The Greatest Marriage

The Greatest Marriage
Mabuk



Setelah teman temannya masuk ke kelas, angela diam diam pergi untuk menemu aletta di halaman belakang.


"aku udah peringatin elo berapa kali? Kemaren soal sandra lo belum minta maaf kan sama dia? Tapi gue biarin, tapi kemaren sikap lo udah keterlaluan tau ga! lo ga mikir gimana nasib gue kemaren kalau kenan ga datang! elo punya otak ga sih haa?! ".


teriak aletta berkaca kaca.


" gue ga peduli ! Gue cuma pingin elo hancur".


ujar angela ketus.


"hhh... oke, kalau gitu gue juga pingin elo hancur".


ucap aletta dengan tatapan sinisnya kemudian pergi.


" kenapa lo harus datang!!! Haaa! Kenapa lo hancurin semuanya dari gue".


teriak angela mencoba membendung air matanya.


Aletta menghentikan langkahnya dan berbalik memandang angela yang sedang menangis.


"gue ga pernah hancurin apapun dari elo yaa ! lo nya aja yang ga bisa pertahanin posisi elo sendiri !".


ucap aletta ketus.


" hhh....".


Selesai dari kamar mandi, kenan melihat aletta keluar dari halaman belakang dan disusul angela setelahnya.


Kenan melihat sekeliling dan menarik angela kemudian mendorongnya di dinding sedikit kencang.


"kenan? ".


Angela sangat terkejut melihat sikap kenan yang kasar padanya.


" gue ga bisa pukul perempuan, tapi sekarang gue lagi mukulin elo di dalam pikiran gue!". Ucap kenan ketus kemudian meninggalkan angela yang terlihat sangat shock.


"gue salah apa? Hahh? Gila...".


gumam angela berdecak kesal.


Kenan berlari kecil menghampiri aletta yang sudah berjalan tampak jauh.


" kamu ga papa?"


tanya kenan pada aletta.


"hah? Iya..aku ga papa, emang kenapa?".


ujar aletta heran.


" tadi.. bukannya? emm...aku pikir kamu abis berantem sama angela".


ucap kenan gugup.


"sayangnya aku ga mau ngotorin tangan aku".


aletta berbicara dengan gaya songongnya.


"mau ke cafe dulu pulang nanti?".


kenan tersenyum tipis melihat sikap aletta yang membuatnya sedikit tertarik.


Aletta menghentikan langkahnya dan memandang kenan curiga.


"kamu habis kepentok apa sih? Kamu punya riwayat penyakit amnesia atau kepribadian ganda ya?".


" aarrghh...salah kalau aku bersikap baik sama kamu, aku tarik omongan aku tadi !kenan berdecak kesal kemudian pergi.


Aletta tersenyum melihat kenan dari belakang, ia pun segera mengambil hp dan mengirim pesan untuk kenan.



"ciihh haha...".


Kenan seketika tersenyum membaca pesan dari aletta.


"apa ini kencan? "


Ujar kenan dalam hati sembari senyum senyum sendiri.


____________________________________________


Sehabis jam pelajaran, kenan langsung bergegas untuk keluar dari kampus sebelum teman temannya memanggil dan mengajaknya ke basecamp.


" kenan..!!!".


Teriak aletta memanggil kenan.


Kenan celingukan memastikan tidak ada yang melihatnya.


"kenapa? Bisa lewat chat aja kan?".


" hah kenapa emangnya?".


Aletta ikut menoleh kanan kiri karena bingung dengan tingkah kenan.


"jam 5 nanti udah harus ada di cafe, daahh...".


imbuh aletta kembali.


Aileen yang hendak pulang tidak sengaja mendengar pembicaraan kenan dengan aletta di koridor.


"kenan kamu mau kemana?".


tanya aileen menghampiri kenan.


"apa? Mau pulang ".


ujar kenan gugup.


"kenan sejak kapan kamu bohong sama aku" gumam aileen dalam hati.


Kenan melihat jam tangannya yang menunjuk kan 16.45 yang artinya ia masih mempunyai waktu 15 menit untuk mengantar aileen pulang agar tidak timbul curiga.


" mau aku anter?".


ujar kenan menawarkan.


"mm...boleh ".


balas aileen tersenyum.


Setibanya di rumah aileen, aileen dengan sengaja meminta kenan untuk mampir sebentar dan terus mengajaknya ngobrol hal yang tidak penting.


Jam menunjukkan pukul 17.15 kenan mulai khawatir dan tidak fokus dengan perkataan aileen.


" kamu lagi buru buru ya?".


tanya aileen semakin penasaran.


"hah engga kok".


ucap kenan gugup.


