
Aletta tertunduk lemas duduk di sofa, ia melamun sambil terus memikirkan ucapan kenan.
"Apa aku salah ? Apa aku udah bikin dia kecewa ?".
Gumam aletta cemas.
" sebenernya aku engga kesal liat dia sama aileen, hanya saja aku cape dan mood aku lagi buruk, dari kemaren aku sama sekali belum bisa beristirahat dengan puas, maka dari itu aku gunain alasan aileen buat balik ke rumah, aku ga tahu kalau kenan nyiapin ini semua, aku pikir hanya makan malam biasa, apa iya dia suka sama aku seperti yang dia omongin barusan".
Oceh aletta bingung.
"Mending aku coba telpon kenan".
Aletta menggigit bibir bawanya dengan perasaan campur aduk dan cemas sembari menunggu teleponnya terhubung.
Berulang kali teleponnya direject, tapi aletta masih kekeh untuk terus menelpon kenan.
" benar.. Kayanya kenan marah".
Ujar aletta menghela napas lesu.
Tuuuttt...(panggilan terhubung).
•kenapa?..
Ujar kenan dari balik telepon.
•hah diangkat, kamu dimana?..
Balas aletta mulai memancarkan senyumnya kembali.
•tenang aja udah aku buang kok, aku juga ga bakal ngasih apa apa lagi sama kamu..
Ucap kenan ketus.
•kalau kamu buang aku akan marah ! Dan jangan harap kita bisa ngobrol lagi, aku mau kamu bawa bunga sama cincinnya utuh seperti semula..
Ujar aletta.
•a apa?..
ucap kenan gugup sekaligus bingung.
•aku ga mau ngulangin omonganku tadi, jadi buruan kesini atau...
•oke akan aku bawakan..
Ucap kenan melompat kegirangan dan tak henti tertawa bahagia, ia segera mematikan ponselnya dan kembali kerumah.
•••
Setibanya dirumah, kenan berlari menuju kamar dengan wajah sangat bahagia, ia membawakan bunga dan cincinnya kembali untuk aletta dengan kondisi yang masih utuh.
"Aku pulang..".
Ujar kenan memancarkan senyum ceria.
" pasangin..".
Ucap aletta manja.
"Siapp.. Cincin yang ini dilepas aja".
Ujar kenan melepaskan cincin pernikahannya dan menggantinya dengan yang baru.
" kenapa ? Ini kan cincin pernikahan kita?".
Tanya aletta heran.
"Aku gamau kamu pakai yang itu, punya ku aja ga pernah aku pakai, karena waktu itu kita terpaksa memakainya, aku mau kamu pakai yang ini, ini bener bener dari aku dan juga hati aku".
Kenan tersenyum kemudian memeluk aletta.
" aku cinta kamu".
Bisik aletta.
"A apa ? Haha.. Aku lebih cinta kamu".
Balas kenan terlihat bahagia.
Mereka tak henti mengirimkan senyuman satu sama lain, dan sesekali tertawa bersama.
" engga ! aku lebih besar".
Sahut aletta.
"Aku lebih besar lagi !".
Ucap kenan tak mau kalah.
" mau keluar ?".
Tanya kenan menawarkan.
"Engga, aku cape mau tidur, eh.. Engga, aku mau tidur dan kamu harus peluk aku".
Ucap aletta manja.
" baiklah..".
Kenan mengusap lembut rambut aletta kemudian ia mengganti pakaiannya dan mulai tidur.
Mereka mulai merebahkan tubuhnya di kasur dan saling berpelukan dengan memancarkan senyuman kebahagiaan tiada henti.
"Kamu itu satu satunya perempuan dalam hidup aku, yang berhasil membuat aku mau untuk kalah".
Ujar kenan mulai bercerita.
" oh ya? Aileen ?".
Tanya aletta.
"Aku sayang sama dia".
Bukk..
Aletta seketika memukul lengan kenan dan sedikit menjauh darinya.
" kenapa ? Aku emang sayang sama dia".
Ujar kenan tertawa kecil.
"Kamu gimana sii, terus aku ?".
Tanya aletta kesal.
" kalau sama kamu bukan cuma sayang, tapi seemuanyaa".
Jelas kenan kembali memeluk aletta.
"Kamu cemburu?".
Ucap aletta ketus.
"Manisnyaa...".
" aku bilang engga".
Ujar aletta salah tingkah.
"Tapi aku mau nya iya".
" dasarr.. Inget ya disekolah kita tetep ga saling kenal".
Jelas aletta.
"Kenapa? Seharusnya kamu bangga punya suami yang taaaampan kaya aku".
Ujar kenan menggoda.
" engga ! Karena aku juga caaantik ! haha..".
