Up

Up
Nem Luh



Happy Reading


Seperti biasa


Kalau sudah malam, Leon langsung memasukkan motornya ke bagasi


Setelah membuka helm, Leon mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada balasan dari pacarnya


"Tumben banget diread doang?" Gumamnya


Leon turun dari motor, berjalan masuk kerumahnya, sambil mikir kenapa Yunna cuma read chatnya


"Surprise!"


"Surprise"


"Astagfirullahalazim!" Kaget Leon saat membuka pintu, sang Bunda dan Yunna mengangetkannya. Rissa memegang cake dengan 1 lilin menyalahkan


Keduanya hanya tertawa


"Kalian apa-apaan sih? Kaget aku"


"Matiin dulu lilinnya, nanti kena cakenya" suruh sang Bunda


"Make a wish dulu dong" kata Yunna


"Semoga Bunda, Ayah, Yunna dan orang-orang terdekat aku panjang umur dan selalu di beri kesehatan. Semoga aku sama Yunna berjodoh. Amiinn" doa Leon


"Doa buat kamunya mana?" Tanya Rissa


"Kan doa buat akunya dari Bunda sama Yunna. Sekarang doa aku yang buat kalian" balas Leon lalu mematikan lilin dengan mengibaskan tangannya di atas apinya


Ketiganya berjalan menuju ruang tengah. Rissa meletakan cakenya di meja


"Bunda ambil piso sama piring dulu ya" pamit Rissa lalu pergi ke dapur


Yunna dan Leon duduk di sofa


"Pantesan chatnya cuma diread. Terus nanya-nanya pulang jam berapa"


Yunna hanya tertawa


"Kaget kan? Namanya juga surprise"


"Eiyyyyy" Leon mengacak pelan atas kepala Yunna gemas


Rissa kembali dengan membawa pisau, beberapa piring dan sendok


"Ini ide Yunna loh" kata Rissa


"Udah curiga sih dari tadi siang pas di Kafe"


"Tapi, sukses" balas Yunna


"Selamat ulang tahun ya anak Bunda. Semoga panjang umur, sehat selalu, selalu jadi kebanggaan Bunda sama Ayah. Sekarang kamu udah dewasa, bisa memilih sendiri sesuatu yang benar atau salah. Bunda sama Ayah selalu dukung kamu, selagi itu baik buat kamu dan semuanya. Inget! Segala sesuatu pasti ada akibatnya. Intinya jangan buat Bunda sama Ayah malu dan kecewa" ucap Rissa yang sambil memotong Cake


Leon dan Yunna tersenyum


"Iyaaa" balas Leon


"Tapi kalo masalah menantu, Bunda maunya tetep Yunna ya"


Yunna cuma ketawa malu gitu dong ya.


"Makanya aminin dulu doa Leon yang tadi"


"Amiinn"


"Oh iya" Leon mengambil sesuatu di tasnya


Leon langsung memakaikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk bunga, membuat Rissa sedikit kaget


"Apa nih? Buat Bunda?"


"Thank you for giving birth to me, momm. I love you more" Leon memeluk sang Bunda


Rissa tersenyum, matanya berkaca-kaca terharu karena ucapan putranya


Yunna juga ikut berkaca-kaca melihat Leon dan Bundanya yang sangat begitu dekat dan harmonis ini. Jadi kangen Mama


πŸŒ™


πŸŒ™


πŸŒ™


"Ayah!" Panggil Nazwa melambaikan tangannya pada ayahnya yang berjalan menghampirinya


"Ayah kenapa langsung kesini? Bukanya langsung pulang ke mes aja, kan jadi jauh lagi"


"Emang sengaja. Kebetulan Ayah lagi benerin jalan yang deket sama kampus eneng. Jadinya sekali aja mampir" jelas sang Ayah


"Ayah udah makan belom? Masuk dulu yuk, nanti eneng buatin makanan" Nazwa menarik tangan Ayah, tapi ditolak


"Gak usah. Di dalem banyak temen-temen eneng, Ayah gak mau ganggu"


"Engga ganggu kok, Yah"


"Engga, di sini aja" Ayah menarik Nazwa duduk di meja yang memang disediakan untuk diluar Kafe "Ayah dikasih libur 3 hari, mau pulang besok. Eneng mau ikut sekalian sama Ayah? Abis ujian juga kan" Tambahnya


"Mau ikut, tapi ada 2 tugas lagi yang harus selesai minggu ini. Mungkin kalo udah libur semester eneng pulang"


"Yaudah, Ayah kira mau sekalian. Soalnya temen Ayah ada yang bawa mobil. Sekalian nebeng, irit juga"


"Kapan berangkatnya?"


