
Sepulang kuliah, seperti yang direncanakan, teman teman angela menguntit kenan dan menginformasikan pada aileen setiap kenan berhenti disuatu tempat.
"Kenan ngapain ya ke toko bunga".
Ujar key memantau dari dalam mobil dengan teman temannya.
" beruntung banget sih aileen, itu pasti buat aileen".
Gumam daniar.
"Hhh.. Kita gagalin aja rencananya".
Ujar angela.
" ehh.. Dia udah keluar, mmm.. Bagus banget bunganya".
Ucap wendy tersipu.
Setelah selesai membeli bunga, kenan bergegas menuju cafe yang hendak ia pakai untuk kencan dengan aletta.
"Dia ngapain ya, ga pesen makanan tapi langsung balik".
Gumam angela mulai berpikir.
" kita tanya aja sama mbanya yang tadi disamperin kenan".
Usul daniar.
Mereka pun menghampiri kasir dan mulai bertanya.
"Mba tadi orang barusan pesen apa ya?".
Tanya angela.
" ohh yang masnya tadi ? Dia kebetulan mau booking tempat mba"
"Kira kira buat jam berapa ya?".
Ujar angela penasaran.
" sekitaran jam 7".
"Terimakasih mba".
" sama sama".
"Perasaan aku ketemu mobil itu terus".
Gumam kenan sembari memandang mobil angela yang terparkir di bawah pohon.
Tak lama setelah itu, karena mempunyai firasat tak enak, kenan langsung bergegas untuk pulang dan melajukan mobilnya sangat kencang.
" lahh.. Kenan kemana?".
Ujar key panik.
"Kalian ga jagain ya ?!".
Bentak angela.
" kita kan ikut kamu terus".
Sahut wendy.
"Ckk..sshh.. Yaudahlah, kita kasih tahu aileen, kita pulang aja sekarang".
Ujar angela.
_______________________________________
•Rumah aileen•
Aileen terus berguling ke kanan dan kekiri di atas kasur, dengan perasaan cemas menunggu kabar terbaru dari angela.
Drrt...
Aileen segera membaca pesan singkat dari angela.
" kenan beli bunga? Terus booking cafe segala? Jam 7. Kalau itu buat aku pasti kenan udah ngabarin dari kemaren kalau hari ini mau jalan, tapi.. Dia sama siapa ya, apa mungkin sama aletta, kalau emang bener dugaan aku, aku harus bener bener segera singkirin aletta dari sini, kalau perlu dia balik lagi aja ke usa".
Gumam aileen mulai berkaca kaca.
Ia segera berkemas karena penasaran dengan siapa kenan akan berkencan.
_________________________________________
•Rumah kenan•
Ujar aletta menggoda kenan yang masih saja terlihat kesal dengannya.
" bisa diem ga ! Tinggal dateng doang ribet amat".
Ucap kenan ketus.
"Yaudah deh aku siap siap dulu".
Ujar aletta bersemangat.
"kita pakai mobil masing masing, aku berangkat dulu".
Ucap kenan beralasan, agar ia dapat mempersiapkan bunga dan juga cincin yang sudah ia beli.
" oh oke".
Jawab aletta singkat.
Beberapa jam kemudian, jam menunjukkan pukul 7:00 dimana jam tersebut sedang dinanti nanti oleh pasangan dua sejoli ini.
Setibanya diasana aletta melihat kenan yang tengah mengobrol dengan aileen , ia melihat kenan tertawa ceria dengan tangan membawa buket bunga.
Aletta tersenyum dari jauh saat kenan menatap kearahnya, ia segera berputar balik dan memutuskan untuk pulang.
"Aletta..".
Gumam kenan langsung meninggalkan aileen dan mengejar aletta.
"sebenarnya sih aku tahu kalau mereka tidak sengaja bertemu, cuma mood aku lagi buruk aja dan juga aku cape banget jadi maaf kenan aku jadiin aileen alasan buat pulang".
gumam aletta sembari menyetir mobil.
" ciihh...jadi bener dugaan aku? Sejak kapan aku jadi nomor dua di hidup kamu kenan?".
Aileen menatap nanar kepergian kenan dan merasa sedang di abaikan, terasa berat bagi aileen untuk membalikkan badan untuk pulang ke rumah dengan suasana hati yang tak karuan, ia tak henti menangis di dalam mobil sampai tiba dirumah.
Aileen segera merebahkan tubuhnya di kasur dan menangis sejadi jadinya.
Di sisi lain, kenan berusaha membujuk aletta agar mau membukakan pintu kamarnya.
"Aletta ada yang mau aku omongin".
Teriak kenan sembari terus mengetuk pintu kamarnya.
Aletta pun membuka pintu dan mempersilahkan kenan untuk masuk.
" kamu kenapa lari? Aku tadi ga sengaja ketemu aileen disana, ini buat kamu".
Ujar kenan memberikan sebuah buket bunga dan juga sepasang cincin untuknya dan juga aletta.
"Stop bertingkah seolah olah kamu suka sama aku".
Ucap aletta ketus.
"perasaanku yang membuat aku jadi kaya orang gila, ini gak ada artinya buat kamu ya?".
Timpal aletta kembali sembari membuang cincin dan juga bunga pemberian kenan.
Kenan terdiam sejenak dan mengambil cincinnya kembali.
"benarkah? Mungkin bagi kamu ini tindakan spontan dan betapa kekanak kanakannya aku, tapi aku udah sering ragu ragu sebelum nyiapin ini semua, aku selalu berpikir gimana kalau aku buat kamu gak nyaman?!! Bagaimana kalau aku ditolak?!! Pemikiran pemikiran tanpa akhir itu buat aku sangat gelisah!!! Kamu pikir ini mudah? Bagaimana itu mudah?".
Bentak kenan berkaca kaca.
"Bu.. bukan itu maksud aku, aku bisa merasa kebingungan karena pengakuan mendadakmu dan juga perasaanmu, tapi...".
Ujar aletta gugup.
Baru kali ini ia melihat kenan menangis karenanya.
"Hhhh.. itu usaha putus asa ku!! , setidaknya aku udah mencoba, aku berusaha memikirkan maksud perasaanku sama kamu!! Aku berusaha memahami apa yang kamu cemaskan!!! Dan alasan kamu marah !!! Tapi apa yang kamu lakukan? Pernah ga kamu mencoba memahamiku juga?".
Teriak kenan tak henti meneteskan air mata.
Aletta tak bisa berkata kata lagi, ia bingung harus menjawab apa dan berbuat apa, melihat kenan menangis karenanya saja itu sudah membuatnya sakit.
" Yang buat aku marah adalah...sangat sulit bagi aku ngungkapin perasaanku!! Tapi semudah itu bagi kamu...menganggap remeh perasaanku!!! Setidaknya kamu terima pemberianku ini saja sudah lebih dari cukup tapi kamu malah membuangnya".
Ujar kenan kembali.
Setelah mengatakan semua itu kenan kemudian pergi meninggalkan aletta dengan membawa cincinnya kembali.
aletta terdiam menatap kepergian kenan, ia tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini.