The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
dekat



"grhhmm...yaudah yuk tidur".


ucap aletta dengan jantung yang berdebar.


"hahh?".


tanya kenan merasa ambigu dengan ajakan aletta.


"mm... maksudnya aku ngantuk mau tidur".


_________________________________________


Keesokan harinya, aletta bangun dan memandang kenan yang masih tertidur pulas.


Tak lama kemudian kenan terbangun dan melihat aletta yang sedang memperhatikannya.


"hehh...apa yang kamu lihat haa?!".


ucap kenan Ketus.


"isshh...".


aletta berdecak kesal kemudian beranjak dari tempat tidur.


Setelah selesai bersiap siap, aletta dan kenan pun sarapan bersama.


"hehh! Kamu satu kelompok kan sama aku, bikin aja grup buat kelompok kita dan cepet selesain tugasnya".


ujar aletta.


"kamu modus ya, mau nyimpen nomor aku".


ucap kenan.


"hhh...se engga penting itukah hidup aku? Lihat aja kalau tugasnya sudah selesai aku blokir nomor kamu".


ujar aletta tersenyum sinis.


"hhh...oke".


__________________________________________


Di sekolahan...


"ellen, apa perbedaan kamu sama matahari".


ucap karen memasang wajah sok imut.


"heeeii !!! Kamu mau menggodaku ya? kenzoo.. lihat nih karen".


ujar ellen dengan nada manja melihat ke arah kenzo.


"bukannya masih ganteng gue ya sama kenzo".


ujar karen terheran-heran.


"enak aja lo".


sahut kenzo tak terima.


Dari kejauhan tampak aileen berjalan dengan muka bete, ia kemudian ikut gabung bersama karen dan yang lainnya".


braakk...


Aileen meletakan makanan dan minumannya dengan tidak santai.


"weittss... santai broo".


ucap kenzo terkejut.


"kenapa lo cemberut gitu?


tanya karen.


"pffttt...siapa lagi kalau bukan kenan?".


sahut ken.


A"kalian ngerasa ga sih, kalau kenan itu berubah".


ucap aileen dengan tatapan kosong.


Semuanya serentak menggeleng dan membuat aileen semakin kesal.


"iishhh...".


"nah itu kenan, panjang umur juga tuh bocah".


ucap ken.


"woyy!!! ".


teriak kenzo melambai ke arah kenan.


"udah kumpul aja nih ga ajak ajak, hai leen, are you okay?".


ucap kenan duduk disamping aileen.


" I dont think so".


jawab karen.


"gue tanya aileen".


ucap kenan kesal.


"yaa, kamu sendiri gimana? Udah selesai semua urusannya?".


ujar aileen.


Kenan mengangguk pelan dan tersenyum.


"udah kok".


Aileen pun menjawab dengan senyuman palsu.


"haah lihat deh aletta aku emang paling sempurna".


ucap karen memandang aletta yang sedang berjalan memesan makanan dikantin dengan sandra.


All : "yeeee...dasar lu..".


"Ya kalian pikir aja, kemaren kemaren apa ada yang peduli sama sandra tapi sekarang liat, dia bisa ketawa lagi, ahh jadi pingin manggil, aletta !!!".


ucap karen berteriak.


mendengar seseorang memaggilnya, aletta pun menoleh ke sumber suara dan melihat karen melambai ke arahnya, ia kemudian tersenyum dan membalas lambian karen.


"hahh gilaaa...huuuhh...oksigen.. dia senyum ke arah gue cuy".


karen memegang dadanya dengan wajah dramatis.


Semua teman temannya seketika tertawa melihat tingkah karen yang cukup konyol, kecuali kenan.


"haha..gila lu ".


ujar ken menoyor kepala karen.


tiba tiba terdapat seorang siswi menghampiri kenan dengan membawa sebuah cokelat.


"ini buat kamu".


ucapnya malu-malu sembari menyodorkan cokelat pada kenan.


"grhmm...".


aileen tampak kesal.


"hei aileen, bukannya kamu bukan siapa siapanya kenan kan? jadi kamu ga perlu marah kalau banyak yang ngasih hadiah sama kenan karena dia free".


ucapnya kesal melihat wajah aileen yang tampak tidak senang dengan kehadirannya.


"kata siapa gue free?".


sahut kenan.


