
Kriiiiiiiiiinnggggg...........
"letta banguun, nanti pesawat delay gara gara kamu, barang barang kamu semua udah disiapin bibi, kamu tinggal mandi habis itu kita langsung terbang".
ucap Ny.Renatta Berteriak sambil menarik selimut dan menggoyang goyangkan tubuh aletta agar lekas bangun.
" mamm, stopp!! Aku mandi sekarang!".
Aletta Berdecak kesal, dengan terpaksa ia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.
"kita sampe ga sempet sarapan gara gara nungguin kamu, buruan ga usah dandan habis itu langsung masuk mobil !".
bentak Ny.Renatta.
Satu jam kemudian aletta keluar dari kamarnya dan berjalan sangat lambat menuju mobil.
" aletta ayoo!!!".
ucap Ny. Rentta Membuka kaca mobil dan berteriak dari dalam mobil.
Swiiiissstttttngggggssstttt....(suara pesawat).
~INDONESIA~
Aletta terus memasang muka lesunya disepanjang perjalanan menuju rumahnya. Ia membuka setengah kaca mobilnya dan bersandar memandangi pemandangan pinggir jalan.
Tak lama kemudian ia pun tiba di rumah.
"hahh?! "
Aletta melongo melihat semua barang-barangnya dibawa ke indonesia tanpa sisa.
"mam, jangan bilang kita bakal menetap disini?".
tanya aletta berharap mamanya akan menjawab tidak.
" of course, why...? Makan dulu gih udah disiapin".
Jawab ny. Renatta sambil membereskan kopernya.
"hhh..are you kidding me mam?! No!!! Aku ga mau tinggal disini ".
teriak aletta masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan keras.
Ny. Renatta menggeleng pelan menatap kamar aletta.
"huftt...bii bantu beresin ya".
Jam menunjukkan pukul 18 : 00, papa aletta pulang dan menyuruh semuanya untuk bersiap karena tamu yang membuatnya sampai harus tinggal di indonesia akan segera datang.
Tok..tok...
"letta? Kamu buruan siap siap ya, bentar lagi tamu papa dateng ".
Ny.renatta berulang kali mengetuk pintu kamar aletta namun tak kunjung mendapat respon.
akhirnya pun papa aletta turun tangan dan langsung membuka kamar aletta tanpa mengetuk.
" aletta jangan bikin malu papa! Buruan siap siap!".
Ucap Tn. Handoko dengan nada tinggi.
Karena aletta sangat takut pada papa nya ia pun segera beranjak dari tempat tidur dan mulai bersiap.
Tak lama kemudian tamu tn. Handoko datang, dan disambut dengan makan malam keluarga bersama.
"ahaha...pak zhackery ini sangat pintar kalau soal bisnis ".
ujar papa aletta dan di balas tertawa kecil oleh semuanya.
Suasana percakapan sangat hangat, namun tidak dengan suasana hati aletta, ia tampak murung dan menunjukkan muka kesal dengan semua tamunya.
Ny.Renatta yang melihat wajah musam anaknya, kemudian menyenggol siku aletta dan memberi kode untuk tersenyum kepada semua tamu.
" oh ya langsung saja pak handoko, kenalin ini anak saya kenan zhackery ".
ucapnya sambil menepuk bahu kenan dan tersenyum sumringah.
"ohh ini kenan? Sudah besar banget sekarang, dulu om suka beliin kamu permen kalau ke kantor haha, jadi ini yang akan menikah sama aletta, oh ya ini aletta anak saya".
balas Tn. Handoko memperkenalkan aletta.
Aletta dan kenan seketika terkejut dan saling tatap.
" pa, what do you mean!? Aku ga mau nikah sekarang, aku masih sekolah, dan lagian papa ga bisa dong nikahin aku gitu aja tanpa persetujuan dari aku, ini hidup aku, aku masih pingin ngelakuin hal yang aku mau ".
ucap aletta dengan ketus.
"kenan juga, papa ga bisa mengambil tindakan seenaknya gitu dong".
sahut kenan.
" semakin kalian bicara, semakin segera pernikahan kalian dilangsungkan, lagian kalau dilihat-lihat kalian itu cocok ".
ucap Tn.Zhackery tertawa kecil pada orangtua aletta dan menatap tajam ke arah kenan.
"hahaa anda benar".
balas Tn. Handoko.
"kalau begitu kapan pernikahan mereka berlangsung?".
Tanya Tn.Renatta.
" besok, sebenarnya satu bulan sebelum kalian memutuskan terbang ke indonesia istri saya sudah menyiapkan semuanya".
"anda ini memang cekatan sekali yaa".
ucap Tn.Handoko tertawa kecil.
