The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
masalalu



"aaarrgghh... Hoaammzzz... Ga nyangka ternyata udah jam 9 malem guys".


Aletta bersandar di pundak kenan dan melihat jam tangannya.


"Hah? Gilaa! Bisa dimarahin nyokap nih gue, yaudah gue balik dulu ya".


Ucap sandra terburu-buru.


"Heh, mau balik sama siapa lo?".


Tanya karen bangkit dari tempat duduk.


"Sama elo lah, lo pikir? Buruan !".


Bentak sandra berlari ke arah mobil karen.


"Iya, iya bentar , ini kenapa jadi gue ikut ribet kaya gini sih".


Ucap karen ikut terburu-buru.


"Yaudah yuk balik".


Semuanya pun mulai cabut satu persatu, kecuali kenzo.


Kenzo terlihat termenung dipinggir jendela setelah kepergian teman-temannya.


Keesokan harinya....


"Wooww...wooaahhh...".


"Ganteng banget gilaaa".


"Siapa dia? Murid baru lagi ya?".


"Ga nyesel gue sekolah disini, yang ada cuci mata tiap hari".


"Bisa nih masuk K4".


Ucap semua siswi berdecak kagum melihat cowo di depannya.


"Wahh kalau masuk k4 keren nih".


Ucap wendy sambil menyruput es di tangannya.


"Emang nama dia dari K, kalau namanya yono gimana? Kalau namanya dari K sih mungkin bisa masuk ya, jadinya K5 nanti hahaha".


Kata key.


"Ngaco lo, mana ada yono se ganteng dia".


Ujar wendy mulai menghayal.


"Eh ngel, lo deketin dong, ga dapet kenan dia pun jadi kan, udah mau kesini tuh buruan buruann".


Key mendorong angela agar segera mendekati cowo yang sedang berjalan ke arahnya.


"Grhhmm... Hai, anak baru ya? Kalau boleh tahu nama kamu siapa?".


Ucap angela gugup.


"Oh hai, gue arga".


Jawab arga dengan suara beratnya.


"Hahh.. gila suaranya bikin makin tambah halu".


Gumam key pelan.


"Gue angela, kalau butuh bantuan bilang aja".


"Okey".


Arga tiba-tiba terdiam, matanya menyipit karena silau matahari, matanya terus tertuju pada seorang wanita yang sedang asyik mengobrol dengan temannya.


Angela yang menyadari itu pun terlihat kesal .


"Ckk... Lagi-lagi dia".


Ucap angela dalam hati.


"Itu bukannya letta?".


Ujar arga terlihat senang.


"Sorry gue kesana dulu ya".


Arga berlari menghampiri aletta.


"Iiihh... Maruk banget sih tu cewe, kenan di ambil, masa sekarang arga juga".


Oceh Wendy kesal.


"Tau tuh !".


Imbuh key.


.


.


"Aletta...".


sapa arga saat tiba di depan aletta.


"arga?".


ujar aletta bingung kenapa ada temannya disana.


"Kayanya kita jodoh ya, pantes waktu gue nyari sekolah langsung sreg sama sekolahan ini, ternyata elo disini juga".


imbuh arga.


"Hadehhh... Kenapa muncul lagi sih ni orang, ga ! Aletta, elo punya nya kenan, inget ! elo udah punya suami. Masalalu biarlah berlalu".


Gumam aletta dalam hati.


"Lo kenapa diem aja? Elo ga lupa sama gue kan? Aletta? Ini gue, arga yang dulu...".


"Iya tauuu".


Sahut aletta.


"Gue kira elo lupa, mana hp lo?".


Ucap arga.


"Mau ngapain?".


Aletta mengernyitkan dahi nya, merasa bingung.


"Buat save nomor aku".


Jawab arga.


"Dia siapa?".


"Ohh, dia temen aku dulu".


Jawab aletta sedikit gugup.


"Temen?".


Tanya kenan memastikan.


"Iya temen".


"Temen deket sih lebih tepatnya".


Sahut arga.


"Gue ga ngajak bicara elo!".


Ucap kenan kesal.


"Santai aja bro! ".


Ujar arga tersenyum sinis.


"Arga kenalin, dia cowo aku".


Ucap aletta memperkenalkan kenan, agar tidak terjadi pertengkaran.


"Oohh... Okey, baru pacar kan?".


"Maksud lo apa? Kenapa emang kalo baru pacar?! Mau pacar atau bukan, itu bukan urusan lo !!!".


Kenan menarik kerah baju arga karena tersulut emosi.


"Weittss... chill broo, gue kan cuma nanya".


Ucap dengan wajah songong.


"Udah stop!".


sahut aletta.


"Cowo lo kasar juga ya, ati-ati".


Ujar arga pelan seolah sedang bisik-bisik.


"Lo... Nglunjak ya lama-lama!!!".


Kenan menunjuk wajah arga, seraya ingin memukulnya.


"Kenan udah! Kita pergi, arga gue pergi dulu, sorry buat kejadian ini".


Aletta menarik tangan kenan untuk mengajaknya pergi.


"Okey, see u".


Dengan wajah smirk arga melihat aletta dan kenan yang berjalan semakin jauh.


.


.


"Kenapa?".


Kenan menghentikan langkahnya.


"Kenapa apanya?".


Tanya aletta bingung.


"Kenapa harus bilang sorry sama dia? Kenapa juga kamu pake acara bilang , arga aku pergi dulu yaa...".


Ucap kenan kesal.


"Ken..."


Ucap aletta terpotong.


"Atau jangan-jangan kamu masih suka ya sama dia? Mau balik? Nyesel sama aku?".


timpal kenan.


"Kenan apaan sih, mulai deh. Kamu cemburu? Kita udah nikah, udah gausah cemburu-cemburu gajelas, udah pasti aku punya kamu kok".


Jelas aletta sambil memegang kedua pipi kenan yang sedari tadi cemberut.


.


.


"Kayanya makin dikasih jalan aja nih gue buat pisahin mereka".


Gumam aileen dengan wajah sinisnya yang sedang mengamati pertengkaran kenan, arga dan aletta.


.


.


"oh iya, lu lihat kenzo ga sih hari ini?".


tanya ken merasa bosan karena hanya ada ia dan karen.


"belum nih, dia akhir-akhir ini juga aneh banget, kayanya ga masuk deh tu anak, udah jam berapa ini, coba gue telpon dulu deh".


jawab karen sambil mengeluarkan hp untuk menelfon kenzo.


"woy !!!".


bentak kenan mengejutkan karen dan ken.


"ngaggetin aja lo !".


ucap ken kesal.


"kenapa nih? pada spaneng gitu mukanya".


ujar kenan sembari menarik kursi untuk nya duduk.


"lo ngerasa aneh ga sih sama kenzo? dia lebih sensitif kan akhir-akhir ini?".


ujar karen menjelaskan.


"ga juga".


jawab kenan.


"terserah lo deh".


ucap karen tambah kesal.


"yaudah saat ini kita biarin aja dulu, jangan tanya apapun, kalau emang dia ada masalah biar dia ada ruang buat dirinya sendiri, kalau dirasa sikapnya sudah berubah kita baru tanya dan bantuin dia".


ucap ken.


karen dan kenan manggut-manggut setuju dengan usul ken.