The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Surat



Keesokan harinya, kenan segera bangun dan berangkat ke sekolah untuk menghindari aletta agar tidak di beri list make upnya secara langsung, kenan juga telah memblokir nomor aletta agar tidak bisa chat apapun.


Setibanya di kampus, semuanya masih terlihat sepi, bahkan parkirannya masih tertutup embun, mungkin orang lain akan mengira kenan menginap disana, bahkan kantin masih tutup dan hanya ada tukang kebun didalam.


"aashhh...harusnya gue ke basecamp, gara gara aletta jadi kacau kan pikiran gue".


gerutu kenan.


Drrrtt...


New message.


Kenan langsung membuka hp nya yang bergetar, ia seketika terkejut karena melihat daftar list make up aletta dikirim di group kelompok.


" hah! Woahh...gilaa...percuma gue kabur sepagi ini".


____________________________________________


"dia pikir istrinya bodoh haha".


gumam aletta tersenyum licik.


"istrinya? wait.. Itu tadi terdengar menjijikan, udah ahh mending aku sarapan".


Drrtt...


New message.


"siapa nih?".


aletta melihat chat dari nomor tidak di kenal, aletta pun melihat foto profilnya yang ternyata nomor kenan.


Karena masih begitu pagi, kenan langsung bergegas ke mall dan membelikan barang barang yang diminta aletta.


SPG : " maaf kak, lipstipknya yang nomor berapa? Dan foundationnya yang tipe berapa?".


Kenan garuk garuk kepala kebingungan. "bentar ya mba biar aku telpon dulu".


kenan segera mengambil ponselnya dan menelpon aletta.


*Via telepon*


Aletta : "hallo...ngapain sih telepon".


Kenan : "ngapain ngapain, ini aku ditanya nomor lipstik kamu berapa? Hehh!!! Asal kamu tahu ya, semua yang ada di list kamu ada jenisnya masing masing, kamu sengaja ya?".


Aletta : " (menahan tawa) astagaa...aku lupa ga ngasih tahu, yaudah dengerin aku ya, speakerin aja ke mba nya, ......abcdfgjjk....., nah itu , oh ya sekalian beliin aku pembalut yang sayap yaa pliss".


Mba mba karyawan nya pun tertawa kecil mendengar telepon aletta.


Kenan : "wahh gila kamu (melihat kanan kiri dan langsung mematikan teleponnya)".


*via telepon off*


" haha ketawain aja mba ga papa, emang perlu dikasihanin aku ".


ucap kenan terlanjur malu.


SPG : "ini kak, semua totalnya XXXX , terimakasih".


Setelah melihat kenan keluar, kenan seketika menjadi bahan pembicaraan oleh staff yang ada disana.


" aku juga mau punya cowo kaya gitu".


"Perfect banget sih, ga adil, kenapa semuanya bisa ada di dia".


" udah ganteng, kaya, perhatian, nurut, penyayang, keren, aahh...apa coba ke kurangannya".


"beli di mana coba pembalutnya ".


kenan celingukan dan melihat antrian kasir yang sangat panjang.


" bisa mati diketawain orang gue kalau gitu, yaudah deh aku beliin di minimarket aja".


Setelah keluar dari mall, kenan langsung pergi ke minimarket dan membelikan pembalut seperti yang diminta aletta, setelah itu kenan bergegas kembali ke sekolah.


" ehh tunggu ... Kenapa gue nurut nurut aja sih disuruh beli gituan! Aasshh...kayanya gue udah mulai gila".


kenan mengangacak acak rambutnya.


"kenaann!! ".


aileen menepuk pundak kenan membuatnya terkejut.


" eh aileen bikin kaget aja".


"tumben ga bareng yang lain?".


" iya ada urusan bentar soalnya".


"ohh gitu, yaudah kalau gitu, yuk bareng".


____________________________________________


•kantin•


" sekarang tinggal edit aja sih, biar david yang edit dia jago, oh ya kita ber empat bagi tugas cari materi per babnya, nanti kenan dikasih tau lewat grup aja".


ucap cika.


"oke, setuju".


jawab sandra.


"yaudah yuk ke kelas bentar lagi masuk".


imbuh aletta.


Kenan berbincang bincang dengan aileen sembari berjalan menuju kelas.


