Up

Up
Wa Luh Lan



"Letha! Hp kamu bunyi nih!" Teriak Elsa teman sekamar Letha


Selama tinggal di sini, Letha ngekos tidak jauh dari kampus. Kostan khusus untuk wanita. Satu rumah lengkap dengan ruang tamu, dapur dan masing-masing kamar mandi di dalam kamar. Ada 3 kamar yang berisi dua orang


Letha yang sedang santai menonton tv bersama Echa dan Bunga, bangun, pergi ke kamarnya


"Dari ayang beb Koko ya?" Tanya Elsa yang berbaring di kasurnya


"Apaan sih ayang beb ayang beb"


Elsa tertawa. Ia bangun lalu pergi ke luar


"Halo?"


"Lo lagi ngapain? Gue ganggu gak?"


"Engga kok, engga lagi ngapa-ngapain juga. Emang kenapa?"


"Kalo gue ngajak jalan mau gak?"


"Kemana? Dadakan banget"


"Kemana kek. Ke Mall kek yuk, gabut gue"


"Engga ah. Cape jalan ke Mall, jauh"


"Ya gak jalan juga. Maksud gue maen, ke Mallnya ya naek motor lah. Gue juga ogah jalan kaki ke Mall"


Letha tertawa


"Yaudah, kapan?"


"Mau nih?"


"Ayoo"


"Oke, lo siap-siap. 30 menit gue sampe kostan"


"Iya"


"Jangan dandan cantik-cantik, nanti gue nambah suka"


"Mulai deh"


Ziko tertawa


"Udah ya, lo siap-siap sana"


"Iyaaa"


Sambungan dimatikan oleh Ziko


Letha tersenyum, ia masuk ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu


Benar kata Ellen, tumbuh cinta karena tugas kelompok. Pemeran utamanya Ziko dan Letha jika ingin di buat FTV. Perlahan tapi pasti, keduanya semakin dekat. Mengenal satu sama lain, tapi status mereka masih biasa, tidak ada yang spesial. Hanya sebatas teman


Iya, teman


Bohong jika Letha tidak suka kepada Ziko


Yap!


Letha naksir Ziko. Letha suka Ziko


Tapi ya gimana lagi


Ia malu untuk mengakuinya terlebih dahulu. Gengsi lah. Masa cewe duluan yang bilang


Ziko sendiri masih ragu dengan perasaan. Jadi ya gitu


Gak mau maju, mundur juga gak mau. Kadang masih mikirin Caca merica hitam yang dirawat seperti anak sendiri


Masih jalan di tempat, mengumpulkan tekad buat maju


S


K


I


P


Letha jalan terburu-buru keluar


"Makanya, dandannya jangan lama-lama. Kan kasian ayang bebnya nungguin lama" ledek Elsa tertawa. Bunga juga ikut tertawa


"Gak usah ngeledek!"


"Jangan pulang malem-malem!"


"Hmmm!" Balas Letha yang sudah di luar


Ia memakai sepatunya,


"Maaf, nunggunya lama"


"Gue bilang jangan cantik-cantik. Nanti gue nambah suka"


"Sengaja" jawab Letha sambil tertawa


"Lo mau tanggung jawab?"


"Udah ah, ayoo"


Ziko tertawa. Ia memakai helmnya setelah Letha naik ke atas motornya


~


"Gue liat lo peduli banget sama Awa" kata Nico yang bermain PS bersama Yoga


"Engga, biasa aja" sangkal Agam


"Lo suka sama Awa?" Tanya Leon to the poin


"Engga"


"Terus kenapa lo deket banget sama Awa?" Sekarang Alif


"Setiap hari lo anter Awa ke kafe. Gak jarang, lo juga nganter Awa balik dan berangkat bareng. Lo sebut itu deket karena temenan?"


"Itu tuh suka, tapi gengsi aja bilangnya" Yoga ikutan


Agam diam, ia berpikir


"Ya kasian aja" Jawab Agam


"What?!" Kaget Yoga, masuknya ke lebay sih


"Sikap lo aneh banget. Gak kayak biasanya" kata Nico


"Gue kasian aja sama Awa"


"Lo sering telat latihan gara-gara pergi sama Awa" Alif


"Kasian, udah malem juga. Gak ada yang bisa ditebangin"


"Lo sering beliin Awa makanan. Emang gue gak tau hah?" Yoga


"Ya gue kasian"


"Inget gak? Pas lo adat-adatan gak jelas liat Awa di peluk sama Ziko" sekarang Leon


"Ya kasi-" Agam diam tidak meneruskan ucapannya, menatap Leon


"Kasi apa hah? Kasi ibu kepada Beta? Gue yang jadi pelampiasan anjing" Yoga ngegas


"Kudu di pancing dulu supaya sadar" gumam Alif


"Jangan sampe sikap baik lo, buat Awa salah paham. Apalagi kalo lo cuma beranggapan kasian sama Awa. Awa tipikal orang yang gak mau di kasihani. Gue yakin, kalo dia tau lo ngasihani dia pasti bakal malu dan kecewa sama lo, Gam"


"Jangan bikin anak perawan orang baper doang, tanggung jawab mah kaga. Jangan kek Nico lo" saut Alif


"Kalo laper, ya makan. Kalo ngantuk, ya tidur. Kalo gatel di garuk. Kalo baper, bilang. Jangan di tahan kek nahan berak" Yoga


Alif dan Nico tertawa karena ucapan Yoga


~


Mengelilingi Mall


Keluar-masuk toko hanya untuk melihat-lihat. Bermain di time zoon dan puas berburu jajanan


Puas bermain di Mall, keduanya pergi makan di tukang nasi goreng pinggir jalan. Masih di daerah Mall


"Karena tadi kamu yang bayar semuanya, sekarang aku yang bayarin nasi gorengnya" kata Letha


Keduanya sudah duduk berhadapan menunggu pesanan mereka jadi


"Gue aja yang bayar"


"Engga ah. Gantian, sekarang aku yang bayar"


"Kan gue yang ngajak maen, jadi gue yang bayar"


"Terus kalo misalnya aku yang ngajak maen, aku yang harus bayar semuanya?"


"Ya gak gitu juga. Lo kan cewe, masa yang bayar sih"


"Terus apa masalahnya kalo cewe yang bayar?"


"Ya gak enak aja"


"Gak usah gak enak. Sekarang aku aja yang bayar nasi gorengnya"


"Keras kepala banget sih lo"


Letha tersenyum


Seperti melihat pemandangan alam dari atas gunung Bromo. Ziko diam, terpesona dengan senyuman Letha


Gak usah jauh-jauh naek puncak gunung Bromo cuma buat liat pemandangan indah. Liat senyum Letha aja cukup, batin Ziko


"Jangan senyum!"


Letha kaget


"Hmm? Why?"


"Lo nambah cantik kalo senyum"


"Gombal terus, kuping aku sampe panas"


"Sama lo doang gombalnya"


"What? Really?" Tanya Letha tidak percaya


"It's the really, really love me marejwo" Ziko menyanyikan lagu BlackPink


Asal kalian tau,


Ziko seorang fanboy, Blinke. Biasnya Lisa


Bener gak sih nama fansnya BlackPink, Blinke? Gak tau lah, lupa


Pesanan mereka datang


"Makasih pak" kata Letha


"Iya, sama-sama neng" balas si bapak lalu pergi


"Letha" panggil Ziko


Letha menatap Ziko


"Gue mau ngasih tau, ada yang suka sama lo. Namanya Ziko. Kalo lo udah suka balik, bilang ya"


Letha menatap Ziko kaget


Senang juga


Tbc~~~