The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Alasan



" Tapi kenapa dia ngebully kamu?".


Tanya sandra bingung.


"Hah? Mm.. Mungkin mereka kesel kali sama aku, aku juga ga tahu".


Ujar aletta gugup.


" oh ya gimana kerjaan kamu?".


Tanya aletta mengalihkan pembicaraan.


"Yaa.. Gitu gitu aja sii".


Ujar sandra lesu.


" ayo dong semangat".


"Pastinya dong".


Sandra tertawa kecil melihat aletta.


Sepulang kuliah, aileen menghampiri kenan di basecamp.


Sesampainya disana, semua terkejut dengan kedatangan aileen. Semua mata seketika teruju pada aileen.


" kenapa gitu liatnya ?".


Ujar aileen heran.


"Ya ini kan basecamp kita, elo ga bisa masuk seenaknya gitu lah, lagian kenan juga lagi ga ngajak elo kan? Ellen aja kalau ga aku ajak ga berani dateng kesini".


Sahut kenzo ketus.


Omongan pedas dari kenzo seketika menancap di hati aileen, ia terdiam melihat kenan yang sama sekali tidak membelanya.


*bahkan sekarang kenan ga peduli lagi sama aku*.


Gumam aileen dalama hati.


" grrhmm... Duduk aja, ada apa ?".


Ucap kenan cuek.


"Tadinya aku mau minta maaf, tapi aku tarik lagi niat aku, aku pulang dulu".


Ujar aileen beranjak pergi.


Kenan menatap kesal kenzo dan mulai mengejar aileen.


" mulut lo ga ada akhlak banget sii".


Sahut karen.


"Biarin, kesel juga gue lama lama".


Balas kenzo.


" aileen...".


Teriak kenan.


"Kenapa?".


Aileen menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah kenan.


" aku minta maaf, karena malam itu udah ninggalin kamu, aku kira kamu udah mau pulang makanya aku pergi".


Jelas kenan.


"Kamu waktu itu ngapain ngejar aletta ? Dan bunga itu buat siapa?".


Ujar aileen penasaran.


" ee.. Itu aku mau nemuin kenzo, dia titip bunga buat ellen".


Ucap kenan gugup.


"Terus apa kaitannya sama aletta?".


Imbuh aileen kurang percaya.


" itu kenzo yang nyuruh, kamu kan tahu sendiri kan dari awal aletta masuk, kenzo nyuruh ellen buat temenan sama aletta, malem itu kenzo mau bikin surprise buat ellen, nah waktu itu aletta yang jagain ellen buat ga muncul dulu di cafe, kebetulan aku yang disuruh jagain bunganya, karena ga dateng dateng aku juga cape nunggunya, pas aletta lewat yaudah ku kejar, aku tanya mau digimanain bunganya, kalau ga percaya tanya aja deh sama kenzo".


Jelas kenan sangat meyakinkan.


Ingin rasanya aileen bertanya pada kenzo, namun ia terlanjur sakit hati dengan ucapan kenzo, ia pun memiih untuk lebih percaya pada kenan dan berpamitan untuk pulang.


"Biar aku anter ya".


Ujar kenan.


Aileen tersenyum tipis dan memilih untuk menolak tawaran kenan.


" yaudah kalau gitu hati hati ya".


Ucap kenan kembali.


Aileen hanya menyeringai melihat kenan sekilas, kemudian pergi.


"Aku balik dulu ya".


Ujar kenan pada teman temannya.


" buru buru banget, kenapa? Mau nganter aileen ya?".


Tanya ken.


"Engga, dia gamau aku anter, aku mau pulang aja sih cape".


Balas kenan.


" biasanya juga istirahat disini, ga asik lu sekarang, jarang ngumpul sama kita".


Ucap karen kesal.


"Kita bertiga sepakat untuk marah ! Sebagai gantinya, kita ikut ke rumah lo dan kenalin istri lo, gimana ?".


Ujar kenzo.


Kenan menatap datar teman temannya dan mengabaikan perkataan kenzo.


" heii !! Kenan !!!".


Teriak teman temannya serentak.


Setibanya dirumah, kenan langsung mandi dan merebahkan tubuh, ia melihat aletta yang sedang duduk manis sembari membaca buku dengan disuguhkan kopi, ia lalu menghampirinya.


