The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
sahabat



Esok harinya. Aletta duduk santai di balkon, dia menikmati udara pagi sembari berjemur.


"Aku berangkat dulu ya?".


Ujar kenan berpamitan.


"Hati-hati".


Sahut aletta.


~Kampus~


"Kenzo...".


Teriak kenan menghampiri kenzo.


"Ada apa?".


Jawab kenzo jutek.


"Pulang ke basecamp?".


Tanya kenan.


"Ga, ngapain kesana".


Ujar kenzo kemudian kembali berjalan.


"Kenapa gitu?".


Kenan terus mengikuti kenzo. Dia merasa ada yang aneh dengan temannya.


"Kenapa gitu? Ngapain juga mesti kesana".


Ujar kenzo kesal.


"Heii... Kalian kemana aja sih".


Sahut ken merangkul kenzo dan juga kenan dari belakang.


"Makin hari basecamp makin sepi, lo kenan sekarang jadi aneh !".


Ucap ken menyempil ditengah.


"Gimana kalau nanti kita kumpul?".


Tanya kenan.


"Gaperlu".


Sahut kenzo.


Semua menoleh ke arah kenzo. Ken menepuk nepuk pundak kenzo dan mengangguk pelan.


"Ayolahh...".


Bujuk ken.


Kenzo terdiam dan akhirnya setuju dengan teman temannya.


Ken menatap kenzo dan juga kenan satu persatu. Dia melihat keduanya terlihat sedang tidak akur. Dia pun memutuskan untuk pergi dan membiarkan kenzo dan juga kenan berjalan berdua agar dapat mengobrol lebih leluasa.


"Kenzo...".


"Apa?".


"Gue minta maaf. Gue bener bener ada urusan dan lo pasti bakal ngerti".


Ujar kenan mencoba memperbaiki hubungannya dengan kenzo.


"Sepenting apa sih urusan lo? Perasaan gue tanya bokap lo, elo ga ada urusan apa apa deh ! Dan gimana gue mau ngerti kalau lo aja ga kasih tahu".


Sahut kenzo ketus.


"Elo kenapa jadi kaya cewe cewe possesif gini sih. Heii... Haha... Lo cemburu ya? Apa lo kangen?".


Ucap kenan menggoda kenzo.


"Gue ga lagi bercanda !".


Kenzo menatap kesal kenan kemudian pergi.


Kenan terkejut dengan ucapan kenzo, dia semakin bingung karena disisi lain dia sangat ingin pergi dengan aletta.


Kenan kemudian menghubungi teman temannya lewat chat grup. Dia menyuruh teman temannya untuk berkumpul dikantin seperti biasa.


Setelah semua tiba dikantin, kenan terus melihat kenzo yang selalu mengalihkan pandangan darinya.


"Grhmm... Gue mau ngomong sesuatu sama kalian".


Ujar kenan memulai percakapan.


Semua terdiam dan mulai memperhatikan kenan.


"Terutama buat kenzo, gue ga ada maksud buat mengabaikan kalian atau apapun itu. gue tau kalian pasti kesal karena gue jarang ke basecamp dan selalu tidak bisa saat kalian ajak pergi. Gue minta maaf, istri gue hamil dan kalian bakal ngerasain nanti betapa ribetnya saat istri kalian hamil".


Jelas kenan menjadikan kehamilan aletta sebagai kambing hitamnya.


"Lo serius? Dan lo masih ga nganggep kita temen?".


Ucap karen terkejut.


"Maksud lo?".


Tanya kenan heran.


"Ya kalau lo masih nganggep kita temen, kasih tahu dong siapa istri lo. Kenalin gitu ke kita kita, ya ga?".


Karen menaik naikkan alisnya pada kenzo dan juga ken.


"Nanti deh kalau kalian semua sudah nikah, kita bawa istri kita masing masing ke basecamp".


Ujar kenan sedikit ragu.


"Sama aja kaya nunggu bir ada label halalnya".


balas ken.


"gue juga minta maaf".


Sahut kenzo gugup.


"Udah lah, kita kaya biasanya aja. Kenapa jadi canggung gini sih kaya baru kenal. Apa mau gue kasih tebak tebakan nih?".


Ucap karen tertawa kecil.


"Ga !".


Club Detektif


"Kamu kan orang yang ada di cctv ini?".


Tanya sella salah satu anggota club detektif.


"Iya... Tapi aku benar benar tidak berniat melakukannya. Aku hanya disuruh angela dan yang lain, kalian tahu kan aku hanya siswi beasiswa disini. Siapa yang peduli dengan ku? Kenapa semua ini tidak adil? mereka bersikap seolah raja hanya karena orang tua mereka yang kaya".


