
pagi harinya...
•Basecamp K4•
" boring banget ga sih".
ujar kenzo planga plongo disamping jendela.
"stock makanan habis ya? Siapa yang ngabisin?".
ujar ken kesal melihat rak makanan kosong.
" main PS yok lawan gue".
ucap karen.
"ayo..eh omong-omong bukannya kenan hari ini udah pulang ya? ".
tanya kenzo sambil fokus bermain game.
" paling juga belum sampai".
sahut ken.
"pada kangen ya".
ujar kenan membuat semuanya terkejut.
" kenan, widihh makin gemuk aja ahaha".
karen meninggalkan stick PS nya dan menghampiri kenan.
"heeii !!! Karen kita belum selesai tanding yaa!!!".
teriak kenzo.
" udah kali ini gue biarin lo menang".
balas karen.
"awas kalau kalian sampai ga bisa jaga mulut, nih gue bawain oleh oleh".
ucap kenan.
" waahh pas banget kita kehabisan stock makanan nih".
ujar ken langsung membuka oleh-oleh yang dibawakan kenan.
"ehh omong omong...gimana rasanya...".
ujar kenzo berbisik.
Plakkk...
Kenan dengan spontan memukul lengan kenzo.
" awhhh..".
rintih kenzo.
"gue penasaran deh ama mukanya, jangan bilang itu seumuran nyokap lo".
ucap karen menerka-nerka.
" enak aja kalau ngomong".
sahut kenan tak terima.
"wahh lo ga nganggep kita sahabat nih".
ucap kenzo.
" kita gledah aja rumah nya yuk".
ujar ken.
"heii !!! Kalian cari mati?".
imbuh kenan.
" yaudah yuk cabut, udah jam berapa ini kita lanjut nanti lagi ngledekinnya".
"aasshhh....dasar...".
kenan geleng-geleng melihat tingkah temannya itu.
Sesampainya dikampus, kenan langsung menghampiri aileen yang sudah menunggunya di kantin.
"hai...kangen ya haha".
goda kenan.
" gimana urusannya lancar?".
tanya aileen.
"hahh? Iya, nih aku bawain oleh oleh".
balas kenan.
" waahhh...makasih, aku pasti suka".
ucap aileen tersenyum riang.
"syukur deh kalau kamu suka, yaudah yuk ke kelas".
Drrttt....drrrttt....drrrrttt....
" ehh tunggu.."
kenan meraih hpnya yang berdering.
"kenapa?".
tanya aileen.
" bibi telepon, bentar ya".
kenan sedikit menjauh dari aileen untuk mengangkat telepon.
*via telepon*
Bibi : "aden...ini non badannya tiba tiba menggigil dari tadi, bibi gatau nomer dokternya, ini bibi udah kompres ga turun turun demamnya, badannya makin panas banget, gimana dong ini den..bibi takut".
Kenan : " bibi tenang aja ya, aku pulang sekarang (mengakhiri teleponnya)"
"ada apa?".
tanya aileen melihat kenan tampak cemas setelah mengangkat telepon.
" kata bibi mama demam tinggi".
ujar kenan panik.
"bukannya udah ada dokter pribadi ya?".
tanya aileen.
" bibi ga tau nomornya, soalnya art baru".
jelas kenan.
"oh gitu..trus kamu mau kesana? aku boleh ikut?".
" gausah gapapa kamu masuk aja".
ucap kenan tergesa-gesa.
"yaudah deh, salam buat tante".
" iya, doain ya bye...".
kenan berlari menuju parkiran.
"hati-hati".
teriak aileen.
Kenan berlari menuju parkiran dan melajukan mobilnya sangat kencang.
Ia juga tidak lupa menelpon dokter saat diperjalanan untuk segera datang kerumah.
Setibanya dirumah, kenan datang bersamaan dengan dokter yang ia panggil, mereka segera berlari menuju kamar dan memeriksa keadaan aletta.