"Lagi baca apa?".


Tanya kenan tersenyum.


" baca novel, kamu ga nongkrong sama temen temen kamu? Cepet banget pulangnya?".


Jawab aletta mengernyitkan dahi.


"Engga, aku mau pulang aja, aku cuma mau mastiin kalau bidadari dirumah aku engga kabur".


Kenan tertawa kecil dan memeluk aletta dari belakang.


" dasar basi gombalanya, kamu udah makan ? Mau aku ambilin kesini?".


Ujar kenan terus menjahili aletta.


" hmm.. Terus aja gitu".


Aletta tertawa kecil dan beranjak untuk mengambilkan makan kenan.


Tak lama kemudian aletta datang dengan membawa makanan dan minum untuk kenan.


"Eemmmhh.... Tuh kan bener, kalau kamu yang ambilin jadi lebih enak".


Ujar kenan lagi lagi menggoda aletta.


" apalagi kalau yang bikin".


Sahut aletta menyombongkan diri.


"Ee..hehe, kalau itu engga".


Balas kenan datar.


" iissshh...".


"Kamu mau makan diluar?".


Tanya kenan menawarkan.


" emm.. Engga".


Ujar aletta menggeleng.


"Mau shopping? Atau jalan jalan?".


Tanya kenan kembali.


" engga juga".


"Terus kamu mau minta apa?".


Ujar kenan ingin membahagiakan istrinya.


" engga minta apa apa, emangnya ada apa?".


Tanya aletta heran.


"Ya gapapa aja, aku kan ga pernah beliin kamu apa apa".


Balas kenan.


" pernah tuh, kamu pernah beliin aku baju waktu di us, terus pernah beliin make up juga".


Ucap aletta mengingat ingat.


"Emang ga mau apa apa beneran?".


Tanya kenan meyakinkan.


" ohh ada".


Ucap aletta semangat.


"Apa?".


" aku mau dinner sama karen".


Ujar aletta tertawa kecil.


"Mau aku pukul ?".


Sahut kenan kesal.


" cieee marah ciyeee".


Ledek aletta.


"Oh ya, kamu gausah pakai cincinnya ga papa loh, dari pada aileen terus curiga".


Ujar aletta mulai berbicara serius.


" kenapa? Aku maunya pake kok, emang kamu ga cemburu kalo aku lebih mentingin dia?".


Tanya kenan memastikan.


"Engga, ngapain juga cemburu, lagian nih ya dia kan temen kamu dari dulu, lebih duluan dia malah dari pada aku".


Aletta berbicara sambil merapihkan tempat tidur.


" tapi kan teman juga ada batasnya".


Balas kenan sangat ingin aletta cemburu padanya.


"Tapi selama ini yang aku lihat kalian kan masih ada batasnya".


Ujar aletta semakin membuat kenan kesal.


" heeii !!! Kamu ga beneran cinta ya sama aku !".


Bentak kenan.


"Cinta kok".


Balas aletta santai.


" kalau kamu cinta seharusnya kamu bilang, jangan deket deket dia ! Aku cemburu !, aku gasuka ya kamu deket deket dia !! Aashh..".


Ucap kenan berteriak.


Aletta tertawa kecil melihat kenan kesal dengan sendirinya, ia kemudian mengganti pakaian dan mengabaikan kenan yang terus mengoceh.


"Aargghh.. Jadi ga napsu makan kan aku".


Ujar kenan kesal.


" orang udah habis gitu kok ga napsu dari mananya".


Ledek aletta.


"Ya tadi masih napsu, tapi sekarang udah engga, aahh.. Udah udah aku mau tidur !".


Katanya ketus.


" ya emang mau ngapain lagi kalau engga tidur orang ini juga udah malem".


Sahut aletta kembali.


Kenan langsung menutup telinganya dengan bantal dan tidur membelakangi aletta.


"Yakin ga mau dipeluk?".


Ujar aletta tertawa kecil melihat tingkah kenan.


" ga !".


"Yakin nih? Satu.. Dua.. ".


Kenan mengintip aletta dari balik bantal, ia melihat aletta dengan tatapan bayi, kenan kemudian sedikit bergeser dan berguling ke arah aletta karena ingin dipeluk.


" uuuluuhhh..".


Aletta mengusap usap rambut kenan hingga tertidur.