" kenan aku harap kamu ga berbohong sama aku".


gumam aileen pelan.


"aku ga mungkin bohong sama kamu".


balas kenan.


"syukurlah...setidaknya kamu masih pilih disini daripada menemuinya "


" ee...kalau gitu, aku pa..".


" kenan, aku boleh minta tolong kan".


ujar aileen memotong pembicaraan kenan.


"minta tolong apa?".


"anter aku ke perpus bentar ya, mau nyari referensi tugas, kalau ga mau gapapa kok aku bisa sendiri".


ucap aileen sangat hapal jika kenan tidak mungkin menolaknya.


" gapapa aku anter aja, yuk ".


kenan tersenyum tipis dan mengantar aileen dengan terpaksa.


"maaf aletta, tapi aku ga bisa bagi hati aku" ucap aileen dalam hati.


__________________________________________


Aletta celingukan menghadap arah parkiran dan sesekali melihat jam tangannya.


"maaf kak, sudah 2 jam tapi kakak belum pesen apa apa".


ujar pelayan kesekian kalinya menghampiri aletta.


" gapapa mba, aku lagi nunggu orang nanti aku bayar kok tempatnya tenang aja".


"baik kak kalau gitu".


" kenan mana sih, rese banget, awas aja kalau ketemu aku kubur hidup hidup dia".


gumam aletta kesal.


•perpus•


Ddrrttt....drrrrttt.....dddrrrrrttt....


Hp kenan tak berhenti berdering karena telepon dari aletta dan membuat seisih perpus menatap ke arahnya.


"kenan bisa di silent aja kan hp kamu".


ujar aileen berbisik.


Kenan mengangguk kemudian mematikan ponsel nya.


Setelah 3 jam menunggu, akhirnya aletta memutuskan untuk pulang dan pergi ke mini bar untuk minum (alkohol).


" aasshh...seharusnya aku ga bikin janji sama bedebah itu ".


ujar aletta sambil meneguk minumannya.


" aarrgghh...sialan!! ".


aletta berteriak sangat kencang hingga menarik perhatian sekitar.


"Heeii ! Kalau minum jangan berisik".


Ujar bapak bapak di dekat aletta yang merasa terganggu.


" apa itu kamu kenan? Ahaha...kamu datang?".


aletta mulai melantur karena terlalu banyak minum.


" asshh...aku harus pulang ".


aletta mulai keluar dari mini bar dan berjalan sempoyongan.


Tapp...


Sebuah tangan menepuk pundak aletta.


"haii...kenan ".


ujar aletta melambai dan berkedip.


" iishhh...kamu ngapain sih minum alkohol?!! Buruan masuk mobil biar aku yang nyetir".


bentak kenan menatap jijik aletta.


Sesampainya di rumah, kenan menggendong aletta untuk membawanya ke dalam kamar.


"nyusahin aja sih".


gumam kenan kesal.


" hehe...kenan, apa kamu tahu aku capek nungguin kamu...".


ucap aletta merengek manja dengan kondisi masih mabuk.


"disana di lihat banyaak orang dan aku hampir di usir...hehe...tapi aku senang kamu udah datang".


imbuhnya kembali.


Kenan melihat aletta kasihan dan merasa bersalah, ia kemudian duduk disamping aletta dan mengusap rambut aletta.


"maafin aku ".


kenan tersenyum tipis dan menarik kepala aletta agar bersandar di bahunya.


" aku suka sama kamu ".


aletta bergumam pelan kemudian tertidur.


Kenan terkejut dengan ucapan aletta, namun ia juga tidak terlalu memikirkannya karena bagaimana pun juga aleta mengucapkannya dalam kondisi mabuk, kenan segera memindahkan aletta pelan pelan ke tempat tidur agar tidak terbangun.


Pagi harinya, aletta sadar dan mengingat kejadian semalam saat sedang mabuk berat, ia sangat cemas jika kejadian di USA terulang kembali.


"kenan bangun!!! Penting!! Cepetan!!!".


teriak aletta histeris.


" apa sii".


ujar kenan kesal karena masih mengantuk.


"semalam kamu apain aku?".


tanya aletta menyilangkan tangannya di dada.


" mmm... aku juga laki laki normal".


kenan bergumam pelan dan tersenyum jahil melihat aletta yang terlihat panik.


"hah? Apa kita ciuman? Trus apa yang terjadi".


tanya aletta lagi.


" gatau, aku ga inget".


"astagaa...kenan serius!".


"kayanya kamu harus bersih bersih deh".


ujar kenan jahil.


Glekk...


Aletta menelan ludah dan menyilangkan tangannya di dada sembari berlari kencang ke kamar mandi.


" haha...dasar".