
"Besok aku udah masuk sekolah. Aahhh... Gasabar buat cepet cepet tidur, oh ya... Tadi dikampus kamu ketemu sama sandra ga? Dia baik baik aja kan?".
Ujar aletta sedikit tidak jelas karena masih mengunyah makanan.
"Kenapa bisa? gitu loh ! orang orang bilang kalau kamu itu tuan putri? Dari mananya coba jelasin?".
Kenan keheranan menatap jijik aletta.
Gleekkk...
Dia kemudian menelan makanannya dan mulai berbicara.
"Yaudah sii... tuan putri ga harus perfect juga kan?".
Aletta bangkit dari tempat duduk dan mendekatkan wajahnya pada kenan.
Dia kemudian pergi ke kamar.
"Heii... Kamu ga cuci tangan dulu?".
Teriak kenan mengejar aletta.
Keesokan harinya~
"Aletta....!!!! Emmm... gue kangen banget sama lo. Gimana udah mendingan?".
Sandra berlari kecil menghampiri aletta lalu memeluknya sangat erat.
"Woahh... Berapa ukuran cincin yang akan diberikan suami lo nanti".
Ujar sandra memegang tangan aletta dan melihat jari aletta yang masih bengkak.
"Cincin?! Hah!".
Aletta mematung. Dia melotot tertegun dengan ucapan sandra. Dia baru saja mengingat sebelum sakit jarinya masih mengenakan cincin, tapi begitu dilihatnya kembali hanya ada tangan bengkak yang kosong.
"Mmm.... Huaaa... Gimana gimana gimana!".
Teriak aletta sangat panik.
"Kenapa? Jangan bilang elo kehilangan cincin lo?".
Tanya sandra menaikkan alis sebelah.
"Mmm... gue harus nyari dimana?".
Ucap aletta menunduk lesu.
"Habis ini gue temenin cari di rumah sakit".
*kalau kenan tahu, dia pasti marah*.
Gumam aletta dalam hati.
"Gimana kalau nanti ga ketemu?".
Aletta mulai berjalan dengan tatapan kosong.
"gue yakin dokter pasti menyimpanya".
Ujar sandra mencoba menenangkan aletta.
Selama pelajaran berlangsung aletta tak henti memikirkan cincinya yang hilang, selain takut jika kenan marah, dia juga sangat menyukai cincin tersebut.
Sepulang sekolah aletta dan sandra langsung pergi menuju rumah sakit. Mereka menemui dokter yang dulu menangani aletta . Namun alhasil nihil, karena dokter yang ia temui sedang berada diluar kota.
Cafe
"Aku ga napsu makan".
Ujar aletta melamun.
"Tapi ini sudah piring ke dua".
Ucap sandra kembali mengambilkan makanan untuk aletta.
"Kamu ga kerja?".
Tanya aletta saat melihat sandra ikut duduk menemaninya makan.
"Bentar lagi, ini masih jam kerja temen aku".
Ujar sandra sembari melihat jam tangannya.
"Tenang aja, hari ini aku bakal temenin kamu lebih lama kok".
Ucap aletta tersenyum.
"Kenapa gitu? Tumben?".
Sandra menatap curiga pada aletta.
*karena kenan pasti marah*.
ucap aletta dalam hati.
"Biar ga terlalu stres aja mikirin cincin".
Balas aletta.
Triingg...
Ujar seorang wanita yang mengenakan seragam karyawan cafe.
"Eh... Iya, hati hati. Aku kebelakang dulu ya, kamu gapapakan disini sendirian? udah giliran jam kerja aku soalnya".
Jelas sandra pada aletta.
"iya gapapa, aku temenin kamu sampe selesai".
Balas aletta.
"Yakin? Aku pulang nya jam 10 malam loh".
Ujar sandra tertawa kecil.
"Aku pikirkan lagi".
Balas aletta denga tawa yang keras.
Drtt... Drrttt... Drrttt...
Aletta mengecek hp nya yang berdering. Tertera nama kenan dilayar ponselnya, ia kemudian meletakkan hpnya kembali dan berpikir untuk mengangkatnya atau tidak.
Tak lama setelah itu hp nya berhenti berdering, aletta mengintip untuk memastikan, namun tiba tiba hp nya kembali berdering.
"Hah... Pfftt...".
Ucap aletta terkejut. Dia kemudian mengangkat telepon dari kenan.
Via telepon
kenan : kamu lagi dimana? jangan makan sembarangan ya ! Aku ga mau anak aku kenapa napa!
. ujar kenan sangat khawatir.
*Aletta : hei !!! Apa kamu ga khawatir denganku sedikitpun?
Kenan : ga . Aku hanya khawatir sama anak aku. Sekarang kamu dimana biar aku kesana?
Aletta : yakin mau kesini?
Kenan : iya buruan
aletta : di tempat sandra bekerja
kenan : eee... Y yaudah hati hati kalau pulang. Kamu pulangnya masih lama apa engga? Kalau masih lama aku balik ke basecamp.
Aletta : masih lama, paling sampe rumah jam setengah 11
Kenan : kamu ngapain main sampe malem malem?! Lagi hamil lagi. Ga gaboleh ! maksimal sampai jam 9, kalau nanti aku jam 9 udah ada dirumah dan kamu belum pulang juga*...
Tutt~
Aletta langsung menutup sambungan telponnya, dia sangat kesal mendengar ocehan kenan yang begitu banyak.
"Uhhukk... aku kan harus bersikap baik sama kenan, kalau dia tau cincinnya hilang pasti...".
Aletta tiba tiba tersedak saat ingat perihal cincin. Dia kemudian menelpon kenan kembali.
Via telepon
*kenan : heii !!!
Aletta : kamu nanti pulang mau di bawain apa*?
. ucap aletta dengan suara di lembut lembutkan.
Kenan : ini pasti bukan aletta kan? Dimana aletta yang berantakan?
Aletta menghela napas berusaha untuk tidak terbawa emosi.
*Aletta : ini beneran aku kok. Kamu mau dibawain apa?
Kenan : ga, gausah kamu pasti mau racunin aku. Kenapa tiba tiba berubah gitu, yaudah deh terserah mau pulang jam berapa. Jadi curiga... Bye*...
Kenan langsung menutup ponselnya karena merasa takut.
"Ggrrhh... ga ada untungnya juga racunin dia".
ujar aletta sambil menyeruput minumannya.
Basecamp K4
"Emang kalau orang hamil gitu jadi random gitu ya tingkahnya?".
Tanya kenan pada teman temannya.
"Emang istri lo kenapa?".
Ujar ken penasaran.
"Dia biasanya kalo bicara frontal gitu tapi tadi tiba tiba mendadak kaya kerasukan tuan putri, ngomongnya jadi lembut banget".
Jelas kenan merasa curiga.
Mendengar cerita dari kenan, dia malah mendapat ejekan dan tawa yang cukup keras dari teman temannya.
"Kayanya istri lo aja deh yang aneh".
ucap karen menepuk nepuk pundak kenan sambil mentertawakannya.