The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Persiapan



Keesokan harinya, aletta sibuk menyiapkan perlengkapan untuk liburan.


Setelah itu ia segera mandi dan berangkat sekolah.


"Aletta...".


Di ruang makan ternyata ada mama aletta sudah menunggu.


Teriakan mama aletta membuat aletta menghentikan gerakan tangannya yang sedang merapihkan baju.


"Mama?".


Ujar aletta dan kenan serentak. Mereka segera berlari ke bawah untuk menemui mama aletta.


"Mama sejak kapan ada disini?".


Tanya aletta begitu tiba di depan mamanya.


"Kenapa? Mama mau siapin buat konsep 7 bulanan kamu".


Balas mama aletta.


"Gausah berlebihan deh mah. Lagian ini cuma hamil biasa".


"Terus yang hamil luar biasa kaya gimana letta?!?".


Sahut mama aletta.


"Bukan gitu maksudnya...".


Aletta kebingungan untuk menjelaskan pada mamanya.


"Soalnya kita udah planning mau liburan buat ganti honeymoon sekalian rayain 7 bulanan sendiri".


Sahut kenan berdalih.


Mama aletta yang mendengarnya langsung sumringah. Hal yang dulu harus di lakukan dengan paksaan, sekarang aletta dan kenan ingin melakukannya sendiri. Tentu hal tersebut membuat mama aletta gembira dan menyetujuinnya.


"Kenapa ga bilang dari awal, kalau gitu nanti mama bilang sama papa kalian".


Ucap mama aletta.


Aletta dan kenan pun saling pandang dan tersenyum tipis.


Disisi lain, sandra tengah sibuk memikirkan apa yang harus ia bawa untuk pergi liburan, mengingat kondisi keluarganya yang sekarang.


"Ppfftt... Untung aku masih punya beberapa baju baju aku yang dulu".


Ujar sandra bingung memilah milah pakaian di lemarinya.


"Kamu mau kemana san?".


Tanya mama sandra menghampiri sandra.


"Sandra mau izin liburan mah, sandra diajak sama temen temen sandra. Lagian ini juga langkah yang bagus buat kembaliin keadaan seperti semula, sandra sudah terlalu banyak kehilangan temen temen. Jadi ini kesempatan sandra. Mama ga papa kan kalau sandra tinggal sebentar, hanya tiga hari".


Jelas sandra menghadap mamanya.


"Gapapa, kamu pergi saja. Mama sekarang sadar, yang seharusnya bekerja itu mama. Maafin mama ya, sekarang mama udah bisa beraktifitas seperti dulu lagi. Semangat ! Kamu hati hati ya di sana. Ga perlu khawatirin soal mama".


Ujar mama sandra tampak ceria.


Sandra terkejut melihat perubahan mamanya yang sudah bangkit dari keterpurukan. Dia sangat senang dengan apa yang dilihatnya barusan.


"Semangat !".


Teriak sandra mengangkat tangan.


Dia kemudian berpamitan untuk berangkat sekolah.


"Hahahaha...".


Kampus


"Gimana kalian udah prepare?".


Tanya ellen pada K4.


"gue sih masih nanti malem".


Jawab ken.


"Gila lo, kita kan berangkatnya besok".


Sahut kenzo.


"Kalian prepare?".


karen menaikkan alis sebelah sembari menatap teman temannya.


"Di rumah kan ada yang namanya ART, kalian ga tau fungsinya apa?".


"Huuuu~ emang lo nya aja yang malas".


Sorak teman temannya sambil melempar camilan.


"Kalau kalian leen? Kenan?".


Tanya ellen kembali.


"Ahh.. Aku.. Aku sama kaya karen".


Balas kenan gugup. Karen langsung mengacungkan lima jarinya untuk mengajak tos.


"Kalau aku... Udah kok".


Jawab aileen tersenyum tipis.


Tiba tiba pandangan karen tertuju pada gadis yang datang ke kantin bersamaan dengan aletta dan juga sandra.


Karen langsung menyenggol siku ken untuk menoleh ke arah yang ia maksud.


"Paan sih?".


"Itu...".


Ken menoleh ke arah yang di maksud karen, dia melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Itu bukannya cewe yang lo kejar kejar waktu itu bukan sih?".


Tanya karen.


"Jadi mereka saling kenal".


Gumam ken masih melongo.


"Tunggu apa lagi, buruan ajak liburan !".


Bentak kenzo mengejutkan ken.


Ken gelagapan bingung harus berbuat apa, dia beranjak dari tempat duduk tapi tak kunjung melangkahkan kaki.


Dia merasa sangat gugup dan kembali duduk untuk meminta saran dari teman temannya.


"Langsung samperin aja".


Ujar kenzo.


"Iya ga gentle banget lo ".


Timpal karen memanas manasi.


"Kenapa ga lewat perantara aja? Kalau langsung ken yang ajak, ga yakin aku dia bakal mau".


Ujar aileen membuat semua terdiam.


"Untung masih ada yang pinter".


Ucap ken langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada sandra.


Isi pesan


san, ajak sekalian temen lo itu. Tenang aja liburannya gratis kok, kalau rame rame kan jadi seru. Pastiin kalau dia mau. Kalau ga mau jangan ajak orang lain.


"Gimana? Udah?".


Tanya kenan tertawa mengejek.


"Beress...".


Semua mata mulai tertuju pada meja yang di tempati sandra, aletta dan juga gadis itu. Mereka menunggu jawaban dari sandra dengan tatapan sangat serius.


Aletta yang tak sengaja melihat ke arah K4 dkk pun terkejut.


"Astaga ! Kenapa mereka terlihat sangat menyeramkan".


Gumam aletta terkejut dengan tatapan K4.


Dan tak lama setelah itu, sandra membuka ponselnya. Semuanya kembali bersiap dengan tatapan tajam.


Setelah itu terlihat tangan sandra sedang mengetik, hal tersebut membuat keadaan semakin menegangkan.


Drrtt...


Hp ken bergetar, ken langsung membuka hp nya yang ternyata hanya notifikasi dari bank.


"Aasshhh...".


Gerutu semuanya.