The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
perasaan



"Hoahh... Heii !!! Kenapa kamu bisa sama mereka? Aku saja tidak pernah naik satu mobil dengan mereka!".


Teriak ellen tak terima.


"Kenzo ! Kenapa dia bisa ikut kalian?".


Tanya ellen kembali.


Kenzo hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Dia pembantu aku mulai sekarang".


Sahut kenan tersenyum senang.


"Ckk...".


Aletta menundukkan wajahnya karena malu.


"Apa?...


"Apa aku tidak salah dengar?...


"Bukannya dia dari keluarga kaya?...


"Ya. Kalian tidak salah dengar".


Timpal kenan.


"Aletta...".


Gumam sandra pelan dari kejauhan.


"Tolong bawakan tas ku".


kenan tersenyum sangat puas dapat mengerjai aletta.


"Tas ku juga".


Timpal ken sambil memberikan tasnya pada aletta.


Tiba-tiba kenan mengambil tas ken dan melemparnya sangat jauh.


"Heii kenan ! Bukannya dia pembantu kita juga?".


Oceh ken kesal.


"Dia hanya melayaniku saja".


Sahut kenan mulai berjalan menuju kantin. Sedangkan ken, ia berlari untuk mengambil tasnya.


Namun saat dia hendak mengambil tasnya, ken terperanga melihat sosok wanita yang ada didepannya.


"Ini tas kamu?".


Tanya wanita tersebut mengambilkan tas ken yang jatuh tepat di kakinya.


"Ahh.. Iya".


Ucap ken mulai gugup.


"Ehh... Tunggu. K kamu? Kamu anak baru disini?".


Ujar ken menahan wanita itu yang hendak pergi.


Wanita itu hanya tersenyum dan menggeleng pada ken, ia kemudian kembali berjalan.


"Oh ya? Tapi.. Kenapa wajah kamu terlihat asing. Bahkan aku baru tahu kalau di kampus ini ada cewe seperti kamu".


Ucap ken menggoda.


"Seperti aku? Seperti apa emangnya?".


"Yaa.. Yahh, emm... Gimana ya".


Ken menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal karena merasa gugup.


"Haha..".


Tawa kecil yang begitu indah, membuat ken semakin salah tingkah.


"kalau boleh tahu.. nama kamu siapa?".


Tanya ken memberanikan diri.


"Kalau ga boleh gimana?".


"Aku akan memaksa".


Ucap ken tertawa kecil. Dia lagi lagi berhasil membuat wanita yang ada didepannya kembali mengeluarkan tawa yang mematikan, gigi gingsul dan lengsung pipi yang muncul bersamaan membuat ken semakin tidak karuan.


"Aku ken".


Ujar ken gugup.


"mustahil kan kalau aku tidak tahu nama kamu".


Cewe itu tersenyum tipis dan pergi meninggalkan ken begitu saja.


Ken menatap jauh wanita itu, dia melihat postur tubuh yang begitu indah. Kelokan pinggang yang nyaris sempurna.


Ken kemudian berlari mencari teman temannya di kantin.


"Dari mana lo?".


"Gila ! Thank you bro udah ketemuin gue sama dia".


Ujar ken menepuk pundak kenan.


"Apaan sih? Buruan cerita".


Ucap kenan ikut tertawa karena terbawa suasana oleh ken.


"Gue tadi ketemu cewe, gue harus dapetin dia ! Gue baru tahu kalau dikampus ini ada cewe secantik dia".


Jelas ken masih dengan tawa yang ga jelas.


"hah? Siapa namanya?".


Tanya kenan penasaran.


Aletta yang berada disampingnya pun langsung melirik tajam ke arah kenan.


"Siapa tahu kita bisa bantu".


Sambung kenan.


"Dari kelas mana?".


Timpal aileen.


"Itu semua gue belum tahu. Gue udah tanya tapi ga dijawab, oke... Kalau aku ga sengaja ketemu sama dia lagi besok, fiks ! Dia jodoh gue".


Ujar ken tampak berbunga bunga.


"Baru kali ini loh ken kaya gini. Berarti dia bener bener serius".


Ucap kenzo sedikit tercengang.


"Seriuslah !".


Sahut ken bersemangat.


"Ken lo gimana sih, seharusnya tadi lo pepet terus dong sampe dapet. masa tanya namanya aja sampe ga dapet".


Ucap ellen.


"Hei.. Itu penghinaan bagi K4".


balas ken dengan gaya sok keren.


Mendengar jawaban dari ken, karen langsung mengajaknya untuk tos.


"Oh ya, sekarang giliran kamu dong kenan yang cerita".


Ujar aileen membuat kenan terkejut.


"Hah? Cerita apa?".


jawab kenan bingung.


"Ceritain kenapa aletta tiba tiba bisa jadi pembantu kamu".


Ujar aileen penasaran.


"Ahh itu ceritanya panjang".


"Yaudah ceritain aja, toh kita masih punya banyak waktu".


"Jadi ceritanya dia ga sengaja lecetin mobil aku, yaa... Dia lecetin mobil aku, trus sebagai ganti ruginya aku jadiin dia pembantu, karena aku pikir... Asik juga kali ya ngerjain orang".


Jelas kenan ragu.


*Aletta sekarang udah jadi bagian dari mereka. Mama benar.. Ga seharusnya aku dekat dengan aletta*.


Gumam sandra melihat aletta yang sedang asik bercerita dengan k4 dan yang lainnya.


"Hai.. Boleh gabung?".


Ujar angela dengan tatapan sinisnya sambil menaruh makananannya di samping sandra.


Tanpa menjawab separah katapun, sandra langsung bangkit dari tempat duduk dan mencari tempat lain.


"Ga sopan banget sih? Temenin dong".


Angela menarik pergelangan tangan sandra yang hendak pergi.


Brakk...


Mendengar terjadi keributan, semuanya pun langsung melihat ke arah angela dan juga sandra.


*sandra.. Dia pasti kesepian gara gara aku disni*.


Gumam aletta dalam hati.


"Sandra !!! Sini...".


Teriak aletta melambaikan tangan.


Sandra sekilas menoleh, tetapi bukannya menghampiri aletta dia malah pergi dengan wajah kesalnya .


*sandra pasti marah sama aku*.


*aletta pasti mencemaskan sandra*.


Gumam kenan dalam hati sembari melihat wajah cemas aletta.