
Setibanya disekolah, aletta sudah tidak sabar untuk bertemu sandra dan membawakannya beberapa oleh oleh.
"waahhh...makasih ya".
ujar sandra terlihat gembira.
" iya, aku bingung mau beli apa tadinya, tapi aku liat baju ini kayanya cocok buat kamu dan sekalian aku beliin cokelat biar kamu lebih happy lagi haha".
jelas aletta.
"oh ya kemaren kenan juga kesana loh, tapi kemaren kenan udah pulang udah masuk sekolah soalnya, awalnya aku kira kalian kesana barengan".
ucap sandra.
" hah? Ha ha ya engga lah haha... oh ya kamu udah masuk di grup kelompok kita kan? Katanya sih nanti pas pulang mau dibicarain di kantin".
aletta kencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"iya aku udah baca kok".
" yaudah yuk kalau gitu".
____________________________________________
•lapas sel no.07•
"hikss...kamu ga seharusnya ada disini pa".
ucap Ny.Ajeng Tersedu.
" aku baik baik saja, gimana keadaan anak kita sandra? Apa dia baik baik saja ? apa dia semakin gemuk haha seharusnya aku menemani dia bertumbuh dewasa, tolong pastikan dia makan dengan baik".
ujar Tn.wijaya mengusapa air matanya.
"dia selalu bilang baik baik saja, tapi setiap melihat dia aku merasa seperti sedang merebut kebahagiaan dia, hiks..hikss...dia tidak bisa melakukan kegiatan seperti teman temannya karena ia harus bekerja, semuanya berubah dalam semalam begitu kamu ditangkap, kenapaa...kenapa mereka tega sama kita paa hiks...hikss...aku bakal buktiin ke mereka bahwa kamu ga berhak disini".
ucap Ny.Ajeng dengan emosi yang meletup-letup.
Sipir : " waktu kunjungan habis".
Ny. Ajeng tersenyum tipis menatap nanar suaminya yang hendak masuk ke dalam sel tahanan.
" semuanya akan kembali seperti semula". Ny.Ajeng bergumam pelan.
___________________________________________
•kantin•
" hoaahh...dari dulu pelajaran pak sam selaaaluu ngebosenin".
ujar aileen sembari merenggangkan tubuh.
"bener banget ".
sahut kenan.
" mau pesen apa? Biar gue yang pesenin".
ujar karen.
"oke, kita ga perlu bayar kan?".
balas kenzo.
" tenang aja, buat ngehidupin tuju istri pun uang gue ga akan habis ".
ujarnya membuat semua teman temannya tertawa.
"baiklah, kalau gitu pesenin kita terserah, pastikan itu menu mahal yaa!".
ucap kenzo menantang.
" heeii !! eli mau meres gue?".
teriak karen.
"elo sendiri kan yang bilang, katanya buat ngehidupin tuju istri pun ga bakal habis".
balas kenzo tertawa kecil.
" aashh baiklah...bahkan gue juga bisa ngerebut ellen dari lo, berhati hatilah ".
ucap karen berbisik pada kenzo.
"apa? Apa yang dia bilang?".
tanya ellen sedikit samar mendengar ucapan karen.
" dia bilang kamu terlalu cantik dan pantes pilih aku".
jelas kenzo.
"heeiii !!! gue ga bilang gitu yaa!!!".
teriak karen.
" jadi pesen ga sih?!".
ucap kenan mulai risih dengan perdebatan temanya.
" kenan, kelompok lo ga lagi kumpul sekarang kan?".
tanya ken.
"apa? masa? Tau dari mana?".
ucap kenan bingung.
Ken menunjuk ke sekerumunan orang.
" itu bukannya kelompok lo ya?".
Kenan seketika mengecek hpnya.
"aasshh...gue duluan".
" pfftt...sepertinya kita berjodoh haha makanya kita satu kelompok ".
ujar ellen manja pada kenzo.
