
Yunna keluar dari kamarnya, menggendong tas dan memeluk laptopnya, menghampiri Ziko yang sudah menunggunya diluar. Ia duduk, meletakan laptopnya lalu memakai sepatu
"Gak papa kak Galuh ditinggal sendirian?" Tanya Ziko
"Sebentar lagi Aga pulang"
"Kemana anaknya?"
"Ekskul"
Yunna bangun setelah memakai sepatunya
"Leon masih gak ada kabar?"
"Mati kali" jawab Yunna dengan entengnya
"Astagfirullah, mulut mu ukhti" Ziko menggelengkan kepalanya "Giliran mati beneran, nanti lo galau kayak cewe" tambahnya
"Lah emang gue apaan bego? Waria?"
"Gue kira lo gak ngampus. Terus rebahan sambil dengerin lagu- siapa sih namanya? Jengkok kan? Sambil bergalau ria kayak cewe"
"Dari pada kesel di rumah, mending ngampus. Nyari selingkuhan"
"Nah loh, gue rekam. Nanti gue kasih ke si Maung"
"Sok!" Balas Yunna tidak santai "Udah ayo ah" tambahnya
~
Selesai kelas, Yunna tidak langsung bergegas pulang. Ia pergi ke ruang kesenian selagi menunggu Ellen dan Nazwa yang pergi ke auditorium
Mau numpang WiFi, sekalian ngadem. Cuma di ruang kesenian yang adem, berasa di Korea. WiFinya juga kenceng, kan enak buat di pake rebahan
Yunna membuka pintu ruang kesenian yang ternyata sepi
"Pas!" Serunya senang. Lalu Yunna masuk, langsung mendudukkan dirinya di sofa. Memainkan ponselnya untuk melanjutkan streaming Layangan Putus yang tertunda
Sedang asik streaming, ponselnya bergetar, menjeda video. Ada telpon masuk dari Ziko
"Apaan sih!? Ganggu banget" omel Yunna
"Etdah! Galak amat, santai dong. Punya masalah apa lo sama gue?"
"Yaudah, apaan?"
"Dimana?"
"Di surga"
"Otak lo bermasalah semenjak ditinggal si Maung. Baru ditinggal ke Jepang, belom di tinggal mati"
Yunna tertawa
"Tinggal cari yang baru"
"Gak setia amat"
"Bacot ih, kenapa elah?"
"Gue sama yang lain mau langsung ke kafe. Lo-
"Duluan aja, gue nyusul" balas Yunna memotong ucapan Ziko, lalu langsung memutus sambungan teleponnya
Yunna melanjutkan nonton filmnya yang tinggal 9 menit lagi
"Wo'ilah! Gue kira ada mayat"
"Gak usah ganggu. Dikit lagi udahan" balas Yunna tanpa menoleh karena tau siapa pemilik suara
"Na, tau gak persamaan lo sama sofa?"
Yunna tidak menjawab
Jey duduk di kursi kayu, menaikan kakinya ke meja
"Sama-sama nyaman buat dijadiin sandaran"
Yunna menduduki dirinya, karena filmnya selesai "Iya Jey, iya. Seseneng lo aja" balasnya
Yunna menatap laki-laki yang berdiri didekat Jey. Ia kira Jey sendiri, ternyata tidak
"Lo?" Tunjukannya "Song Mino kawe" lanjutnya membuat Mino tertawa
"Lo temenan sama anak ini?" Tanya Yunna nunjuk Jey
Mino menganggukan kepalanya
"Kenal?" Tanya Jey menatap Yunna dan Mino bergantian
"Calon pacar gue" jawab Mino membuat Yunna tersenyum
"Lo mau jadi selingkuhan gue?"
