The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
pergi bersama



•Basecamp K4•


"kasih tau lah lo kemaren nganter aletta kemana".


Rengek karen pada kenan.


" ya ke rumah lah, ya kali ke hutan".


Balas kenan jutek.


"iya rumahnya manaa".


Karen terus merengek pada kenan.


" rumahnya ditinggal lah masa gue bawa kesini".


Ucap kenan tertawa kecil.


" heii !!! Pingin bunuh orang rasanyaa..".


Karen menatap datar kenan.


" tapi gue kamaren cuma disuruh nganter sampai jalan deket rumahnya doang sih, jadi ga tau tepatnya ".


ucap kenan berbohong agar tidak menimbulkan curiga.


"waktu itu dia juga pernah bilang pas mau kencan sama gue dia ga mau di jemput ke rumahnya".


Sahut karen mulai ngegosip.


" atau jangan jangan dia malu sama kondisi dia yang sebenarnya".


Balas kenzo ikut nimbrung karena topik yang sedang panas.


"bisa jadi, kalian liat sendiri kan, waktu dia pertama dateng pake mobil keren banget trus kemaren ganti lagi mobil biasa, pasti itu mobil sewa".


Timpal ken dengan nada serius.


" kalian kenapa jadi ngelebihin cewe gini sih julidnya".


Ujar kenan menggeleng pelan.


"eh iya juga ya..ihh...hii..".


Ucap kenzo sadar dengan ucapannya dan geli melihat tingkah diri sendiri.


" lagian kalau aletta miskin juga ga masalah bagi gue, toh gue kayaa..".


Ucap karen mulai menyombongkan diri.


"paling ada yang lebih cantik dikit juga melengos".


Sahut ken menyeringai.


" hehe itu namanya manusiawi".


Balas karen tertawa sok polos.


Drtt...ddrrrttt...


(New message from aletta)


Kenan langsung membuka hpnya yang bergetar dan melihat pesan singkat dari aletta.



"ehh gue balik dulu ya, nanti sore gue balik lagi kesini".


ujar kenan beranjak dari tempat duduk.


" hah? Kenapa? Ga biasanya lo, baru nyampe loh padahal".


sahut ken heran.


"byee...".


" heeii !!! Kenann!!!".


teriak karen.


Sesampainya dirumah, kenan disambut dengan aletta yang sudah rapih menunggunya di ruang tamu.


"ayo pergi ".


ucap aletta tersenyum tipis.


" hah kemana? Kita ga ada janjian kan? Heh sejak kapan kamu jadi sering bareng sama aku gini haa?".


bentak kenan tak setuju.


"udah ayoo aku ga ada temen".


rengek aletta manja.


" sandra kemana?".


tanya kenan tidak mau mengantar aletta.


"dia kan harus kerja".


jawab aletta.


" yaudah kemana dulu nih! Males aku kalau ga ada tujuan yang jelas".


ujar kenan terpaksa.


"mm...kemana ya, kita jalan jalan aja".


ucap aletta bersemangat.


" ya jalan jalan kemanaa alettaaa ".


ujar kenan semakin kesal.


"oh ya gimana kalau kita ke taman deket danau kita bawa makanan kesana dan bawa tikar".


ucap aletta memberi ide.


" gausah aneh aneh deh! Kamu pikir kita mau piknik".


"nahh iya, gimana kalau kita piknik".


sahut aletta girang.


" aashh...".


kenan berdecak kesal lalu meninggalkan aletta dan masuk ke dalam mobil.


"eh tunggu".


aletta langsung bergegas masuk ke dalam mobil karena takut ditinggal.


Di perjalanan kenan terus mengomel karena sangat kesal dengan aletta yang tidak juga menemukan ide yang bagus.


" lain kali bisa kan manggil aku nya kalau ada hal penting doang! ".


bentak kenan ketus.


"ini juga penting kok".


balas aletta.


" menurut kamu penting ! menurut aku buang buang waktu tau ga!".


sahut kenan.


"ya ngapain waktu kamu buang buang".


ujar aletta tanpa rasa bersalah.


" eh sumpah ya, aku pingin bunuh orang tau rasanya".


ucap kenan menatap tajam aletta.


"ja..".


" diem! Udah diem, gausah ngomong lagi".


bentak kenan ketus.


Drrtt...drrtt...drrttt...


"siapa sih ini yang chat banyak banget, gatau apa orang lagi kesel".


gumam kenan sambil meminggirkan mobilnya untuk mengecek hp.


Kenan melirik tajam ke arah aletta dan semakin kesal dengan aletta, karena orang yang mengirim chat padanya tak lain dan tak bukan adalah aletta.


" kamu ngapain pake acara nge chat aku segala! Astagaa...ganggu orang nyetir tau ga !".


teriak kenan dengan emosi yang mulai memuncak.


"mmm...mm...".


aletta berbicara seolah mulutnya dilakban.


" ngomong yang jelas!".


bentak kenan.


"katanya ga boleh ngomong".


sahut aletta.


