The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Brosur



Sepulang sekolah, aileen berkumpul dengan geng angela di sebuah cafe.


"Kalian itu ada rencana ga sih !".


Ujar aileen ketus.


" kamu juga ikutan mikir dong, kamu pikir siapa!".


Balas angela tak terima dengan sikap aileen yang sok menguasai.


"Gimana caranya kita bikin dia balik ke US".


Gumam key.


" susah kalau lawan orang kaya".


Sahut daniar.


"Di bully juga ga bakalan jera".


" gimana kalau kita cari tahu dulu hal apa yang dia takuti dan dia alergi sama apa, setelah itu kita baru kerjain dia, pasti lama lama dia ga betah, kita jangan sampai nunjukin muka kita sama dia".


Ucap windy menjentikkan jari.


"Gimana caranya cari tahu tentang dia?".


Tanya aileen bingung.


" lihat aja besok".


Ujar angela menyeringai.


__________________________________________


~kampus~


"Mau mampir makan dulu di tempat biasa?".


Tanya kenan menawari aletta.


" engga ah, bibi dirumah masak, makan dirumah aja".


"Yaudah aku ke basecamp dulu ya, inget harus dihabisin kalau makan, dahh...".


Kenan mengusap usap kepala aletta kemudian pergi.


" kalian ngerasa kalau ada yang aneh ga sih?".


Ujar ken pada temannya melihat kenan dan aletta dari kejauhan.


"Iya.. Mereka jadi lebih deket".


Sahut karen memasang wajah melasnya.


" kenapa kalian ga tanya langsung aja sama dia?".


Ucap ellen heran.


"Yuk pergi..".


Sahut ken mengabaikan ellen.


" iihh.. Tuu kan sayaangg.. Aku di cuekin".


Rengek ellen pada kenzo.


"Tenang biar aku habisin mereka".


Ujar kenzo mengejar ken dan karen.


Saat semua sudah kumpul dibasecamp, ken menanyakan perihal kedekatan kenan dengan aletta.


" kalian sering kontekan ya? Kenapa jadi deket gitu sekarang?".


Tanya ken penasaran.


"Ga juga sih, semenjak satu kelompok aja".


Jawab kenan beralasan.


" heii ! Lo ga ada niat buat jadi saingan gue kan?".


Ujar karen menatap tajam kenan.


"Ahh... Emang ga ada saingan yang lebih berat apa buat gue?, kalau sama elo jelas gue yang menang".


Ucap kenan percaya diri.


" apa kalian ga ada yang berniat buat cariin aku pasangan aargghh... Menyebalkan sekali".


Gumam ken.


"Bukannya elo baru aja nolak sepuluh cewe lagi ya".


Sahut kenzo tertawa kecil.


" kasih gue cewe yang oke dikit lahh".


Ujar ken kembali.


"Ehh.. Gue mau cerita deh sama kalian".


Ujar kenan senyum senyum sendiri sebelum mulai bercerita.


" apa?".


jawab teman temannya mulai penasaran.


" gue mulai suka sama istri gue".


Ucap kenan mendapat respon datar dari teman temannya.


"Emang udah seharusnya gitu sih, kita baru akan terkejut kalau lo bilang suka sama istri orang lain".


Ujar kenzo mendapat dukungan dari teman temannya yang lain.


"rrrggghh... ga gitu maksudnya, yaudah deh gue balik dulu ya".


Kenan bergegas dari tempat duduk.


" ngapain sih pulang".


Sahut ken.


"Mau bikin anak ! Ya mau istirahat lah".


Balas kenan melambai pada teman temannya.


" ahh mentang mentang sekarang ada yang nemenin di rumah".


Ucap karen kesal.


•Rumah kenan•


" udah makan ya".


Tanya kenan menghampiri aletta yang sedang menonton tv.


"Udah tadi, kamu tumben pulangnya cepet".


Balas aletta.


" gatau juga tumben aku tiba tiba kangen sama kamu".


Ujar kenan tersenyum jahil.


"Apaan sih, makan gih".


Sahut aletta salah tingkah.


" suapiin".


Ucap kenan bergelayut manja.


"Ga ahh ! Kenan sanaan iihh ".


Aletta mendorong kenan agar sedikit menjauh darinya.


" akuu pingiiin".


Rengek kenan dengan wajah polosnya.


"Pingin apaa? Aku pukul nih ".


Ucap aletta tertawa kecil.


Kenan kemudian menggendong aletta ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya.


Ctekk...


Kenan mulai mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidurnya agar terlihat remang remang. Ia kemudian mulai menghampiri aletta dan tersenyum jahil.


••••


Keesokan harinya.


Kenan tak henti tersenyum saat di kampus, ia begitu senang dengan kejadian semalam.


" lagi dapet hadiah apa sii seneng banget kayanya".


Ujar ken penasaran.


"Ntar gue ceritain di kantin".


