
"Kenapa kaca spion ada 2?" Tanya Ran
"Kalo ada satu kesepion"
"Kalo gak ada?"
"Kekosongan" jawab Argha tertawa, Ran juga
"Eh! Kenapa hujan turunnya air?" Tanya Ran lagi
"Ya lo mau turunnya apa?"
"Uang lah!"
"Gak sekalian aja lo turunin duda?"
"Ih! Boleh tuh. Duda kaya"
"Kaya apaan? Kaya monyet?"
"Woi! Apaan tuh rame-rame!" Seru Nadine tiba-tiba datang
Mereka sedang di depan gedung sekolah. Duduk di bawah, bersandar pada dinding menunggu hujan reda
"Kayak orang pacaran aja lo berdua" tambahnya
"Sirik aja lo. Makanya punya pacar" jawab Argha
"Pergi ke Dubai sama Ayu Tiang-tiang, Gue kira kalian ada something"
"Makan english is eating, we are just nothing" balas Ran membuat Nadine tertawa
"Oh iya, gue mau nagih kas. Udah banyak banget tunggakan lo" tagih Nadine
"Iya napa nanti, duit gue abis. Nih, tinggal goceng buat ongkos" Ran memperlihatkan uangnya
"Lo mah kalo di tagih nanti-nanti aja, heran gue mah"
"Besok deh, gue bawa duitnya. Berapa sih emang?"
"Banyak banget, 4 minggu lo jarang bayar kas. Minggu sekarang belom masuk sama sekali. Minggu kemaren cuma masuk sekali. Minggu kemarennya lagi cuma masuk 3. Minggu kemarennya lagi cuma masuk 2" jelas Nadine sambil melihat buku kasnya "5 tambah 4 tambah 2 tambah 3 dikali 4, noh berapa? Coba itung. Abis itu di kali 5 ribu, berapa tuh?" Tambahnya
"Mampus, ulangan dadakan kan lo. Udah belajar belom?" Argha tertawa
"Banyak" jawab Ran
"Udah buru bayar, gue mau balik nih"
"Iya elah, besok gue bayar"
"Awas ya lo kalo bohong, gue kasih bunga"
"So sweet banget sih. Doi aja gak pernah ngasih bunga"
"Noh Ga, kode dia minta di kasih bunga" Nadine tertawa menatap Argha "Besok gue bawain kembang ****** mau?" tambahnya
"Kembang kuburan mau?" Tanya Argha ikut tertawa
"Tai! Udah sana lo pulang!" Usir Ran
"Ini juga mau pulang kali!" Balas Nadine membuka payungnya "Gue duluan" pamitnya
"Hooh, hati-hati lo"
"Iyups" balas Nadine lalu pergi
"Nadine cocok banget kalo jadi rentenir"
"Lo cocok banget kalo jadi istri gue" balas Argha meniru gaya bicara Ran
"Gak ah, nanti gue dikasih makan rumput"
"Iya lah, lo kan kambing"
"Embeeeeee~"
Keduanya kembali tertawa
Dari kejauhan, Hani berjalan melihat Argha dan Ran yang sedang asik ngobrol sambil tertawa
"Ada kak Argha sama kak Ran" katanya malas
"Hani!" Panggil Argha yang tidak sengaja melihat Hani
Hani tersenyum, mau tidak mau menghampiri mereka, berjongkok di sebelah Ran. Sekalian menunggu abangnya
"Lo kok belom pulang?" Tanya Ran
"Nunggu babang jemput"
"Hah? Babang?" Bingung Argha
"Abang aku"
"Oh" paham Argha menganggukkan kepalanya
"Kalian kenapa belom pulang?" Tanya Hani sekedar basa-basi
"Pacaran dulu" jawab Argha bercanda
"Apaan sih lo, pacaran-pacaran mulu"Ran memukul bahu Argha "Canda kok, nunggu hujan reda" tambahnya
Hani hanya tersenyum
"Hani" panggil Agam yang menggunakan payung. Ia juga membawa 1 payung untuk adiknya
Hani bangun, menghampiri abangnya. Mengambil payung yang diberikan Agam
'Aku ajak kak Argha bareng aja kali ya?' -Hani
Hani menoleh, menatap Argha
"Kak Argha kalo mau bareng, bareng aja ayo. Kita kan satu arah"
"Hah?" Bingung Argha
Hani menatap Agam
"Boleh kan bang?"