"Boleh, mungkin nanti lo jadi milik gue"
"Gelo sugan sia teh" balas Jey membuat Yunna dan Mino tertawa
"Udah ah, gue duluan" pamit Yunna
"Lah? Gue baru duduk, Na"
"Terus gue pedulikan gitu?" Balas Yunna malas "Awas ya lo, jangan terlalu banyak bergaul sama ni anak. Nanti lo ikutan bau terasi" tambahnya menatap Mino, lalu pergi keluar ruang kesenian
"Lo kenal sama dia?" Tanya Mino duduk di sofa yang ditiduri Yunna tadi
"Satu kelas pas SMA" jawab Jey "Gak usah macem-macem lo bang, Una udah punya pawang. Pawangnya galak kayak singa" tambahnya
"Siapa?"
"Siapa apanya?" Jey tidak paham
"Pawangnya"
"Bang Leon"
Mino tersenyum mendengar jawaban Jey
"Btw, lo kenal Una dimana?"
"Di Klub" jawab Mino
Jey menatap Mino kaget
"Seriusan? Una ke Klub? Kok bisa? Bukan kali ah!"
"Seriusan"
"Una emang keliatannya bobrok, galak, nyebelin, tapi dia sama sekali gak mungkin ke tempat kek gituan. Una cewek baik-baik, apalagi Abang sama adenya yang posesif banget sama dia. Gak mungkin banget maenya Klub"
"Tanya aja si Dimas, dia juga liat"
"Seriusan?" Tanya Jey masih tidak percaya
"Bodo sih, mau percaya atau engga" balas Mino
"Ck ck ck, pacaran sama bang Leon berani maen ke Klub. Bang Je tau kaga ya?"
~
Tok tok tok
Tanpa disuruh masuk, Risa masuk menghampiri putranya yang sibuk dengan banyak kertas dan map di mejanya
Leon hanya menoleh sekilas
"Mami kapan dateng?"
"Baru sampe, langsung kesini" jawab Risa duduk di sofa yang memang disediakan di ruang kantor Leon "Abisnya Mami kangen sama little maung" tambahnya sambil tertawa
"Giliran di rumah, di marahin terus. Giliran ditinggal, bilangnya kangen"
"Lagian kamu sih! Hp ilang bukanya beli lagi. Kan Mami susah nelponnya. Nelpon ke Papi kamu juga susah banget. Anak sama bapak samanya"
"Kalo sempet mah, aku udah beli kali, Momm"
Leon diam, teringat dengan Yunna. Sudah hampir seminggu Leon lost kontak dengan pacarnya
"Minjem hp Mi"
"Buat?"
Risa memberikan ponselnya
"Mami punya nomornya Yunna kan?"
"Ada"
"Namanya?"
"Calon mantu"
Leon menatap sang Mami menahan tawanya
"Kamu jangan coba-coba putus sama Yunna. Pokonya harus Yunna"
"Halo? Kenapa Tante?" Tanya Yunna di sebrang sana
Hati Leon sangat lega mendengar suara Yunna yang sangat ia rindukan itu
"Ini gue, lo-"
Sambungan langsung dimatikan oleh Yunna
"Noh kan" katanya, ia kembali menelpon namun tidak diangkat
"Lagian salah kamu sih. Yunna pasti kesel, kamu sama sekali gak ngasih kabar. Berapa hari? Hampir seminggu kan?" Risa menatap putranya sebal "Kalo Mami jadi Yunna, Mami mau cari selingkuhan aja"
"Oh iya! Hampir Mami lupa!"
Leon menatap Risa penasaran, masih terus mencoba menelpon Yunna
"Nanti malem Papi kamu nyiapin acara makan malem buat kenali kamu sama anak pak Kiky"
"Papi kamu mau jodohin kamu" heboh sang Mami
"Kok Mami gak halanganin Papi sih? Kan Mami tau Leon udah punya Yunna"
"Mami udah bilang, tapi Papi kamu gak percaya. Tau sendiri kan Papi kamu bakal percaya kalo ada bukti"
"Ah! Mami mah ngeselin"
"Kenapa marah sama Mami? Marah sama Papi kamu lah!" Balas Risa "Lagian sama kamu juga sih, selalu main-main soal cewe. Jadi Papi kamu gak percaya" tambahnya
Leon mengembalikan ponsel Maminya lalu pergi menghampiri sang Ayah
"Mr. Leon, this is a document-"
"Put it at my table" potong Leon saat berpapasan dengan pegawainya
Leon belok ke kanan untuk pergi ke ruangan Papinya
"Papi" panggil Leon masuk tanpa mengetuk pintu
Hery menyuruh sekretarisnya keluar
"Why?"
