
"enak aja, yaudah kalau ga mau".
ucap aletta menarik piringnya kembali.
Kenan masih menatap dalam aletta karena tidak yakin.
"heeii...turunin mata kamu atau aku colok".
ujar aletta membalas tatapan kenan dan menyodorkan garpu ke arah mata kenan.
"aku masakin kamu biar kamu ga tinggalin aku sendirian, huffttt...asal kamu tahu, aku takut kalau harus sendirian disatu ruangan".
Kenan terdiam menatap nanar aletta.
aletta kemudian duduk di samping kenan dan menceritakan kisah pilu masalalunya.
"duluu waktu aku kecil, papa disekap sama temannya sendiri, dia diminta untuk menyerahkan perusahaan papa yang saat itu , itu harta satu satu nya papa, mama bohong sama aku dia bilang mau jemput papa ke kantor, padahal mama menemui penjahat itu sendirian sambil membawa surat surat untuk menyelamatkan papa, karena aku tidak tahu apa apa, aku hanya mengangguk dan tersenyum saat mama menyuruhku menunggu dirumah sendirian, dan tiba tiba...".
*flash back*
"aletta sayang, kamu diam dirumah dulu yah, hiks..mama jemput papa kamu dulu". ucap Ny.Renatta dengan lembut, ia meneteskan air mata dan mengusap-usap rambut aletta.
Beberapa jam setelah mama aletta pergi, tiba tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah aletta.
Duarrr....
Prranngggg....
Terdengar sangat nyaring suara tembakan dan pecahan pecahan kaca jendela yang nyaris mengenai tubuh aletta.
"hahh!!! Aaa...mama..hiks..hiks...mama mama dimanaa....mama cepet pulang, aletta takuutt...huwaa...".
aletta berteriak histeris dan menangis sangat kencang.
Selang beberapa menit kemudian, api mulai menyambar ruangan yang di tempati aletta.
*flashback off*
"trus kamu bisa keluarnya gimana?".
tanya kenan penasaran.
Aletta menatap kenan berkaca kaca.
"waktu itu salah satu dari mereka ada yang mendengar teriakan aku, dia melihatku seperti tidak tega, kemudian ia membawa ku lari secara diam-diam dan membawanya ke rumah, aku disana dikasih makan dan juga dimandiin sama istrinya, kemudian orang itu kembali kerumah ku yang sudah terbakar agar tidak menimbulkan rasa curiga dari teman temannya, hhuufttt....kamu tahu..siapa orang itu?".
Kenan menggeleng pelan dengan tatapan serius mendengarkan cerita aletta.
"papa kamu...".
jawab aletta singkat.
kenan terbelalak tak percaya.
"maksud kamu? Papa aku yang rencanain semua itu?".
tanya kenan merasa bingung.
"bukan..tapi papa kamu yang udah nolongin aku".
"tapi kenapa papa ngelakuin itu kalau dia nolongin kamu? Kenapa dia mau bekerja sama dengan orang yang menyekap papa kamu?".
kenan semakin tidak mengerti dengan cerita aletta.
"mungkin papa kamu terpaksa, aku bisa lihat dari tatapannya saat melihat aku menangis, dia juga ikut menangis, mungkin dulu papa kamu dan papa aku belum seperti sekarang, jadi mereka menuruti perintah seseorang yang memiliki kedudukan tinggi untuk menyelamatkan keluarga mereka, dan setelah kejadian itu papa masih menyimpan beberapa tabungan, kita pergi ke USA dan papa mulai merintis karir dari sana agar terhindar dari hambatan temannya itu , hingga ia berhasil seperti sekarang, aku senang bertemu lagi dengan papa kamu yang sudah sukses seperti sekarang, tapi tetap saja..aku tidak suka cara mereka menikahkan kita tanpa meminta persetujuan dari kita, aku tahu papa menikahkan kita untuk mengalahkan musuhnya dulu".
"apa dulu waktu kamu kerumah aku ketemu sama aku?".
tanya kenan bingung, kenapa hanya dia yang tidak tahu cerita ini.
Aletta mengangguk dan tersenyum tipis.
"kamu waktu itu tidur puuulass kaya gini".
ujar aletta sembari mempraktekkan gaya tidur kenan yang lucu.
Kenan tersenyum melihat aletta.
