The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Rencana Liburan 2



Setelah menemui aileen, kenan dengan perasaan kesal pergi ke kantin menghampiri teman temannya.


"Eh gimana? Udah ajakin aileen?".


Tanya karen begitu kenan tiba.


"Ga ada liburan !".


jawab kenan ketus.


"Hah kenapa?".


Ujar teman temannya serentak.


"Kenapa? Pokoknya ga ada yang boleh berangkat !".


Imbuh kenan.


"Yaudah kalau ga mau ikut. Kita berangkat sendiri, ya ga?".


Ujar karen mencari dukungan dari yang lain.


"Iya, tapi kita pinjem pesawat lo ya".


balas kenzo.


"Enak aja".


"Eh sandra !".


Teriak karen saat melihat sandra bingung mencari tempat duduk di kantin.


Sandra menoleh ke arah karen yang melambai padanya. Dia ragu ragu untuk menghampiri karen karena banyak mata sedang memperhatikannya.


"Eh sekarang sandra deket lagi ya sama K4".


Bisik salah satu siswi.


"Sepertinya begitu, dia kan pinter banget kalau cari muka. Dia menggunakan aletta sebagai batu lompatan".


Balas siswi lain.


"Dia ga tau ya kalau aku panggil?".


Ujar karen dengan tangan masih melambai.


"Lo ga liat semua orang melotot ke arah sandra , mana berani dia kesini".


Balas ellen.


"Pinternya pacar aku".


Ucap kenzo mencubit hidung ellen.


"Lagian sandra juga ngapain ngejauhin kita sih, jadinya kan dia sendiri yang kesusahan".


Sahut kenan melipat kedua tangannya di dada, sembari bersandar di kursi.


"Lo juga ga biasanya nyapa dia".


Ujar ken heran.


"Dia kan sekarang deket sama aletta, bisa lah gue ajak aletta melalui sandra. Dan lagian aileen juga ga bisa ikut kan? Yaudah ada sandra sebagai gantinya".


Jelas karen.


"Ga ada yang bisa gantiin posisi aileen".


Ucap kenan, seketika semuanya diam dan saling pandang.


"Yaudah ajak aja sandra sekalian, lagian dulu dia bagian dari kita juga, ga ada salahnya kalau mau ajak. Masalah aileen.. Nanti coba aku bujuk lagi, biar dia ga merasa posisinya terganti".


Timpal kenan.


"Tunggu, tunggu... Bukannya lo tadi bilang ga mau ikut ya?".


Balas ken.


"Heeii ! Mau naik pesawat gratis ga?".


Ancam kenan.


"lagian kalau lo ga ikut, kita bisa kok bilang sama bokap lo pasti di pinjemin".


ucap kenzo tertawa kecil.


"Eh itu aletta baru dateng".


ujar ellen menunjuk aletta yang berjalan menghampiri sandra.


"Letta...".


Teriak karen melambaikan tangan.


Aletta menoleh mencari sumber suara, dia melihat karen melambai ke arahnya. Karena merasa bingung, aletta menunjuk diri sendiri untuk memastikan.


"Aku?".


Ujar aletta kebingungan.


Karen mengangguk mengiyakan.


"Jangan suruh dia kesini !".


Cegah kenan.


"hah kenapa?".


Tanya karen heran.


"Gue mau panggil aileen dulu, tunggu sampe gue dateng baru lo panggil dia".


Ujar kenan langsung pergi dengan tergesa gesa.


Melihat aletta yang hendak pergi ke arahnya, karen langsung sigap menghampiri aletta.


"Eh aku baru mau kesana".


Ucap aletta.


"Ahaha... Aku kira kamu ga denger".


Balas karen.


"Ada apa emangnya?".


Tanya aletta.


"Liburan bareng yuk".


Ujar karen spontan.


"Hah? Kita?".


Tanya aletta kembali.


"Iya, kalian berdua. San ikut dong.. kamu ga inget apa dulu kita sering liburan bareng. Ga kangen emang?".


Ucap karen mencoba membujuk sandra.


"Kalian dulu...".


Sahut aletta mengira bahwa karen dan juga sandra pernah dekat.


"Bukan !".


Ujar sandra dan karen serentak.


"Kompak banget".


Balas aletta tertawa jahil.


"Dulu selain aileen sama ellen, sandra juga salah satu dari kita".


Jelas karen.


"Aku sendiri kok yang ngejauh".


Sahut sandra.