" besok malam kamu dateng ya ke pesta ulang tahun aku".


ujar aileen memberikan selembar undangan untuk kenan.


"pasti dong, di rumah kan?".


jawab kenan.


"semuanya kamu undang kaya dulu?".


Aileen mengangguk pelan.


" iyaa...".


"aku ga sabar liat kamu pasti cantiiik banget".


" kenan apaan sih ".


aileen terlihat salting dengan ucapan kenan.


___________________________________________


Sepulang sekolah angela dan teman temannya menghampiri aletta dan memberikan sepucuk surat.


"nih dari kenan, aku sih ga ikhlas ngasih ini sebenernya, tapi yaaa...mau gimana lagi, nanti kenan kira aku jahat kalau suratnya ga nyampe ke kamu".


" kenapa ga lewat chat aja?".


ucap aletta sedikit curiga.


"dia bilang ga mau kalau harus chat kamu, dan kata dia ga usah simpen nomornya".


ujar angela.


" siapa juga yang nyimpen".


"haduuhh...waktu gue ga banyak buat bicara sama elo, yuk guys...".


pungkas angela.


" siapa juga yang ngajak bicara".


Setelah membaca surat yang diberi angela, aletta langsung menuju tempat yang ada didalam surat, setibanya dibelakang sekolah, aletta celingukan karena tidak ada siapapun disana, ia pun memutuskan untuk balik dan membuang suratnya, namun tiba tiba...


"Ahaha....haha....mau kemana?".


" temenin aku yuk...".


Segerombolan preman mendekat ke arah aletta.


"pergi atau aku teriak!!".


bentak aletta.


Preman 1 : " teriak aja ga bakal ada yang denger, lagian siapa sih yang waktunya pulang malah main ke belakang sekolah". (mencolek dagu aletta)".


Aletta : "aaaaa...!!!! (Gemetar ketakutan) pergiii...pergi ga!!! Tolooonggg!!!! Tolooonggg !!!! (Mulai berkaca kaca)".


Preman 2 : " udah langsung aja (membekap mulut aletta)".


"mmmm....mmmm.....".


Preman 3 : " ngomong apa sih".


Preman 1 : "gilaa cantik banget, kalau nanti dia sampai hamil, aku juga mau tanggung jawab sama dia hahaha".


Bruukk....!!!


Sebuah tendangan mengenai punggung dari salah satu preman hingga tersungkur.


"kenan...".


aletta berusaha teriak minta tolong meskipun usahanya sia-sia.


Bugghh....brakkk.....bruugghh...


preman itu pun berkelahi dengan kenan satu persatu.


"jangan berani nunjukkin muka lo disini lagi". ujarnya sambil menarik kerah baju salah satu preman.


Aileen yang melihat dari kejauhan tampak berkaca kaca karena cemburu dan merasa tersishkan oleh aletta.


" aletta ga papa kan?".


kenan mendekat ke arah aletta.


Aletta seketika berlari memeluk kenan dan menangis hingga sesegukan, kenan hanya terdiam tanpa membalas pelukan aletta karena tahu aileen sedang melihatnya, tak lama kemudian suara tangis itu pun sudah tidak terdengar dan pelukan yang tadinya erat perlahan mulai lepas.


Brukk...


"aletta...aletta bangun".


" biar gue yang bawa ke uks".


karen berlari menghampiri kenan dan aletta.


"gausah!".


kengangkat tubuh aletta dan langsung membawanya lari ke uks.


Setibanya di uks, kenan tak henti mondar mandir di samping aletta, ia tampak begitu khawatir sampai lupa jika ia hendak mengantar aileen pulang.


" yaudah yuk kita pulang, lagian udah ada karen yang jaga".


ucap aileen.


Kenan menggeleng pelan, sambil terus menggigit bibir bawahnya karena cemas.


A" kenan ada apa sih sebenarnya sama kamu! Kamu berubah tau ga! Hiks...".


aileen meneteskan air mata kemudian pergi.


Kenan menatap nanar aletta dan mulai mengejar aileen.


"aileen tunggu;".


" aku mau pulang sendiri, kamu urus aja dulu dia".


"engga, aku mau anter kamu, jangan marah ya..yuk aku antar".


kenan tersenyum tipis dan sesekali melihat ke arahh uks.


Aileen mengangguk pelan dan berjalan berdampingan dengan kenan.