Ujar siswi yang sedang di intograsi dengan tubuh yang gemetar.


Semuanya terdiam, mereka semua merasa iba dan menghentikan sesi introgasinya.


"kamu bisa pergi sekarang. Tapi jika kita butuh sesuatu yang ditanyakan kamu siap kan jadi bukti? nama kamu aku catet di sini. Nama kamu Raya, benar kan?".


Ucap sella.


"Iya, permisi".


Setelah keluar dari ruangan club detektif. Tiba tiba ada seseorang yang menarik rambut raya dengan kasar dan membawanya ke halaman belakang.


"Bilang apa kamu tadi sama mereka !".


ujar angela menjambak rambut raya semakin kencang.


"A... Aargghh...".


Raya merintih kesakitan.


"haa?! Enak banget kamu ya? kamu sudah terima uangnya dan mau laporin kita gitu? Mulai berani ya sekarang?!!".


Teriak angela.


"A.. Aku ga mau menerima uangnya tapi kamu memaksanya. Uang kamu masih utuh, aku tidak menggunakan sam...".


Angela langsung meremas mulut raya yang sedang membela diri.


"Ngomong apa kamu ! Kalau sampai semuanya kacau. Jangan harap kamu bisa sekolah disini lagi".


Angela dan teman temannya pun pergi.


Raya tertunduk menangis sangat kencang.


"Siapa yang mau disini siapa ?!! Kalau saja aku bisa memilih untuk dilahirkan menjadi siapa, aku pasti tidak disini sekarang ".


Teriak raya menangis tersedu sedu.


~Rumah kenan~


"Hari ini kenan ke basecamp ya? Kenapa belum pulang juga".


Aletta mondar mandir di balkon merasa cemas.


"Sandra juga, kemarin sikapnya aneh banget".


Aletta bolak balik mengecek hp hanya memutar mutar menu.


"Ini pada kenapa sih orang orang, aku harus masuk sekolah besok. Gapeduli tangan bengkak ga akan ada yang liat juga".


Oceh aletta ngomel sendirian.


Pukul 20:00 kenan tiba dirumah, dia langsung dilempari beberapa pertanyaan dari aletta.


"Kamu kemana saja? Kenapa baru pulang? Bukannya jam 11 sudah bisa keluar ya? Kamu ke basecamp atau kemana? Sama siapa saja? Dan kenapa pulang ga bawa apa apa? Kamu kenapa diem aja sih?!".


Tanya aletta kesal.


"Gimana aku mau ngomong, kamu aja bicaranya ga ada jeda".


Balas kenan sambil mengganti pakaiannya.


"yaudah buruan jawab!".


"Aku ke basecamp, lagian aku jarang kesana".


"Kenapa ga ngabarin?! Bikin cemas tau ga !".


Sahut aletta kembali marah marah.


"Aku udah kabarin kamu, tapi ga kamu bales".


Balas kenan.


Aletta kemudian mengecek hpnya. Dia menatap tajam ke arah kenan lalu melempar hpnya.


"Kamu gimana sih ! Orang aku belum nyalain datanya, pantesan ga masuk".


Ucap aletta kesal.


Kenan terbelalak tidak dapat berkata kata, dia menunjuk dirinya sendiri seolah bertanya apa salah dia?. Tapi kenan hanya diam karena tidak ingin memancing keributan.


"Hehe... Yaudah makan gih, kamu belum makan kan?".


Ujar aletta bersikap sok manis karena merasa bersalah. Dia seolah seketika melupakan semua ucapannya barusan.


"Udah tadi".


"Gimana sih, aku kan nungguin kamu. Kamu malah udah makan duluan".


lagi lagi aletta kembali marah.


Kenan menghela napas, dia merasa kesal tapi juga sayang.


"Yaudah yuk aku temenin".


Aletta tersenyum dan merasa tersipu.


"Aku bercanda, kalau gitu aku makan duluan ya".


Ujar aletta beranjak ke ruang makan.


"Lain kali kamu harus makan tepat waktu, gausah nungguin aku atau siapapun".


Balas kenan.


"Kenapa? Kamu khawatir ya?".


ledek aletta.


"Engga. Aku ga khawatir sama kamu, aku khawatir sama anak aku. Kamu lupa ya kalau kamu sedang hamil?".


Ujar kenan melotot pada aletta.


Aletta memutar bola matanya tanpa menjawab apapun.