
Sesampainya dirumah barunya, aletta dan kenan langsung beristirahat karena sangat kelelahan.
"heeii !!! Kamu gila ya? Ngapain disini?".
ucap aletta mendorong tubuh kenan yang ikut masuk ke kamar.
"kamu pikir?".
tanya kenan.
"kita tetep satu kamar?".
"menurut kamu?".
jawab kenan semakin membuat aletta kesal.
"ciihhh...rumah sebesar ini? Emang ga ada kamar lain? Kamu sengaja kan mau modusin aku! ".
Aletta melempar guling ke muka kenan.
"ada sih, kamar bibi, sama kamar scurity, sama kamar tukang kebun, mau tidur bareng mereka ? Silahkan aja ga ada yang ngelarang juga".
ujar kenan kemudian merebahkan tubuhnya dikasur.
"ya masa kamar utama cuma satu? Ini bisa muat 20 kamar loh".
protes aletta tak terima.
"arrgghh...banyak omong ya kamu, sinii". kenan menarik tangan aletta dan membawanya didepan sebuah ruangan.
" lihatt !!! Digembok kan?! orang tua kita sengaja biar kita makin deket, puass??!!! kamar lainnya juga digembok, Aashh...kamu pingsan dikamar 3 hari pun aku juga ga bakal apa apain kamu! ".
ujar kenan kembali ke kamar diikuti dengan aletta.
"iishhh...".
aletta berdecak kesal.
Drrttt...drrrtttt....
( panggilan dari aileen, geser untuk mengangkat).
Aletta mengintip kenan karena tak kunjung mengangkat telponnya.
"pantes aja, orang udah tidur".
__________________________________________
(Nomor yang anda tuju .....)
"cckk...kemana sih kenan, di basecamp ga ada, di rumah juga ga ada".
aileen terus mencoba menghubungi kenan.
(Terhubung)
*via telepon*
Aileen : "(tersenyum senang) hallo kenan, kamu lagi ngapain?".
Aletta : "hallo, aku lagi istirahat jangan ganggu dulu ya ( dengan suara dibesar besar kan dan dibuat serak agar seperti suara pria )".
Aileen : "suara kamu kenapa? Kok jadi aneh gitu?".
Aletta : "aku grhhmm..pilek".
Aileen : "udah minum obat, kamu beneran ga papa?".
Aletta : "aku mau tidur".
Aileen : "ohh gitu ya, yaudah deh istirahat aja, maaf kalau ganggu (menutup telepon)".
__________________________________________
Aletta tersenyum jahil melihat kenan yang tertidur pulas.
"salah siapa ganggu orang tidur ".
gumam aletta meletakan hp kenan ke tempat semula.
Keesokan harinya..
di kampus, aileen menunggu kedatangan kenan karena sangat khawatir.
Aileen sesekali melihat jam tangannya, karena sudah siang kenan tak kunjung tiba juga.
Aileen tampak begitu cemas dan mondar mandir didepan gerbang menunggu mobil kenan datang, selang beberapa menit senyum aileen mulai terpancar karena hal yang ditunggu tunggu akhirnya tiba.
Aileen berlari menghampiri kenan dan menanyakan keadaannya.
"hah?".
kenan merasa bingung dengan pertanyaan aileen karena ia merasa sehat-sehat saja dari kemarin.
Aileen memutar tubuh kenan memastikan jika tidak terjadi apa apa.
"udah sembuh?".
tanyanya.
"se sembuh?".
kenan mengernyitkan dahi merasa bingung.
"kemaren aku telpon kamu, katanya kamu pilek, aku khawatir tau".
jelas aileen.
"ohh ahaha..iya udah mendingan kemaren juga ga ke basecamp buat istirahat".
ujarnya sedikit gugup.
"ini pasti kerjaannya bedebah itu ".
gumam kenan dalam hati.
"yaudah yuk masuk kelas".
ujar aileen.
____________________________________________
"gimana kalau kamu pindah ke kelas gue aja, soalnya kemarin gue udah bilang mau pindah ke kelas lo tapi gabisa, mungkin kalo kelas lo ke kelas gue bisa".
ujar. sandra.
"biar nanti aku yang coba ngomong".
ucap aletta.
Sandra tersenyum dan mengangguk.
Angela melihat aletta dari kejauhan dengan tatapan penuh amarah.
"semenjak ada dia semuanya jadi kacau, bagaimanapun juga aku harus singkirin dia pelan pelan".
ucapnya dalam hati.
beberapa jam kemudian, mata pelajaran di mulai, kini sandra telah berhasil pindah satu kelas dengan aletta.
Dosen : "perhatikan apa yang saya jelaskan karena saya tidak akan mau mengulanginya lagi".
Dosen : " Toko kue X memiliki data sebagai berikut.
Aktiva Rp. 50.000.000,00
Kewajiban Rp17.500.000,00
Dengan demikian ekuitas perusahaan sebesar…?, ada yang bisa menjawab?".
karen mengacungkan jari, membuat seisi kelas bersorak padanya.
"wuuiihhhh...".
prokk...prokkk...prrokk...
" jika Aktiva Rp. 50.000.000,00 dan
Kewajiban Rp17.500.000,00 , besar kemungkinan dua digit angka depan nomor aletta adalah 08 hehe".
karen garuk-garuk kepala merasa malu.
Jawaban dari karen itu pun mendapat sorakan dari satu kelas.
"huuuu....".
Dosen : "kamu mau istirahat di matkul bapak?".
"engga pak becanda".
karen langsung duduk tegap.
Dosen : "oh ya info tugas buat kalian".
All : "yaahh bapakk".
Dosen : "bapak ada tugas buat kalian berkelompok, nanti pembagian kelompoknya akan bapak tempel di mading, tugasnya yaitu membuat video wawancara di salah satu perusahaan, pabrik maupun toko, kalian analisis berapa kira kira pendapatan tiap taunnya dan kalian buat soal masing masing bab, satu soal selama satu semester ini , sekian dari bapak jika ada yang keberatan bisa langsung istirahat dan ga perlu ikut matkul bapak lagi, baik silahkan melanjutkan aktivitas kalian".
All : "aahhh...(keluh semua siswa)".
"semoga aja kita satu kelompok ya".
ujar aletta sambil berjalan menuju kantin.
"iyaa, makasih ya udah bantuin aku, kalau aku masih dikelas aku yang lama ga mungkin aku dapat kelompok atau ujung ujungnya mereka nyuruh aku buat ngerjain sendirian".
ucap sandra sedikit lega.
"udah gausah dipikir".
imbuh aletta.
"ehh...udah pada rame rame didepan mading tuh, mau lihat?".
ucap sandra menunjuk ke arah mading.
"yuk".
Aileen tertunduk lesu karena ia tidak satu kelompok dengan kenan.
"selamat tinggal teman teman kita berpisah untuk sementara".
ucap ken menepuk pundak kenan dengan muka memelas.
Kenan melihat ken dengan wajah datarnya.
"mau gua tampol lu?".
"ga asik banget sih tu dosen, ngapain juga kita dipisah pisah kan jadi ga bisa becandaan waktu ngerjain tugasnya, untung aja ada ellen ku".
ujar kenzo tersenyum manja pada ellen.
"ehh...aileen elo satu kelompok sama siapa".
tanya karen.
Aileen melihat kesal ke arah karen dan Karen pun menunjuk diri sendiri karena bingung.
Aileen mengangguk menunjukkan bahwa ia satu kelompok dengan karen.
"yeayy...kita satu kelompok, mau ngerjain kapan?".
ucap aletta senang.
"ngikut aja aku mah, tapi bukannya kita juga harus diskusiin dulu sama yang lain?".
ujar sandra.
"iya sih, tapi males ga sih enakan berdua haha".
balas aletta.
"yaudah yuk ke kantin".
"aduuhh..duuhh...kamu duluan aja ke kantinnya ntar aku nyusul".
ucap aletta sembari memegang perutnya sangat kencang dan berlari menuju toilet.
"haha yaudah deh awas keluar dicelana".
teriak sandra.
Saat berjalan dikoridor hendak menuju ke toilet, aletta tidak sengaja melihat kenan masuk ke ruang dosen dengan gerak gerik mencurigakan.
Karena penasaran aletta pun mengikuti kenan dari belakang.