
"Oh ya?".
Ucap aletta dengan suara keras membuat aileen menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arahnya.
Semua orang sontak melihat ke arah aletta.
"Lo tadi bilang apa? Jadian? Hmmm... Bukannya selama ini lo berusaha deketin kenan biar kenan ngajakin balikan elo ya? Tapi sayangnya kenan udah gamau balikan lagi sama lo, dia baik sama lo, ngasih perhatian ke elo itu karena dia sayang sama lo sebagai sahabat ga lebih, kenan cerita semua kok tentang lo, dan kamu loh orang pertama yang dikasih tahu kenan soal hubungan aku sama kenan, tapi elo malah berusaha ngehancurin hubungan aku sama kenan. Selama ini gue diem aja bukan berarti gue lemah ataupun takut, tapi gue rasa sikap lo udah keteralaluan leen, gue yang tadinya respect sama lo sekarang jadi jijik !, Kalo iya elo udah jadian sama dia kenapa kenan ga kasih tahu semua orang bukannya dulu hubungan lo dan kenan juga satu sekolah tahu? Kenapa malah kenan pingin ngasih tahu ke semua orang kalau gue itu pacarnya bukan elo? Dan buat kalian... Kalian itu goblok atau gimana sih?! Setelah gue ngomong kaya gini bisa mikir? Siapa yang bener dan salah?. Terserah kalian mau bilang apa ke gue, gue ga peduli sama sekali ! Ayo sayang kita pergi".
Aletta tersenyum sinis, dia menggandeng tangan kenan untuk pergi dari kerumunan.
Semua kerumunan seketika memandang sinis aileen, mereka kemudian bubar dan menyoraki aileen.
Mendengar aletta memanggilnya dengan sebutan sayang, wajah kenan langsung memerah, hatinya mulai berdegup kencang, ingin rasanya dia lompat dan teriak sekencang mungkin, tetapi kondisi membuat kenan berusaha untuk tetap terlihat cool.
"Aku ke toilet dulu ya".
Ucap kenan langsung berlari ke toilet.
Setelah didalam toilet, kenan melompat kegirangan dan tertawa lepas.
"Ayo sayang kita pergi hahaha".
Kenan kembali merekaulang ucapan aletta.
"Huufftt...ppfffttt...".
Kenan tarik nafas dalam-dalam kemudian keluar dari toilet.
"Gue pulang dulu aja deh, yakali gue mau pake baju kaya gini mana, rasanya mau muntah nyium baunya".
Gerutu aletta sesekali menutup hidung nya.
"Kita kebasecamp aja yuk".
Ujar karen bersemangat.
"Gass".
Sahut ken.
"Lo mau gue anter pulang?".
Tanya sandra.
"Kalian juga ikut kebasecamp".
Imbuh karen.
"Lo ga lihat baju gue kaya gini?".
Ucap alett ketus.
"Santai disana ada baju aku, ga sampai baju dalem kan itu?".
Ujar kenan.
"Yaa.. engga sih, yaudah yuk buru, disana ada kamar mandi kan? Aku risih soalnya".
Tanya aletta.
"Ada, santai aja ntar aku jagain".
Ucap karen sembari menaik-naikan alis sebelah.
"Enak aja lo, mau gue pukul !".
Sahut kenan menyikut lengan karen.
"Yaudah deh gue sama sandra aja".
Ujar karen sambil merangkul sandra.
"Najiiis".
Sandra menepis tangan karen yang bergelayut di pundaknya.
.
.
•Basecamp•
"Waahh banyak berubah juga ya ni tempat".
Gumam sandra melihat sekeliling.
"Gue mandi dulu deh, dimana kamar mandinya?".
Tanya aletta.
"Yuk aku antar".
Kenan menggandeng tangan aletta mengantarnya ke kemar mandi, setelah itu kenan menyiapkan handuk dan pakaian untuk aletta.
"Hah? Kok... Ituu?".
Sandra terperanjak melihat aletta dengan santainya membukakan pintu untuk kenan, yang padahal dia sedang mandi.
"Heh ! Kenan, lo gila ya? Mesum lo! Kenapa ga ngasih nya waktu tadi sebelum aletta mandi?".
Teriak sandra.