"benar katamu ".
ucap kenzo kemudian mencium pipi ellen.
" heeii !!! Kenzo!!!
teriak ken dan aileen serentak.
"elo gila ya?".
ucap aileen ketus.
sahut ken.
"abis aku ga tahan liat ellen ku yang sangat maaanis ini".
ujar kenzo mencubit gemas pipi ellen.
" hoahh...kalian menjijikan".
timpal aileen.
"makanan datang...hah...mana kenan?".
ujar karen meletakkan makanan yang sedang ia bawa.
" tuh lagi ngerjain tugas".
ken menunjuk ke arah kenan.
"kasihan banget nasibnya dapet kelompok rajin".
gumam karen melihat kenan dengan tatapan melas.
" gue malah berharap dapat satu kelompok sama mereka ppfftt...".
ujar aileen bergumam pelan.
"omong omong, kapan kelompok kita ngerjain tugasnya?".
tanya ellen merasa hanya kelompok nya saja yang sedang bersantai-santai.
" gue aja lupa wajah wajah kelompok gue siapa aja".
sahut ken.
Mereka pun menoleh ke arah kenan dengan muka kasihan.
"menurut kalian kita berkunjung kemana?".
ujar cika.
"kira kira tempat yang ga memungkinkan kelompok lain kunjungi juga itu dimana ya".
jawab aletta.
Srruuuppp....suuurrrppp....
Kenan dengan PD nya meminum es sampai habis hingga menimbulkan suara sedangkan yang lain sedang sibuk membahas materi, seketika satu kelompok menatap geram kearahnya.
Kenan terlihat bingung dengan tatapan teman-temannya.
"hah ? Ee...ayo silahkan di lanjut hehe sorry".
"mau ke tempat yang ga boleh dikunjungi pasti juga ga mungkin".
ujar david.
" emang ada? Dimana?".
tanya aletta bingung.
"kurang tau juga".
" yaudah ke pabrik mobil aja, pasti juga sulit dapet izinnya".
sahut kenan.
"iya setuju".
semuanya manggut-manggut mendengar ide kenan.
" jadi tujuan kita mau kemana? Honda? Daihatsu? Toyota? Suzuki? Mazda ? Atau...".
tanya cika.
"cari aja yang paling sulit dapet izinnya".
sahut kenan.
"oke, jadi kapan nih kita kesananya?".
tanya aletta.
"gue harus ikut ya?".
ujar kenan dengan sangat enteng nya.
Semuanya terdiam karena tidak berani untuk tidak menjawab iya.
Brakkk!!!
Aletta menggebrak meja karena kesal.
" menurut kamu?! pake tanya lagi, kalau sampai ada yang ga ikut yaudah gapapa tapi jangan harap nama nya di tulis".
ujar aletta dengan tegas.
Semuanya pun sontak menoleh ke arah aletta dan mengangguk.
" oke pembahasan kali ini kita tutup dan sepakat dengan tempat yang udah ditentukan, yaudah yuk kita langsung aja terjun ke lapangan".
ujar cika.
"sekarang?".
ucap kenan dan aletta barengan.
" emang kapan lagi? Lusa udah harus dikumpulin, belum nanti kita masih edit video dan cari materi didalamnya".
jelas david.
"bener juga sih".
" yaudah yuk kalau gitu langsung aja".
Dari kejauhan angela dkk, memandang sinis aletta yang sedang berjalan tertawa lepas seperti tidak mempunyai masalah sama sekali.
"ciihh...kenapa sekarang jadi dia sih yang jadi pusat perhatian".
gerutu angela sangat kesal.
" aku iri sama dia, baru juga masuk udah deket sama kenan mmm...senangnyaa...".
gumam windy.
"hhh...apaan sih, kita harus buru buru cari cara, tapi jangan sampai ketahuan kalau itu ulah kita ".
ujar angela tersenyum sinis.