The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Pingsan



Setelah semua siswa mengumpulkan formulirnya pada aileen. Sepulang sekolah angela dan yang lainnya kumpul di sebuah cafe dan mulai membaca formulir milik aletta untuk mencari tahu kelemahan aletta.


"Eh.. Ta, aku denger denger yang suruh isi formulir kelas kita doang loh".


Ujar sandra curiga.


" ahh biarin lagipula aku isinya juga asal asalan".


Sahut aletta santai.


"Bener juga sih".


Ujar sandra mengangguk pelan.


~Angela dkk~


"Kalian yakin dia ngisi formulir ini dengan jujur?".


Tanya angela sedikit ragu.


" yaa.. Setidaknya kita coba dulu pake cara ini".


Gumam aileen.


"Oke, yaudah yuk cabut".


Ucap angela beranjak dari tempat duduk diikuti teman temannya.


" lo ga pulang?".


Tanya wendy ketika melihat aileen yang tampak fokus membaca lembaran yang dipegangnya.


"Kalian duluan aja".


Sahut aileen tanpa mengalihkan pandangan dari kertas tersebut.


" baca punya siapa sih".


Ujar angela penasaran dan berusaha meraih kertas yang ada di tangan aileen, namun aileen dengan sigap menepisnya.


"Gausah kepo deh !!!".


Ucap aileen ketus.


" kalau bukan karna kita lagi kerja sama udah gue habisin lo".


Balas angela kesal. Ia kemudian pergi dan meninggalkan aileen sendirian.


Setelah melihat angela dkk pergi, aileen kembali membaca lembaran kertas tersebut yang tak lain ialah formulir milik kenan.


"Hal yang di sukai, saat dia mulai mengkuncir rambutnya, siapa yang dimaksud kenan? , yang paling ditakuti, ketika dia mulai menurunkan bibirnya :( dan tidak ingin berbicara sepatah katapun denganku lagi, aarrghhh... Kenapa jadi ga tenang gini sih hati aku".


Oceh aileen berdecak kesal.


" siapa yang sebenarnya dimaksud kenan?".


Gumam aileen tampak lesu.


~Rumah kenan~


"Kamu tadi bukannya udah makan ya?".


Tanya kenan heran melihat aletta yang tampak lahap menyantap makanan.


" iya, gatau rasanya laper banget hari ini, aahhh... Pingin nambah tapi nanti aku gemuk, ini udah piring yang ke 2, mending aku nyemil aja deh".


Aletta mulai mengelus perutnya dan beranjak dari meja makan.


"Masih mau ngemil?!".


Kenan menggeleng keheranan.


" kenapa sii ! Dari pada makan, aku gamau nanti aku gemuk trus kamu ga suka lagi deh sama aku".


Ujar aletta memanyunkan wajahnya.


"Yaudah yuk makan".


Kenan mulai duduk di ruang makan dan mengambilkan sepiring nasi untuk nya dan juga aletta.


" hah?".


Aletta masih berdiri kebingungan melihat kenan.


"Makan yang banyak, aku juga akan makan yang banyak biar kalau kamu gemuk aku juga ikutan gemuk".


Kenan tersenyum tipis sembari mempersilahkan aletta untuk duduk disampingnya.


Mendengar ucapan dari kenan, aletta seketika tampak tersipu malu dengan pipi yang memerah, ia berusaha menahan tawa dan mencoba menenangkan hatinya yang sedang berdebar.


Tak lama setelah itu, kenan tampak tidak kuat untuk melanjutkan makannya, baru juga piring yang ke 2 tapi kenan sudah sangat mual dan ingin muntah, ia begitu heran kenapa aletta bisa menghabiskan makanan yang begitu banyak tanpa ada jeda. Saat mencoba menelan suapan terakhir kenan langsung berlari ketoilet dan memuntahkan semua makanannya.


" Tuh kaan.. Kamu muntahin..".