Terlihat jelas raut wajah cemas kenan yang sedang khawatir akan keadaan aletta.
"dia demam biasa kan dok?".
tanya kenan khawatir.
"dia baik baik saja, besok juga udah akan turun panasnya, tapi meskipun begitu dia juga harus minum obatnya, nanti akan saya kasih obatnya setelah saya infus, ini cuma kelelahan aja, buat istirahat bentar juga akan membaik".
jelas dokter.
" baik dok, terimakasih".
"dok...a aku..tttidak h hamil kan?".
ucap aletta terbata-bata.
Kenan terkejut sekaligus khawatir mendengar ucapan aletta.
"ahaha...sepertinya kalian sudah tidak sabar ya, kalau begitu biar aku periksa lebih lanjut".
ujar dokter kembali memeriksa aletta.
" semoga saja tidak".
aletta bergumam pelan.
"apa?".
" gapapa dok, silahkan di periksa".
lanjut aletta.
"ayo dong masa cuma sekali bisa langsung jadi, kan ga mungkin, baru kemarin loh".
gumam kenan dalam hati.
"sayang sekali untuk saat ini istri anda belum hamil, tapi untuk masalah semuanya baik baik saja, dan tampaknya tubuhnya juga sehat, dia hanya perlu istirahat sebentar dan minum obatnya, kalau begitu saya permisi dulu, salam buat papa kamu".
ucap dokter membuat aletta dan kenan bernafas lega.
" terimakasih dok, mari saya antar ke depan".
pungkas kenan.
"hhuufftt...syukurlah cuma demam biasa, bisa tambah gila aku kalau sampai hamil, huuhh...pokoknya jangan sampai kejadian itu terulang lagi, aaaa....ga ga ga...ga boleh!!!".
oceh aletta.
" kenapa sih?!".
tanya kenan tiba-tiba masuk ke kamar.
"hah...bukannya kamu tadi nganter dokter kedepan yah".
tanya aletta bingung kenapa kenan balik begitu cepat.
" iya, depan kamar".
jawab kenan dengan wajah polos.
ucap aletta kesal.
"oh ya kamu bukannya lagi kuliah?".
tanya aletta bingung dengan kehadiran kenan.
" kamu pikir siapa haa yang bikin aku kesini? Merepotkan!".
ucap kenan ketus.
"salah siapa kesini, aku juga ga nyuruh".
balas aletta.
" kalau kamu cowo udah aku pukul tau ga! Nih di minum obatnya".
ujar kenan sembari menyiapkan obat aletta.
"gamau!".
" mau aku pukul beneran?".
ucap kenan mengancam.
"iiishhh...yaudah mana ambilin minumnya".
gerutu aletta.
"eh tunggu, udah makan belom tadi?".
tanya kenan sebelum membiarkan aletta meminum obatnya.
Aletta menggeleng pelan dan memanyunkan wajahnya.
"makan dulu sana, habis itu minum obat, bentar aku suruh bibi buatin bubur".
ujar kenan pergi keluar kamar.
" udah sini langsung aku minum obatnya, aku ga napsu makan, kalau sakit rasanya jadi aneh".
ucap aletta.
"bawel ".
sahut kenan tak menghiraukan aletta.
Tak lama kemudian kenan kembali dengan membawa segelas air dan juga bubur.
" nih buruan makan".
"gamau!".
" aku ga mau ya kamu nyusahin gini, jadi buruan makan".
ucap kenan jutek.
"heeii !!! Siapa juga yang nyusahin haa?! Kalau mau pergi yaudah pergi sana!".
bentak aletta.
Hupp...
Kenan tiba tiba memasukkan sesuap bubur ke mulut alettaa yang terus mengoceh.
" heeeii !!! Itu namanya pemaksaan!".
teriak aletta.
"enak kan? Nih A...".
kembali menyuapi aletta.
Aletta pun memandang kenan yang sedang menyuapinya sembari menerima suapan dari kenan.
