
"aaaahhh...bahagianyaa akuu".
mata karen tak lepas dari ponselnya.
" paan sih gausah lebay deh".
sahut kenan kesal.
Drrrttt....
Braakk !!!...
Begitu selesai membaca chat dari grup kelompok kenan langsung menggebrak meja dan beranjak dari tempat duduk.
"kenapa?".
kenzo terkejut dan langsung menoleh kearah kenan.
" kenapa sih kelompok gue rajin banget".
ujar kenan kesal kemudian menyusul kelompoknya yang sudah berkumpul.
"naah udah lengkap nih".
ucap cika setelah kenan datang.
" oh ya gimana nih kita jadinya? mau pergi ke kantor atau pabrik mana?".
tanya david.
Aletta mengeluarkan selembar kertas dari tasnya.
" tadaaa....aku dapet surat izinnya, kita bisa langsung kesana habis ini".
Cika melihat lembaran kertas yang di bawa aletta.
"woahhh...kok bisa sih?".
"ya pasti pake koneksi lah".
ucap kenan bergumam sembari mengalihkan pandangan.
Aletta pun hanya bisa memelototi kenan karena tidak bisa marah didepan teman temannya.
" aashhh...kalian itu harus banget ya serajin itu? bayangin gue lagi makan kalian suruh kesini?".
gerutu kenan.
"ckk..ck..ck...Kayanya lo harus cari istri yang pintar deh, kalo pintar otomatis rajin, nah rasain tuh".
ucap sandra geleng-geleng kepala melihat tingkah kenan.
" kelihatannya bagus, tapi sayang faktanya bukan begitu".
ucap kenan beranjak pergi.
"heeeii !!! Kenann!!! apa maksud kamu haa?!!".
teriak aletta.
Kenan hanya menoleh sekilas dan kembali berjalan.
" aletta kenapa lo jadi yang marah, emang bakal jadi istrinya elo?".
ucap cika melihat respon aletta yang tidak wajar.
"hah ahaha mana mungkin, maksud gue itu mm... maksud dia pergi gitu aja itu apa? kalian malah diem aja orang kita lagi diskusi juga ".
aletta terlihat gelagapan dan gugup.
"lah.. iya juga ya".
ucap semuanya baru menyadari.
____________________________________________
•private cafe•
" setelah group ZTC dan LCT menduduki peringkat pertama, Setelah itu kita akan mengadakan pernikahan terbesar aletta dan juga kenan, maka dari itu pasti tidak ada yang menyimpulkan bahwa kita memaksakan pernikahan mereka sebagai keuntungan perusahaan, ahahaha...mari saya tuangkan". Tn.Zhackery mengangkat sebuah botol wine dan menuangkan ke gelas kecil untuk tn. Handoko dan kemudian mereka pun bersulang.
"anda ini benar benar sahabat terbaik ha ha ha".
" bagaimana dengan keadaan aletta, apa kamu sudah menjenguknya?".
tanya Tn.Zhackery.
"untuk saat ini belum, biar kan mereka mengenal satu sama lain terlebih dahulu".
ujar Tn.Handoko.
" sepertinya anda benar".
____________________________________________
Malam harinya, aletta tampak bersiap untuk berkencan dengan karen.
Glugkkk...
Kenan menelan ludah begitu melihat aletta tampak lebih cantik dari biasanya, ditambah lagi aletta menguncir rambutnya yang membuat kecantikannya semakin bertambah.
"heh!!! Apa perlu segitunya dandanan kamu?".
ujar kenan sinis.
" emang kenapa?".
sahut aletta tampak tidak peduli dengan komentar kenan.
"yang ada karen bakalan kabur ".
ucap kenan berbohong karena ia merasa tidak rela jika orang lain yang menikmati kecantikan aletta.
" benarkah? Trus dia sukanya yang kaya gimana".
tanya aletta.
"nih aku kasih tau ".
kenan mendekat ke arah aletta.
