The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
move



•Basecamp K4•


"Widiiihhhh... Gue kira lupa lo sama tempat ini".


Sindir karen saat melihat kenan datang ke basecamp.


"Kenapa lo? Ditekuk gitu mukanya?".


Tanya kenzo menghampiri kenan.


"Pusing gue !".


Ujar kenan kesal.


"Namanya juga rumah tangga bro, lo pikir gampang apa, nikahnya sih emang gampang, tapi kehidupan setelah menikah nya itu yang susah, buktinya banyak di luar sana yang cerai".


Jelas kenzo.


"Kaya ngerti aja lo".


Sahut ken melihat kenzo yang sok menasehati kenan.


"Emang apa sih masalahnya? Dia cemburu ga diajak liburan? Atau apa?".


Tanya karen penasaran.


"Gue udah cerita ke kalian belum sih kalau istri gue hamil".


"HAH !!!".


spontan semua berteriak menatap kenan.


"Widiiihh kita bakal jadi uncle niih hahaha".


Ucap kenzo tak menyangka.


"Ga nyangka guee, lo ternyata malu-malu tapi mau hahaha".


Timpal karen tertawa keras.


"Dan kemarin anak gue meninggal".


Kenan melanjutkan ucapanya dan semuanya langsung diam membisu.


"Makanya dengerin dulu".


Sahut ken yang dari tadi tidak ikut mentertawakan.


"Mm... Sorry kenan".


Ucap karen dan kenzo.


"Dia meninggal di usia kandungan 7 bulan, sampe sekarang istri gue belum move on dan masih aja berlarut dalam kesedihan, kan kita juga masih punya kehidupan lain kan yang musti di jalani, mau sampai kapan coba? Makanya tadi gue bentak dia karena terus-terusan sedih eh dia malah marah bilang ini itu lah".


Jelas kenan.


"Ya iyalah gila lo! Nih ya gue bilangin sebagai pakar wanita, cewe itu emang sulit di mengerti bre, kadang dia ngomong A itu artinya bisa jadi B, kalau istri lo terus-terusan sedih ya lo samperin hibur dia alihin ke hal yang sekiranya buat dia move jangan cuma nyuruh doang, misal nih lo bilang gini, udah kita harus ikhlas, gimana kalau kita ke suatu tempat buat refresh pikiran, jangan main nyuruh luapain aja lo apalagi dengan nada membentak , percaya deh istri lo setelah lo gituin sekarang sakit yang dia rasakan jadi 2 kali lipat, mending lo pulang minta maaf dan bilang kaya yang gue omongin barusan".


Ujar karen dengan nada serius.


Kenan manggut-manggut dan langsung bergegas keluar.


Setibanya di rumah, kenan berlari menghampiri aletta yang sedang melamun di balkon.


"Aletta..."


Ujar kenan lirih.


"Cihh... Ngapain kamu? Mau nyuruh aku lupain anak aku lagi? Kalau ga ada hal penting mending pergi sana!".


Ucap aletta tanpa menoleh ke arah kenan sedikit pun.


"Hey, aku minta maaf ya, aku tadi juga bingung harus gimana lagi, aku juga sedih tapi disisi lain aku juga bingung gimana hibur kamu, gimana kalau kita jengukin dia? Kamu bisa cerita apa saja sama dia".


Aletta perlahan menoleh ke arah kenan.


"Gimana?".


Tanya kenan kembali.


Aletta berpikir sejenak dan mengangguk .


.


.


.


Setibanya disana, zee kyra grisella kenan binti kenan zhackery , sebuah tulisan yang tertera di batu nisan mungil yang dihampiri Aletta dan juga kenan, ia kemudian duduk tepat disampingnya.


"Hey... Ini mama sama papa sayang, kamu pules banget yah bobo nya, mimpiin apa sii? Zee bisa liat mama sama papa ga dari sana? Mama kamu tuh tiap hari menangis, papa kan jadi bingung ya, papa ga menangis bukannya ga sedih, tapi kalau papa ikut sedih siapa yang hibur mama, zee papa boleh tanya? Mama boleh ga dimarahi papa soalnya sedih muluu boleh ya?".


Kenan mengobrol sembari mengusap nisan anaknya.


"Apa? Boleh? Ooohh... Zee juga ikutan sedih ya kalau mama sedih, tuuh dengerin, apa zee? Oohh... Katanya mama harus semangat, zee mau dibikinin adek".


Aletta tertawa kecil mendengar ucapan kenan.


"Ngaco ! Mana ada zee bilang begitu".


"Gitu dong ketawa, kan cantik".


Kenan tersenyum membelai rambut aletta.


Satu jam sudah kenan dan aletta bercerita dengan makam anaknya, mereka kemudian kembali ke rumah karena cuaca mendung.


"Besok sekolah ya".


Ujar kenan.


"Pfftt... Oke".


jawab aletta sedikit lesu.


.


.


.


Keesokan harinya, lagi-lagi semua siswa dikejutkan dengan kedatangan aletta setelah 1 minggu absen.


"Kenapa gue gasuka yah liatnya, padahal kemarin 1 minggu ga ada dia rasanya fine fine aja".


Gumam aileen dalam hati, melihat aletta dari kejauhan.


"Lettaaa... Lo ga papa kan? Lo bikin gue khawatir tau ga.. gue sampe ga nafsu makan selama 1 minggu".


Ujar ellen sambil menelan burgernya.


"Iya deh terserah".


Aletta geleng-geleng kepala melihat tingkah ellen.


"Letta... Akhirnya lo masuk juga".


Sandra berlari menghampiri aletta.


"Lo baik-baik aja kan disini?".


Aletta merasa khawatir dengan kondisi sandra.