Rengek aletta memasang wajah manyun.


"Kamu masih laper ya?".


Tanya kenan.


" udah engga kok, tapi aneh banget ga sih kenapa napsu makan aku jadi 2 kali lipat gini".


"Kamu ada salah makan kali, atau kamu makan vitamin buat nambahin napsu makan".


Ujar kenan mencoba mencari jawaban.


" ga mungkinlah, orang napsu makan aku normal kok, kalau ga bisa distop bisa gemuk beneran aku aarrgghh...".


Aletta berjalan lesu menuju kamar.


"Gausah takut gendut, dan gausah dipikirin, kalau makan tinggal makan aja nanti malah bikin kamu tertekan loh kalau ditahan".


Jelas kenan mengikuti aletta dari belakang.


" susah payah aku jaga tubuh aku biar ideal trus melar gitu aja? Kamu mah ga ngerti perasaan aku!".


Ucap aletta kesal.


*mending aku diam aja deh daripada salah*.


Gumam kenan dalam hati.


Keesokan harinya...


Tiba disekolah aletta menceritakan pada sandra tentang hal aneh yang semalam ia alami.


"Bagus dong kalau gitu, malah napsu makan kamu jadi naik".


Ujar sandra tidak memberi solusi.


" kamu itu sama aja kaya ken... nangan ahh kenangan aku".


Ucap aletta hampir saja keceplosan menyebut nama kenan.


"Maksudnya?".


Sandra tampak bingung dengan ucapan aletta karena keluar dari topik pembicaraan.


" ahh udahlah gausah dibahas lagi".


Ujar aletta mengalihkan pembicaraan.


Hmpss...hmpss...


Aletta mulai mengendus endus dan mulai terasa mual.


"Hueekk... Bau apaan ini !".


Aletta dengan sigap membekap mulutnya dan berlari ke toilet.


" perasaan ga ada bau apa apa deh".


Gumam sandra ikut mengendus.


"Hueekk... Uhhukkk... Hhh...pffttt...".


Aletta berbalik badan menatap sandra sembari mengelap wajahnya yang basah dengan tissue.


" kenapa sih? elo sakit?".


Tanya sandra khawatir.


"Ga kok, udah yuk".


Saat hendak keluar dari toilet, aletta melihat angela dan kawan kawannya sedang membasuh wajah.


" san.. Kamu duluan aja nanti aku nyusul".


Aletta mengangguk pelan memberi isyarat pada sandra.


Sandra kemudian keluar dari toilet dan menunggu aletta diluar.


"Percuma aja kali.. Lagian itu brosur aku ngisinya juga ngasal".


Aletta kembali berbalik badan dan pura pura membasuh wajah.


Angela hanya tersenyum sinis dan menyeringai tanpa mempedulikan ucapan aletta.


" udah yuk".


Ujar aletta menghampiri sandra yang menunggunya di depan toilet.


"Matkul hari ini beneran kosong kan ? Tau gitu gausah masuk, ehh oh iya kita jalan jalan yuk aku ambil tas aku di loker dulu ya".


Ucap aletta sembari membuka lokernya.


" AAAAAAA...!!!!!!".


Bruukk...


Setelah berteriak sangat kencang aletta tiba tiba jatuh pingsan.


"Aletta !!! Hahh... Gimana ini? Toloong!!!".


Sandra langsung menghampiri aletta dan berteriak meminta bantuan.


Setelah aletta dibawa ke uks, sandra mengecek loker aletta memastikan apa yang sedang terjadi. Sandra langsung tercengang setelah melihat kalajengking yang begitu banyak di loker aletta, dan kemungkinan besar aletta pingsan karena tersengat oleh kalajengking tersebut.


Tanpa menunggu lama, sandra langsung memanggil OB yang sedang menyapu lantai untuk menyingkirkan kalajengkingnya. Setelah itu sandra langsung berlari menyusul aletta ke uks.