
"Ehh... Ada apa sih rame rame? Lo dari club detektif kan?".
Tanya karen menghentikan salah satu siswi.
" paling juga angela bikin ulah lagi".
Sahut aileen.
"Bukan , tapi aletta pingsan, dia kesengat kalajengking dilokernya, gatau deh siapa yang sengaja jahilin dia tapi ini keterlaluan banget sih, bukan cuma satu atau dua kalajengkingnya, tapi banyak. Udah ya.. Aku buru buru, kalau kalian ada informasi langsung aja ke ruang club kita, bye...".
Kenan langsung berlari ke uks begitu mendengar ceritanya. Ia segera membubarkan semua siswa yang berkerumun disekitar uks.
" seharusnya gue yang lebih khawatir dari kenan".
Ujar karen memandang teman temannya bingung.
"Ahh udah yuk ikut aja".
Balas kenzo.
*gila.. Apa jangan jangan ini ulah angela? Awas aja kalau bawa bawa nama gue, gue ga setega ini juga kali*.
Gumam aileen dalam hati cemas.
~Uks~
" kenapa ga di bawa ke rumah sakit haa?!!! Kamu pikir nyawa orang lain cuma mainan?!!".
Kenan berteriak sangat kencang dan segera menggendong aletta dan membawanya ke rumah sakit.
"Kenan mau kemana?".
Tanya aileen menghampiri kenan yang berlari terengah sambil menggendong aletta.
" aku mau bawa dia ke rumah sakit".
Ujar kenan dengan napas tersengal.
"Biar aku yang nyetir".
Sahut karen membukakan pintu mobil lalu mulai melajukan mobilnya sangat kencang.
" kamu bisa kan cepet dikit".
Ucap kenan berkaca kaca.
" kenan kenapa lo khawatir git...".
"Ini bukan waktunya lo mikirin kaya gitu !!! Lo tahu ini nyawa orang taruhannya!!!".
Teriak kenan sangat kencang.
" ee... I iyaa, sorry".
Ujar karen gugup.
"Kamu iket bagian yang kesengat buat menghambat rancunnya biar ga kesebar".
Ucap karen memberi saran.
" udah ! Lo buruan fokus nyetir !".
•••
Setibanya di rumah sakit, kenan langsung berlari memanggil perawat agar aletta segera ditangani.
"Huuuffttt....".
Kenan tertunduk lemas duduk diruang tunggu.
" gimana udah di tangani?".
Tanya kenzo berlari menghampiri kenan.
Kenan mengangguk pelan dan berusaha mengatur napasnya yang masih terengah.
"Kenan... Kenapa lo secemas ini...".
gumam ken merasa heran
" apa nyawa orang lain itu tidak penting bagi kalian? Kenapa kalian terus menanyakan hal yang sama ? Haa?! Apa kalian ga pernah berpikir kalau itu ada di posisi kalian dan tidak ada satupun yang menolong kalian karena tidak ada yang merasa kenal ! Pikiran kalian terlalu pendek tau ga !!".
Ucap kenan ketus.
Semua seketika terdiam dan tidak ada yang berani mengucapkan sepatah katapun lagi.
*rasa cemas karena ingin menolong dan rasa cemas karena khawatir itu beda. Dan yang aku lihat dari kamu adalah rasa khawatir sekaligus takut akan kehilangan aletta*.
Gumam aileen dalam hati berusaha membendung air matanya.
"Apa ga sebaiknya kita serahin saja masalah ini sama pihak sekolah".
Ujar ken memberi saran.
" ini juga lagi diusut kok , lagian tadi club detektif juga lagi nyari tahu kan".
Sahut kenan.
"Emm... Guys, aku balik dulu ya, mau pergi sama nyokap, nanti kalau kalian masih ada disini aku susul".
Ujar aileen berpamitan.
" mau aku anter?".
Tanya kenan lesu.
*ternyata kenan masih peduli*.
Gumam aileen tersenyum tipis.
"Gausah kalian disini aja, daah...".
"sayang kita cari makan dulu yuk deket sini".
Ucap ellen pada kenzo.
" yaudah yuk, kalian mau nitip makan ga? ".
Ujar kenzo pada teman temannya.
" coffee latte 3".
Ucap karen pelan.
Setlah kenzo dan ellen pergi, suasana semakin bertambah sepi dan terlihat sangat tegang.
"Gue ke toillet dulu".
Ujar kenan beranjak dari tempat duduk.
