
"ayo dongg sandraa, kenapa ga dibales-bales sih pesan darigue".
Gerutu ken, kakinya tidak bisa berhenti bergerak.
Drrttt...
"Nahh dari sandra".
Ken segera melihat pesannya dan dibaca rame-rame.
"Ogah katanya".
Isi pesan dari sandra.
Semua teman-temannya seketika bubar dan menahan tawa masing-masing.
"Apa haa? Mau ngejek !".
Bentak ken semakin kesal.
Sepulang sekolah, ken lagi-lagi menunggu perempuan itu didekat gerbang.
"Eh tunggu...".
Ucap ken menahan tangan wanita itu.
"Kenapa lagi ken?".
"Kita kayanya perlu ngobrol deh, pleasee...bentar aja, yah..".
Ujar ken memohon.
Perempuan itu pun mengangguk mengiyakan permintaan ken, mereka berdua kemudian pergi ke atap untuk mengobrol.
"Ada apa? Aku ga punya banyak waktu karena harus kerja".
Jelas wanita itu.
"K kamu kerja?".
"Ken sorry ya gue potong omongan kamu, nama aku kara, gatau bener atau engganya insting aku soal kamu, tapi kayanya kamu lagi mau deketin aku ya? Terserah itu bener atau engga, mau kamu bilang aku keoedean pun terserah, tapi yang pasti kalau itu bener, mending kamu cari orang lain".
"Kenapa gitu ngomongnya? Kamu ga liat effort aku selama ini buat deketin kamu bahkan cuma buat tau nama kamu aja susah".
Karen terheran-heran dengan sikap kara.
"Aku tau, kita aja udah ga cocok ken dari segi materi, kamu bisa beli apapun yang kamu mau sedangkan aku? Aku aja habis pulang sekolah harus kerja dulu buat bayar kuliah aku".
"Ya terus kenapa? Apa masalahnya, aku cinta kamu udah selesai !".
Bentak ken tak mengerti dengan alasan kara.
"Kamu itu ga ngerti, makanya aku bilang ini dari awal sebelum aku dan kamu punya perasaan lebih, lagian gimana bisa kamu baru ketemu gitu aja bilang cinta, itu bukn cinta namanya itu nafsu. Kita aja belum saling memahami satu sama lain, segampang itu kamu bilang cinta. Lagian aku sebentar lagi mau pindah, jadi buat apa kita mengenal lebih dekat, aku permisi".
Kara berlalu meninggalkan ken yang masih terperanga dengan ucapannya.
Ken berteriak sangat kencang meluapkan kekesalannya.
*Rumah Kenan*
Kenan mengusap-usap perut aletta dengan lembut, ia sesekali menempelkan telingannya dan mengajak ngobrol.
"Hallo... Kamu lagi ngapain disitu, heii .. kamu lagi main bola ya kok perut mama ditendang-tendang sih, nanti aja main bolanya pas kamu udah keluar dari sini, kamu tahu ga ini suara siapa? Ini suara papa, dari suaranya saja udah terlihat ganteng kan , pasti nanti kamu mirip papa. Nanti papa sama mama mau liburan sama temen-temen kamu didalem bobo pules ya, jangan rewel kasihan mama, okee".
Tiba-tiba bayi aletta menendang.
"Tuh oke katanya".
"Yaudah yuk kita siap-siap ke basecamp".
Kenan mulai membawa barang-barang nya kedalam mobil.
"Kita barengan berangkatnya? Yakin?".
Tanya aletta melihat kenan memasukkan barang-barang nya dimobil kenan.
"Kenapa emang? Lagian mana mungkin aku biarin kamu nyetir sendirian".
"Kan ada supir kenaan..".
"Ya tetep aja aku khawatir".
Setibanya di basecamp semua mendekat ke arah kenan dan aletta yang berangkat bersamaan.
"Kalian kok bisa barengan?".
aileen menatap curiga pada kenan dan aletta.
"Kenan yang nawarin".
Balas aletta tanpa ragu.
"Iya, soalnya rumah kita searah, tadi ga sengaja liat aletta mau berangkat yaudah aku suruh sekalian aja".
Jelas kenan.
"Tapi kalau gue lihat-lihat kalian tuh makin lama makin akrab tau ga sih".
Gumam ken semakin curiga.
"Lagian kalau gue deket sama dia kalian juga ga rugi kan?".
Ucap kenan membuat aileen sedikit tertegun.
"Iya juga sih, yaudah yuk kita cabut".
Ujar ken mulai menaikkan barang-barang nya ke bagasi mobil.
Swwwiiiinnggssttttt....
Pesawat mendaray tepat di bandara denpasar bali.
Semuanya bergegas membawa barang masing-masing ke mobil menuju hotel.
