The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Berusaha



"Sandra...".


Teriak aletta mengejar sandra.


Saat aletta pergi, tiba tiba karen menatap tajam kenan. Dia melotot dan menunjukkan wajah kesalnya.


"Hei ! Kenan. gue marah sama elo".


Ucap karen merasa kesal.


Kenan hanya menjawab dengan menaikkan ails sebelahnya.


"elo minta maaf dong !".


Timpal karen ketus.


"Buat apa?".


Ujar kenan tidak merasa bersalah.


"Tau ah !. Tapi sekarang gue jadi penasaran sama cewenya ken".


Ucap karen menoleh ke arah ken yang masih senyum senyum sendiri.


"gue mau tunjukkin ke kalian, tapi kayanya dia jarang ke kantin deh".


Jawab ken celingukan.


"Aileen lo diem aja kenapa sih?".


Tanya ellen.


"Ga.. Ga papa. Gue cabut duluan ya".


Ujar aileen tersenyum paksa.


"Mau kemana?".


Tanya ellen.


"Ada urusan".


Setelah aileen pergi, semua mata seketika tertuju pada kenan. Kenan tampak bingung dengan teman temannya yang melihat ke arahnya.


"gue tau maksud kalian. Jadi bisa singkirin ga mata kalian itu?".


Ucap kenan.


"Yaudah yuk, dosen bentar lagi masuk nih".


Ujar kenzo beranjak dari tempat duduk dan disusul teman temannya.


*K**elas*


"Leen udah dikelas? Ada urusan apa tadi?".


Kenan menarik kursi yang ada disamping aileen.


"Bukan urusan kamu juga".


Jawab aileen ketus sambil pura pura membaca buku.


"Aku duduk disini ya?".


Ujar kenan kembali.


"Bukan urusanku kamu mau duduk dimana saja".


Lagi lagi aileen menjawab dengan ketus.


*Sandra sama sekali ga ngajak bicara aku*


Gumam aletta dalam hati.


"Grrhhmm...!!! Apa apaan ini !".


Teriak dosen memasuki ruangan.


Semua sontak menempatkan posisi ditempat duduk masing masing dan diam seribu bahasa.


"Langsung saja kita mulai materi hari ini...".


Beberapa jam berlalu. Kelas akhirnya usai. Kenan melihat aileen tampak tergesa gesa pun berinisiatif untuk menghampirinya.


"Buru buru banget, mau aku anter?".


Ujar kenan menghampiri aileen yang sedang berjalan menuju parkiran.


"Gaperlu !".


Balas aileen jutek.


"Mau makan bareng?".


Tanya kenan masih berusaha.


"Ga laper".


jawab aileen singkat.


"emm...oke. Kalau gitu kamu mau kemana?".


"Kenan stop pura pura peduli sama aku!".


Aileen menghentikan langkahnya dan berbicara ketus pada kenan. Dia kemudian masuk kedalam mobil dan meninggalkan kenan yang masih berdiri menatap mobilnya yang hendak keluar.


Kantin


"San kamu marah ya sama aku? Aku minta maaf. Aku bisa jelasin semuanya".


Ucap aletta mencoba membujuk sandra.


Ujar sandra dengan menekan kata koruptor.


"San... Lo gila ya? Masih aja berpikiran kaya gitu. Kamu pikir aku se jahat itu apa sampe ninggalin orang sebaik kamu dan mau jadi pesuruhnya mereka?! Kamu pikir aku mau? Aku jadi pembantu kenan cuma karena aku buat kesalahan sama dia, dan itu hukuman aku. Sahabat aku ya tetep kamu, jadi jangan pernah berpikir kalau aku lupa sama kamu".


Jelas aletta.


Sandra terdiam, dia merasa bersalah karena sudah egois. Tidak seharusnya dia bersikap seperti itu.


"Ta, maafin aku ya. Kamu selalu ngertiin aku tapi aku malah jadi teman yang nyusahin buat kamu. Aku selalu mengambil kesimpulan dengan tergesa gesa".


ujar sandra penuh sesal.


"Apaan sih san, udah santai aja".


Sahut aletta.


"Aku traktir deh hari ini, karena kemarin aku habis gajian".


Ujar sandra mulai tertawa kembali.


"Baiklah kalau begitu".


Parkiran


Pulang sekolah ken berinisiatif untuk menghadang perempuan yang sedang ia incar. Dia sudah menunggu kurang lebih setengah jam dengan berdiri di parkiran.


"Mana sih? Lo kalau jatuh cinta bisa kan ga nyusahin orang".


Keluh kenzo berteduh di bawah pohon.


"Tunggu bentar lah".


Ujar ken dengan semangat membara.


"Hei kenan ! bukannya lo punya pembantu?".


Tanya karen mengingatkan.


"Oh iya, gue suruh aja dia buat pegangin payung".


Ujar kenan membuat karen tercengang.


"Heii !!! elo... elo bener bener teman yang sangat baik".


Oceh karen kesal.


"Dia bawa mobil apa sih? Tunggu aja di deket mobilnya".


gerutu kenzo tidak sabaran.


"Nahh itu dia !".


Teriak ken menunjuk perempuan yang sedang berjalan keluar gerbang.


Ken pun segera berlari dan menghampiri perempuan tersebut. Sedangkan teman temannya, menunggunya dari kejauhan.


"Hai... Kita ketemu lagi, kebetulan sekali".


Ujar ken gugup.


"Sepertinya kamu sengaja menghampiri ku".


"Ahh... Iya benar. Kamu... Kamu jalan kaki?".


Tanya ken sambil mengusap usap punggung telinganya karena merasa gugup.


"Iya kenapa?".


"Mau aku antar pulang atau pergi ke suatu tempat?".


Ucap ken mulai keringat dingin.


"Aku tidak punya waktu".


Balasnya ketus.


"Kalau gitu biar aku antar pulang".


Bujuk ken kembali.


"Tidak perlu".


Karena dirasa keberadaan ken sangat mengganggu, perempuan itu pun kembali berjalan.


"Ehh tunggu, kamu ga ada niatan buat... Berkencan?".


Ucap ken sangat kaku. Dia menahan pergelangan tangan wanita tersebut untuk menghentikan langkahnya.


"Aku disini buat belajar bukan mencari pasangan".


"Kalau gitu siapa nama mu?".


Pandangan ken tertuju pada name tag yang terpasang di seragam wanita tersebut. Ken menatap dalam name tag itu, dia berusaha keras untuk membaca siapa namanya, karena sinar matahari yang menyilaukan, ken sampai sampai tidak berkedip saat sedang mengeja.


Wanita tersebut melihat mata ken yang menjurus ke arah dadanya. Dia mulai menyilangkan kedua tangannya di dada dan...


Plakk !!!


"Dasar mesum !".


Satu tamparan mendarat di pipi ken.


wanita itu pun langsung meninggalkan ken yang masih tak berkutik.


"Mesum? Aku hanya membaca namanya yang ditempel di... Astagaa ! Memalukan sekali".


Gumam ken mulai sadar dengan apa yang barusan ia lakukan.


Semua teman temannya menghampirinya dan tertawa sangat puas didepan ken.