Semuanya pun terkejut mendengar ucapan kenan.


tanya nya.


"bukan cuma itu, dia juga punya...".


ucap karen terpotong oleh kenan.


"mm...punya orang yang aku suka, meskipun bukan pacar tapi aku sayang sama dia, jadi...aku gabisa terima cokelat kamu".


kenanpun mengembalikan cokelatnya.


Aileen yang mendengarnya pun berusaha menyembunyikan senyuman nya.


"iisshhh...".


Dari kejauhan aletta diam diam mengamati kenan dan teman temannya.


"aku rasa urat malunya udah putus!".


gumam aletta.


"haa? ".


ucap sandra kebingungan.


"ngapain coba dia kasih cokelat ke orang kek gitu?!".


balas aletta.


"kamu kesel ya?".


ujar sandra tertawa kecil.


"engga!".


jawab aletta terlihat salting.


"iyaa kamu kesel ih, kamu cemburu kan?".


ujar sandra meledek.


"hah? Are you serious? Hahh ha ha ha, gila kali ah hhh...".


"hmm okay".


sandra manggut-manggut, ia kemudian melirik ke arah aletta dan bergunam pelan.


"are you sure about your feelings?".


Brakk !!!


Aletta langsung menggebrak meja begitu mendengar ucapan sandra.


"Tentu aku yakin sama perasaan ku, aku yakin kalau aku ga mungkin suka sama dia !".


ucap aletta dengan nada mendramatisir.


"oke".


sandra tersenyum jahil.


"heeeii !!! Gausah senyum senyum kaya gitu!".


ucap aletta kesal.


"dasar...".


sandra tertawa kecil dan menggeleng pelan.


Karena kesal dengan sandra yang selalu mengejeknya, aletta pun beranjak dari tempat duduk dan hendak pergi ke kelas, namun sangat disayangkan saat sedang berjalan tiba tiba kaki aletta terkilir, kenan yang melihatnya pun langsung lari dan bergegas menangkap aletta agar tidak jatuh.


"woo..aaaa...hahh...".


aletta memandang kenan terkejut.


Praanggg!!!!


mangkuk dan juga gelas yang sedang dibawa aletta terpental dan pecah berkeping keping.


Disisi lain, kenan terus menatap mata aletta dan jantungnya mulai berdebar.


Ia segera mengalihkan pandangan dan melepaskan aletta.


"grhmm...bisa kan ga ceroboh?".


kenan berbisik pada aletta lalu kembali ke tempatnya.


"cihh...".


aileen tersenyum sinis melihat aletta dan kenan dari kejauhan kemudian pergi.


"iishhh...".


aletta berdecak kesal.


"loh aileen kemana?".


tanya kenan yang melihat bangku aileen kosong.


"yang bener aja masih tanya, ya jelas pergi lah! ".


sahut ellen menatap kesal kenan, kemudian tersenyum manis pada kenzo.


"astagaaa..heeii !!! Kenan! elo barusan...asshh...".


ujar karen kesal melihat adegan kenan dan aletta.


" apaan sii".


kenan berlari pergi mencari aileen.


"elo suka beneran ga sih sama dia?".


tanya ken pada karen.


"entahlah...susah jadi orang ganteng".


jawab karen.


Semuanya seketika meneriaki karen dan menyelipkan krupuk dimulutnya.


"salah terus gue".


gumam karen.


Setelah lama mencari aileen ditiap sudut, akhirnya kenan menemukan aileen dibelakang sekolah.


"aileen...".


ucap kenan menghampiri aileen.


"ehh kenapa?".


"kamu pergi kok ga bilang bilang sih! Aku cariin kemana mana tau, awas kalau kaya gitu lagi, aku ga bakal biarin kamu lepas dari samping aku hehe".


ujar kenan mengacak acak rambut aileen.


Aileen tertawa kecil mendengar ucapan kenan.


" coba aja kalau bisa haha".


"ohh nantang nih yaa, nih biar tau rasa".


ucap kenan kemudian menggelitiki aileen.


"aaa..heeeiii...kenan...ahaha...gelii stop stop, oke aku kalah".


"yaudah yuk ke kelas".


kenan tertawa kecil dan merangkul aileen.


"mm...kenan bentar...".


aileen mendekatkan wajahnya perlahan dan mulai memejamkan mata hendak mencium bibir kenan.