Setibanya di hotel, aileen melihat kenan yang tampak lebih peduli dengan aletta di banding dengan dirinya, kenan membantu membawakan satu koper aletta membuat aileen semakin cemburu.
"Aku bisa sendiri kok".
Sahut aletta melihat aileen yang tampak tidak suka.
"Bawel !".
"Lo jadian ya sama kenan".
Bisik sandra pada aletta.
"Enak aja !".
Setelah tiba di kamar masing-masing semuanya mulai beristirahat untuk mengisi tenaga agar tidak kelelahan saat jalan-jalan besok.
"Elo pasti kesel ya sama aletta".
Ujar ellen yang satu kamar dengan aileen.
"Paan sih biasa aja".
Aileen menyibukkan diri ia enggan meladenin omongan ellen.
"Mmm... Kalau gue sih kadang-kadang juga kesel sama dia tapi kadang engga gatau deh".
Ellen kembali memancing aileen untuk bercerita.
"Hhh... Gue tidur dulu".
Ujar aileen menarik selimut dan membelakangi ellen.
"Iishhh...".
Ellen berdecak kesal karena merasa di kacangin.
Keesokan harinya semua berkumpul di taman hotel, semuanya merenggangkan tubuh dan memulai pemanasan.
"Hoaammsss... Sejuk banget, udah lama gue ga ngerasain ini".
Ucap sandra .
Karen merangkul sandra dari belakang.
"Gue bisa kok bikin lo ngerasain kaya gini setiap hari".
"Dih ?".
Sandra menepis tangan karen yang melingkar dilehernya.
"Yaudah yuk cabut ke pantai".
Pungkas ken tidak sabar.
Setibanya di pantai, aletta duduk di tepi pantai sembari bermain pasir dengan sandra.
Aletta sedikit kesal melihat aileen dan kenan saling kejar-kejaran.
"Kenapa sih? Kesana yuk gabung?".
Sandra mulai bosan hanya duduk sambil mengaduk-aduk pasir.
"Ngga ah, lo kesana aja dulu, nanti gue susul, gue tiba-tiba ga mood".
Ujar aletta lesu.
"Yaudah gue kesana dulu ya".
"Aletta sini...".
Teriak karen dari jauh, karena aletta tak kunjung beranjak dari tempat duduknya ia pun menghampiri aletta.
"Kenapa? Ayo kesana, murung aja orang lagi liburan juga, galau ya... Mikirin aku?".
Ujar karen mencoba menghibur aletta.
"Apaan sih ga jelas, yaudah bantuin".
Aletta mengulurkan tangannya pada karen.
"Aduuh berat banget...".
Ledek karen sembari menarik tangan aletta.
"Yee... Rese lo".
Aletta kemudian berlari meninggalkan karen sendirian.
"Lah.. malah gue ditinggal".
Karen kemudian menyusul aletta dkk.
berjam-jam sudah mereka berada di pantai hingga membuat kulit putih mereka menjadi sedikit sawo matang.
"woahh hahaha kalian gosong semua".
ujar karen menujuk teman-temannya, ia tidak sadar jika dia lah yang paling gosong.
"ngacaa !".
timpal sandra menumbuhkan gelak tawa.
"kemana lagi nih kita?".
tanya aileen mulai kelelahan.
"cari makan dulu yuk, disitu kayanya enak".
ucap kenan menunjuk sebuah restaurant di sebrang jalan.
"wah.. rame banget, kayanya enak, liat deh tukang delivery nya keliatan buru-buru banget".
gumam ken.
tak lama setelah itu, tiba-tiba tukang delivery yang barusan ken omongin kehilangan keseimbangan hingga melaju sangat kencang ke arah ellen yang hendak menyebrang.
"ellen... !!!".
teriak aletta menarik tangan ellen agar tidak tertabrak, namun usaha aletta malah membuat dirinya tertabrak.
darah perlahan mengalir dari kening aletta dan beberapa luka di tubuhnya, karena tabrakan yang sangat kencang membuat aletta mengalami pendaraha yang cukup serius.
kenan langsung berlari menghampiri aletta dan memeluknya, ia menangis tersedu melihat kondisi aletta tanpa peduli dengan teman-teman yang sedang melihat nya.
"arrghh...akkhh... kenan... sakiiitt".
rintih aletta meneteskan air mata. Ia tak kuasa menahan sakit di perutnya hingga luka lainnya pun tak terasa.
ngilu, perih semuanya campur aduk menjadi satu didalam perut aletta.
kenan yang melihat darah keluar dari **** ***** aletta membuatnya semakin khawatir.
"aletta... kamu kuat! kamu bertahan ya... sabar yaa".
ucap kenan gemetar memeluk tubuh aletta.
"kenan sakiiittt...aku ga kuat".
rintih aletta kembali kemudian pingsan.