
"astagaa...wajah kamu kenapa jadi merah gitu? Sini coba aku lihat".
ujar aletta menggoda kenan.
" arrghh...apaan sih!".
ucap kenan kesal.
"haha...eh bentar deh".
aletta berjalan ke sebuah toko aksesoris.
" beli apa lagi sih?".
Ujarnya kesal melihat aletta tak henti membeli sesuatu.
tak lama kemudian aletta keluar dari toko...
"tadaa...lucu kan? Nih wajah kamu tuh tadi kaya gini, nih buat kamu".
ujar aletta memberi kenan sebuah gantungan kunci.
" ni anak kalau ga ditutup matanya pasti ga pulang pulang".
kenan menjepit kepala aletta di ketiaknya agar aletta tidak dapat melihat barang yang menarik, kenan terus merangkul aletta hingga sampai di parkiran.
Setibanya di parkiran, kenan melepaskan tangannya.
"hati hati...".
ucap kenan ketus.
" aaargghhh... rambut aku jadi bau ketek kamu kan".
oceh aletta kesal.
"lagian ketek aku juga lebih wangi dari shampoo kamu".
ucap kenan jutek kemudian pergi.
__________________________________________
•Basecamp K4•
"kenan lama banget ya, eh menurut kalian kenan bakal ngajak istrinya ga?".
ujar ken pada teman temannya.
" hah? Istri?".
tanya ellen terkejut.
"emang lo pikir kenan mau pergi ke acara siapa kalau bukan istrinya haha".
kenzo seketika memelototi ken yang asal bicara.
"tau tuh".
sahut karen ikut gugup.
"emang aileen istrinya?".
tanya ellen yang masih belum paham.
" bukan sih, tapi dulu kenan selalu bilang kalau mau jadiin aileen istrinya, jadi kita sering isengin dia".
ucap kenzo berbohong.
"ohh aku kira beneran".
ujar ellen mengangguk pelan.
" emang kenapa? Kamu cemburu ya?".
ucap kenzo menyamarkan pembicaraan.
"ihh ya ga lah, aku cuma terkejut aja tadi".
balas ellen tak terima.
" aku tahu itu.."
kenzo tersenyum jahil lalu mencium pipi ellen .
"mmm.. hehe..".
" uhuukk....hueek...hueekk....".
ujar ken berlagak seperti orang ingin muntah.
__________________________________________
•Rumah kenan•
"kamu bisa cepetan dikit ga sih dandannya, ga dandan juga udah cantik kok".
kenan seketika terkejut dengan ucapannya sendiri.
" apa? Apa tadi ? Hah? Haha bilang apa tadi? Haa? Coba sekali lagi ?".
ledek aletta Tersenyum jahil.
"buruan!".
bentak kenan ketus.
" iya udah yok".
"asshh...dibilang jangan dikuncir".
gumam kenan pelan, berjalan dibelakang aletta.
Sebelum menuju rumah aileen, kenan membawa aletta pergi ke basecamp terlebih dahulu.
Sesampainya disana, semua terkejut akan kehadiran kenan bersama aletta, terutama karen.
" waahh...parah lu ken".
ucap karen tak menyangka.
"kok gua?".
sahut ken bingung.
" kenan! maksudnya".
jelas karen.
"kenapa?".
tanya kenan santai.
"sejak kapan kalian deket?".
balas ellen bertanya.
" siapa bilang kita deket? Kita habis ngerjain tugas jadi sekalian bareng berangkatnya".
ujar kenan berdalih.
"coba cari alasan yang lain".
sahut karen kurang puas dengan alasan kenan.
" oh jadi lo ga mau nih? Padahal gue bawa dia kesini buat berangkat bareng elo loh".
jawab kenan tersenyum tipis.
"hah?".
aletta mengernyitkan dahi karena terkejut.
" gue tahu kenan emang teerrrr baikk".
seketika karen langsung sumringah dan mengedipkan mata sebelahnya pada kenan.
" trus kenapa aletta doang yang kamu bawa? Kelompok kamu yang lain kemana?".
tanya ellen masih curiga.
"kelompok kita tinggal nyari materi lagi, dan aku dapet bagian sama dia".
jelas kenan.
" mobil aletta kemana?".
ujar ellen terus mendesak kenan.
"aarrghh...udah ayo, dari tadi kita disini mulu ga berangkat berangkat".
sahut kenzo menarik tangan ellen.
oceh ken sangat kesal.
Sesampainya di birthday aileen.
Karen berjalan dengan menggandeng tangan aletta dan tersenyum sumringah pada teman temannya, aletta pun membalas senyuman karen dengan terpaksa.
"happy birthday".
ujar kenan memberikan kadonya.
" thank you".
balas aileen sambil cipika cipiki dengan kenan.
"selamat ulang tahun".
ujar aletta tersenyum lalu memberikan kadonya.
" terimakasih".
"ini dari sandra juga, dia ga bisa dateng".
ucap aletta memberi dua kado pada aileen.
