The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Mall



Setelah sampai di rumah, aileen langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya menatap langit langit.


"sekarang aku sadar, bahwa kehadiran aletta itu menjadi pengacau, semuanya berubah seketika...mulai dari perhatian kenan dan semua siswa yang menjadi lebih respect dan kagum sama dia, aku ga peduli dengan sikap orang lain gimana ke dia, tapi kalau kenan... rasanya ga ikhlas".


gumamnya sembari mengingat tawaran dari teman teman angela.


" apa aku terima aja ya tawaran mereka... gaa...aileen ga boleh! Ga boleh jadi orang jahat ".


___________________________________________


" akuu pulang...".


aletta berjalan sempoyongan menuju kamar.


"kamu ga papa? Kamu di apain aja sama mereka? ".


kenan menuntun aletta untuk berbaring ke kasur.


" aku di jebak".


"di jebak?".


Aletta merogoh saku dan memberikan surat dari angela pada kenan.


"tadinya sih udah ku buang, tapi kejadiannya malah kaya gini jadi ku ambil lagi buat tanya ke kamu".


Kenan membaca lembaran kertas yang diberi aletta.


"kamu gimana sih bodoh banget!!! Kenapa bisa percaya gitu aja!! Kalau tadi aku ga dateng gimana? Ga tau lagi deh kamu di apain kalau sampai aku telat dateng, mana hp kamu? Buruan!".


" apaan sih".


"udah siniin".


" nih..".


aletta memberikan hpnya pada kenan.


Kenan menulis nomornya di hp aletta dan menyimpannya.


"mulai sekarang jangan percaya lagi kalau ada yang bilang dari aku, kecuali dari nomor ini".


" katanya ga mau nyimpen nomor aku".


gumam aletta.


" ya..yaa...emang kamu mau kejadian ini terulang lagi".


ucap kenan beralasan.


"yaudah pijitin ".


ucap aletta manja dengan muka memelas.


"mau aku bunuh haa?".


"adududuuhh..".


rintih aletta akting didepan kenan.


" heii...heeii !!! Siniin kaki kamu".


Aletta tersenyum dan meletakkan kakinya ditubuh kenan.


" gausah senyum! ".


bentak kenan.


" hehe...".


aletta semakin melebarkan senyumnya.


"dibilang ga usah senyum!!! Kalau kamu senyum...bikin aku deg degan ".


kenan bergumam pelan.


" apa?".


"hah? Ga ... Ga papa ".


kenan mulai memijit kaki aletta perlahan.


" oh ya kamu besok dateng ke ulang tahun aileen?".


tanya kenan.


"oh pacar kamu itu? Aku sih mau dateng tapi gatau rumahnya dimana".


ujar aletta.


" yaudah bareng aja".


jawab kenan grogi.


"oke deh, aku tuh sebenernya pingin ajak sandra, tapi dia ga mau, mungkin karena kondisi dia yang sekarang jadi dia ga PD, oh ya emang dia ga marah kalau kamu bareng aku berangkat nya".


"kasihan juga sih sandra, ngapain marah, lagian kita engga pacaran kok".


jelas kenan.


" kenapa selama ini ga kamu tolongin, berarti selama ini waktu ga ada aku dia di perlakuin gitu tiap hari dong".


ucap aletta merasa sedih.


"cowo mah ga ada yang peduli, nih ya aku kasih tau, disana itu kamu mau ngebully siapapun semuanya bakal cuma liat doang, karena mereka ga peduli mau kamu bertengkar sama siapa itu bukan uruasan mereka, jadi mereka cuek tiap ada murid yang dirundung".


jelas kenan.


" ga seharusnya dia digituin hufftt...oh ya, besok cari kado bareng yah kamu kan deket sama aileen jadi pasti tau apa aja yang dia suka".


ucap aletta.


"okey".


____________________________________________


Keesokan harinya, aileen tidak masuk sekolah karena mempersiapkan hari ulang tahunnya, ia harus pergi ke salon dan juga berbelanja pakaian.


•international univercity•


" alettaa..!.".


teriak karen dari kejauhan.


"eh karen, ada apa?".


" kamu udah ada pasangan ke birthday party nya aileen belom?".


tanya karen.


"mmm...kayanya sih udah".


jawab aletta.


" hah? Siapa? Berani beraninya?".


Aletta tertawa kecil melihat tingkah karen. "yaudah duluan yaa".


" waahh...aletta...".


karen memanyunkan wajahnya karena ditinggal aletta begitu saja..


•kantin•


"kamu beneran ga mau dateng?".


tanya aletta meyakinkan jawaban sandra.


" kalau aku dateng, sama aja aku permaluin diri aku sendiri".


jelas sandra.


"sandra bisa ga sih gausah berpikiran kaya gitu lagi".


" ga bisa, selama nama baik papa aku belum kembali".


