
"kenan lo suka kan sama aletta, udah bilang aja gausa pura-pura deh gue gapapa, dari sikap lo tadi aja udah nunjukin kalo lo suka".
Ujar karen menatap dalam kenan.
"Paan sih".
"Ribut mulu lo pada, aletta lo mau makan? Aku ambilin ya".
Ucap sandra sembari mengusap-usap tangan aletta.
"Kata dokter sih di suruh jangan makan dulu".
Jelas aletta.
"Sorry ya guys, gara-gara gue liburannya jadi kacau".
Imbuhnya lagi .
"Bisa-bisanya kamu masih minta maaf sama kita, padahal jelas-jelas ini bukan salah kamu dan kamu juga lagi hancur banget".
Ucap kenan dalam hati, semakin hari ia semakin kagum dengan aletta.
"Aletta apaan sii, ini tu salah aku tauu".
Sahut ellen semakin merasa bersalah.
"Yang salah tu jelas abang-abang deliv nya tadi, dia buru-buru dan ga liat jalan".
Imbuh aileen.
"Perlu di usut ga nih?".
Tanya kenzo.
"Ga perlu, bikin tambah ribet, lagian gue gapapa, besok juga udah bisa pulang".
Jelas aletta.
"Liburan kali ini kita tunda dulu, next time kita liburan lagi, kalau gitu kita balik ke hotel dulu salah satu jaga disini".
Ujar ken.
"Biar gue yang jaga".
Ucap kenan dan sandra serentak .
"Biar gue aja, soalnya ini udah malem juga lebih aman kalau yang jaga cowo".
Ujar kenan beralasan.
Teman-temannya sontak menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Heii !! Ngapain liatin kaya gitu !".
Bentak kenan.
"Ga yakin gue kalo sama lo aman, awas lo jangan apa-apain aletta, letta hati-hati dia playboy".
Ujar karen terkekeh.
"Enak aja lo ! Udah sana-sana pergi".
Kenan mendorong tubuh teman-temannya agar segera keluar.
"Mau gue temenin?".
Tanya aileen.
"Ga perlu kamu balik aja ke hotel, nanti kamu kecapean".
Jawab kenan.
"Kok sekarang aku kesel ya liat kenan sama aileen".
Gumam aletta dalam hati.
"Yaudah aku balik dulu, bye letta".
Aileen berjalan pelan keluar ruangan.
Setelah semuanya pergi, kenan duduk disamping aletta sembari mengupaskan buah.
"Gamau makan".
Ucap aletta pelan diiringi dengan air matanya yang menetes.
"Heii... Jangan nangis, makan dulu yah aku suapin".
Ujar kenan lembut sembari mengusap air mata aletta.
Aletta mengangguk dan menerima suapan dari kenan.
"Kenan... ".
"Iya?".
"Mau dipeluuuk...".
Ucap aletta manja.
Kenan kemudian berdiri memeluk aletta. Aletta membalas pelukan kenan dan menyandarkan kepalanya dibahu kenan, tangis mereka berdua pecah seketika.
Aileen yang ternyata sedari tadi belum pergi mengintipnya dari kaca pintu.
Aileen tak kuasa menahan rasa cemburunya ia kemudian pergi meninggalkan rumah sakit dan menangis disepanjang jalan.
.
.
.
Setelah 3 hari berlalu...
Semuanya berkemas untuk balik ke rumah.
Di rumah, kenan melihat aletta yang lagi-lagi sedang menangis, kali ini aletta menangis sambil mencium baju bayi yang sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari.
Kenan yang melihatnya pun ikut menangis, ia kemudian mengusap air matanya dan berusaha menguatkan diri dihadapan aletta .
Bujuk kenan.
"Ga mau, ga laper".
Ujar aletta lirih.
"Yaudah kita makan disini ya".
Kenan kemudian pergi untuk mengambil makanan, tak lama setelah itu ia datang dengan membawa 2 piring nasi.
.
.
•Basecamp K4•
"Gimana ya.. keadaan aletta".
Ucap ellen masih merasa bersalah.
"Udah kamu tenang aja, dia pasti baik-baik aja kok".
