
"Aletta gimana mah?".
Tanya kenan khawatir.
" dia sudah di ruang rawat dan sudah sadar, kenan kamu gausah gengsi gitu sama mamah, kamu sebenarnya udah mulai cinta kan sama aletta?".
Goda ny. Renatta.
"Aahh... Emm... Kenan ga ngerti maksud mamah".
Ujar kenan malu malu.
" buktinya aletta bisa hamil".
Ucap ny. Renatta meledek.
"Hamil?".
Kenan terkejut dan langsung berlari ke ruangan aletta.
Ceklekkk...
"aletta ...".
" ehh... Kenan ! Aaaa... Lihat tangan aku".
Rengek aletta manja.
"Kamu hamil? Gimana bisa?".
Ucap kenan membuat aletta bingung.
" biarin mereka ngomong dulu pah".
Ujar ny. Renatta menghentikan suaminya yang hendak ikut masuk ke ruangan aletta.
"Kamu ga jelas deh.. Lihat nii tangan aku gimanaaaa ini kapan sembuhnya".
Ucap aletta kesal melihat tangannya yang bengkak.
" kamu gausah mikirin itu dulu, kita harus mikirin kandungan yang ada diperut kamu, tadi mama kamu bilang kalau kamu hamil".
Ujar kenan cemas.
"Ngaco kamu, itu mama sengaja bilang gitu biar kita makin deket".
Ucap aletta santai.
" gimana kalau kita pastiin sendiri".
Ujar kenan penasaran.
"Yaudah sana panggil dokter".
Ucap aletta menyetujui.
Tak lama setelah itu dokter tiba dan memberi keterangan yang sama setelah memeriksa aletta.
" mama bilang juga apa, kalian ga percaya?".
Ujar ny. renatta melemparkan senyuman jahil.
"Mah, aletta mau ngomong sebentar sama kenan".
Ucap aletta memberi kode pada orangtuanya agar keluar dari ruangan.
" yaudah papa sama mama balik dulu nanti malam kita kesini lagi".
Ujar tn. Handoko.
Setelah melihat papa dan mama nya pergi, aletta langsung menghela napas dan memandang lemas ke arah kenan.
"Kita harus gimana dong? Kita harus seneng atau sedih?".
Tanya aletta memanyunkan wajah.
" kita harus dua duanya".
Ujar kenan pelan.
"Oke, kita harus seneng dulu.. Ahhh aku hamil".
Ucap aletta tersenyum ceria.
" akhirnya kamu hamil".
Sahut kenan ikut senang.
"Udah cukup, kita harus sedih sekarang".
Sahut aletta seketika wajahnya berubah menjadi sedih begitu juga dengan kenan.
"Kamu kok bisa hamil sii".
Ucap kenan kesal.
" kan kamu yang bikin !! kamu harusnya bersyukur dong aku bisa hamil".
Ujar aletta tak terima .
"Trus sekarang kita harus gimana? Temen temen udah mulai curiga tau ga?".
Balas kenan.
" ya kamu kalau belum siap jadi ayah gausah ngajakin aku dong ! Kenapa jadi marah marah ke aku !".
Sahut aletta ikut marah.
"Kamu juga kenapa mau aku ajakin?".
Balas kenan sinis.
" ihh kamu nyebelin ya jadi cowo ! Kasihan banget anak aku harus punya ayah kaya kamu !".
Bentak aletta ketus.
"Enak aja! Kalau ga ada aku anak kamu ga mungkin ganteng".
Balas kenan tak terima.
" siapa bilang dia ganteng ! Orang dia cewe ! ".
Balas aletta tak mau kalah.
" siapa bilang dia cewe ! Orang kita belun tahu jenis kelaminnya".
Sahut kenan ketus.
Aletta berteriak sangat kencang. Teriakan yang nyaring dan cukup melengking itu membuat kenan sampai menutup telinganya.
Mereka berhenti sejenak dan mengatur napas masing masing, kenan mulai melirik ke arah aletta dan tertawa kecil. Kenan pun kemudian menghampiri aletta dan memelukanya.