"Papi gak ada cerita soal makan malem, atau perjodohan atau apalah itu, Leon gak ngerti. Maksud Papi apa?"
Hery menghelakan napasnya
"Mulut Mami kamu itu" gumam Hery "Papi mau bilang nanti sore, setelah semuanya selesai"
"Ini jaman apa Pi? Masih ada jodoh-jodohan?" Omel Leon "Leon gak mau dijodohin. Leon udah punya pilihan Leon sendiri"
"Papi gak kayak Mami yang bisa kamu bohongin"
"Leon gak bohong. Leon pernah bawa cewe Leon ke rumah. Mami tau"
Hary menatap putranya curiga
Risa masuk menghampiri suami dan putranya
"Leon gak bohong. Seriusan. Demi Allah" kata Leon meyakinkan
"Gak usah bawa-bawa nama Allah kalo bohong"
"Beneran Mas, Leon gak bohong. Aku sering ketemu sama Yunna. Dia satu kampus, tapi beda jurusan" bela Risa
"Kamu jangan asal cari cewe. Harus dilihat bibit-bebet-bobotnya. Jangan sampe dia mau pacaran sama kamu karena mau popularitas, atau cuma jadiin kamu dompet doang" balas Hery "Kalo masalah gini, kamu itu gak bisa di percaya. Kamu itu kebanyakan main-main, makannya Papi pilihin kamu yang lebih baik" tambahnya
"Yunna gak gitu. Dia cewe baik-baik" sangkal Leon tidak terima "Yang menurut Papi baik, belom tentu baik buat Leon. Pokonya Leon gak mau di jodohin Pi. Titik! Gak pake koma!"
"Gak usah ngebantah kamu, Leon"
"Papi!"
Hery kembali menghelakan napasnya
"Oke, kalo gitu kenalin cewe kamu sama Papi. Ajak dia makan di rumah" katanya lalu kembali melihat berkasnya
"Oke!" Seru Leon "Asal Papi tau ya, Yunna itu cewe baik-baik. Dia juga dari keluarga baik-baik, terpandang pula. Ayahnya Alexander Arghantara, komposer terkenal, dosen musik di SHU. Beliau juga punya perusahaan property di Jepang yang sekarang di pegang sama istrinya. Istrinya juga designer terkenal"
Hery menatap Leon kaget, begitupun Risa
"Nama istrinya Emy Noguhara kan?"
Leon menatap Maminya bingung
'Perasaan gue belom pernah kasih tau nama nyokapnya Yunna? Eh? Atau udah? Belom ah' -Leon
"Kok Mami tau?"
Risa langsung memeluk putranya senang, membuat Leon sangat kaget dan bingung
"Ternyata selama ini Alex dan keluarganya ada di dekat kita"
Hery ikut tersenyum senang
"Ternyata dunia gak seluas itu" gumam Hery
Leon melepaskan pelukannya
"Ini kenapa sih?"
"Jadi kamu pernah ketemu sama Alex?" Tanya Hery
"Engga, om Alex udah meninggal 6 tahun lalu karena kecelakaan"
"What?" Kaget Risa, begitupun Hery
"Emy?" Tanya Risa
"Tante Emy di Jepang, megang perusahaan om Alex" jawab Leon "Coba jelasin kenapa kalian kenal orang tua Yunna!" Tambahnya
TBC~
...****************...
...********...
...****************...
...Instagram...
YOUna127
❤️736.767 Like
YOUna127 Couple girls 👉🏻👈🏻 @el1000 @nazwasalzabilah @unknown_Leth
Lihat semua 73.763 Komentar
...****************...
...********...
...****************...
...******...
...****************...
...******...
urutan difoto, Yunna Ellen Nazwa Letha