
"Kenapa? Marah ? Gasuka di bilangin?".
Ujar kenan.
" engga.. Siapa juga yang marah".
Ucap aletta kesal.
"Kalau ga marah kenapa jawabnya gitu? Kenapa jutek?".
Ujar kenan sambil mendorong kursi roda aletta.
" iihh engga ! ".
Sahut aletta ketus.
" mau aku cium disini? Biar ga marah lagi?".
kenan berbisik dan tersenyum jahil.
"Ga !".
Ucap aletta menahan tawa.
" yakiiin?".
Ledek kenan.
"Kenan aku ngantuk mau tidur, tapi cape banget pingin dipijitin".
Ujarnya seraya mengeluh manja sekaligus mengalihkan pembicaraan.
" yaudah yuk, aku pijitin sampe tidur".
Ucap kenan menuruti semua kemuan aletta.
~Rumah Angela~
"Dia pikir kita sebodoh itu apa, aku ga peduli apapun resikonya, yang terpenting aletta bisa hengkang dari hadapan aku".
Gumam angela tersenyum sinis.
"Tapi kalau kita ketahuan bukannya kita yang malah hengkang dari sekolahan".
key tampak khawatir, ia terlihat tidak tenang.
" kalian pikir kita hidup ditahun berapa? Asal ada uang semuanya lancar".
Ucap angela ketus.
"Tapi kita bukan lagi lawan sandra loh, kita ga bisa remehin dia gitu aja".
Sahut wendy.
" kalian kenapa sih? Mending kita happy happy sekarang, itu soal gampang ! Pikirin aja nanti".
Balas angela mulai menuangkan bir ke dalam gelas.
"Cheerss...".
•••
Malam harinya, kenan pulang kerumah, ia segera mandi dan mengganti pakaiannya lalu segera kembali ke rumah sakit, ia juga tidak lupa membawakan pesanan aletta untuk dibawakan ayam goreng dan juga rujak es krim.
~Rumah Sakit~
" eh pah ada disini juga".
Ujar kenan melihat orang tuanya datang menjenguk aletta.
"Iya, kamu ini kenapa ga kasih tahu mama sama papa".
Ucap tn. Zachkery yang sedang duduk disofa.
" iya kenan ini gimana sih".
Sahut ny. Sullie.
"Ga sempet pah, oh ya nih udah aku bawain".
Kenan berbicara sambil menyiapkan makanan untuk aletta. Orang tua mereka yang melihat kenan dan aletta tampak akur pun saling pandang dan melemparkan senyuman.
" aletta selamat yaa, papa denger kamu hamil".
Ujar tn. Zachkery tersenyum jahil.
"Ahh... Emm... I iya pah..".
aletta tampak malu-malu. Ia sangat malu karena bagaimanapun juga dulu ia sering berdebat dengan kenan untuk tidak mau dinikahkan, tapi hidup tidak ada yang tahu, ia juga tidak menyangka jika ia akan jatuh cinta pada kenan.
"Kenan...".
Bisik aletta pelan.
Kenan kemudian menoleh dengan menaikkan alis sebelah dan mendekatkan telinganya pada aletta.
" aku sudah ga pingin lagi, kamu aja ya yang makan".
Bisik aletta memasang wajah sok imut.
Mendengar ucapan aletta, kenan seketika menghela napas kesal dan menatap aletta datar, ia sangat kesal betapa sulitnya mendapat makanan itu di malam hari.
Balas kenan berbisik.
" kalian ini ngomongin apa sih".
Ujar ny. Renatta penasaran.
"Mah masa kenan nyuruh aku makan rujak es krim malam malam gini, aku kan lagi sakit !".
Ucap aletta mengadu pada mamanya. Kenan langsung melotot ke arah aletta karena terkejut.
" aku mau makan yang ada kuah nya, yang anget anget".
Rengek aletta kembali.
"Beliin gih kenan, di kantin rumah sakit ada kok".
Ujar tn. Zachkery.
" pah? Asshh...".
Kenan pun pergi dengan wajah kesal dan terus ngedumel disepanjang jalan.
