bukan siput goblok, keong" saut Panji
"Sama aja lah goblok. Bahasa Sunda siput apaan?"
"Keong" jawab Panji
"Bahasa Indonesia keong apaan?" Tanya Ojan lagi
"Siput"
"Sama aja kan?"
"Iya juga ya" balas Panji polosnya
"Dua-duanya sama-sama goblok" gumam Ran
Dimas dan Argha tertawa, sedangkan Bu Sari hanya menggeleng kepalanya
"Ibu udah kasih tau kakak kamu, sebenar lagi dateng" kata Bu Sari membuat Argha kaget
"Lah Bu? Kok Ibu kasih tau kakak saya sih?" Omel Argha "Kakak yang mana?"
"Jeonald"
"Ah! Ibu mah"
"Kamu makan apa sampe alerginya kambuh? Untung aja kamu selalu bawa obatnya"
"Makan apa hayo?!" Tanya Ran
"Makan apa ya?" Argha berpikir "Tadi pagi gue sarapan uduk sama Ran. Makan baso sama Ojan. Jajan ciki, bilor sama gorengan mba Wati" tambahnya
"Bekel yang dikasih Hani?" saut Dimas
"Lah, iya ya. Lupa gue"
"Gue yakin tumis kangkungnya di pakein saos tiram"
"Ck!"
Argha memegang tangan Ran, menahannya agar tidak pergi. Ia tau, pasti Ran akan menghampiri Hani
"Mau kemana?" Tanyanya
"Nyamperin Hani lah! Ngapain coba dia ngasih bekel sama lo tanpa tanya dulu?"
"Yaudah lah, ngapain juga nyamperin Hani. Lagian bukan salah Hani, dia kan gak tau kalo gue punya alergi. Salah gue juga yang gak hati-hati" balas Argha "Udah, gak usah salahin Hani oke?"
Ran hanya menghelakan napasnya
Pintu kembali terbuka, siapa lagi kalo bukan Jeo yang masih menggunakan jubah dokternya
"Stop bang!" Ucap Argha sebelum Jeo mengeluarkan omelannya "Aga gak papa, udah minum obat. Gak usah khawatir apalagi ngomong, sekarang Aga gak papa" tambahnya
Dimas, Panji dan Ojan sudah menahan tawanya. Kecewa juga tidak jadi melihat Argha kena siraman rohani oleh abangnya
Emang temen laknat mereka
Jeo menghembuskan nafasnya, menelan kembali ucapannya
"Iya Jeo, Argha udah gak papa. Tapi harus periksa lagi ke rumah sakit" kata Bu Sari
"Makasih Bu, udah jagain Argha dan kasih tau saya" balas Jeo
"Iya, sama-sama. Kalo gak gini, kapan lagi Ibu bisa ketemu kamu Jeo"
Jeo tersenyum, Bu Sari juga
Bu Sari adalah senior Jeo di kampus. Mereka lumayan akrab karena Jeo sering membantu Bu Sari
"Yasudah ya, Ibu tinggal nih. Masih banyak kerjaan Ibu di kantor"
"Iya Bu, sekali lagi makasih Bu"
"Iya" balas Bu Sari lalu pergi meninggalkan UKS
"Masih ada yang sakit?" Tanya Jeo
"Engga, tapi perut masih agak sakit kalo kesantak" jawab Argha
"Aga naek mobil sama bang Je, nanti motor aku yang bawa" kata Ran
"Bisa bangun gak?" Tanya Jeo lagi
"Bisa lah"
Argha bangun dibantu Jeo dan Panji
"Kalian mau sekalian nebeng atau gimana?" Tanya Jeo kepada ke-3 karib adiknya
"Engga bang, kita bawa motor" balas Dimas
"Yaudah, kita duluan ya"
"Siap"
"Kamu hati-hati juga Ran"
"Iya bang Je" balas Ran
Jeo, Argha, Panji dan Ojan pergi ke parkiran untuk pulang. Sedangkan Ran dan Dimas pergi ke ruang OSIS
"Inget kata Aga tadi Ran" kata Dimas menahan Ran agar tidak menghampiri Hani yang kebetulan lewat bersama temannya
"Gue cuma mau ngasih tau, Aga sakit gara-gara dia" Ran melepaskan tangan Dimas yang memegangi tangannya lalu menghampiri Hani
"Ck! Itu sama aja lo ngelabrak anak orang"
"Hani!" Panggil Ran
Hani dan Siti menoleh
"Lo kalo mau ngasi makanan tanya dulu, orang itu punya alergi atau engga"
"Hah?" Bingung Hani
"Udah napa Ran. Lagian Aga udah gak papa" Dimas mencoba menenangkan Ran
"Gue cuma mau ngasih tau, alergi Aga kambuh gara-gara makan bekel elo" kata Ran ketus lalu pergi begitu saja
"Maksud kak Ran apa, kak Dimas?" Tanya Hani
"Hah?" Bingung Dimas "Itu- tadi pas pelajaran olahraga Aga pingsan, ternyata alerginya kambuh. Aga punya alergi berat sama kerang-kerangan" jelas Dimas
"Tapi sekarang udah gak apa-apa kok. Udah pulang tadi di jemput abangnya. Gue duluan ya" tambahnya lalu pergi menyusul Ran
"Lo kasih bekel apa?" Tanya Siti
"Tumis kangkungnya pake saus tiram" jawab Hani sedih "Gimana dong? Kak Argha sakit gara-gara aku"
TBC~