The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
canggung



Karena sadar dengan kehadiran aletta, kenan langsung bersembunyi dibalik rak buku.


Aletta celingukan mencari kenan sambil menahan perutnya yang terasa mulas.


"tadi perasaan dia masuk kesini deh".


gumam aletta pelan.


Ceklekk...


Aletta cemas karena ada seseorang yang hendak masuk ruangan.


Srettt...


Tiba tiba kenan menarik aletta untuk mengumpat bersama, mereka pun berpelukan karena tempat yang begitu sempit.


Mereka saling pandang selang beberapa detik, setelah itu...


Psstt...


Tak lama kemudian kenan mencium aroma aroma busuk.


"kamu kentut ya".


bisik kenan serasa ingin muntah.


"maaf".


Setelah dosen keluar dari ruangannya, akhirnya mereka bisa bernapas dengan lega.


"untung aku ga mati keracunan tau ga!".


bentak kenan kesal.


"kamu mau nyuri ya".


ujar aletta spontan.


"heeei !!! Sekolah ini pun bisa aku beli kalau mau".


ucap kenan dengan nada songongnya.


"masaa..?".


jawab aletta dengan nada remeh.


"kamu itu bisa ga sih ga ikut campur urusan orang? Haa?".


kenan tampak kesal karena disetiap masalah selalu ada aletta.


"aku ga ikut campur, aku cuma curiga aja ada seorang siswa masuk diruang dosen celingukan kaya mau maling".


jelas aletta.


"itu namanya ikut campur, kamu juga kemaren yang jawab telpon di hp aku kan?!".


sahut kenan.


"hheei..kalau itu..., abis hp kamu berisik, ganggu orang mau tidur".


ujarnya gugup.


"kan bisa bangunin aku? Mau alasan apa lagi haa?!".


ucap kenan tidak menerima alasan apapun dari aletta.


Ceklekk...


Mereka berdua seketika terkejut dan mati kutu ditempat ketika dosen mereka tiba tiba kembali.


"kalian ngapain diruangan saya? Bukannya ga ada janji apa apa sebelumnya?".


Ujar pak dosen curiga.


"a..ee..aahh..itu apa namanya, iya mau konfirmasi pak apa itu pembagian kelompoknya kayanya kurang tepat".


ucap kenan gelagapan.


"apanya yang kurang tepat saya lebih tahu dari pada kamu".


jawab pak dosen.


"kalau gitu biarin aileen pindah dikelompok saya ya pak".


ujar kenan mencoba membujuk.


"ga, udah sana keluar, oh ya kamu ngapain kesini?".


ucap pak dosen menunjuk aletta.


"haa? Aku nemenin dia pak iya hehe yaudah pak permisi".


"urusan kita belum selesai ya!".


ujar kenan.


"bodo amat ".


aletta berlari sangat kencang menuju toilet.


"wooyyy !!!".


kenan meneriaki aletta.


Setelah selesai mengeluarkan sesuatu yang melegakan di kamar mandi, aletta langsung berlari kecil menuju kantin untuk menghampiri sandra.


Hosshh...hoshh..hosshh...


aletta terengah, sembari mengatur napas. "maaf yah, lama banget ya, ada hambatan dikit soalnya"


jelas aletta.


"haha..iya gapapa".


"habis ini kita mau kemana?".


tanya aletta.


"kalau aku sih harus kerja part time".


jelas sandra.


"k kamu kerja? Dimana?".


"di coffee house"


jawab sandra mengangguk pelan.


"nanti aku bakal sering kesana deh, semangatt !!!".


ucap aletta tertawa riang.


"yaudah yuk udah sore".


"mau pulang bareng?".


tanya aletta.


"engga aku udah bawa sepeda sendiri kok".


jelas sandra.


"yaudah kalau gitu hati hati ya".


___________________________________________


Setibanya dirumah, aletta tidak sabar untuk segera mandi dan menghampiri sandra ditempat kerjanya, saat hendak masuk ke kamar mandi ia terkejut dengan kenan yang selesai mandi dan sedang cuci muka di wastafel hanya mengenakan handuk.



"hahhh.. aaa...".


aletta menutup matanya dengan kedua telapak tangan.


"kenapa kamu? Baru tahu kalau badan aku bagus? hhh...".


ujar kenan menyombongkan diri.


"enak aja, minggir aku mau mandi".


ucap aletta ketus.


"mandi tinggal mandi ngapain harus minggir".


balas kenan.


"ya kamu ngalangin jalan".


"ribet banget sih".


kenan memepetkan tubuhnya ke wastafel.


Srttt....


Tidak sengaja handuk kenan tiba tiba melorot karena tersenggol aletta, aletta langsung menjerit dan berbalik badan karena terkejut.


"heeei !!! Ngapain masih disini! Keluar keluar". kenan gelagapan membenarkan handuknya dan mendorong aletta agar keluar dari kamar mandi.


"kamu buruan pergii aku mau mandi!!!".


teriak aletta dengan mata masih terpejam.


Kenan langsung keluar dari kamar mandi dan segera ganti baju.


Tak lama kemudian, setelah selesai mandi, kenan menatap tajam aletta dan perlahan menghampirinya.


"kamu tadi lihat kan?".


ujar kenan gugup dan juga canggung.


aletta menelan ludah melihat tubuh kenan yang sangat dekat dengannya.


"bohoong !".


kenan semakin mendekatkan wajahnya pada aletta.


"be beneran".


aletta sedikit menghindar dari kenan.


"ciihh... kamu pasti lihat ".