Ujar kenzo mencoba menenangkan.
"Kita gabisa jenguk dia ya".
Tanya ellen kembali.
"Bisa sih bisa, cuma diantara kita ga ada yang tau rumahnya, dia gamau ngasih tahu soalnya".
Imbuh karen.
"Atau jangan-jangan dia bukan anak orang kaya, tapi dia pura-pura kaya biar ga di bully, trus biaya obatnya gimana dong kalau gitu".
Ujar ellen semakin cemas.
"Kenan kemarin juga bilang katanya biaya administrasi RS udah dia lunasin".
Timpal ken.
"Wahh... Perlu diselidiki nih".
Kenzo manggut-manggut sambil menggosok-gosok janggutnya.
Plaakkk !!!
Ellen seketika memukul tubuh kenzo.
"Enak aja, itu privasi tau ! Kalau dia gamau ngasih tahu rumahnya yaudah kita gaperlu kepo".
Pungkas ellen.
"Mmm ... Ga sia-sia aku pilih pasangan".
Balas kenzo bangga.
.
.
"Kenan tadi ga masuk sekolah, aletta juga,apa jangan-jangan mereka lagi berduaan ya".
Kata aileen merasa gelisah.
"Aku telpon aja deh".
Aileen meraih ponselnya di meja, ia kemudian menelpon kenan.
•via telepon •
Kenan : hallo leen, ada apa?
Aileen : kamu.. lagi di mana?
Kenan : Aku lagi di rumah nih istirahat, kenapa?
Aileen : oh engga, cuma mau tanya itu kelompok kamu udah pada ngumpulin tugas ya?
Kenan : katanya sih udah
Aileen : oh yaudah, aku cuma bingung aja sih sama kelomok ku soalnya tugasnya udah jadi tapi belum juga dikumpulin, yaudah kenan kalau gitu, bye..
Kenan : ok
•via telepon off •
"Aduuh kenapa jadi ga tenang gini sih".
Gerutu aileen.
.
.
.
Satu minggu berlalu... Aletta masih juga berlarut dalam kesedihannya, satu Minggu pula aletta tidak masuk sekolah, ia terlihat semakin lesu dan pucat.
"Makan ya..".
Ucap kenan lembut menghampiri aletta yang sedang berada di kamar bayi.
Aletta menggeleng pelan, kenan mulai kesal dan meletakkan piringnya dengan kasar.
"Aletta ayolahh... Bukan cuma kamu doang yang kehilangan ! Aku jug sedih, tapi aku ga kaya kamu harus sampe kaya gini, kita harus ikhlas ! Hidup kamu masih panjang ! Mau sampai kapan kamu gini terus ! Aku capek tau ga ! Aku juga punya kegiatan lainnya, dan kamu juga harus sekolah kan ! Ayo dong move on !!! Ini sudah 1 minggu dan kamu masih gini-gini aja pasti anak kita juga sedih lihatnya !!".
Bentak kenan mulai kesal dengan sikap aletta.
"Ehh... Aku ga minta kamu buat temenin aku ya ! Aku juga ga minta kamu buat ambilin makan aku, aku juga ga minta kamu buat urusin aku !!!! Haaaaaarrggghh !!!! Move on kamu bilang !? Kamu pikir gampang ?! Haaa? Kamu ga ngerasain kan kemana-mana bawa dia didalem perut, tiap hari ngobrol, nendang-nendang, di kasih nutrisi, cek up ke dokter, trus tinggal 2 bulan lagi, 2 bulan kenannn, 2 bulan lagiii kita bisa lihat diaa !!!! Segampang itu kamu bilang buat lupain dia? Buat move on haaa!!!! Kamu kalau mau pergi Yaudah pergi sana, aku juga ga pernah nyuruh kamu buat disini kan ?!!".
Aletta berteriak sangat kencang diiringi dengan isak tangis.
Kenan menggeleng ke arah aletta kemudian pergi.
Tangis aletta semakin pecah setelah kepergian kenan, ia membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya.
"Aaaaarrrrggghhhhh...hhh... Hikss...hikss...".