" hahh? Apa ini?".


Ujar kenan melihat sebuah bingkisan kado di lokernya.


"Pake tanya segala lagi, biasanya kan emang kaya gitu banyak yang diem diem ngasih hadiah tapi semuanya kamu buang".


Sahut karen.


" kayanya ini juga salah satunya".


Ucap kenan cuek sembari melempar kadonya ketempat sampah.


"Aashh... Gila lo, gue heran kenapa masih ada aja yang suka sama elo".


Ujar kenzo geleng geleng kepala.


" Yaudah yuk ke kantin, mau dengerin cerita ga nih".


Kenan terus tersenyum sebelum ceritanya di mulai.


Setibanya di kantin teman teman kenan menatap kenan sangat serius.


"Ga gitu juga liatnya, santai aja.. Gue semalem...".


Ujar kenan membuat teman temannya semakin penasaran.


" semalemm...?".


Sahut kenzo mendengarkan cerita dengan hikmat.


"Ahh... Ga jadi ! Hahaa, malu gue".


Ucap kenan tertawa kecil.


" elu kenapa sih ? Kayanya perlu diperiksa deh".


Karen menatap takut kenan yang tampak seperti orang gila.


"Siapa sih dia sampe bikin lo kaya gitu, dari sekian cewe cantik aku ga pernah liat kenan merasa malu kaya gini".


Sahut ken tambah penasaran.


" heeii ! Stop pasang muka yang menjijikan itu".


Ucap kenzo kesal dengan kenan yang memperlihatkan wajah sok imut.


"Pffttt...oke ! Gue semalem sama dia.. tahu sendirikan ngapain? tapi kali ini kita ngelakuinnya atas dasar suka sama suka!".


Ucap kenan dengan nada kilat.


" apa !!!".


Ujar teman temannya serentak.


"Pa parrrah ! Gg gimana...ras".


ucap ken ragu.


" kenan....".


Teriak aileen dari kejauhan.


"Aaarrgghhh...".


Ken menggerutu kesal karena ada hal yang ingin ia tanya kan pada kenan. Namun aileen tiba tiba datang dan membuat suasana jadi kacau.


Kenan tersenyum ceria dan mengedipkan sebelah matanya pada ken.


" ada apa?".


Balas kenan pada aileen.


"Nih ada brosur dari dosen katanya suruh isi kalau udah kumpulin ke aku ya, daah aku bagiin ke yang lain dulu".


Ucap aileen sembari memberikan selembar kertas pada kenan dkk.


" iya, good luck".


Jawab kenan santai.


"Elo seriusan?".


Ujar kenzo masih tidak percaya.


" gimana rasanya?".


sahut ken.


"seriuslah ! cobain aja sendiri".


ujar kenan sambil meledek teman temannya.


"Aileen gimana?".


Tanya karen.


" dari awal kan gue ga ada hubungan apa apa sama aileen, dia duluan juga yang dulu putusin gue. Dia orangnya baik lo tolong jagain dia ya".


Ujar kenan pada karen.


"Ga ah, aku masih berusaha buat dapetin aletta".


Ucap karen menolak.


" mau gue pukul ?".


Sahut kenan spontan.


"Kenapa?".


Tanya teman temannya serentak.


" ee.. Ya ga papa, habis dia berani beraninya tolak aileen".


Ucap kenan gugup.


"Ini bukannya kita dulu udah ngumpulin kaya gini ya".


Ujar kenzo melihat isi lembaran tentang biodata siswa.


" udah isi aja".


Sahut kenan.


"Kalian tahu cita cita gue ga?".


Tanya karen berpikir keras.


"Bukannya ngabisin duit orang tua ya cita cita lu".


Ucap kenzo.


" kalau itu cita cita aku pasti ga bakal kecapai lah".


balas karen.


"hah? kenapa gitu?".


tanya kenan bingung.


" kan duit orang tua gue ga bakal habis hehe".


jawab karen membuat teman temannya kesal.


"kalaupun ada awards orang tersombong, elu pasti menang berturut turut".


ucap ken sembari mengisi formulir nya.


"hal yang aku benci.. adalah Kenzo..".


Ujar karen tertawa jahil.


"Brengsek lu".


Sahut kenzo.


" aku alergi terhadap.. Kenan".


Ucap karen kembali.


"Minta di hajar ni anak".


Sahut kenan.


"Hal yang bikin muak.. yaitu...ken..!".


" hah emang ada ya pertanyaannya?".


Ujar ken melihat selembaran karen.


"Engga ada, cuma pingin nulis doang".


Sahut karen tertawa puas.


" lagian ini aneh deh, kenapa kita disuruh ngisi biodata kaya gini, ngapain dosen nanyain alergi sama hal yang kita benci, ini kaya brosur buat anak sd ga si?".


ujar kenzo masih saja penasaran.


"udah tulis asal aja".


sahut kenan.