" stopp!!! Aku ga butuh bantuan kamu, huufftt...tapi menurut aku ini cantik kok, oke aku pergi dulu".
ujar aletta meraih tasnya yang ada di sofa.
Sreettt....
Aletta sangat terkejut dan hanya melongo tanpa membalas ciuman dari kenan.
Meskipun tak juga mendapat balasan dari aletta, kenan tetap mencium aletta dan mendorong tubuh aletta hingga terjatuh di sofa.
Kenan menghela napas dan menatap dalam aletta
"gausah pergi...".
ujar kenan lirih.
" kenan apa apaan sih!! Karen udah nunggu aku dari tadi!! Arrghh...rusak kan jadinya make up aku ".
aletta mendorong tubuh kenan, ia berdecak kesal dan kembali ke meja rias untuk membenahkan riasannya.
Ssrraakk...pranggg....
Kenan menghampiri aletta yang sedang memperbaiki make up dan langsung menyampar semua make up aletta yang ada di meja hingga jatuh berceceran.
"hhahhh....".
aletta terkejut melihat make upnya yang berserakan dan rusak.
"kenan kamu itu kenapa sih!!! ".
Teriaknya sangat kencang.
Kenan terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa pada aletta, saat ini ia masih begitu bingung dengan perasaan dan juga sikap spontan nya itu.
" kalau kamu masih nekat mau pergi, jangan harap cuma make up yang bakal aku hancurun ! tapi lebih dari itu ".
ucap kenan ketus dan menatap tajam aletta hingga ketakutan.
"sumpah ga ngerti lagi aku sama kamu!".
aletta kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaian tidur.
ia kemudian merebahkan tubuhnya dan tidur membelakangi kenan.
Ddrrtt...
New message.
" ahh...kasihan".
aletta membuka pesan dari karen.
"maaf...".
ucap kenan.
Aletta menatap kesal kenan.
"percuma juga minta maaf, ga bakal ngerubah apapun".
"heeii !!! Aku tarik omongan aku tadi!!!".
ucap kenan berteriak.
" terserah!".
"marah aja kalau mau marah, lagian aku juga udah berhasil bikin kencan kalian gagal hehe". gumam aletta dalan hati sembari tersenyum puas.
"ngapain senyum senyum!".
tanya aletta ketus.
" suka suka aku lah".
sahut kenan.
"aku ga peduli pokoknya besok kamu harus ganti semua make up aku yang rusak!!!".
ujar aletta.
" iya bikin aja daftar namanya apa aja nanti biar aku suruh bibi yang belanja".
balas kenan.
"gaa! Kamu harus tanggung jawab sendiri, nanti aku kirim list nya lewat chat".
ucap aletta.
" bilang aja kamu mau chat aku kan".
"haha are you kidding me?! Yang bener aja, kamu ga inget waktu aku sakit?".
Kenan mencoba mengingat ingat maksud perkataan aletta dan mulai membayangkan kejadian yang aletta maksud :
*flash back*
Kenan : " aasshh...terserah kamu lah, buruan beresin atau aku buang semuanya".
Aletta : "iya iya bentar, biii".
Kenan : " beresin sendiri".
Aletta : "kenapa? Kamu mau nyiksa orang sakit?".
Kenan : " bukannya tadi kamu bilang udah membaik ya, cepat lakukan aku cape".
Aletta : "ya ga bisalah aku masih di infus".
Kenan : " kamu tadi makan sebanyak itu pake tangan kan? Buruan ga ada alasan".
Aletta : "hiihh...iya bentar!".
*flashback off*
" ahahaha masih inget aja, yaudah besok gampang kita cari bareng".
ujar kenan.
"engga! Kamu cari aja sendiri ".
ucap aletta ketus kemudian tidur membelakangi kenan.
" hiiihhh...".
kenan beredecak kesal dengan tangan seperti hendak menonjok aletta karena geram.