
Pagi harinya, kenan dan aletta olahraga bersama dihalaman rumah.
"Uuhh... Cape juga yah, lama ga olahraga".
Ujar aletta sembari meregangkan otot.
" mumpung ada kelas siang jadi bisa olahraga dulu".
Balas kenan.
"Emang biasanya kamu olahraga gini?".
Tanya aletta.
" engga sih, kalau ada kelas siang biasanya aku ke basecamp dulu, ini kalau bukan kamu yang minta aku juga ogah buat olahraga".
Ucap kenan membuat aletta tertawa kecil.
___________________________________________
•Kantor LCT•
"Huuhh... Aku harus segera timbun masalah ini, aku harus hilangkan bukti bukti pemalsuan korupsi ini".
Tn. Roy melihat sekeliling kantor yang masih terlihat sepi dan memastikan bahwa situasi aman.
Klontang...
Tn. Roy sontak terkejut dan melihat ke sumber suara.
" maaf pak, saya izin membersihkan ruangan".
Ucap seorang OB dengan tubuh gemetar.
"Sejak kapan kamu berdiri disana?".
Tanya tn. Roy dengan tatapan tajam.
" baru saja pak, maaf pak saya tidak tahu kalau bapak sudah datang, lain kali saya akan datang lebih pagi lagi untuk membersihkan".
"Huuftt... Yaudah silahkan bersihkan".
Tn. Roy menghela napas lega, kemudian meninggalkan kantor.
*saya harus berpura pura tidak melihat apapun kalau masih mau bekerja dengan tenang*.
Gumam OB dalam hati.
__________________________________________
Setelah selesai berolahraga dan mandi, aletta dan kenan pergi berangkat kuliah bersama, mereka saling memberikan ciuman sebelum masuk ke dalam mobil masing masing.
Setibanya di kampus, kenan disambut aileen yang sudah menunggunya di parkiran.
Aileen tersenyum dan melambai pada kenan lalu menghampirinya.
Aletta yang tiba bersamaan hanya dapat melihat kenan dan aileen dari dalam mobil.
" pagii".
Ujar aileen berjalan disamping kenan dan hendak menggandeng tangan kenan.
Kenan yang melihat aileen hendak memegang tangannya pun langsung berpura pura garuk garuk kepala.
Aileen sontak terdiam dan melanjutkan jalannya.
"Pagi juga, kamu udah sarapan?".
Tanya kenan.
" udah, kamu gimana?".
Jawab aileen tak henti memancarkan senyuman.
"Udah dong".
Kenan tampak tidak fokus berbicara dengan aileen, ia sangat ingin menoleh ke belakang untuk melihat aletta.
Kenan kemudian mengambil ponselnya yang ada di kantong dan mulai mengirim pesan untuk aletta.
Setelah membaca pesan dari kenan, aletta sontak tersipu dan senyum senyum sendiri di dalam mobil.
Begitu juga dengan kenan, ia sampai lupa jika ia sedang berjalan dengan aileen.
" ada apa? Seneng banget kayanya?".
Tanya aileen penasran.
"Eh.. Mm.. Engga ini biasa karen suka ngasih jokes yang ga lucu".
Balas kenan gugup.
" ohh gitu".
Ujar aileen seolah percaya.
"Oh ya kenan, kalau boleh tahu cincin kamu itu dari siapa?".
Tanya aileen gugup.
" ini? Ohh ini iseng aja sih kemaren beli, kelihatannya bagus gitu yaudah deh aku beli, emang kenapa? Ga cocok ya sama aku?".
Balas kenan berbohong.
"Apanya yang bagus? Ini cuma cincin polos kaya cincin pernikahan, setau aku sih kamu sering pakai cincin yang buat gaya kalau keluar, tapi ini beda".
Aileen terus menjejal pertanyaan sampai menemukan jawaban dari kenan yang menurutnya pas.
" emang kamu gasuka? Kalau gasuka biar aku lepas".
"Emang kalau aku larang kamu ga bakal pakai itu lagi?".
Ujar aileen mengetes.
" emm... Yaa, paling sekali dua kali".
Balas kenan gugup.
Ujar aileen ketus kemudian meninggalkan kenan.
Kenan hanya terdiam menatap aileen tanpa mengejarnya, bagaimanapun juga apa yang dikatakan aileen itu benar, bahwa ia sedang menyembunyikan perasaannya.
" Dorr !!!".
"Ehh.. Ngagetin aja".
Ujar kenan kaget karena aletta mengejutkannya.
" marah lagi ya dia?".
Tanya aletta.
"Iya, serba salah aku, tapi ngomong omong kamu ngikutin aku ya ?!".
ujar kenan celingukan.
" kita kan satu kelas ! udah sana..kejar dong gimana sii jadi cowo".
Ujar aletta mendorong kecil kenan.
"Kamu pikir kenapa aku gamau ngejar?".
Ucap kenan datar.
" karena ada aku?".
Ujar aletta percaya diri.
"Ya ga lah ! Karena cape !".
Kenan tertawa kecil melihat aletta yang menunjukkan wajah kecewanya.
" kamu ga ada niatan buat panggil aku sayang gitu?".
Ujar kenan sambil bercanda tertawa dengan aletta.
"Sama sekali tidak".
Balas aletta tertawa keras karena tidak ada orang di koridor.
" heeiii !!!!".
"Ehh...".
Aletta terkejut dan langsung menoleh ke belakang.
" apa yang kalian lakuin haa? Aletta kenapa kamu tega sama aku... Uhh...".
Ucap karen dramatis.
"Paan sii ! Mau gabung ga?".
Sahut kenan.
" hah? Kemana?".
Tanya karen bersemangat.
"Ke kelas".
Balas aletta tertawa kecil.
" yaudah yuk".
Karen meraih tangan aletta dan menggandengnya.
"Heii ! Kamu pikir kita mau nyebrang pakai gandengan segala".
ucap kenan ketus sambil melepas tangan karen dan aletta yang sedang bergandengan.
" eh tunggu..".
Karen merasa ada yang aneh dengan jari aletta, ia kemudian melihat cicin yang terpasang di jari manis aletta.
Karena seperti tidak asing baginya, karen kemudian mengecek jari kenan.
"Cincin kalian kok mirip?".
Tanya karen kaget.
" masa? Cari aja di toko kalau mau, masih banyak kok yang mirip".
Ujar kenan sedikit gugup.
"Hmm.. Hayoo.. Kalian ngaku aja".
Karen menatap serius dan melihat sekeliling.
" karen kamu itu ganteng, tapi ya tolong lahh... Jangan gila gila jadi orang".
Aletta menggeleng pelan kemudian memberi kode pada kenan untuk segera berjalan.
"Ahh... Kenan kamu tadi denger ga? Aletta bilang aku ganteng, sebenarnya banyak sih yang bilang gitu, tapi kalau aletta yang bilang rasanya beda".
Ujar karen penuh semangat.
Setibanya dikelas, semua seisih kelas menatap heran pada kenan, karen dan juga aletta karena terlihat sedang bahagia berjalan seperi trio, mereka masuk ke dalam kelas dengan tawa yang tak henti.
*dulu posisi itu milik aku*.
Gumam aileen melihat aletta sinis.
" heii kalian habis bikin grup baru ya bertiga".
Teriak kenzo iri karena tidak diajak.
Ellen melihat ke arah aileen yang tampak kesal, ia kemudian mencubit kenzo hingga kesakitan.
"Awhh... Kenapa sih".
Kenzo menggosok gosok lengannya yang terasa sakit.
" ada yang lebih sakit dari itu !".
Ucap ellen ketus.