" tapi kita akan mengadakan private wedding yang mana tamu undangan hanyalah keluarga dan rekan kerja dan juga beberapa teman mereka jika mereka ingin mengundang".
ucap Ny.Sullie.
"ahh kita jadi ga enak karena tidak ikut menyiapkan apapun, mungkin ada beberapa yang belum selesai ? kami siap membantu".
ujar Ny.Renatta.
" tidak ada , kalian tinggal menyiapkan aletta secantik mungkin ahahaha".
imbuh Ny.Sullie.
"kalau begitu kita pamit, karena masih ada janji dengan klien".
ujar Tn.Zhackery berdiri dari tempat duduk dan berjabat tangan dengan Tn.Handoko dan juga Ny.Renatta.
" baik terimakasih, sudah menyempatkan datang kemari".
Setelah mengantar tamu keluar, aletta langsung masuk ke kamarnya dengan kesal, ia terus berpikir bagaimana caranya agar pernikahannya gagal dan bisa kabur.
Aletta berlari ke arah jendela dan melihat ke bawah.
" ashhhh..!!! Bisa mati konyol kalau setinggi itu".
Aletta terus berpikir sambil membolak balikkan tubuhnya dikasur karena tidak bisa tidur.
Jam terasa berjalan sangat cepat sampai pagi tiba, aletta masih belum juga tidur, ia keluar kamar dengan muka kucel dan mata pandanya dengan rambut berantakan hingga membuat seisi rumah terkejut.
" haaa!!! Aletta!!! Kamu bikin kaget aja, kamu yang benar saja buruan mandi, nih mereka yang akan dandani kamu, jadi buruan mandi".
ucap Ny.Renatta terkejut dengan penampilan aletta.
Beberapa jam kemudian aletta selesai mandi dan tinggal menunggu untuk di make up.
Aletta tersenyum jahil karena tiba tiba terlintas suatu ide dipikirannya.
"mba aku bisa make up sendiri ya, jadi mba duduk aja disana".
" tapi mba kita sudah dibayar buat..".
ucap MUA sedikit cemas.
"buat duduk, udah sana".
sahut aletta memotong pembicaraan.
Satu jam kemudian aletta tertawa kecil keluar dari kamarnya dan menghampiri keluarganya dengan dandanan seperti badut.
" aletta ini ga lucu sama sekali ya! Jam berapa ini!! Mereka sudah nunggu, kamu buruan masuk ke kamar dan dandan lagi dengan benar, ahhh...kamu ini bikin pusing mama aja".
Ny.renatta menarik tangan aletta untuk kembali didandani.
"papa kamu bisa marah kalau dandan kamu aja selama ini ".
ujarnya kembali sambil mondar mandir didepan pintu kamar aletta.
Beberapa jam kemudian semuanya selesai, keluarga aletta bergegas untuk pergi ke gedung pernikahannya.
Setibanya disana, aletta disambut meriah dan serba mewah dengan pernikahan bernuansa kristal dan serba putih serta tamu undangan yang tentunya orang orang ternama dan kaya.
"Wahh keluarga zhackery sama handoko disatukan, mereka bisa bisa menduduki peringkat satu dalam dunia bisnis karena masing masing dari mereka adalah pewaris tunggal dan mereka juga akan menjadi pemegang saham terbesar".
Ujar seorang tamu yakni rekan kerja tn. Zhackery.
" sepertinya itu juga tujuan utama dipernikahan ini".
Balas salah satu temannya.
Prok..prok..prrok... (Tepuk tangan para tamu undangan).
Host : "mempelai pria dan wanita diharapkan maju kedepan untuk bertukar cincin".
Senyum paksa terpancar dari kedua pengantin.
Dan juga banyak wartawan yang sudah mengantri didepan gedung untuk wawancara dan memotret.
" sepertinya pernikahan mereka tidak diizinkan untuk diberitakan, banyak wartawan yang dilarang masuk dan memilih untuk memotret diam diam".
Ujar salah satu tamu.
"Mungkin ini juga salah satu strategi mereka".
Balas rekan nya.
Seharian sudah acara pernikahan digelar, para tamu undangan juga sudah berpamitan.
Kini aletta dan kenan berada disatu apartemen yang sudah disiapkan untuk pengantin.
Dan orang tua merekapun pulang agar anaknya bisa menyesuaikan diri dengan pasangan barunya.
" huaaa...haaaa...hiks..hiks..hwaaa!!!".
Aletta berteriak dan menangis sekencang kencangnya dibalkon.
"bisa ga sih kalau nangis ga nakutin?".
Ujar kenan keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya dengan handuk.
Aletta menatap tajam ke arah kenan seperti hendak memangsa, ia pun perlahan mendekati kenan hingga tepat berdiri dihadapan kenan.
Aletta :...