" aargghh...terserahlah".


"kita mau kemana".


tanya aletta penasaran.


" gatau, kita pulang sekarang".


ucap kenan moodnya yang terlanjur memburuk.


"loh kok pulang sih, gamauu!".


teriak aletta seperti anak kecil yang sedang direbut permennya.


ujar kenan jutek.


"iyaa...bentar bentar".


aletta mulai berpikir keras.


" satu...".


kenan mulai berhitung karena aletta terlalu lama berpikir.


"taman!".


ucap aletta spontan.


" ga! Dua...".


"iisshh...ke mall".


ucap aletta kembali.


" ga ! Tii...".


lagi lagi kenan menolak tempat yang disebutkan aletta.


"rooftop".


ujar aletta sangat berantusias.


" tiga ! Kita pulang".


ucap kenan mulai berputar balik.


"ihh gimana sih, kan aku udah sebutin".


ujar aletta kesal karena merasa dibohongi oleh kenan.


" ya kemana selain yang kamu sebutin tadi".


sahut kenan kembali.


"nanti aku sebutin lagi bilangnya ga mau, yaudah kalau gitu kamu aja yang pilih!".


ujar aletta mulai putus asa.


" udah lah kita pulang aja".


"kenapa jadi kamu yang kaya cewe gini sih!".


bentak aletta mulai kesal.


" enak aja".


sahut kenan semakin marah.


"yaudah kita ke tempat kerja sandra, kita nongkrong disana".


ucap aletta memberikan idenya kembali.


" kamu gila ya? Mau alesan apa nanti sama dia ! haa ? mau bilang kita deket gitu? atau kebetulan bareng? iya? ga, ga, ga".


ujar kenan menggeleng .


"yaudah kita ke cafe waktu dulu kamu ajak aku kesana! ".


jawab aletta lesu.


kenan memandang aletta sekilas dan akhirnya ia menyetujui permintaan aletta untuk pergi ke cafe langganannya.


Sesampainya di cafe, aletta terus memasang muka kesalnya.


" aku kan maunya jalan jalan kemanaa gitu..".


oceh aletta memasang wajah manyun.


"kapan kapan".


sahut kenan jutek.


" beneran yaa ".


ucap aletta kembali bersemangat.


"iyaa...buruan dimakan".


" okee".


"mau mampir kerumah dulu?".


tanya kenan dengan nada lembut.


" rumah siapa?".


tanya aletta bingung.


"rumah kamu".


" mmm...ga dulu deh, aku masih kesel".


sahut aletta tersenyum tipis.


"yaudah kalau gitu".


" anterin ke tempat kerjanya sandra yaa..pliiss..".


aletta mulai merengek dan kembali membuat kenan yang tadinya lembut menjadi ke sifat aslinya.


"ga ! ".


bentak kenan singkat.


" iishh...".


Setelah selesai makan kenan langsung mengantar aletta pulang, setelah itu kenan segera bergegas ke rumah aileen tanpa turun dari mobil terlebih dahulu.


setibanya dirumah aileen...


"mau kemana kita hari ini?".


tanya kenan tersenyum.


" mau ke taman? Mall? Atau ke rooftop?".


ujar kenan memberi ide yang diberikan aletta.


"mm...boleh, kita ke mall aja yah".


balas aileen.


" okee ".


kenan mulai melajukan mobilnya dan tersenyum ceria.


____________________________________________


•Basecamp K4•


"bukannya tadi kenan bilang sore mau kesini ya".


ujar ken pada teman temannya.


" lagi pergi sama aileen dia".


jawab kenzo.


"tau dari mana?".


tanya ken.


" abis gue chat tadi".


"yaudahlah yok siapa yang mau lawan gue nih ".


ujar karen mengajak bermain PS.


" eh kalian tau rumah kenan yang baru ga sih?".


ucap kenzo sangat fasih dengan nada ghibahnya.


"opening yang menimbulkan dosa".


ujar ken datar.


"bukannya masih sama ya? ".


Ujar karen sambil bermain game.


" udah pindah semenjak nikah, gue penasaran banget deh sama wajah istrinya, kayanya ga sesuai kriteria kenan deh makannya dia malu buat kenalin ke kita"


ucap kenzo sangat serius.


Drrtt....


New message from group.



"dia ada disini yaa ".


ujar kenzo melihat sekeliling.


" wahhh ... Gue jadi takut".


sahut ken mulai merinding.


Seketika ruangan hening.


___________________________________________


Keesokan harinya, aletta menunggu kedatangan angela di parkiran.


setelah sekian lama menunggu akhirnya angela tiba, aletta dengan segera menghampiri angela dan melemparian sebuah surat di wajah angela, setelah itu ia langsung beranjak pergi dan tersenyum sinis menghadap angela dan teman temannya.


Dengan kesal angela membuka surat tersebut, yang bertuliskan " temuin gue sendiri, kalau ga mau malu didepan temen temen lo".


Angela langsung merobek surat dari aletta dan membuangnya.