
"Sorry"
Yunna yg sedang sibuk dengan leptop, mengangkat kepalanya
"Gue boleh duduk sini gak? Gak ada tempat lagi soalnya"
"Boleh kok, duduk aja. Tapi bentar lagi ada temen gue yang berisiknya ngalahin orang yang hajatan. kalo gak nyaman pindah aja, tapi engga juga gak papa kok. Asalkan kuat iman" jawab Yunna tersenyum
"Gak papa, bentar aja. Aku lagi nunggu temen"
Yunna tersenyum, menganggukkan kepalanya paham
"Sorry nih gue kacanging, gue mau beresin ini dulu"
"Gak papa"
Yunna sibuk kembali dengan leptopnya
'Yunna dari kelas kedokteran, mahasiswa tahun pertama. Cantik, asik juga. Apa Leon beneran suka sama dia? Apa mereka beneran pacaran? Atau aku tanya langsung Yunna?' -Bella
"Kamu Yunna kan?"
Yunna menatap Bella
"Lo kenal gue?"
"Siapa yang gak kenal kamu? Satu kampus tau semua"
Yunna tertawa
"Ternyata gue terkenal ya, udah kayak Irene Red Velvet"
"Kamu juga gak kalah cantik sama Irene Red Velvet"
"Bisa aja lo"
"Aku Bella"
"Lo udah tau nama gue. So, gue gak usah memperkenalkan diri lagi kan"
Bella tersenyum, Yunna juga
"Bella" seseorang memanggil
"Aku duluan ya, makasih Yunna"
"Hmmm, santai aja" balas Yunna dengan senyumnya
Bella pergi bersama teman-temannya
Yunna kembali sibuk dengan leptopnya. Ia sekarang berada di Kafe kampus
"Dor!"
"Setan!" Kaget Yunna
"Kasar, gue gak suka cewek kasar" Leon duduk di hadapan Yunna
"Bodo amad, gak peduli" balas Yunna "Lo ngapain kesini?" Tambahnya
"Pengen ketemu pacar lah"
"Yaudah sana pindah duduknya. Nanti pacar lo salah paham kalo duduk sama gue"
"Lo pacar gue"
"Idih! Sejak kapan?"
"Sejak kita ciuman" Leon tersenyum
"Gak usah bahas itu, jijik gue"
"Manis banget bibir lo, bikin nagih"
"Maung ih!" Kesal Yunna. Sedangkan Leon tertawa
"Mau ikut gak?" Tanya Leon
"Engga, gue sibuk"
"Nyesel lo kalo gak ikut"
"Gak peduli" balas Yunna kembali sibuk dengan leptopnya
"Lo punya janji sama gue"
"Janji apaan?"
"Janji tadi pagi"
Yunna menghela nafas, mengingat ucapannya tadi pagi
"Lo mau apa?" tanya Yunna menatap Leon malas
"Ikut gue" Leon menarik tangan Yunna
"Tas sama leptop gue"
"Bang Harun, gue nitip leptop sama tas cewek gue!" Teriak Leon
"Hooh!"
"Jangan sampe ilang!"
"Hooh!"
Leon menarik Yunna keluar sampai ke mobilnya
"Dompet gue di tas"
"Tenang, dompet gue masih tebel elah" balas Leon
"Lo bawa mobil?"
"Motor lagi dipinjem Yoga" Leon membukakan pintu untuk Yunna, tapi Yunna kembali menutup pintunya
"Gue gak mau naek mobil lo"
"Lah? Kenapa?" Bingung Leon "Terus mau naek apaan kalo gak naek mobil?"
"Pokonya gak mau"
"Terus mau lo gimana?"
"Gak mau naek mobil lo. Lagian mau kemana sih?"
"Temenin gue makan"
"What?!" Tanya Yunna tidak percaya
"Udah ayo cepetan, gue laper banget. Sumpah dah"
"Gue gak mau naek mobil lo Maung"
"Emang kenapa sih hah? Gak usah takut, gue udah punya SIM. SIM gue asli, gak nembak"
"Gak mau" kekeh Yunna
Leon menghela nafas
"Naek atau gue-"
"Apa?! Lo mau ngancem lagi hah?!" Potong Yunna galak
Ia berjongkok di depan ban mobil Leon
"Ya! Lo gila apa? Kenapa di kempesin?!" Marah Leon
Yunna bangun setelah mengempeskan ban mobil Leon
Lagi,
Leon menghelakan nafasnya sabar
"Terus sekarang gimana?"