"Kenapa? Temen lo sendiri juga bukain kan?".
Ucap kenan menjahili sandra.
"Lah? Iya juga ya? Heh ! Aletta ! Lo gila ya !".
Teriak sandra beralih memaki aletta.
"Elo belum tahu ya?".
Sahut karen geleng-geleng kepala.
"Tahu apa?".
Ucap sandra kebingungan.
Karen mulai menceritakan sama persis apa yang diceritakan kenan.
Setelah aletta selesai mandi, sandra langsung berlari dan memeluknya .
"Lo kenapa nangis?".
"Lah? bukan kita".
Ucap K4 serentak.
"Kamu pasti sedih banget yaa, kamu pasti sakit bangett yaa, hikss .... Pantesan waktu abis kecelakaan kamu lama ga masuk sekolah, pasti berat yaa huaaaa hiks hikss... Kenapa ga cerita tau gitu waktu itu aku ga ngatain kamu gemukan, harusnya aku suruh kamu makan yang banyak, harusnya waktu itu aku selalu disamping kamu".
Ujar sandra sesegukan.
"Hahaha... Udah gapapa, aku baik-baik aja kok, yang lalu biarlah berlalu".
Aletta mengusap punggung sandra untuk menenangkannya.
"Sekarang gue bebas cium aletta didepan kalian hahaha".
ujar kenan tertawa jahat.
Cup.. cupp...cuppp....
Kenan mencium seluruh wajah aletta mulai dari kening, kedua pipi lalu bibir.
"Yeee... Rese luu".
Semua teman-temannya melempar kenan dengan bantal.
"Mau apa ni? Gue traktir deh, beruhubung gue lagi bahagia, terserah kalian mau beli apa, mau habis berapapun, silahkan".
Ucap kenan sangat gembira.
"Widiiihhh bener nih, cuy gas cek harga tanah".
Sahut karen sembari merebahkan tubuh di sofa.
"Yang ngotak dong".
Kenan melempar kulit kacang tepat saat karen menguap hingga masuk kemulut.
"Cuuiihh... Apa nih, katanya tadi terserah".
Karen melepeh kulit kacang yang masuk ke mulutnya.
"Yaudah yuk borong makanan sepuasnya, gue juga mau bungkus buat mama".
Ucap sandra.
"San, tanding kita?".
Ucap karen menawari sandra untuk bermain PS.
"Ayoklah".
"Berarti tinggal ken sama karen nih yang belum sold out".
Ucap kenzo sambil ngemil dan main hp.
"Enak aja, lo ga liat orang di samping gue".
Sahut karen tak terima.
"Siapa? Gue? Ogaah".
Sandra memukul pundak karen karena kesal.
"Heh, lo tuh seharusnya seneng, gue tahu sekarang mungkin lo lagi dibawah, tapi gue tetep mau kan sama lo, itu artinya gue tulus, udah deh mending lo jadi pacar gue aja, gimana? Setuju?".
Ucap karen tanpa beban sama sekali.
"Yeee... Lo ngajak orang pacaran kaya ngajak beli permen, ga ada romantis - romantis nya sama sekali".
Imbuh aletta.
"Terserah lo deh mau ngomong apa".
Sahut sandra enggan menggubris karen.
"Yuk sand".
Ujar karen.
"Kemana?".
Jawab sandra.
"Jadian..".
Balas karen sambil nyengir dengan watadosnya.
"Sekali lagi gue pukul nih".
Ancam sandra sembari memperlihatkan tangannya yang mengepal.
"Buruan beli makanan sayang, aku laper".
Ucap aletta manja.
Kenan semakin tidak karuan dibuatnya, saltingnya yang sudah mereda, kini muncul lagi karena sikap aletta.
"Cepet-cepet pulang yuk".
Ujar kenan.
"Heh mau ngapain?".
Tanya kenzo polos.
"Mau tau aja lo".
Jawab kenan dengan tawa.
"Nih kalian pesen aja apa yang kalian mau".
Kenan memberikan hp nya pada temannya gantian satu per satu.
"Okeeyyy mantapp".
Gumam ken.
"udah".
semua temannya memilih makanan yang hendak di beli, setelah itu kenan pun memesankannya lewat online