The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Hukuman



Karena pikiran yang kalut, kenan memutuskan untuk pulang dan memastikan apa yang sedang terjadi dengan aletta.


Akan tetapi begitu tiba dirumah, kenan tidak melihat siapapun disana. Dia hanya melihat bibi yang sedang menyiapkan makan malam.


"Gausah disiapin bi, aletta udah makan diluar. Aku juga sudah".


Ujar kenan duduk di minibar rumahnya.


"Baik tuan".


"Udah jam 9 kenapa belum pulang juga?".


Gumam kenan mulai resah.


"Aku pulang".


Aletta berjalan sempoyongan menaiki tangga.


"Kamu mabuk ya?".


Kenan langsung berlari menghampiri aletta karena takut terjatuh.


"Engga... Ini aku bawain kamu makanan. Kamu mau makan ini sambil dipijitin? Kamu mau aku ngapain?".


Ujar aletta membuat kenan semakin bingung.


"Kamu ga lagi sakit kan?".


Kenan mengernyitkan dahinya dan menaikkan alis sebelah.


Aletta menggeleng pelan sembari kembali berjalan.


*baiklah, coba aku tes. Apa dia sungguh sungguh mau ngelakuin apa yang aku mau*.


Gumam kenan dalam hati. Kenan tersenyum licik berjalan dibelakang alettta.


"Aku cape, aku mau dipijitin sampai tidur".


Ucap kenan.


meskipun terkejut dengan reaksi kenan, aletta tetap melakukan apa yang diminta kenan tanpa mengeluh sedikitpun.


"Aku haus nih bikinin jus dulu dong sebelum tidur, habis itu baru dipijitin".


Ujar kenan Tertawa kecil.


"Baik, akan aku ambilkan".


Balas aletta langsung pergi kedapur.


"Haa?".


Kenan terus merasa kebingungan dengan sifat aletta.


Beberapa menit kemudian aletta tiba dengan membawa segelas jus.


"Aku tiba tiba lapar nih".


Ucap kenan begitu melihat aletta tiba didepan pintu kamar.


Aletta kembali berbalik badan untuk mengambilkan makanan.


Tak lama kemudian dia kembali.


"Aku mau di suapin, habis itu kamu beresin kamar".


Ujar kenan masih menguji kesabaran aletta.


"Pfftt... Baik...".


Ujar aletta dengan wajah terpaksa.


"Kamu ga lagi sakit kan? Biasanya orang hamil minta apa apa, tapi kenapa kamu jadi kebalikannya gini sih?".


tanya kenan heran.


"Gatau".


Balas aletta singkat sambil menyuapi kenan.


"Udah sini biar aku makan sendiri, kamu pijitin kaki aku ya".


Kenan melirik ke arah aletta, dia ingin melihat reaksi aletta, apakah akan nurut atau kembali ke sifatnya semula.


"Hufftt... Heii !!! Kenan ! Aku bukan pembantu kamu, aku akan bilang ! Cincin aku hilang, aku gatau harus nyari dimana, tadi aku sama sandra sudah cari dirumah sakit tapi dokter yang waktu itu nangani aku lagi keluar kota. Aku bersikap baik sama kamu biar kamu ga marah , tapi kamu malah memperlakukan ku seenaknya !".


Ucap aletta berdecak kesal. Dia kemudian meminum jus yang sudah ia buat untuk kenan.


Teriak kenan tak terima.


"Karena kamu sudah menghilangkan cincinnya, maka kamu harus turutin semua permintaan aku sebagai gantinya".


Timpal kenan kembali.


"Jangan yang susah susah. Kamu ga kasihan apa sama aku? Nanti kalau anak kamu sampai kenapa napa jangan salahin aku ya !".


Ancam aletta agar diringankan hukumannya.


"Baiklah... Akan aku pikirkan lagi besok".


Ujar kenan bergegas untuk tidur.


Keesokan harinya


"Aletta bangun ! Kamu lupa ya harus ngapain? Bikinin aku kopi".


Ucap kenan beranjak dari tempat tidur. Dia kemudian membuka hordeng sangat lebar agar aletta merasa silau dan segera bangun.


"Mmm... Kenan !! Dimana mana kalau orang hamil itu dimanja, ini malah sebaliknya !".


Oceh aletta sambil merenggangkan tubuh.


"Buruan bikinin kopi, awas saja kalau kamu sengaja mau kerjain, aku suruh kamu yang habisin kopinya nanti".


Ujar kenan berjaga jaga agar tidak dijahili oleh aletta.


"Hmm... Iya. Bawel !".


Rumah Sandra


"Mah, aku betangkat dulu ya".


Ujar sandra berpamitan.


"Kenapa pagi sekali nak ? Sandra... Maafin mama ya, kalau ada yang merundungmu disekolah bilang saja, mama akan berusaha cari uang untuk memindahkan mu disekolah lain".


"Mama tenang saja, sandra sekarang punya teman yang selalu ada buat sandra".


Ujar sandra tersenyun tipis.


"Jika dia bisa melindungimu, dia pasti berasal dari keluarga yang kaya".


"Dia anaknya pak. Handoko".


"Apa?!".


Mama sandra sontak tercengang.


"Bagaimana bisa kamu berteman sama dia sandra? Kamu harus jahuin dia !".


Ucap mama sandra merasa khawatir.


"Kenapa mah? Aletta baik kok orangnya, disaat tidak ada satupun orang yang mau berteman dengan sandra, dia orang yang pertama kali mau mengulurkan tangannya pada sandra. Lagipula... Dengan adanya aletta, mungkin sandra bisa bantu papa".


Jelas sandra.


"Tapi kan...".


"Mah.. Sandra berangkat dulu ya, mama gausah khawatir tentang apapun soal sandra. Assalamualaikum..".


"Walaikumsalam. Hati hati dijalan".


Kampus


"K4 berangkat barengan !".


Bisik seorang cewe pada temanya. semua siswi seketika berkerumun untuk melihat K4 yang baru tiba.


Tapi ada satu hal yang membuat semuanya bertanya tanya dan merasa kesal.


"Hah? Kenapa dia bisa satu mobil dengan K4?".


Bisik salah satu siswi.


"Menyebalkan sekali !".


"Ada ap...".


Aileen terkejut begitu melihat situasi didepannya.


nb . maaf banget kalau lama ga up karena ada urusan 🙏🏻