~Rumah Sandra~
Sandra menatap nanar mamanya yang sedang merenung di dekat jendela, ia sangat ingin berputus asa untuk melanjutkan hidup. Tapi semua itu ia tahan karena ingin membela ayahnya yang tidak bersalah.
Sandra perlahan berjalan menghampiri mamanya dan berusaha menyemangati mamanya kembali.
"Sudah tidak ada mimpi lagi...".
Ujar mama sandra lirih begitu melihat sandra disampingnya.
" mama percaya sama sandra. Sandra akan berusaha balikin nama baik keluarga kita".
Sandra menangis sesegukan di dekapan mamanya.
"Apa yang bisa kamu buat? Kamu saja hanya sekedar pelayan cafe ! Ini udah takdir kita sandra, kita mati saja bersama sekarang hiks..hiks...".
Mama sandra bergegas mengambil seutas tali dan menggantungkannya di sela ventilasi udara yang terdapat di pintu.
" mama sandra mohon jangan bikin keadaan semakin rumit ! Aku tahu ini ga mudah buat kita... Tapi... Kita harus sabar dan buktiin sama mereka ! Kita ga boleh nyerah gitu aja. Mereka yang seharusnya menderita bukan kita !!!".
Sandra berteriak sangat kencang dan pergi mengambil gunting.
Mama sandra duduk tak berdaya di lantai. Ia tertunduk dengan tatapan kosong. Tangannya mulai mencekram jemarinya yang terkepal.
Ia menangis meratapi hidupnya yang telah berubah. Bagaikan penderitaan yang tak berujung, ia terus mendapat masalah yang bertubi tubi.
Sandra mulai menghampiri mamanya dengan membawakan secangkir teh hangat untuk menenangkan. Sandra yakin jika semuanya akan baik baik saja. Ia sangat yakin jika Tuhan sedang menyiapkan hadiah untuknya.
Keesokan harinya, sandra tidak masuk sekolah dan memilih pergi ke rumah sakit untuk menjenguk aletta. Ia sangat ingin menceritakan semua masalahnya itu pada sahabatnya. Tapi kondisi aletta membuat sandra menahan untuk tidak menceritakannya.
"Kamu kenapa ga masuk sekolah? Aku gapapa kok tenang aja".
Ujar aletta.
" kamu tahu sendiri kan aku ga ada waktu buat jengukin kamu. Setelah pulang sekolah aku harus kerja sampai malam. Jadi aku memutuskan untuk izin satu hari. Baru kali ini aku mendapat teman yang benar benar tulus seperti kamu, jadi aku juga harus setidaknya sedikit berkorban buat kamu".
Jelas sandra membuat aletta terharu.
"Mmmm... Apa kamu sedang merayuku?".
Ucap aletta agar suasana tidak terlihat haru. Sandra tertawa kecil, ia kemudian memeluk sahabatnya yang sedang sakit itu.
Ceklekk...
Ayah aletta masuk ruangan bersama ayah angela. Mereka terkejut saat melihat sandra di depannya.
" Loh ada sandra di sini?".
Ujar tn.handoko terkejut.
"Om... S siapanya aletta?".
nada suaranya mulai terbata.
" om ayahnya aletta, gimana kabar keluarga?".
Jawab tn.handoko.
"Ahh...hehe... Baik om".
Sandra menunduk sungkan dan merasa tidak asing dengan pria paruh baya yang datang dengan tn. Handoko.
"Papa kenal sama temen aletta?".
Sahut aletta mengernyitkan dahi.
Sandra mulai berkaca kaca. Dia sangat merasa malu pada ayah aletta atas kasus ayahnya.
" ya kenal dong. Dulu papanya kan pernah kerja dikantor papa, orangnya baik banget pasti anaknya juga baik".
"Bukan baik lagi pah, dia sahabat letta satu satunya".
Timpal aletta kembali.
" oh ya wahh, salam ya buat mama kamu, oh ya ini temen om namanya om roy. Dia anaknya teman kalian juga".
Sandra sontak mendongak terkejut. Ia seketika teringat pesan dari papanya.