"Aman".


Jawab sandra singkat.


"Oh ya, soal yang waktu itu gue belum ngobrolin sama bokap gue, sorry ya gue sibuk pemulihan".


Ucap aletta membicarakan persoalan ayahnya sandra.


"Santai, yang penting lo sehat dulu, lo happy dulu bari pikirin orang lain oke".


Balas sandra.


"Uuumm... Kalian ngomongin apa sih".


Ucap ellen tidak paham sama sekali dengan pembicaraan sandra dan aletta.


"Udah mending lo fokus makan".


"Gue kiraa lo udah meninggal".


Gumam agela saat aletta melewati nya.


"Iihhh... Ngerii banget ga sih ada suara tapi orang nya ga ada".


Ucap ellen seolah ketakutan.


"Hahaha bisa aja lo".


Angela pun semakin kesal dengan aletta yang semakin menjadi-jadi.


"Kenapa gue rasanya pingin kasih tahu semua orang kalau dia punya gue ya".


Ucap kenan dalam hati sambil memandang aletta yang tertawa riang dari kejauhan.


"Tapi disisi lain ada aileen, gue bingung harus ngomong gimana ke dia, gue harus segera kasih tahu dia".


Imbuh kenan.


"Doorr !!! Woyy nglamun aja lo".


Bentak ken dari belakang.


"Ckk.. ngagetin aja sih".


Kenan berdecak kesal.


"Haii K4".


Sapa segerombolan perempuan melewati K4.


"Hmm... Ga ada yang menarik".


Gumam ken.


"Gue mau kasih tahu kalian soal istri gue".


Ucap kenan tiba-tiba.


"Widiiiihhh tumben, gas lah basecamp biar enak ceritanya udah bolos aja kita".


Ucap karen bersemangat.


"Heh lo lupa kalo lo udah dapet peringatan".


Ujar kenzo mengingatkan.


"Lo juga lupa ya kalau kita punya persegi panjang".


Balas karen membuat semuanya bingung.


"Hah? Persegi panjang?".


"Iya, dari kertas".


Imbuh karen.


"Duit, anjing ! ".


Ucap kenzo akhirnya menemukan jawaban.


"Nah tu tau".


Sahut karen.


"Yaudah yuk gue juga males nih masuk".


Timpal kenan.


"mantaap".


ujar karen sembari mengajak kenan tos.


"Arrghhh... Kenapa Tuhan temen-temen gue bangsat semua, mau gimana lagi, Yaudah yok gass".


Ujar ken mendapat sorakan dari teman-temannya.


"Kenan .. ".


Aileen berteriak menghampiri kenan.


"Yaahh gagal lagi deh".


Gerutu kenzo pelan.


"Eh leen, ada apa?".


Tanya kenan.


"ada waktu bentar? Aku pingin ngobrol"


"Oke, mau ngobrol dimana? Tapi jangan lama-lama ya soalnya mereka udah nungguin".


Ucap kenan memberi waktu untuk aileen.


"Oke, yuk".


Aileen menarik tangan kenan ke halaman belakang, disana suasananya sangat sepi hampir tidak pernah ada murid yang melewatinya.


"Huffttt...Kenan... Aku ngerasa kamu berubah, gatau itu cuma perasaan aku doang atau emang kamu berubah. Kenan aku gabisa kaya gini terus... Maaf kalau aku memaksa, aku cinta sama kamu".


Aileen mendekatkan bibirnya ke wajah kenan dan hendak menciumnya, ia meraih tangan kenan dan menempelkan di kedua buah dadanya.


Kenan langsung menepis tangannya, dan mengalihkan pandangan.


"Leen sadar ! Ini ga bener ! Please jangan kaya gini ya, you diserve better, heii liat aku..".


Kenan memegang kedua pipi aileen dan berbicara lembut.


"Kamu itu mahal, jangan sekali-kali kamu lakuin hal bodoh kaya gini lagi ke orang lain".


Imbuh kenan menyeka air mata aileen.


"Hikss... Hikss... Kenapa kenaann... Aku nyesel udah sia-sia in kamu, kenapa ga dari dulu aku terima perasaan kamu, aku tahu kamu suka aku tapi aku malah sengaja menarik ulur perasaan kamu, hikss ... Kenan aku mohon jangan tinggalin aku".


Aileen menangis tersedu-sedu dipelukan kenan.


"Aku ga bakal tinggalin kamu, karena kita sahabat, tapi kalau buat jadi pasangan maaf aileen aku gabisa".


Jawab kenan.


"Kenapa kenan? Kenapa?".


"Aku udah punya pasangan.. dan... Aku cinta sama dia".


Ucap kenan sedikit ragu.


"Siapa? Ga ga mungkin aletta kan? Ga mungkin kan kenan? Bukan dia kan?".


Tanya aileen berkali-kali namun kenan hanya diam.


"Kenan jawabb !! Bukan dia kan?".


Tanya aileen sembari menggoyang-goyangkan tubuh kenan yang mematung.


"Iya, dia orangnya".


Jawab kenan pelan.


"Hikss.. hikss... Hikss.... Jadi selama ini dugaan aku benar, okey... Aku gapapa, hufftt...aku gatau lagi mau ngomong apa, aku duluan".


Aileen menghela nafas panjang, dia kemudian pergi meninggalkan kenan yang masih mematung.


"Sorry leen, tapi cepat atau lambat kamu juga pasti akan tahu".


Gumam kenan.


.


.


Di kantin, aileen berpapasan dengan aletta, aletta tampak bingung dengan aileen yang sedari tadi menatapnya sinis.


"Leen lo kenapa sih?".


Tanya ellen sadar akan tatapan sinis aileen.