"heii.. mana mungkin, kamu pasti bohong kan, karena kenan itu kalau tidur sangaaat tampan".
ucapnya sambil mengeluarkan ekspresi sok imut.
"heeeeii!!! Mana ada! ".
___________________________________________
Keesokan harinya, kenan dan aletta kembali bertengkar saat bangun tidur, aletta juga memasak nasi goreng hanya untuk dirinya sendiri.
"aasshhh....bisa demam aku tidur sama kamu".
gerutu kenan beranjak dari tempat tidur.
"aku juga, kamu makan tempat banyak banget!".
sahut aletta tak terima.
"kamu juga pakai selimut sendirian, setidaknya sisain aku seperempat lah!!!".
imbuh kenan.
"kamu kan kaya, kenapa ga beli selimut sendiri!".
"oke, kalau begitu kenapa kamu ga beli tempat tidur sendiri".
balas kenan tak terima.
" ya gabisa seenaknya gitu lah, kamu pikir ini apartemen kamu haa!! Ciihh...mulai sekarang kamu tidur disofa!!!".
Aletta menatap sinis kenan dan mukulnya dengan bantal.
"heeii !!! Kamu pikir siapa yang bayar apartemen ini haa? Kenapa kamu ga cari apartemen sendiri dan bisa kamu gunain sesuka kamu!".
ucap kenan berteriak.
Aletta tak percaya apa yang dikatakan kenan barusan, ia tersenyum sinis dan beranjak dari tempat duduk.
"oke, lihat aja aku akan pindah dan memesan apartemen sendiri".
ucapnya berlari keluar sembari terus mengoceh disepanjang lorong.
"mba, kasih aku satu kamar lagi ya".
aletta terus mengoceh ga jelas sembari menunggu reseptionis mengambilkan kunci.
Staff : "maaf mba saat ini tidak ada yang kosong".
"a apa? Iiishhh... yaudah mba terimakasih".
aletta kembali ke kamar dengan wajah kesal dan terus ngedumel disepanjang jalan.
Saat masuk kedalam kamar, aletta terkejut karena kenan menghabiskan nasi gorengnya dan hanya tersisa satu sendok.
"heeii !!!..apa yang kamu lakuin haa!!! apa kamu gilaa!!!".
bentak aletta mengambil nasi goreng yang sedang disantap kenan.
"salah siapa cuma bikin satu, lagian itu tadi rasanya mirip makanan hewan".
ucap kenan langsung pergi ke luar.
"wwoooyyy...!!!! Aisshh...dasarr... ".
aletta berteriak kesal kemudian memakan sisa nasi gorengnya meskipun tinggal satu sendok.
___________________________________________
*kampus*
teman teman angela sudah menunggu kehadiran angela untuk menannya kan apakah ayah nya benar benar dipecat.
"heii...aileen, apa lo tahu siapa anak baru itu? Apa dia benar benar anak orang kaya?".
tanya windy penasaran.
"iyaa, dia satu kelas kan sama elo".
imbuh key.
"iya, dia pindahan dari harvad".
jawab aileen.
Windy, key , dan daniar membekap mulutnya dengan telapak tangan karena terkejut
"aileen, apa elo ga mau kerja sama dengan kita? emang lo ga takut kalau kenan suka sama dia?".
ucap daniar Mencoba membujuk aileen.
Aileen terdiam sejenak dan mengingat ucapan ken waktu dibasecamp, bahwa kenan masih menyukainya.
"engga..".
aileen tersenyum lebar kemudian pergi.
"iiihhh...gimana dong nasib angela, gimana kalau dia jatuh miskin, trus dia dibully satu kampus, trus kita juga ikutan di bully".
key merasa cemas kemudian membayangkan angela sedang dibully.
"hah itu mobil angela".
ucap windy menepuk pundak key.
"tidaaakkkk...".
key tersadar dari lamunannya, dia kemudian plonga-plongo karena tinggal ia sendirian ditempat.
" hahh...pada kemana? heiii..tunggu guee".
key berlari menghampiri teman temannya.
"apa elo baik-baik aja?".
tanya windy cemas.
"gimana pekerjaan ayah lo?".
imbuh key.
angela tersenyum sinis melihat mobil aletta yang baru tiba.
" bisa dilihat kan gue masih bisa tersenyum dan memakai mobil mahal gue hhh..".