
Aletta menatap nanar kenan yang sedang sibuk bermain hp sambil tertawa.
"apa aku mulai suka sama kenan ya? Kenapa hati ini rasanya ga terima tiap kenan peduli dengan aileen, apa kenan juga punya perasaan yang sama atau malah sebaliknya?, kayanya aku perlu buat kenan cemburu, buat tahu dia suka apa engga nya sama aku"
Gumam aletta dalam hati.
Aletta tersenyum tipis dan mulai mengeluarkan hp nya. Ia langsung menghubungi karen untuk menjadi targetnya.
Aletta tersenyum jahil menunggu reaksi kenan sembari berdandan didepan cermin, ia sangat yakin jika karen pasti akan memamerkannya di grup.
dan benar saja, tak lama setelah itu...
Setelah membaca pesan dari grup,
Tiba tiba kenan melihat aletta dengan tatapan tajam.
"Ke kenapa ? Ada yang salah ya?".
Tanya aletta pura pura bingung.
"Kamu mau nyamperin karen ya? Hh..".
Kenan tersenyum sinis dan mengalihkan pandangan dari aletta yang sedang berdandan.
" emangnya kenapa?".
Ujar aletta santai.
"Yaa.. Aku cuma mau bilang jangan terlalu berharap lebih aja sih dari karen, mm.. Dia banyak cewenya".
Ucap kenan gugup.
" dia bukannya temen kamu ya? Seharusnya dukung dong".
Balas aletta menahan tawa.
"Ya.. Ya.. Aku, aku cuma ngomongin aja sama kamu, heii !! Lagian bukannya kamu juga udah.. Punya suami".
Ucap kenan gelagapan.
" yaah.. Lebih tepatnya sih suami yang ga diharapkan".
Sahut aletta.
"He heeii !!! Aku juga ga ngarepin kamu ya !! Dasar !!! Yaudah kalau mau pergi, pergi sana ! Aku juga cuma bilangin biar kamu ga sakit hati, uuhh... Dasar gilaa !!".
Kenan beranjak pergi dan langsung keluar rumah menggunakan mobil.
" haha.. Apa tadi dia cemburu ? Umm.. Lucunyaa".
Gumam aletta gembira.
"Huuhh.. Mager banget sebenernya, tapi ga papa deh biar totalitas".
Aletta segera bergegas menghampiri karen di tempat basket.
Disisi lain, kenan tampak gelisah dengan pikirannya, ia bolak balik mondar mandir di depan sebuah mall.
" aletta.. Sebenarnya.. Aku suka sama kamu, aarghh.. Ga ga, aletta.. Karen itu sebenarnya gay, asshh bisa marah kalau karen tahu".
Kenan mengacak acak rambutnya kesal sembari terus menggigit bibir bawahnya karena gugup.
"Aletta.. Terimalah ini, asshh !! Ga ulangi, aletta sekarang aku suami mu. Mmm.. Aletta.. Jangan deketin siapapun selain aku, ga ! Itu Terkesan possesive, ahh udah lah mending aku masuk dulu".
Kenan berdecak kesal kemudian masuk ke dalam mall untuk membeli sesuatu.
___________________________________________
•Kampus•
Setibanya di lapangan basket, aletta melambai ke arah karen yang sedang duduk di tribun penonton, ia segera menghampiri karen dan membawakan sebotol minum.
" nih, kamu pasti cape kan".
Ujar aletta tersenyum.
"Makasih..".
" widihh.. Cepet juga lo".
Ledek salah satu teman karen.
"Mau makan bareng?".
Tanya karen terispu malu.
"Ohh.. Boleh, emang udah selesai latihannya?".
Balas aletta.
" ini ga latihan kok, ini cuma main main biasa, yuk kalau gitu, aku ganti baju dulu".
Ujar karen.
"Oke, aku tunggu dimana?".
Tanya aletta.
" di mobil aja, aku ga rela kalau kamu di gangguin sama mereka".
Karen tertawa kecil melihat teman temannya.
"Dasar luu...".
Sorak teman temannya yang mendengar ucapan karen.
" oke kalau gitu".
Saat menunggu karen selesai berkemas, aletta mendapat pesan dari kenan, ia segera membuka hp dan melihatnya.
"Dasar.. Kenapa juga harus jaim".
Gumam aletta tertawa kecil.
" kita mobilnya ke pisah?".
Tanya karen menghampiri aletta.
Ujar aletta.
" nah gitu aja lebih enak".
Karen tersenyum senang dan mulai mengemudikan mobil aletta.
Setibanya di cafe, aletta terus mendapat telepon dari kenan tanpa henti.
"Siapa sih dari tadi yang telpon, penting banget kayanya, kenapa ga kamu angkat".
Ujar karen mulai merasa risih.
" ee.. Hehe.. Maaf ya, aku angkat dulu bentar".
*via telepon*
•hallo..
Ucap aletta sedikit berbisik.
•buruan pulang !
Bentak kenan.
•kenapa sii? Biasanya juga ga papa
•aku hitung sampe 1000 nih, kalau belum pulang juga..
•yaudah hitung aja
Aletta langsung mematikan ponselnya.
"Udah?".
Tanya karen penasaran.
" iya, ga penting kok, lanjut makan aja hehe".
Ujar aletta gugup.
Keesokan harinya.. Kenan tampak terlihat lusuh karena menunggu aletta yang pulang larut malam.
"Jangan lupa nanti malem !".
Ujar kenan ketus saat lewat disamping aletta.
" ga sarapan dulu?".
Tanya aletta tertawa kecil.
"Ga napsu !".
" apaan sii, gajelas banget, marah marah mulu dari kemaren".
Gumam aletta geleng geleng kepala.
~kampus~
"Aku mau kalian cari tahu kemana kenan pas pulang sekolah nanti".
Ujar aileen pada angela dan teman temannya.
" kenapa jadi elo nyuruh nyuruh kita, kerjain aja sendiri".
Ucap angela ketus.
"Kalian juga butuh informasi kan, udah lakuin aja".
Balas aileen sembari celingukan melihat situasi aman.
" oke, sekali ini doang".
Ucap angela ketus kemuian pergi.
•kantin•
"Tahu ga, semalem gue ngedate sama aletta, trus ada yang nelpon aletta terus, abis itu tahu ga apa ?".
Ujar karen bercerita sangat antusias.
" apa ?".
Tanya teman temannya dibuat penasaran dengan nada cerita karen yang misterius.
"Dia matiin telponnya dan bilang sama aku, ga penting kok lanjut makan aja, berarti dia lebih mentingin gue dong, ya ga? Iyaa dong?".
Ucap karen berbunga bunga.
" udah gitu doang?".
Ujar kenzo datar.
"Mungkin dia ga enak mau jawab telponnya lama lama".
Ucap kenan tak terima mendengar cerita dari karen.
" kenapa si lu ga terima gitu kalau gue sama aletta".
Ujar karen heran.
"Siapa juga yang ga terima, deketin aja kali".
Ucap kenan gugup.
" emang mau aku deketin".
Timpal karen.
"yaudah deketin sana !".
ucap kenan marah.
" kok elo nyolot ?!".
sahut karen berdebat seperti anak kecil.
"woyy ! apaan sih !".
timpal ken menjadi penengah.