" mau makan?".
Tanya kenan lembut.
"Mauu...ini tangan aku bisa kaya semula kan kalau sembuh?".
Jawab aletta manja.
"Bisaa, gausah khawatir lagian aku juga ga peduli gimanapun bentuk tangan kamu".
kenan mulai menyiapkan makanan yang disediakan dari rumah sakit.
" tapi aku yang peduli ! Mereka lama lama keterlaluan tau ga ! Aku kesel ! Itu kan bahaya, kalau aku mati gimana? Ga dipikir dulu apa sebelum bertindak".
Oceh aletta kesal.
"Mereka siapa?".
Tanya kenan bingung.
" siapa lagi? Yang ga suka sama aku kan cuma angela sama teman temannya".
jawab aletta ketus.
"Kamu mau mereka aku apain?".
Tanya kenan halus sembari menyuapi aletta.
" ga perlu.. Aku ada rencana".
Ujar aletta manggut manggut.
"Rencana apa?".
Tanya kenan penasaran.
Aletta mulai mendekat ke arah kenan dan berbisik.
Kenan kemudian manggut manggut tanda mengerti.
"Kamu mau apa biar aku beliin?".
Ujar kenan menawarkan.
"Aku mau tangan aku sembuuh...".
Rengek aletta memanyunkan wajahnya.
" iyaa, sabar itu pasti juga bakal sembuh".
Ucap kenan sambil meletakkan piring dimeja.
"Kamu ngambilin makanannya dikit banget".
Ujar aletta kesal.
" hah? Padahal tadi sengaja aku banyakin, kayanya anak kita nanti jadi food vloger deh, maka nya kamu makannya jadi banyak".
kenan sangat heran dengan aletta. karena semenjak hamil porsi makan aletta jadi 2 kali lebih banyak.
"Aarrghh... Aku ga mood ! Aku kesel ! Aku bete !".
lagi lagi aletta merengek manja.
Cup~
Cup~
Cup~
Kenan tiba tiba menciumi seluruh wajah aletta.
" masih kesel?".
Tanya kenan tertawa kecil.
Wajah aletta seketika memerah, ia langsung mengalihkan pandangan dan tersipu malu menahan tawa.
"Nih makan lagi, mau jalan jalan keluar? Biar aku ambilin kursi roda".
Ujar kenan sangat lembut.
" mauu... Tapi makanannya dibawa juga".
Ucap aletta manja.
"Iyaa...tapi jangan minta nambah lagi. udah habis soalnya".
Balas kenan sangat halus seperti sedang berbicara dengan anak kecil.
Kenan kemudian pergi keluar sebentar untuk mengambil kursi roda untuk aletta. Setelah itu mereka jalan jalan berkeliling di taman rumah sakit.
*ga nyangka banget, orang yang aku kira sombong, songong, ketus, cuek, kaku, bahkan kasar, tapi ternyata malah sebaliknya, dia lembut banget kalau sama orang yang dia sayang, udah gitu perhatian.. Dia bukan cuma bisa memberikan apa yang aku mau, tapi dia memberikan tangannya dan mau melakukan apa yang aku minta, beda banget sama bryant, orang yang aku kira lembut tapi ternyata kasar*.
Gumam aletta dalam hati sembari tersenyum melihat kenan.
"Masih lapar?".
Tanya kenan melihat makanannya yang tinggal satu suap.
" engga,. kenan aku pingin makan rujak es krim sama ayam goreng + soju".
Ujar aletta memasang wajah menggemaskan.
"Soju nya ga boleh ! nanti pas aku pulang aku bawain ya, nunggu papa sama mama kamu dateng dulu, biar kamu ada yang jagain".
Balas kenan.
" mmm... Mau minuum".
Rengek aletta kembali.
"Gaboleh ! Kamu harus hilangin kebiasaan minum minum kamu , kamu udah ga di luar negeri lagi sekarang, aku juga ga suka punya istri suka mabuk".
Ujar kenan dengan gaya sangat manly.
" iya ! "
Jawab aletta jutek.