The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Foto



Setibanya di cafe, aletta langsung mengambil mobilnya dan pulang ke rumah.


"jangan tidur diluar".


ucap aletta memasang wajah melas.


Kenan terdiam sejenak, kemudian ia mengurungkan niatnya untuk pergi ke basecamp dan memilih untuk tetap di rumah.


___________________________________________


•basecamp K4•


"bukannya tadi kenan bilang bakal kesini ya?".


tanya aileen.


"katanya sih udah otw dari jam 8 tadi malah".


balas ken.


"pffttt...coba deh kalian hubungi, aku telepon ga dijawab jawab".


aileen mulai cemas karena kenan tak kunjung tiba.


"nah ini kenan telpon".


ujar ken mengatifkan loudspeaker agar semuanya dapat mendengar.


*Via telepon*


Kenan : "sorry ya gue ga jadi kesana, ada kepentingan tiba tiba".


Kenzo : "wah parah lo, aileen udah dateng dari sore loh".


Kenan : "ohh ya?, dia belum pulang juga?".


Karen : "belom lah".


Kenan : "kalian bisa anter dia dulu kan kalau pulang, awas kalau kalian biarin dia pulang sendirian ! Jangan harap bisa napas besoknya!".


Kenzo : "iyaa, nanti biar ken yang anter".


Ken : "iya santai aja".


Kenan : "yaudah duluan (menutup telepon)".


*via telepon off*


"kenan ga biasanya kaya gini, dia biasanya ga mungkin ngebiarin aku nunggu, sepenting apapun acaranya bahkan dia lebih mentingin buat antar aku pulang".


gumam aileen dalam hati.


"gue pulang dulu ya guys ".


ucap aileen tampak sangat lesu.


"mau pulang sekarang? Biar gue anter".


ujar ken bersiap-siap.


Aileen menggeleng pelan dan tersenyum tipis.


" gausah".


"heeii...lo mau kita mati besok haa? Udah buruan gue ikutin dari belakang sampe depan rumah dijamin aman".


ucap ken.


"yaudah yuk sekalian gue juga mau pulang kita ikutin dari belakang bareng bareng".


sahut karen.


___________________________________________


"lah? Ga jadi pergi?".


ucap aletta melihat kenan tiba di rumah.


"engga, gara gara nganter orang ceroboh".


balas kenan.


"iisshh...".


Kenan mengambil remot tv dan mengubah channel yang sedang dilihat aletta.


"kesiniin ga! Kamu baru dateng langsung rebut seenaknya".


aletta mencoba merebut remot dari tangan kenan.


"haha...coba aja kalau bisa".


kenan meninggikan remotnya agar tidak bisa digapai oleh aletta.


"kenan!!! Lihat tv di ruang tv kan bisa!".


bentak aletta.


"gamau orang aku mau sekalian tidur".


jawab kenan.


Aletta tersenyum jahil, tiba-tiba terlintas ide konyol dipikirannya.


"kenan...siniin remotnya atauu...".


aletta berbicara lembut dengan gaya menggoda.


" ga! ".


kenan tampak tidak peduli dengan effort aletta yang mencoba menggodanya.


"yakiin...".


aletta mendekatkan wajahnya ke wajah kenan.


" ohh...mau main?".


kenan mulai membuka kancing bajunya.


"heeii !!! aku cuma becanda!".


aletta langsung menjauh dari kenan.


Karena suasana mulai canggung kembali, aletta langsung pergi ke kamar mandi untuk ganti piama.


Kenan melihat televisi dan sesekali melirik ke arah aletta


"ga mau nonton?".


"engga aku udah ngantuk ".


ucap aletta tidur membelakangi kenan.


Tik..tok..tik..tok..


Satu jam kemudian...


"aarrggsshh...!!!".


teriak aletta.


"hahh!!! kenapa sih bikin kaget aja!".


kenan menoleh terkejut ke arah aletta.


"aku gabisa tidur, yaudah nonton bareng". ucap aletta malu malu.


Kenan melihat aletta sekilas.


"baaaa!!!".


tiba-tiba kenan berteriak.


Aletta melihat kenan dengan muka datar polosnya


"kenapa?".


"gapapa biar kaget aja".