Karen sesekali melihat teman temannya untuk memastikan apakah kenan sudah datang atau belum.


Tak lama setelah itu karen melihat kenan dan juga aileen tiba.


"Yaudah yuk kita bicarain disana biar lebih enak".


Ujar karen mengajak sandra dan aletta untuk bergabung dengan teman temannya.


"Oke".


"Woyy... Nih seperti biasa gue ajak...".


"Gila... Karen sekalinya liburan bawa dua cewe ckckck".


Ujar ken geleng geleng kepala.


"Letta, gemuk banget kamu sekarang".


Ucap ellen terkejut dengan perubahan tubuh aletta.


"Nanti kalau kurus di bilang kurang gizi, yaudah sih lagian ini aku juga lagi diet tau".


Jawab aletta kesal karena selalu di bilang gendutan.


*namanya juga lagi hamil, ya pasti melar lah*.


Oceh aletta dalam hati.


"Langsung aja, kita mau liburan kemana?".


Ujar kenan enggan berbasa basi.


"Terserah sih".


"Ga ada tempat yang namanya terserah".


Sahut kenan jutek.


"Gimana kalau kita cari penginapan dipinggir pantai".


Ucap aletta memberi ide.


"Oke juga tuh".


Balas ellen.


"Awas ya kalau ngedrama tenggelem".


Jawab kenan ketus.


"Ni orang kenapa sih, kalau ga mau ikut yaudah ! Sewot mulu dari tadi, rese".


Ujar aletta kesal.


Aileen hanya diam memperhatikan semuanya yang sedang berbicara. Dia merasa seperti menjadi orang asing.


*ggrhhh... Aku juga pingin bicara, tapi kenapa rasanya berat*.


Gumam aileen dalam hati.


"Yaudah deh gini aja, kita kumpulin pendapat kita di kertas habis itu kita undi".


Ujar kenzo agar semuanya tidak ribut.


"Ummm... Kenzo aku emang pintar".


Ucap ellen manja.


Semuanya mulai menulis tempat yang di inginkan di kertas, kemudian dilipat lipat dan setelah itu di masukkan kedalam botol kosong.


"Nah udah semuanya kan? Kita kocok sekarang... Hmm... Dimana yaa kira kira..".


Gumam karen perlahan membuka kertas yang habis di undi.


"Ayoo dong buruu".


aletta merasa tidak sabar.


"Pinggir pantai...".


"Tuh kan punya ku !".


ucap aletta histeris.


"Dengan tenda".


Lanjut karen.


"Hah? Bukan punya ku".


Ucap aletta kembali.


"Emang kamu nulis apa?".


Tanya sandra.


"Penginapan di pinggir pantai".


"Dah baiklah, tidak perlu tau siapa yang nulis, kita kesana minggu depan".


Jelas ken.


"Minggu depan?!".


Aletta terkejut begitu mendengar jadwal liburannya.


"Iya. Kenapa kaget gitu?".


*minggu depan kan tepat 7 bulan kehamilan aku, dan akan ada acara keluarga*.


Gumam aletta dalam hati, dia mulai merasa resah untuk memikirkan semuanya.


"ga.. Gapapa hehe..".


Sepulang dari kampus, aletta tidak bergeser sedikitpun dari depan cermin kamarnya. dia bolak balik berputar untuk melihat tubuhnya dengan sisi yang berbeda.


"Untung perut aku ga kaya ibu ibu hamil lainnya, yang kalau 7 bulan udah gede banget, badan aku juga jadi ikut gemuk, jadi bisa buat nutupin perut aku yang buncit. Aarghh... Dan korset ini juga ikut andil buat nutupin kehamilanku. Maafin mama ya nak, kamu pasti ke gencet korset, semoga aja wajah kamu ga penyok".


Ujar aletta sambil mengusap usap perutnya di depan cermin.


"Ahahahaha... Mana ada, ya kali wajahnya penyok".


Tiba tiba kenan muncul dari belakang.


"Kamu dari mana aja?".


"Dari basecamp, udah jangan ngaca mulu nanti aku bingung".


Ujar kenan memeluk aletta dari belakang.


"Hah? Kenapa bingung?".


"Iyalah, masa tiba tiba bidadarinya ada dua".


Jawab kenan membuat aletta salting.


"apaansii.. Sejak kapan pinter gombal?".


Ucap aletta malu malu.


"Tapi kamu suka kan".


Ledek kenan.


"Engga, hahaha...".