"Boleh, ayo"
"Gak usah deh, gue bareng Ran" tolak Argha
Ran bangun
"Gak papa Ga, gue mau maen ke rumah lo dulu. Di rumah lagi gak ada siap-siap" kata Ran
"Ayo kalian berdua kalo mau nebeng, sekalian" kata Agam
Argha bangun juga
"Kamu sama babang, itu kasih ke temen kamu" tambahnya
'Oh, cowok ini' -Agam
'Paling cuma mirip dong' -Argha
S
K
I
P
"Makasih tebengannya bang" kata Argha
"Sama-sama"
"Kita duluan ya Hani, sekali lagi makasih" Ran
"Iya, gak masalah kok" balas Hani tersenyum "Pake lagi aja payungnya, masih ujan" tambahnya
"Gak usah, lari aja"
Argha membuka pintu mobil, lalu keluar lari masuk ke halaman rumahnya diikuti Ran
"Mau main juga ke rumah kak Argha" gumam Hani
Agam menoleh sekilas mendengar gumaman Hani
"Seharusnya tadi babang hajar aja"
"Apaan sih babang maen hajar-hajar aja. Di kira samsak"
"Atau babang pacarin aja ceweknya supaya Argha sama kamu?"
Hani tidak membalas ucapan Agam, memilih memainkan ponselnya
'Kasian amat ade gue'
-
"Kak Una udah pulang" kata Argha melihat sepatu Yunna
Keduanya masuk setelah melepas sepatu dan kaos kaki
"Mau ganti baju gak?"
"Engga, gak basah" tolak Ran "Kak Una mana?" tambahnya bertanya
"Di kamarnya, samperin aja. Gue mau ganti baju dulu"
"Oke"
Ran pergi ke kamar Yunna sedangkan Argha ke kamarnya
Tok tok tok
"Kak Una~ maen yuk~" Ran di depan pintu kamar Yunna
"Luwak white kopi passwordnya?" Balas Yunna di dalam kamarnya
"Kopinya nyaman, gak bikin perut kembung"
"Deng! Salah"
Ran berpikir,
"Paitnya di kopi manisnya dikamu"
Pintu terbuka
"Kangen pake banget"
"Me too" balas Yunna
Yunna melepas pelukannya lalu merangkul Ran
"Gimana sama Aga? Masih friendzonan?"
"Orang mah nanya kabar kek atau nanya udah makan apa belom gitu. Malah nanya kayak gitu"
Yunna tertawa
"Indomie soto pake telor pake sawi pake sosis yg pedes, ayo gak?"
Ran tersenyum senang
"Let's go go go!" Semangat Ran
"Sekalian gue juga bikinin kak!" Teriak Argha dari dalam kamarnya
"Lo yg cuci piring!" Balas Yunna ikut berteriak
"Hooh!"
🔥🔥🔥
"Mau kemana?" Tanya Yunna melihat Argha yg sepertinya akan pergi
"Beli pulsa ke alfa"
"Nitip dong"
"Apaan?"
"Hello Pandan 2, Chitato 1, Lays 1, susu pisang 2 sama Oreo rasa ice cream 1" jawab Yunna cepat
"Lo mau nitip apa ngerampok?"
"Nitip lah!"