" wahh makasih".
"aku kesana dulu ya".
aletta celingukan mencari karen dan juga kenan.
" mana sih yang cantik, ini mah satu kampus semua, udah pada ga asing mukanya".
ken bingung mencari pasangan.
"La, liat deh ada aletta di undang juga".
bisik daniar pada angela.
" hhh...".
angela tersenyum sinis dan memberi aba aba pada temannya untuk mengikutinya.
Angela dan teman temannya perlahan mendekat ke arah aletta yang sedang berdiri di samping kolam renang dengan membawa segelas minum.
Dengan sengaja angela menyenggol aletta agar tercebur ke kolam renang, namun dengan sigap kenan langsung memegang tangan aletta agar tidak terjatuh, mereka saling pandang selang beberapa detik hingga menjadi pusat perhatian.
Kenan yang sadar dengan sekitar yang memperhatikannya dan tidak mau di anggap suka dengan aletta, ia langsung melepaskan tangannya hingga membuat aletta tercebur.
Byuurrr....!!!
"Haah...".
Teriak semua tamu.
Aletta sangat terkejut dengan pilihan kenan untuk melepaskan tangannya.
Blubuuukk...blubukk...huupp...toloong...
Pinta aletta meminta tolong.
Kenan melihat sekeliling dan bingung harus berbuat apa, karena tak kunjung ada yang menolong aletta ia pun langsung menceburkan diri, tapi setelah itu aletta dengan tegap berdiri di tengah kolam renang dan tersenyum sinis ke arah kenan. aletta tertawa kecil sembari menyipratkan air ke wajah kenan yang tampak lucu saat marah.
Kenan terkejut dan memandang aletta kesal.
" kalian ga papa kan? Ini handuk".
ujar aileen berlari kecil menghampiri kenan dan aletta.
"maaf ya jadi kacau".
ucap aletta sungkan.
" engga papa kok".
balas aileen.
"ckk...".
kenan berdecak kesal melihat aletta sekilas, ia kemudian menarik aileen dan meninggalkan aletta.
Aletta tersenyum puas karena berhasil membuat kenan ikut tercebur dengannya, karena secara tidak langsung ia gagal membuat angela yang mencoba mempermalukannya
Semua tamu undangan berkumpul mengerumuni aileen yang hendak memotong kue, setelah selesai memotong dan make a wish, seperti biasa aileen akan memberikan potongan kue pertamanya pada mama dan papanya dan setelah itu kenan.
"apapun yang dikasih aileen pasti kenan terima, aahh...irinya".
ujar para tamu.
Setelah acaranya selesai, beberapa tamu memutuskan untuk pulang dan beberapa lagi masih ingin menikmati perform dari selebriti yang di undang.
" silahkan ".
ujar karen membukakan pintu mobil untuk aletta.
"masuk mobil aku !".
kenan menahan tangan aletta yang hendak masuk kedalam mobil karen.
" heeii !!! Kenan! Maksud lo apa haa?".
bentak karen kesal.
"gue yang bawa dia kesini ya gue juga yang harus tanggung jawab bawa dia pulang".
ucap kenan ketus.
" aku bisa kok".
sahut karen bersikeras.
"ga yakin gue, byee...".
ujar kenan melambai pada karen.
" aashh...tagaa...".
oceh karen kesal.
Setibanya dirumah, mereka langsung tumbang karena begitu lelahnya seharian penuh ber aktivitas.
Kenan yang melihat aletta langsung tertidur pun sangat heran.
" kamu ga ganti baju atau cuci muka dulu gitu? Bukannya masih basah ya baju kamu, buruan ganti! Kalau sakit aku ga mau ngurusin loh! ".
ucap kenan ketus.
"mmm...ngantuuk..".
belum lama kenan berhenti bicara, Aletta sudah tertidur pulas di kasur.
kenan menatap dalam aletta, ia segera menyelimuti aletta dan bergegas untuk mandi lalu tidur.
________________________________________
Keesokan harinya, aletta terkejut melihat bajunya yang berbeda dengan yang ia kenakan semalam, ia begitu ingat jika ia langsung tidur dan tidak mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
" kamu yang ganti baju aku ya?!!".
teriak aletta memelototi kenan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"kenapa? Aku cuma ganti baju luarnya doang kok".
ujar kenan cuek.
" gilaa kamu! Yakin abis itu ga ada apa apa lagi?!".
tanya aletta terus membuntuti kenan.
"engga lah!! Udah gila kali kalau aku apa apain kamu".
sahut kenan lagi lagi dengan nada seolah semuanya wajar.
" emang! Emang kamu udah gilaa".
bentak aletta kesal sekaligus malu.
" aarrghhh...jangan liat liat!!".
ucap aletta kembali.
" heii !!! siapa juga yang ngelihatin kamu ! ".
sahut kena tak terima.
" yaudah sana pergi".
ujar aletta enggan melihat wajah kenan.
"arghh...terserah lah!".
kenan berdecak kesal dan langsung beranjak pergi.