•••
Keesokan harinya, mereka berangkat kuliah bersama tetapi menggunakan mobil masing masing.
Setibanya di sekolah, aletta dan kenan saling melempar senyum di parkiran dan berjalan bersama menuju kelas namun dengan jarak yang berjauhan agar tidak menimbulkan curiga.
Sesampainya di kelas, langkah kenan terhenti ketika aileen berada di depannya dan menatapnya sinis.
"Hai leen".
Sapa kenan.
Aileen hanya diam tanpa menjawab sapaan dari kenan, ia kemudian duduk di bangkunya dan enggan untuk berbicara dengan kenan.
Tak lama kemudian pelajaran dimulai, kenan tak henti memikirkan perasaan aileen, ia merasa tak enak dan bingung untuk menjelaskannya, ia juga sangat tahu jika aileen sedang marah padanya, itu wajar saja sih, karena beberapa minggu yang lalu aileen sempat menanyakan perasaannya dan mengajaknya untuk menjalin hubungan kembali tapi ia menolaknya.
Setelah pelajaran selesai, aileen langsung bergegas pergi, namun langkahnya terhenti saat ia tidak sengaja melihat cincin yang melingkar di jari kenan, seketika aileen langsung mengecek jari aletta untuk memastikan, dan benar saja mereka memakai cincin yang sama.
Aileen langsung pergi berjalan sangat cepat, hatinya semakin sakit dan tak terima diperlakukan kenan seperti ini, ia tahu bahwa semua ini kesalahannya, ia yang meninggalkan kenan terlebih dahulu, tapi tetap saja aileen tidak bisa menerima semuanya.
" ai.. Huufftt...".
Ujar kenan yang hendak memanggil aileen namun tidak jadi.
Aletta melihat kenan yang tampak sedih melihat aileen yang sedang marah, ia sangat ingin menghibur namun situasi yang tidak memungkinkan.
"kasihan kenan, dia pasti sedih karena aileen marah, apa aku samperin aileen dan bilang itu salah pahan ya? Kan emang bukan salah paham, kan kenan emang kesana buat aku".
Gumam aletta dalam hati, ia sangat bingung memikirkan kenan dan aileen agar berteman kembali.
"atau kalau engga aku samperin dia dan bilang kalau aku sama kenan ga ada hubungan apa apa, tapi kan aku ada hubungan, ahh terserah lah biar kenan sendiri yang urus".
Gumam aletta beranjak pergi.
"Aletta !!".
Teriak sandra berlari menghampiri aletta.
" ehh sandra, ada apa?".
Tanya aletta.
"Ada apa? Biasanya kita pergi bareng ke kantinnya, kamu kenapa berjalan sambil melamun gitu, sampe lupain aku lagi".
Ujar sandra kesal.
" hehe maaf, aku lagi bingung soalnya".
"Bingung kenapa?".
Ujar sandra penasaran.
*apa aku cerita aja ya sama sandra*.
Gumam aletta dalam hati
" tuhkan ngelamun lagi".
Sahut sandra.
"Kamu mau bantuin aku kan".
Ucap aletta sedikit ragu.
"Kalau bisa sih ya pasti aku bantu lah".
" nanti kalau di kantin pas ketemu aileen kamu iya in aja ya apapun yang aku bicarain".
Ujar aletta memberitahu.
"Hah? Maksudnya?".
Tanya sandra masih belum paham.
" udah nanti aku ceritain pas dikantin".
"Iya deh terserah kamu".
Setibanya di kantin, aletta melakukan hal yang sudah ia rencanakan dengan sandra.
" lihat deh san, ini cincin aku di beliin mami aku waktu di usa, lupa ga aku pakai menurutmu gimana?".
Ujar aletta saat berjalan melewati aileen.
"Bagus banget, pasti mahal ya".
Ujar sandra mengikuti sandiwara aletta.
" engga juga sih, tapi ga enak aja kalau ga aku pakai, pasti nanti mama aku sedih".
Ucap aletta melirik ke arah aileen.
"Udah, kita udah jauh dari aileen, buruan ceritain".
Ujar sandra tak sabar mendengar cerita dari aletta.
*jadi kenan ga ngasih cincin buat aletta? Tapi kenapa waktunya bisa bersamaan gitu makainya?*.
Gumam aileen dalam hati semakin bingung.
" jadi tuh gini, kemarin aku di bully sama aileen aku cuma pingin bales dendam aja, dan lagipula ini cincin juga bukan dari mama aku dan juga bukan dari usa".
Bisik aletta tertawa kecil dan mengarang cerita.
"Tapi kenapa dia ngebully kamu?".
Tanya sandra bingung.