"Males ah, tadi aja gak bikinin gue mie" balas Argha lalu pergi tanpa memperdulikan teriakan kakaknya
"Awas ya lo, gak gue bukain pintu" dumal Yunna kesal
Ponselnya bergetar
"Halo!" Jawab Yunna tidak santai karena masih kesal pada sang adik
"Buset dah, ngegas amat bu"
"Lagi gak mood. To the poin aja"
"Kenapa sih?"
"Masa cuma mau nitip beli jajanan, Aga gak mau. Padahal kan sekalian dia mau ke alfa. Malah dia bilang, gue ngerampok"
"Emang lo minta apaan?"
"Hello Pandan 2, Chitato 1, Lays 1, susu pisang 2 sama Oreo rasa ice cream 1"
"Elo mah emang ngerampok"
"Udah lah, males"
Sambungan di matikan oleh Yunna
-
-
-
"Oh? Bang Leon" gumam Argha melihat Leon turun dari motor gede berwarna putihnya
"Bang Leon" panggil Argha
Leon menghampiri Argha
"Bang Leon ngapain?"
"Tunggu dulu sebentar, jangan kemana-mana" jawab Leon lalu masuk ke dalam Alfamart
"Jangan bilang bang Leon mau beliin yg kak Una mau?" Gumam Argha memperhatikan Leon di dalam
Benar saja tebakan Argha. Leon keluar membawa 2 kantong plastik besar. Satu ia berikan pada Argha
"Noh kan bener. Lo kebaikan sama kak Una bang, nanti dia malah ngelunjak"
"Kasihin aja. Sekalian lewat, beli buat anak-anak yang lain juga"
"Lagi pada latihan?"
"Hmmm, kalo gak ada makanan mana bisa maen mereka"
"Gue pengen banget liat kalian latihan. Temen gue, si Dimas suka sama Bangtan. Suka liat kalian di YouTube sama dengerin lagu kalian" cerita Argha
"Ya tinggal ke tempat latihan. Lo udah tau kan alamatnya?"
"Iya, tapi malu aja. Ya kali tiba-tiba gue sama Dimas dateng. Nanti di kira minta infak"
"Ya engga lah. Yang lain juga udah tau lo, gue udah cerita kali"
"Nanti kalo gue mau ke sono, gue chat lo dulu ya bang"
"Hmmm"
"Ini makasi banyak makananya"
"Iya, buat lo juga itu"
"Asih! Lo terbaik deh bang"
"Mau sekalian gue anter?" Tanya Leon
"Engga usah, gue pake sepeda" tolak Argha "Gue duluan ya bang" tambahnya
"Hati-hati"
"Oke"
Argha pergi menaiki sepedanya. Sedangkan Leon pergi menggunakan motornya
S
K
I
P
"Kak Una" panggil Argha di depan pintu kamar Yunna
"Gak dikunci"
Argha membuka pintu dan memberikan plastik yg diberikan Leon tadi
"Apaan nih?"
"Bang Leon yg beliin"
"Leon?"
"Bersyukur punya pacar kayak bang Leon. Udah ganteng, baik pula" jawab Argha lalu keluar dari kamar Yunna
"Kok Chimory gak ada?"
"Banyak maunya elah, gak tau diri banget. Makan aja yg ada!" Balas Argha teriak
"Biasa aja kali, gue kan nanya dong" balas Yunna ikut berteriak
Ia mengambil ponselnya. Mengirim chat untuk Leon
~
~
~
...What'sApp...
...Maung🦁...
...21.32...
...Jalan-jalan sama mang atang, thank you maung😗...
Mang atang siapa?
Berani banget ngajak lo jalan malem-malem gini
Di mana lo? Gue samperin sekarang
Jangan macem-macem ya_-
Awas aja kalo lo selingkuh
...Jaka sembung bawa golok, gak nyambung goblok🐽...
Jalan-jalan ke Jogja
...CAKEP!...
Gue bukan pantun goblok
Ngasih tau😌
...Ngok🐒💨...
Lov u to😘
~
~
~
Yunna tersenyum melihat ponselnya
Tbc~