"aku bisa bantu apa? Kamu bilang aja?".


" bisa bantu apa? Hhh...ga akan ada yang bisa kamu bantu".


"tapi kita belom coba".


ucap aletta.


" mau coba sampai kapan?!!".


"sandra...".


" aku lagi ga mau bahas itu ".


sahut sandra ketus.


"huufft...baiklah kalau begitu".


Sepulang sekolah, aletta diam diam janjian dengan kenan untuk bertemu di mall.


Setibanya di sana aletta celingukan mencari kenan yang belum juga tiba.


Tak lama kemudian dari kejauhan tampak kenan yang jalan menghampiri aletta, tapi setelah itu tiba tiba kenan berbalik badan dan mengumpat dibalik mobil.


" gila tuh anak udah telat malah ngumpet ".


aletta berdecak kesal. Saat hendak menghampiri kenan tiba-tiba seseorang datang.


" aletta? Nungguin siapa?".


tanya aileen ikut celingukan.


"hah...ehh...aileen, engga ini aku lagi nungguin sandra ga dateng dateng".


ucap aletta gugup.


" ohh...gitu, mau aku temenin?".


ujar aileen menawarkan diri.


"oh gausah, kamu pasti sibuk banget, ini juga udah sore kamu bukannya harus ke salon ya".


" bener juga sih, yaudah ya kalau gitu aku duluan".


"iya hati hati".


Setelah situasi terlihat aman, kenan keluar dari persembunyian dan menghampiri aletta.


" untung ga ketahuan".


kenan mengelus-elus dadanya.


"yaudah yuk, mm...aileen sukanya apa?".


" setau aku sih dia suka koleksi tas".


"yaudah berarti kita kesini ".


aletta menunjuk sebuah brand ternama.


Kenan menghentikan langkahnya dan menatap kesal aletta.


" kenapa? Ga bawa uang ya?".


"heeeii !!! Kamu ga inget apa dulu nyuruh aku beli make up dimana?".


kenan mematung didepan pintu.


" ohh...iyaa, hehe...kamu kan ganteng jadi mau nglekuin kaya apapun ga bikin malu, yuukk...".


aletta menarik paksa tangan kenan.


"yang ganteng tadi aku setuju, tapi kalau kesini aku ga setuju".


" yahh...udah terlanjur masuk".


"arggh...rese ".


kenan menepis tangan aletta.


" woahh...yang ini bagus, lucu juga, aku beli ini deh".


ucap aletta mengambil sebuah tas mungil berwarna hitam putih.


"dia suka nya yang kaya gini".


ujar kenan.


" aku ga bilang ini buat aileen, orang ini buat aku sendiri , kalau buat aileen biar kamu yang pilihin".


jelas aletta.


"arrgghh...pingin bunuh orang rasanya".


kenan menggerutu kesal.


Aletta berkeliling melihat lihat rak pakaian. "kenan aku cocok ga pakai ini?".


"kenapa aku jadi nganter kamu belanja sih".


" yaudah sih mumpung disini".


"nih kamu cocoknya pakai ini ".


kenan mengambilkan satu baju.


" tapi yang ini juga keren tau".


"yaudah ambil dua duanya aja kenapa sih".


" yaudah deh, bentar ya...mba disini keluaran terbarunya apa aja?".


tanya aletta.


SPG : "ada celana yang ini, dan sepatu ini baru ada dua saat ini".


" kenan liat deh cocok buat kamu sepatunya, mau?".


"ga! ".


jawab kenan singkat.


" iya mba aku ambil yang ini".


"aku bilang engga".


" kenapa sih orang yang beli aku, semuanya jadi berapa mba?".


"totalnya Rp.598.876.900".


" pakai kartu saya aja mba".


kenan menyodorkan kartu debit nya.


"ga gapapa kok, aku bayar semuanya".


" yang suami disini siapa? Udah kamu harus nurut sama suami kamu!".


ucap kenan membuat aletta speechless.


Setelah selesai berbelanja merekapun pulang, dan aletta masih terus tak menyangka dengan ucapan kenan saat di dalam toko.


" woahaha...kenann? Ooo...my...Godd..! Kenann?! Haha...kamu tadi bilang apa".


tanya aletta masih tak percaya.


"aasshh... heeii !!! kamu itu bikin malu aku ditempat yang sama tau ga, gausah berlebihan ! Aku juga terpaksa ngomong kaya tadi".


ucap kenan menoleh ke kanan-kiri untuk melihat situasi.


"yaudah sii ".


aletta ersenyun jahil melihat kenan.


" apaa?!! Senyum sekali lagi aku pukul kamu".


"tapi ngomong ngomong...kamu tadi keren juga ".


aletta berbisik pada kenan.


Wajah kenan seketika memerah dan mengalihkan pandangannya dari aletta.