Karena sadar aletta terus menatapnya, kenan perlahan mulai mendekatkan wajahnya ...
" kenapa? Ganteng? Iya?".
ujar kenan tepat 5cm didepan wajah aletta.
"cciihhh...bedebah gila ".
ucap aletta menggerutu.
" nih makan sendiri, manja ! aku pergi dulu, kalau ada apa apa panggil aja bibi".
ucap kenan beranjak dari tempat duduk.
"mau kemana?".
" bukan urusan kamu ".
jawabnya ketus.
"yaudah sih cuma nanya".
ucap aletta bete.
Tak lama keluar dari kamar, tiba tiba kenan kembali masuk ke kamar lagi.
" aku mau pergi ke basecamp ".
ujarnya kemudian pergi.
aletta tersenyum tipis sembari menatap kepergian kenan.
____________________________________________
•basecamp K4•
"wihh kenan, kenapa kucel gitu muka lo? Oh ya tadi lo bolos ya?".
ujar ken.
" iya lo, ga ajak ajak kita".
sahut karen.
"dia sakit".
semuanya seketika menoleh ke arah kenan.
"dia siapa?".
"asshh...gue agak risi dengan sebutan ini, siapa lagi.. istri gue".
jawab kenan.
" wahh sebagai sahabat yang baik dan budiman berarti kita harus jenguk dong".
ujar ken bersemangat.
"bilang aja kalian modus mau liat wajahnya kan? Ppfftt...itu ga mungkin terjadi".
kenan merebahkan tubuhnya di sofa.
" yaelah kenapa sih bikin penasaran aja? Siapa sih dia? Keturunan ratu inggris?".
sahut ken.
"oh ya ngomong-omong kenzo kemana?".
tanya kenan baru menyadari jika kenzo tidak ada.
"kemana lagi kalau ga main sama ellen, aahhh...nasib jomblo, oh ya gue kan udah ada nomornya aletta, aku chat ah".
ucap karen.
" dapet dari mana?".
tanya kenan penasaran.
Karen menatap kenan penuh curiga.
"kenapa tanya-tanya?".
" ga penting juga sih".
imbuh kenan.
"oh ya, elo ga main sama aileen, gue lihat-lihat akhir-akhir ini lo jarang bareng sama dia?".
tanya ken.
" bener juga, hhuuftt...tapi aku bingung sama perasaan gue sekarang".
ucap kenan.
"jangan jangan lo mulai suka istri lo yaa?".
ujar karen meledek.
" hahh? Haha mana mungkin ".
kenan mengingat kembali kejadian saat di USA)aarg
"cckk...kayanya teman kita mau jadi suami yang setia ".
ujarnya dengan nada menggoda.
" ah udah lah pergi dulu gue mau kerumah aileen ".
kenan mulai risih karena jadi bahan bulan-bulanan temennya.
"ikut woy!".
teriak karen.
"mau aku pukul? ".
balas kenan berteriak dari kejauhan.
" aashhh...tinggal kita berdua disini, bosen banget gini terus, ngapain gitu yuk".
ujar ken memandang karen.
Mendengar keluhan dari ken, karen langsung menatap cemas dan menyilangkan tangannya ke dada.
"heeii !!! mikirin apa lo ?! udah gila kali ! gue masih normal kali, astagaaa !!".
ken melempar bantal ke muka karen.
" kerumah gue aja yuk".
ujar karen.
"ngapain? ".
sekarang giliran Ken yang cemas.
" makan lah, disana banyak makanan nanti aku suruh bibi masak yang banyak yuk sambil nonton film kita".
ujar karen.
"sumpah gue jadi takut sama elo, aneh ga sih ko ngajak cowo buat ngelakuin hal yang lo maksud tadi? Kita mendingan jangan temenan dulu deh ".
ken sedikit bergeser menjauh dari karen.
" enak aja li !! tuh kan otak otak kotor ya gitu jadinya ".
karen menimpuk ken dengan guling yang ad didekatnya.