"Naek angkot kan bisa"
"Ogah, gue belom pernah naek angkot"
"Yaudah, naek bis aja"
"Males, gue juga belom pernah naek bis"
"Kebanyakan belom pernahnya lo mah, payah banget" kesal Yunna "Kalo gitu, ayo kita naek bis aja. Lo harus rasain gimana rasanya naek bis" tambahnya
Yunna menarik tangan Leon menuju halte
Leon diam saja, mengikuti Yunna
Sampai di halte, bis datang
"Untung langsung dateng bisnya" gumam Yunna
Bis terlihat penuh. Ada beberapa yang akan naik juga
"Lo yang bayar ya! Gue gak bawa duit" kata Yunna
Yunna masih memegang tangan Leon saat naik ke bis
"Males naek bis ya gini. Penuh, udah bayar tapi gak duduk. Rugi" dumal Leon yg berdiri di belakang Yunna
"Nikmati aja elah. Lo kira hidup ada enaknya aja. Ada manis ada pait, ada kecut ada juga asem kayak ketek lo. Ada enak ada juga gak enaknya. Jangan mentang-mentang lo banyak duit bisa hidup enak sepuas lo" balas Yunna
Leon menatap Yunna malas
"Iya dah, terserah lo"
Leon memperhatikan sekitar karena memang ini pertama kalinya naik bis. Kemana-mana Leon selalu menggunakan mobil atau motornya. Ia belum pernah menaiki tranportasi umum seperti ini
"Lo mau duduk gak?" Bisik Leon
"Duduk dimana? Di atap mobil?"
"Maaf mas, bisa gak tempat mas duduk buat istri saya? Dia lagi hamil mas" kata Leon pada salah satu penumpang laki-laki
Yunna menatap Leon kaget
"Gak usah mas, gak usah" kata Yunna "Lo apa-apaan sih Maung? Malu bego" bisik Yunna
"Ya emang kenapa? Aku gak mau anak kita kenapa-napa. Kamu kan paling gak bisa berdiri lama sayang"
"Duduk aja mba, lagian sebentar lagi saya turun" balas si masnya bangun
"Makasih ya mas" balas Leon lalu menarik Yunna supaya duduk. Ia berdiri di hadapan Yunna
"Baru berapa bulan mba hamilnya?" Tanya seorang Ibu yg berdiri di sebelah Leon
Yunna menatap Leon seolah meminta tolong
"Baru 3 minggu Bu" balas Leon
"Kalian nikah muda ya?"
Leon tersenyum
"Iya Bu"
"Oh, nikah muda karena kecelakaan?"
"Hah?" Bingung Yunna
"Engga kok Bu. Kita di jodohin" balas Leon
"Ohhh" balas si Ibunya menganggukkan kepalanya paham
'Ni ibu-ibu kepo amad sih. Keliatan tukang gosipnya, nyebelin banget. Si Maung juga di ladenin aja, heran' - Yunna
Bis berhenti
Ada beberapa penumpang turun, termasuk si ibu itu
"Saya dulu ya, semoga lancar kehamilannya dan kelahirannya ya mas" kata si ibu sebelum turun
"Gila kali" gumam Yunna, sedangkan Leon tersenyum
"Lo mau makan apa?" Tanya Leon
"Lo yg pengen makan kenapa nanya gue"
"Emang lo gak laper?"
"Laper" jawab Yunna "Emang lo mau makan apa?" Tambahnya bertanya
"Lo mau makan apa?"
"Ditanya malah nanya balik"
"Nanti giliran gue yg nentuin, lo ngomel-ngomel karena gak suka"
"Yaudah sih gue mah terserah mau makan apaan"
"Nasi goreng mau gak?"
"Gue gak suka nasi goreng"
"Nasi uduk?"
"Nasi uduk mana ada gini hari"
"Pecel?"
"Gue gak suka sayuran"
"Chicken?"
"Gak pengen"
"Terus lo mau makan apa?" Tanya Leon sabar
"Terserah"
Entah berapa kali Leon menghela napas mencoba sabar menghadapi Yunna
"Yaudah, kita cari tempat makan yg jualan terserah" jawabnya
"Ngelawak apa Lo? Gak lucu sama sekali"
"Hahahahaha" balas Leon tertawa di paksakan
Tbc~
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Hai hai hai
Seneng banget hari ini. Makasih udah sempet baca dan mampir di store aku. apalagi kalo kalian komen soal gimana store pertama aku ini. Komen tentang masukkan juga boleh, sekalian buat belajar juga
Pokonya terima kasih banyak-banyak😗♡
untuk @Vava Deviana, Hai juga. Makasih udah mampir dan komen di store aku. this is the first comment buat aku. Rasanya seneng, jadi buat semangat ngetik lagi
see you next chapter guysssss
Sekian terima kecup Kim Doyoung😗♡