"Besok jam 10an"


"Eneng masih di kampus. Nanti kalo mau berangkat telpon ya, Yah"


"Iyaaa" Ayah menganggukan kepalanya "Kamu udah makan belom? Ayah jadi ganggu kamu lagi ngumpul sama temen-temen kamu" Tambahnya bertanya


"Engga kok, malah aku seneng. Agam juga nunggu Ayah. Dia di dalem"


"Nazwa"


Keduanya menoleh


"Eh? Dejun?" Kaget Nazwa "Lo mau kemana?"


Semenjak kejadian di jembatan itu, gak tau kenapa Nazwa sering ketemu Dejun di kampus. Yap! mereka satu kampus beda jurusan


"Siapa neng? Ayah baru liat" tanya Ayah, karena Ayah hampir tau dan kenal semua teman Nazwa


"Ini Dejun, Yah. Temen eneng juga" jawab Nazwa "Ini Ayah gue" lanjutnya memperkenalkan ayahnya pada Dejun


Dejun tersenyum "Nama saya Dejun, Pak" katanya


"Eneng emang paling pinter cari temen. Semuanya cantik sama ganteng semua" Ayah dan Dejun tertawa, sedangkan Nazwa hanya tersenyum


"Udah atuh ya, Ayah pulang aja. Kalian sok kalo mau ngobrol, takut Ayah ganggu"


"Ayah beneran gak mau masuk dulu? Aku buatin makanan. Agam juga kan nungguin Ayah" kata Nazwa


"Engga, ini Ayah udah beli nasi Padang buat yang lain juga. Nanti takutnya kelamaan nunggunya. Ayah pulang aja, ya"


"Eneng anterin ya, minjem motor El"


"Gak usah, Ayah pulang sendiri aja" tolak Ayah "Udah ya, Ayah pulang. Salam aja buat Agam" tambahnya lalu pergi setelah mengusap kepala Nazwa 2 kali


"Hati-hati, Yah. Kalo udah sampe telpon"


"Iyaaa" balas Ayah lalu pergi


"Pantes putrinya cantik, ayahnya juga ganteng"


"Bisa aja lo" balas Nazwa tertawa


"Lo mau tutup atau gimana?"


"Engga, nanti paling. Anak-anak masih pada ngumpul" jawab Nazwa "Ayo, masuk. Gabung aja" tambahnya


"Bukanya gak mau, gak enak aja kalo gue gabung sama temen-temen lo, sama anak Bangtan. Kalo ada Zikonya gue sih ayo aja" tolak Dejun. Ternyata dia kenal sama Ziko


"Terus mau lo gimana?"


"Kalo gue minta lo temenin gue ngobrol mau gak? Ganggu gak?" Tanya Dejun


"Ya gak papa sih, ayo" jawab Nazwa "Tapi disini aja gak papa ya? Soalnya gak enak kalo harus pergi"


"Iya, gak papa"


Dejun duduk di tempat yang Ayah duduki tadi


"Kenapa?"


"Gak kenapa-napa sih, cuma mau ngobrol aja sama lo" jawab Dejun "kangen juga" tambahnya


Keduanya tertawa


"Iya tau, gue kan orangnya ngangenin"


Tin!


Sedang asik ngobrol, ada sebuah mobil hitam berhenti di dekat mereka. Dejun menghelakan napasnya tau siapa orang itu


Nazwa menatap Dejun seolah bertanya 'Siapa?'


"Gue harus pergi" kata Dejun


"Oh? Yaudah. Dilanjut nanti aja ngobrol" balas Nazwa


"Kalo gue telpon, lo mau angkat gak?"


"Iya lah. Kalo mau telpon, telpon aja"


Dejun tersenyum senang


"Yaudah, gue duluan ya"


Nazwa tersenyum, menganggukan kepalanya. Lalu Dejun pergi, masuk ke dalam mobil. Nazwa kembali masuk menghampiri teman-temannya


Di dalam mobil


"Cewe tadi si-"


"Gak usah ikut campur soal temen-temen gue" potong Dejun dingin


"Nazwa Salzabilah. Jurusan kedokteran semester 2. Anak beasiswa di SHU berkata bantuan keluarga Arghantara"


Dejun menatap laki-laki yang disebelahnya menahan kesal


"Lo pikir gue gak tau, lo lagi deket sama dia? Lo tau sendiri apa yang terjadi kalo sampe Papa tau tentang lo dan cewe itu"


"Jangan ganggu Nazwa" balas Dejun


TBC~


...WhatsApp...


Kokopandan


________________________


Bestieee


What are you doing?


... Apaan sih Ko? To the poin aja deh...


Pusing Na


Orang" malem minggu meluk ayang


Lah gue meluk guling


... Sedikit sedih...


:"


... Gak papa bestie malem minggu gak bisa meluk ayang. Masih bisa meluk agama:)...


Kena mental break down


...😌...