"hahh!! Kaget bangeeett".


"telaaatt".


"oh ya aku punya ide, gimana kalau kita masak".


ucap aletta merasa lapar.


"itu ide buruk".


jawab kenan cuek.


"heeeii!!! Bisa kan bilang iya dan baru bilang buruk setelah cicipin masakan aku!".


oceh aletta kesal.


"gaa! Itu tetep ide buruk, kamu ga inget apa kamu kemaren masak nasi goreng rasa sampah".


ujar kenan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan hanya di sisakan kepalanya saja.


"heeeeeiii....!!!!!".


aletta berteriak sangat kencang.


"apa? Orang itu kenyataannya".


jawab kenan santai.


"tapi kamu habisin juga kan hhh... Dasar gila"


aletta tersenyum sinis dan berdecak kesal.


"asshh...yaudah, yaudah..mau masak apa emang?".


ujar kenan mulai merasa lapar juga.


"mi instan hehe...".


"Itu bukan masak namanya!".


"kamu pikir kita buka kemasan langsung bisa makan gitu? Harus merebus air dulu kan?! ada kan ramen instan didapur?".


ucap aletta kesal.


"mana aku tau".


"yaudah ayo kesana, disini terus kapan jadi nya".


aletta menarik tangan kenan agar segera bergegas ke dapur.


Kenan tersenyum tipis melihat tangan aletta yang menggandengnya.


" pelan-pelan kenapa sih".


"udah tungguin disitu aja".


ucap aletta mulai menyiapkan bahan-bahan nya.


"siapa juga yang mau bantu".


ucap kenan duduk dimeja makan sembari bermain ponsel.


Drrttttt....ddrrrtttt....


(Panggilan dari aileen geser ke atas untuk menerima panggilan)


*via telepon*.


Kenan : "hallo leen? Kenapa? Kok belum tidur?".


Aileen : "gapapa, belum ngantuk aja, oh ya tadi kamu kenapa ga jadi dateng? ada acara emang?".


Kenan : "ohh itu, ada urusan mendadak ( gugup )".


Aileen : "boleh tau ga?".


Kenan : "haahh? Ahahaa...tentu lah, tadi papa tiba tiba telpon suruh nemuin dia (ucapnya berbohong)".


Aileen : "ohh gitu, kamu lagi ngapain?".


Kenan : "ini lagi mau makan, lagi nungguin bibi selesai masak".


Mendengar ucapan kenan aletta langsung menatap tajam kenan.


Aileen : "yaudah gih makan dulu sana, byee...".


Kenan : "good night".


Aileen : "night..".


*via telepon off*


"tadi bilang apa kamu?! Haa? Bibi?!".


ucap aletta tak terima, ia mendekatkan wajahnya pada wajah kenan dan memelototinya.


Kenan menoyor kepala aletta pelan.


"heei... Jangan deket-deket".


ujar kenan deg-degan.


"nih udah jadi".


ujar aletta ketus.


"makan di ruang tv aja".


"yaudah yuk".


"mau nonton apa?".


tanya kenan.


"terserah".


aletta melihat kenan yang yang tampak lahap seperti orang kelaparan, karena terlihat lucu, aletta pun mengeluarkan ponselnya dan memotret kenan.


"heeeeeiii !!!".


bentak kenan terkejut.



"kenapa? bagus kok fotonya ".


ujar aletta tertawa kecil.


"hahh pedesss! banget sii!! kamu kasih cabe berapa?".


ucap kenan dengan wajah memerah karena kepedesan.


cekrekkk...



"heeeeii !!! Coba foto sekali lagi awas!!!".


kenan menatap kesal aletta.


Cekrekk...



"Haha lihat deh bagus bagus kan fotonya".


ujar aletta sambil memperlihatkan hasil jepretannya.


"hapus ga! Yang ini hapus, ini hapus, semua hapus, nih simpen aja yang ini ".


ucap kenan kemudian Selfie.


Cekrekk...



"nih bagus kan "


kenan menoleh ke arah aletta hendak menunjukkan fotonya, tanpa sadar wajah mereka saling berdekatan hanya terdapat jarak satu jengkal .


Aletta memandang kenan sangat dalam, begitu juga sebaliknya.