"engga!!!".


bentak aletta.


"bohong..".


kenan mengejar aletta yang hendak kabur keluar.


"aaaaa...!!! Engga lihat haha, beneran".


aletta berlari menjauh dari kenan.


sreett .... Bruukkk...


Kenan menarik lengan aletta dan menindihinya di sofa agar tidak bisa lari. Mereka saling pandang hingga beberapa detik dan suasana menjadi canggung setelahnya.


"grhhmmm...yaudah pergi sana!".


Ujar kenan terlihat salting.


Aletta pun langsung beranjak bangun dan begitu canggung melihat kenan, ia kemudian segera mengambil tas nya dan pergi keluar.


setelah aletta keluar kamar, Kenan menunduk kebawah melihat juniornya.


"aiishhh...pasti dia lihat".


___________________________________________


Aletta tersenyum melambai ke kaca cafe tempat sandra bekerja.


"aku mau coffee latte satu ".


aletta tertawa kecil pada temannya itu.


Sembari duduk menunggu pesanan, aletta melamun dan masih terngiang dipikirannya soal handuk kenan yang jatuh karena ia begitu ingat dan jelas melihat junior kenan.


"aashhh...ga ga ga, aku ga lihat ".


gumam aletta sembari menepuk nepuk pipinya.


"huuffttt...tarik napass..huufftt... Ga boleh dipikirin".


imbuhnya


"ada apa sih?".


sandra menghampiri aletta karena terlihat aneh.


"haa? Mm..eng engga, duduk aja kita ngobrol".


aletta gelagapan melihat sandra tiba-tiba disampingnya.


"tapi jangan lama lama nanti aku dipecat haha".


jawab sandra.


"aasshh...kenapa ingat terus sih ".


ucap aletta dalam hati.


"oh ya gimana soal tugas kita?".


tanya sandra memulai percakapan.


"haanduukk..".


gumam aletta lirih.


"apa? Aletta ? helloo? Are you okay?".


tanya sandra khawatir dengan aletta yang terlihat aneh.


"hahh? He.emm..".


aletta mengangguk pelan.


"lagi ada masalah ya?".


tanya sandra.


"ahh engga kok, kayanya aku harus pergi dulu deh, nanti aku kabarin lagi yah".


ujar aletta beranjak dari tempat duduk.


"yaudah hati hati, kalau ada apa-apa kabarin, byee..".


ucap sandra melambai pada aletta.


Aletta terus mengoceh disepanjang jalan, ia sangat kesal karena pikirannya terus mengingat masalah kenan.


"aasshhh...coba kalau waktu itu aku pulang lebih lambat pasti ga bakal terjadi, ga ga ga..yang salah harus tetep dia, seharusnya dia buruan ganti baju trus baru deh cuci muka".


Diperjalanan menuju basecamp, kenan melihat aletta tampak seperti orang gila yang sedang berjalan dipinggir jalan sambil menendang batu-batu kecil dan sesekali menepuk kepalanya sendiri, ia pun langsung menghentikan mobilnya tepat didepan aletta.


"hahh! kenan? ngapain kamu ada disini?".


tanya aletta terkejut.


"yang ada aku yang tanya, ngapain malem- malem jalan sendirian kaya orang ga jelas, buruan masuk, tadi bukannya kamu bawa mobil ya?".


oceh kenan.


Aletta kembali mengingat ingat.


" oh iyaa, hehe aku lupa masih didepan cafe mobilnya".


kenan geleng-geleng kepala.


"asshh...dasar ceroboh".


Selama diperjalanan, mereka berdua saling diam dan masih dibuat canggung atas kejadian yang habis menimpa mereka.


"ggrrhhmm..mm...kamuu mau kemana? Tanya aletta mencoba memecahkan suasana yang canggung.


"bukan urusan kamu".


jawab kenan ketus.


Setelah pertanyaan yang dilontarkan aletta dan mendapat jawaban ketus, suasana pun kembali hening.


Karena tidak tahan dengan sikap kenan, aletta pun berteriak kesal.


"heeeei!!! Aku ini manusia juga!".


teriak aletta.


"ya emang siapa yang bilang monyet? Ga ada kan? Coba deh ngaca".


kenan mengarahkan kaca spion dalam ke wajah aletta.


"aduuhh mirip ternyata ".


imbuh kenan tertawa kecil.


Aletta langsung memukul lengan kenan.


"gausah rese deh".


"oh ya kamu tadi beneran lihat kan ".


kenan masih begitu penasaran.


"kenapa di bahas lagi sih! ".


aletta berdecak kesal kenoleh ke arah kenan.


"tinggal jawab juga".


sahut kenan.


" sedikiit...".


ujar aletta menyupitkan jarinya.


"hee heeeeeii !!! ".


kenan berteriak kemudian menghentikan mobilnya mendadak.


Jeduugg...


"aduuh liat jalan dong kalau nyetir!".


aletta menggoaok-gosok dahunya karena terpentok dashboard.


"aarrgghh...aku sampe ga fokus nyetir tau ga! Heeh!! Kamu harus lupain itu! Atau kalau engga..".


kenan mendekatkan wajahnya ke wajah aletta seperti orang hendak mencium.


"aaaa...!!! kenan apaan sih! Lagian..grhhmm..ngapain juga aku inget inget".


aletta mendorong wajah kenan, ia tampak gugup melihat kenan.


"Ashh... bisa gila aku !".


Kenan menatap aletta sejenak, dan mengacak acak rambutnya kemudian kembali melajukan mobilnya.