Kenan menoleh ke kanan dan kekiri memastikan bahwa teman temannya tidak melihatnya.
Ia segera berlari kecil menuju baseman rumah sakit untuk menjemput orang tua aletta yang datang.
" mamah disana ada temen temenku jadi...".
Ucap ny. Renatta memotong pembicaraan kenan dan mengajak kenan untuk berjalan lebih cepat menuju ruangan aletta.
" disini tante , aletta masih diperiksa".
Ujar kenan berhenti didepan UGD.
"Loh katanya ke kamar mandi".
Ucap ken bingung.
" udah tadi, pas mau kesini ga sengaja ketemu orangtuanya aletta bingug nyari ruangan aletta".
Ujar kenan berbohong.
"Ehh... Om ,Tante, kenalin aku karen temen deketnya aletta".
Ucap karen mulai berjabat tangan.
" apa aletta baik baik saja?".
Tanya tn. Handoko cemas.
"Aletta pasti baik baik saja om, berdoa saja".
Sahut kenan.
" gue pamit dulu ya, om, tante saya pamit dulu maaf ga bisa lama lama".
Ujar ken berpamitan.
"iya terimakasih ya sudah jaga aletta. Hati hati dijalan...".
Ceklekkk...
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang UGD.
" dengan keluarga aletta?".
Ujar dokter.
"Kami dok".
Ucap ny. Renatta.
" bisa bicara sebentar, yang mau menjenguk silahkan, kondisi pasien sudah mulai stabil, tapi di mohon untuk satu prsatu dan mengenakan baju steril yang sudah disiapkan".
"Baik dok..".
" kenan, karen om ke ruang administrasi dulu ya, kalian silahkan yang mau lihat aletta duluan saja".
Ujar tn. Handoko.
"Baik om, karen masuk duluan kalau begitu".
Ujar karen sedikit membungkuk saat lewat di depan papa dan mama aletta.
•Ruang Dokter•
" untung pasien segera dibawa kesini, kalau tidak racunnya pasti sudah menyebar dan kemungkinan pasien tertolong sangat kecil dan juga rahimnya akan ikut mati, tapi ibu tenang saja, kami sudah berusaha sebisa mungkin, racunnya juga sudah kami ambil dan kondisi janin dan juga pasien baik baik saja, sebntar lagi pasien sudh dapat dipindahkan ke ruang rawat".
Jelas dokter membuat mama aletta tercengang.
"Jj janin dok? M maksud dokter anak saya hamil?".
Tanya ny. Renatta memastikan.
" benar buk".
Jawab dokter sangat yakin.
"Baik dok kalau gitu saya permisi dulu, terimakasih dok".
Ucap ny.renatta sangat gembira. Ia keluar dari ruangan dokter dengan senyum yang terpancar lebar.
" mah.. Kamu ini kenapa? Anak nya sakit kok malah seneng?".
Ujar tn. Handoko menghampiri istrinya.
"Papa tahu ga, aletta hamil ! Pewaris keluarga besar akhirnya muncul, ternyata mereka itu malu malu tapi mau juga ya pah".
Ucap ny. Renatta bercerita sangat semangat.
" mama beneran?".
Tanya tn. Handoko tak percaya.
"Buat apa mama bohong, nanti mama akan kabarin kenan lewat pesan".
Ceklekk...
" belum sadar ya?".
Tanya kenan pada karen yang baru saja keluar dari ruangan.
"Belum".
Jawab karen.
" loh yang lain pada kemana?".
Tanya kenzo bingung karena hanya tinggal kenan dan juga karen.
"Udah pada pulang".
Balas kenan.
" nih coffee pesenan lo".
Ucap ellen memberikan coffee pada kenan dan karen.
"Wahh.. Ini temen temennya aletta juga?".
Tanya ny. Renatta tersenyum.
Kenzo dan ellen seketika membungkuk memberi salam.
" sebentar lagi aletta mau dipindah ke ruang rawat, kenan kamu ga masuk dulu lihat aletta ?".
Ujar ny. Renatta.
"Engga tante, biar om sama tante duluan saja".
Jawab kenan gugup.
" kalau gitu kita pamit dulu om, tante,kenan kamu mau pulang kapan?".
Tanya kenzo berpamitan.
"Oh.. Aku ikut aja deh".
Sahut kenan.
Setelah berpisah dengan teman temannya di perempatan jalan, kenan berputar balik kembali menuju rumah sakit.